Tag archive

Kabupaten Ngawi - page 2

Kabupaten Ngawi Tuan Rumah HAI 2019 Bupati Ngawi : Kesempatan Untuk Meningkatkan Angka Melek Huruf

di %s Pendidikan 97 views

Tahun 2019 ini Kabupaten Ngawi menjadi tuan rumah peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke 54 tingkat Provinsi Jawa Timur bertempat di Alun Alun Merdeka Ngawi.

Acara yang berlangsung selama tiga hari mulai Rabu (6/11) hingga Jumat (8/11) dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Jawa Timur Himawan Estu Bagiyo mewakili Gubenur Jatim, Khofifah Indar Parawangsa.

Gubenur Jatim, dalam sambutannya yang dibacakan Himawan Estu Bagiyo menyampaikan saat ini pengentasan buta aksara menjadi salah satu perhatian Pemprov dan seluruh Kabupaten/Kota di Jatim dan akan dilakukan secara terpadu. Khofifah menegaskan pemberantasan buta aksara tidak lagi sekedar membuat masyarakat melek  huruf ataupun membaca, menulis tetapi lebih diarahkan serta integrasikan untuk memberdayakan masyarakat untuk lebih sejahtera, “Sehingga berdaya dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan kehidupan berbangsa,” lanjutnya.

Sementara dikesempatan yang sama, Bupati Ngawi Budi Sulistyono menyampaikan bahwa perinagtan HAI, setiap tanggal 8 September ditetapkan melalui konferensi UNESCO, 26 Oktober 1966 silam. “Sejak saat itu, HAI terus diperingati diseluruh dunia. Sebagai wujud agenda keaksaraan tingkat global, regional dan nasional,” ungkapnya.  

HAI yang dilakukan oleh warga dunia, menurut Budi Sulistyono adalah kesempatan bagi Pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan angka melek huruf di dunia. “Diupayakan mampu menyadarkan khalayak untuk turut serta  menyuarakan, juga membantu masyarakat agar  terbebas dari buta aksara,” jelasnya.

Sebagai tuan rumah HAI 2019, Bupati menyatakan Pemerintah Kabupaten Ngawi sangat mendukung kegiatan yang digelar ini, “Semoga berjalan lancar, kami dan seluruh masyarakat Ngawi siap mendukung serta mensukseskan acara ini,” ujarnya.

Seperti yang disampaikan Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Pemprov. Jatim, Hadiyono bahwa HAI ke 54 ini mengangkat tema Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat. Dan, selama berlangsung akan diisi dengan beragam kegiatan mulai pameran budaya lokal dan literasi masyarakat yang diikuti seluruh Kabupaten se Jatim,  seminar literasi dan seminar literasi IT, festival pentas seni pelajar, festival drum band,  jalan sehat wisata Benteng Pendem bersama IPI se Jatim dan Himpaudi, Servis gratis bagi kendaraan motor roda dua, pelayanan literasi anak berupa dua mobil dongeng, satu mobil bisokop keliling, satu mobil broadcast serta kegiatan menggambar dan mewarnai.

Hadir dalam pembukaan ini Kasubid Keaksaraan dan Budaya Baca Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Kastum, Kepala Perpustakaan dan Arsip Prov. Jatim Abdul Hamid, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda ) Kabupaten Ngawi, pejabat lingkup Pemkab Ngawi. (allteam/kominfo)

Malam Grand Final Duta Wisata Dimas Diajeng Ngawi 2019

di %s Seni Budaya 167 views

Bertempat di Kurnia Convention Center, Ngawi, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga gelar malam Grand Final Duta Wisata Dimas Diajeng Ngawi 2019, Jumat (25/10)

Setelah melewati proses rangkaian seleksi hingga karantina, terpilih 10 pasang finalis Dimas Diajeng Ngawi 2019 yang masuk di acara ini.

