Author

Isni Maria

Isni Maria has 161 articles published.

BRI Tour d’ Indonesia 2019, Ngawi Finish Etape I Bupati Ngawi : Kesempatan Potensi Ngawi di Kenal di Kancah Internasional

di %s Olahraga 18 views

Alun – Alun Merdeka Ngawi menjadi finish etape pertama BRI Tour de Indonesia (TdI) 2019 yang dimulai dari Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (19/8). Rider asal Australia, Angus Lyons dari Team Oliver’s Real Food Racing berhasil mencapai etape pertama tercepat dengan catatan waktu 3 jam 55 menit 58 detik dengan menempuh jarak 182, 7 kilometer dan berhak atas jersey warna hijau sebagai juara.

Lyons mengaku etape pertama ini memang menjadi target kemenangannya, “Saya berhasil memenangkannya,” katanya usai ceremony penerimaan hadiah.

Persiapan yang matang menurutnya, menjadi alasan kemenangannya kali ini, “Saya mempersiapkan diri sekitar 4 hingga 5 mingguan dengan latihan keras serta mencoba terbiasa dengan cuaca,” katanya.

Disusul Ryan Roth dari Xspeed United Continental dan dapatkan jersey warna biru sekaligus menjadi raja tanjakan sedangkan Mario Vogt yang tergabung dalam tim Sapura Cycling mendapatkan best sprinter dengan jersey warna merah. Dan, Choon Huay Goh dari Terengganu Inc. TSG Cycling dapatkan jersey kuning dinobatkans sebagai pembalap terbaik Asia.

Etape pertama ini kategori tim terbaik diraih Sapura Cycling juga memimpin klasemen sementara dalam daftar klasemen tim dengan total waktu 11 jam 50 menit 47 detik. Sedangkan tim Indonesia terbaik pada etape ini KFC Cycling Team sekaligus memimpin klasemen tim asal Indonesia dengan total waktu 11 jam 55 menit 30 detik.

Memasuki finish para rider  ini disambut Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, Sekretaris Daerah, Mokh Sodiq Triwidiyanto, Direktur World Cycling Center UCI, Frederic Magne, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PBISSI), Raja Sapta Oktohari, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Dalam konferensi persnya, Raja Sapta Oktohari memberikan apresiasianya untuk masyaakat Ngawi yang antusias menyambut kedatangan para pembalap, “Dukungan ini sangat luar biasa penyambutan masyarakat terutama begitu masuk wilayah Kabupaten Ngawi,” katanya.

Selain itu, Raja Sapta juga mengatakan bahwa sepeda familiar dan dekat dengan warga Ngawi, pasalnya acara ini bersamaan dengan digelarnya Pawai Pembangunan Kabupaten Ngawi yang sebagaian peserta menggunakan sepeda, “Kami seluruh keluarga Tour de Indonesia mengucapkan terimakasih,” ujarnya.

Masih menurut Ketum PBISSI mengungkapkan event ini sekaligus bisa menjadi jendela untuk mengenalkan potensi Ngawi yang luar biasa ke tingkat Internasional, apalagi disini ditemukan  fosil manusia purba yang hidup 2 juta tahun lalu, “Nah, ini perlu di explore, melalui TdI ini kami akan menyampaikan kepada dunia untuk datang ke Ngawi,” tambahnya.

Frederic Magne menambahkan kejuaraan ini sangat penting untuk pengembangan kompetisi balap sepeda dunia, bahkan saat ini telah menunjukkan progress sehingga masuk dalam agenda UCI Asia Tour dengan level 2.1, “Event ini sangat fantastis, bagus terutama bagi pembalap berlaga dilevel professional maupun penyelenggaranya. Apalagi ini, barengan sama parade sepeda juga, bisa jadi ini pertanda baik perkembangan balap sepeda di Indonesia,” jelas Frederic Magne.

Senada dengan Raja Sapta Oktohari, Bupati Ngawi juga mengatakan acara ini menjadi kesempatan Kabupaten Ngawi untuk mengenalkan potensinya di kancah internasional, “Dengan keramahan dan potensi wisatanya, Ngawi siap lebih bagus lagi. Lebih dilihat, ditengok orang. Nah, Tour de Indonesia telah membuka pintu masuk kesini. Makanya, kita harus bersolek baik wisata, kuliner dan keramahannya,” katanya.