Acara diawali dengan sambutan Bupati Ngawi, Budi Sulistyono yang dibacakan Plt Kadispora, Raden Rudi Sulisdiana mengatakan bahwa pemilihan duta wisata dilakukan sebagai langkah dan komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menggali potensi generasi muda untuk berkreasi dan berinovasi di bidang pariwisata. Selain itu, Bupati juga menyampaikan membangun pariwisata diperlukan sinergitas dari semua komponen baik itu Pemerintah, swasta dan masyarakat juga ditunjang strategi peningkatan sumberdaya manusia dibidang ini terutama generasi millennial, “Diharapakan dengan acara ini dapat memilih generasi millennial yang berpotensi dan berkontribusi terhadap perkembangan serta pengenalan wisata dikabupaten Ngawi kedaerah lainnya,” lanjutnya

Disela acara, Raden Rudi Sulisdiana mengungkapkan bahwa keberadaan Dimas Diajeng memiliki andil dalam pengembangan pariwisata yang ada di sini, “Perannya banyak sekali. Dan, sebagai duta wisata akan bekerjasama dengan Disparpora terkait dengan pengembangan destinasi wisata di kabupaten Ngawi,” lanjutnya.

Raden Rudi berharap event ini kedepan akan jauh lebih baik lagi, sekaligus mampu menjadi perwakilan Kabupaten Ngawi di kancah yang lebih tinggi lagi, “Tentunya perhelatan ini dari tahun ketahun akan selalu  meningkat, juga kualitasnya akan selalu bertambah. Bahkan penyelenggaraannya akan dikemas menjadi semakin menarik, dan pemenangnya ini nanti bisa mewakili Ngawi diajang Raka Raki Jawa Timur,” terangnya.

Puncak acara diumumkan pemenang dari 10 finalis diantaranya M. Muhlis Ramadhan Sebagai Dimas Ngawi 2019 serta Jeany Ari M. Sebagai Diajeng Ngawi 2019,  Wakil 1 Dimas adalah Mukti Adiwibowo, Wakil 1 Diajeng adalah Alma Dyan, Wakil 2 Dimas DimasAlif R, Wakil 2 DiajengNiwangPembayunserta Dimas Favorit Evrillyo Risky S, Diajeng Favorit Sekar Langit, Dimas Persahabatan : YudhaPranata, Diajeng Persahabatan Auliya Fiqih A. W, Dimas Berbakat Calvin Recka F Dan Diajeng Berbakat Anisa Fadhila.

Secara simbolis pemenang di pakaikan slempang dengan tulisan Dimas Diajeng Ngawi 2019. Dalam acara ini juga ditampilkan parade busana batik dari desainer asal Ngawi. (nf/kominfo)

Festival Kopi Ngawi 2019, Ajang Studi Banding Olahan Kopi

di %s Kulineria 96 views

Dulu kopi selalu identik dengan dengan orang tua dan dinikmati untuk menghilangkan rasa kantuk, namun saat ini telah mengalami pergeseran termasuk gaya hidup yang terbentuk dimasyarakat. Minum kopi sekarang telah menjadi trend dimasyarakat serta mampu menyasar lintas usia, hingga menjadi salah satu minuman favorit.

Pun, Kabupaten Ngawi yang sebagian wilayahnya adalah dataran tinggi, memiliki potensi untuk budidaya tanaman kopi. Dan, yang terkenal adalah kopi Nangka yang berasal dari desa Ngrayudan Kecamatan Jogorogo. Kopi ini memiliki ciri khas rasa nangka, yang hanya bisa didapat dari Ngawi sehingga menjadikannya sebagai salah satu  komoditas unggulan.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi terus berkomitmen serta berupaya untuk peningkatan kualitas kopi Ngawi, dengan menggelar Festival Kopi Ngawi (FKN) 2019, Jumat – Sabtu, (18-19/10) di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi dan dibuka oleh Bupati Ngawi, Budi Sulistyono.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan industri kopi saat ini menjadi sebuah usaha yang luar biasa, “Karena ngopi sudah menjadi life style, dan bagus digeluti sebagai usaha,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Ngawi ini juga menyampaikan kegiatan ini selain memamerkan berbagai jenis kopi juga sebagai ajang studi banding, pasalnya pesertanya juga berasal dari luar kota, “Tentunya bisa memberikan informasi terkait inovasi segala minuman yang berasal dari kopi, seperti ada lemon kopi dan sebagainya,” ujarnya.