Kejuraan bergengsi ini akan berlangsung 19 – 23 Agustus 2019, dalam lima etape. Dengan jarak tempuh bervariasi, terpanjang sejauh 193 kilometer, sedangkan terpendek sejauh 145,4 kilometer. Adalah etape 1, Candi Borobudur-Ngawi 182,7 km, etape 2, Madiun – Batu dengan jarak 163,4 km, etape 3, Batu – Jember sepanjang 193 km, etape 4, Jember-Banyuwangi sejauh 151,8 km, dan etape 5, Gilimanuk – Batur UNESCO Global Geopark berjarak 145,4 km.

Bank BRI Tour d’Indonesia 2019 diikuti oleh 18 tim, termasuk posisi pertama di peringkat sementara UCI Asia Tour dan UCI Africa Tour, dengan pembalap dari 23 negara. (all/kominfo)

Gelar Karnaval Budaya Ngawi 2019, Padukan Unsur Kearifan Lokal

di %s Seni Budaya 30 views

Beragam inovasi dan kreasi budaya khas Ngawi ditampilkan dalam Gelar Karnaval Budaya Ngawi 2019, Minggu (18/08). Kali ini mengangkat tema Pesona Seni dan Budaya Negeri Ngawi Ramah.

Agenda tahunan ini, diikuti ribuan pelajar tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, Perguruan Tinggi, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sejumlah komunitas yang ada di Kabupaten Ngawi yang terbagi menjadi 22 regu. “Peserta terbagi menjadi 22 regu, diantaranya yang 4 regu peserta kehormatan), 5 regu pelajar tingkat SD, 4 regu pelajar SMP dan 8  regu pelajar SMA dan Umum,” ungkap ketua panitia, Abimanyu.

Tepat pukul 13.15 karnaval diberangkatkan Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan Ketua DPRD Ngawi Dwi Riyanto Djatmiko secara simbolis, didepan Paseban dr. Radjiman Wedyodiningrat.

Menurut Bupati Ngawi, event ini sebagai ajang untuk mengenalkan potensi Kabupaten Ngawi, “Selain itu untuk tetap menjaga kelestariannya, makanya wajib mengangkat potensi baik wisata maupun budaya sehingga bisa lebih ter blow up atau dimasyarakatkan lagi,” kata Bupati.

Menjaga keutuhan negara ini dan mengisi kemerdekaan dengan segala hal yang positif menjadi point  penting pesan Bupati kepada seluruh masyarakat Ngawi. “Mengisi kemerdekaan ini tidak hanya cukup dengan menikmati jerih payah para pahlawan, tetapi tugas kita adalah meneruskan perjuangannya, menjaga Indonesia tetap bersatu dan berpegang teguh pada Pancasila,” tandasnya.

Bupati juga mengatakan bahwa perayaan peringatan kemerdekaan ini harus dimaknai lebih dalam terlebih untuk menghormati jasa pahlawan, “Dengan begitu kita akan lebih bisa merasakan arti kemerdekaan ini secara sesungguhnya,” lanjutnya.

Acara yang mampu menyedot perhatian masyarakat ini, memang selalu ditunggu setiap tahunnya. Terlihat, ribuan penonton tumpah ruah disepanjang rute yang dilalui karnaval ini. Pasalnya, selalu ada yang istimewa setiap tahunnya, belum lagi sajian ataupun kostum peserta yang dirancang serba unik dan kreatif dengan memadukan unsur kearifan khas lokal. Sudah pasti, mampu menghipnotis penonton. Bahkan peserta pun, tak luput dari sasaran swafoto.(nf/dn/arf/la/kominfo)

Upacara Detik Detik Proklamasi HUT ke-74 RI, Bupati Minta Tanamkan Nilai Pancasila

di %s Berita 56 views

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono memimpin upacara peringatan Ulang Tahun ke 74 Republik Indonesia di Alun – Alun Merdeka Ngawi, Sabtu (17/8). Tepat pukul 09.30, bersamaan 17 kali suara bedug dan sirine menandai detik – detik Proklamasi Kemerdekaan RI.

Upacara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Ngawi, yang telah dilantik Bupati Ngawi, Kamis (15/8) lalu.

Turut hadir dalam upacara ini Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Sekretaris Daerah Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Ketua DPRD Ngawi, DwiRiyanto Djatmiko, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara, Anggota Bhayangkari, Anggota Dharma Wanita, Veteran, Pelajar dan Mahasiswa.