Budi Sulistyono menegaskan bahwa kopi Ngawi sekarang sudah mulai dikenal. Bahkan kebutuhan akan kopi sudah melebihi produksi, “Maka Pemerintah Daerah berinisiasi mangajak masyarakat sekitar lereng Gunung Lawu memanfaatkan lahan kosong sebagai kebun kopi rakyat,” lanjutnya.

Selain itu, masyarakat juga akan diberikan benih kopi, “Dengan begitu kebutuhan kopi lokal dan ekspor mampu tercukupi, ini akan menjadi tantangan. Dan, kita akan support ,” terangnya.

Hadir dalam acara pembukaan yang berlangsung selama dua hari ini, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh Shodiq Triwidiyanto serta pecinta Kopi yang berasal dari dalam maupun kota luar Ngawi.

Untuk menyemarakkan acara ini, juga ada lomba Brewers Battle yang dikuti 32 Barista dari berbagai kota, dengan peserta terjauh dari Bangkalan Madura dan Jakarta.

Event dengan tagline Eling Ngopi Eling Ngawi ini ditutup dengan penampilan guest star Adi ex vokalis Band kenamaan asal ibukota yang mampu membius penonton dengan single andalannya.(all team/Kominfo)

Diskominfo Ngawi Gelar Sosialisasi dan Workshop Penyusunan Data Statistik “Satu Data Indonesia”

di %s Teknologi Informasi 186 views

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi gelar Sosialisasi dan Workshop Penyusunan Data Statistik Sektoral di Ballroom Lavender Grand Orchid Hotel, Solo, Kamis – Jumat (19-20/9) (dengan 3 tiga) narasumber diantaranya adalah Is Subandi Priyanto, Kepala Seksi  IPDS BPS Ngawi, Idfi Setyaningrum dosen Universitas Surabaya serta praktisi Ahmad Hariadi.

Acara ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh.Sodiq Triwidiyanto, Kepala Diskominfo, Prasetyo Harri Adi beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Ngawi.

Prasetyo Harri Adi mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk memberikan penjelasan terkait tata kelola statistik sektoral serta membangun kesamaan pemahaman dalam penyelenggaraan kegiatan statistik, “Malasah data itu sangat penting dan menjadi salah satu indikator dalam penentuan keberhasilan OPD, baik itu dalam pengumpulan data. Dan, berhasil tidaknya laporan tergantung dari data yang ada,” tandasnya.

Sementara Sekda Kab. Ngawi, yang akrab disapa Sodiq ini menyampaikan bahwa kebutuhan akan data tidak dapat dihindari lagi, “Terwujudnya satu data Indonesia menjadi hal yang sangat penting dalam konsep pembangunan,” ujarnya.

Pemenuhan kebutuhan data, menurut Sodiq juga harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi informasi saat ini yang semakin cepat, “Sehingga perubahan konsep data konvensional bertransformasi menjadi data berbasis IT,” jelasnya.

Sekda berharap dengan kegiatan ini mampu mengurangi permasalahan tentang kebutuhan penyelenggaraan statistik sektoral daerah, “Diantaranya mengurangi kesulitan mencari data yang dibutuhkan oleh pengguna data, seperti data yang tidak konsisten antar produsen data, keterbatasan akses data, keterbukaan data yang tidak konsisten dan sebagaian yang harus berbayar,” lanjutnya.

Dikesempatan yang sama Kepala Bidang TIK, Statistik dan Persandian, Satria Eka Widhiarsa mengungkapkan kegiatan seperti ini akan terus dilakukan, “Serta dievaluasi untuk memberikan satu data statistik sektoral yang dibutuhkan OPD dan masyarakat,” katanya. (dn/kominfo)

Go to Top