HUT ke 74 RI kali ini mengangkat tema SDM Unggul Indonesia Maju, dimaknai sebagai perhatian lebih pada kesehatan tumbuh kembang anak dari ibu mengandung sampai anak tumbuh berkembang hingga mendapatkan pelayanan pendidikan terbaik untuk menciptakan generasi sumber daya manusia yang unggul demi tercapainya indonesia yang maju sejahtera.

Ditemui usai upacara, Bupati Ngawi meminta seluruh masyarakat untuk mengisi kemerdekaan ini dengan suka cita, dan guyup rukun tanpa ada perbedaan, “Kita harus senantiasa menanamkan nilai – nilai Pancasila, dan itu final yang tidak bias di ganggu gugat,” tandasnya.

Remisi Narapidana Lapas II B Ngawi

Sebelum upacara detik – detik Proklamasi, Bupati Ngawi, Wakil Bupati Ngawi bersama Forkopimda, Direktur Bank Jatim, pejabat lingkup Pemkab Ngawi beserta jajaran pimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Ngawi menghadiri acara pemberian remisi narapidana, Sabtu (17/8). 

Ada 277 napi mendapat remisi dari Kementerian Hukum dan HAM RI, 13 orang langsung bebas, tetapi 4 orang diantaranya masih menjalani masa subsider disebabkan masih ada sanksi denda yang harus dipenuhi.

Secara simbolis Surat Keputusan diserahkan langsung Bupati Ngawi dalam upacara yang dilakukan di dalam Lapas. “Selamat kepada para narapidana yang bebas hari ini,” kata Budi Sulistyono saat berikan SK.

Ziarah Taman Makam Pahlawan

Sekitar pukul 11.00, Bupati Ngawi beserta rombongan bergeser menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Dr. Radjiman Wedyodiningrat, untuk melakukan ziarah dan tabur bunga sebagai wujud penghormatan dan penghargaan bagi pahlawan yang telah gugur dalam merebut dan mepertahankan kemerdakaan Negara ini.

Dandim 0805 Ngawi, Letkol Arh Hany Mahmudhi bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). Ziarah ini diawali dengan penghormatan kepada para arwah pahlawan yang dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh Damdim 0805, kemudian tabor bunga bersama yang dilakukan Bupati Ngawi beserta Forkopimda.

Seperti yang disampaikan Hany Mahmudhi acara ini adalah penghormatan kepada pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan RI, “Sebagai rakyat Indonesia kita tidak boleh melupakan jasa pahlawan, mari berjuang terus melakukan hal yang baik demi bangsa dan negara Indonesia,” katanya. (all/kominfo)

Malam Tirakatan, Bupati MintaTetap Jaga keutuhan Bangsa

di %s Pemerintahan 32 views

Telah menjadi tradisi tahunan, setiap malam jelang tanggal 17 Agustus, Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar malam Tirakatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke74 Republik Indonesia, di Pendopo Wedya Graha, Jumat (16/08).

Hadir dalam acara ini Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Sekretaris Daerah Mokh Sodiq Triwidiyanto, Ketua DPRD Ngawi Dwi Riyanto Djatmiko, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Tokoh Mayarakat.

Di malam tirakatan ini Bupati Ngawi mengajak seluruh undangan yang hadir untuk merenung dan berdoa bersama bagi pahlawan yang gugur dan berkorban memperjuangkan kemerdekaan negeri ini, “Mari kita bersama merenung dan berdoa untuk pahlawan yang telah mendahului kita, dan berjuang untuk kemerdekaan ini, juga keselamatan negara Indonesia kedepannya,” katanya.

Agenda rutin tahunan ini, juga digelar serentak diseluruh desa di Kabupaten Ngawi. Menurut Budi Sulistyono kegiatan ini sebagai wujud syukur atas kemerdekaan yang telah diraih hingga menjadi suatu negara yang utuh dan berdaulat.  “Apalagi dengan segala keberagaman yang ada di Negara ini, sudah tentu memiliki tantangan tersendiri bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaganya menjadi tetap utuh dan kuat,” ujarnya.

Diusianya yang ke 74, Budi Sulistyono meminta untuk mengisi kemerdekaan dengan segala sesuatu yang positif, “Guyup rukun, selalu menjaga keutuhan Indonesia,” tandasnya.

Usai sambutan Bupati, dilanjutkan dengan doa bersama dipimpin KH. Abdul Salam, dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati diberikan kepada perwakilan Veteran yang hadir di acara yang berlangsung khidmat. (nf/kominfo)

1 2 3 41
Go to Top