INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Author

Isni Maria

Isni Maria has 258 articles published.

Teleconference dengan Gubenur Jatim, Bupati Ngawi Siapkan Langkah untuk Hadapi Dampak Ekonomi Akibat Covid -19

di Kesehatan oleh

Bupati Ngawi Budi Sulistyono bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto dan pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi, mengikuti Rapat Koordinasi bersama Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui Video Teleconference di Command Center, Jumat (27/3/2020).
Menurut Gubenur Jatim, rakor ini membahas kebijakan menghadapi dampak sosial ekonomi akibat pandemi virus Corona saat ini serta langkah – langkah penanganan Covid – 19 di Jatim, “Ini bagian dari kordinasi, berbagai upaya mitigasi bersama, karena diperkirakan dampak sosial ekonomi akibat Covid-19 ini cukup besar. Termasuk potensi terjadinya krisis di dalamnya,” ujar Gubernur Khofifah.
Selain itu, Khofifah menyampaikan agar pemerintah daerah menyiapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi rumah sakit rujukan Covid – 19, hingga saat ini sudah ada 65 rumah sakit rujukan Covid – 19 di Jatim. Tidak hanya itu, Gubenur juga mengingatkan bahwa hanya pemerintah pusat yang memiliki kewenangan dalam mengumumkan status positif Covid – 19.
Terkait peta sebaran Covid – 19, Khofifah juga menekankan Pemda untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan organisasi keagamaan, dengan begitu dapat segera diambil langkah antisipasi penyebarannya. Pun, keberadaan pasar tradisional yang jumlahnya tidak sedikit di Jatim, dihimbau adanya pengurangan jam operasional, guna mencegah rantai penyebaran virus asal China ini.
Gubenur Jatim, juga menyarankan masyarakat yang merantau atau bekerja di luar daerah untuk menunda kepulangannya. Mengingat hal ini sangat sensitif, Khofifah mengharapkan Bupati atau Walikota berkomunikasi dengan paguyuban warganya di kota atau daerah yang berada di zona merah atau wilayah epicentrum penyebaran virus Corona ini.
Dalam teleconference, Bupati Ngawi, Budi Sulistyono juga menyampaikan kondisi terkini antisipasi dan penanganan Covid -19 di Kabupaten Ngawi, diantaranya sosialisasi social distancing, physical distancing. Tidak hanya itu, Bupati juga mengungkapkan Pemkab Ngawi telah melakukan persiapan terkait dampak ekonomi akibat covid -19, “Kami akan mengizinkan penggunaan anggaran untuk hal-hal darurat untuk penanganan Covid – 19, karena ini merupakan bencana non alam,” katanya.
Kali ini, Budi Sulistyono juga menginginkan peran aktif seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mensosialisasikan social distancing atau physical distancing, seperti di acara hajatan, sedakah bumi dan event lain, yang mengundang banyak orang atau kerumunan untuk sementara waktu tidak dilakukan ataupun ditunda. “Dengan kita melakukan sosialisasi diharapkan semua masyarakat bisa memahami keadaan sekarang untuk tetap berada dirumah jika tidak ada keperluan yang sangat penting. Karena dengan kita dirumah itu, sebagai bentuk partisipasi kita dalam bela negara”, pungkas Budi Sulistyono. (Kominfo)

Bupati Ngawi, Gelar Rakor Lanjutan Antisipasi Covid -19

di Kesehatan oleh

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi terus melakukan antisipasi terhadap penyebaran virus Covid – 19.
Bertempat di Paseban dr. Radjiman Widiodiningrat, Bupati Ngawi Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, kembali menggelar rapat koordinasi antisipasi Covid – 19, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto bersama gugus tugas percepatan dan penanganan Covid – 19 Kabupaten Ngawi, Kamis (26/03/20).
Rakor ini sebagai tindak lanjut dan evaluasi rapat sebelumnya yang dilaksanakan pada Senin (23/03/20) lalu.
Beberapa hal yang disampaikan dalam rakor ini diantaranya menyikapi Physical Distancing (jaga jarak,red) untuk memutus rantai penyebaran Covid – 19 sesuai dengan arahan presiden RI Joko Widodo.
Seperti nyang disampaikan Bupati, Pemkab Ngawi, berinisiasi untuk melakasanakan rapat secara daring (dalam jaringan,red), “Dengan aplikasi kita bisa meeting setiap saat tanpa harus bertemu,” ungkapnya.

Sementara terkait penunjukan RSUD dr. Soeroto Ngawi sebagai salah satu rumah sakit rujukan penangan virus Corona di Jawa Timur, sekarang ini telah menyiapkan peralatan penunjang, “Kita sudah siapkan Alat Pelindung Diri (APD) sekitar 100 buah, ruangan isolasi serta alat tes PCR (Polymerase Chain Reaction) juga sudah ada. Tinggal, reagen yang masih dipesankan, sekitar 200 buah serta rapid test,” lanjutnya.
Dalam rakor ini, Bupati juga menyampaikan akan melakukan penyemprotan desinfektan di daerah pemukiman penduduk, yang sebelumnya telah di tempat – tempat umum, seperti masjid dan pasar, “Ini kita akan lakukan penyemprotan semua wilayah di rumah-rumah penduduk,” ujarnya.
Lebih lanjut, Budi Sulistyono menyampaikan, alat untuk penyemprotan atau sprayer ini ini bisa memanfaatkan inventaris dari kelompok tani, “Bisa memanfaatkan sprayer yang biasa dipakai untuk di dunia pertanian untuk menyemprot,” tuturnya. Sedangkan, untuk pengadaan disinfektan bisa berkoordinasi dengan puskesmas, lanjut Bupati.
Dikesempatan ini, juga disampaikan bahwa tempat umum atau tempat pelayanan umum akan disediakan bilik sterilisasi, “Yang akan pasang, dititik Puskesmas, RS, dan tempat pelayanan umum lainnya,” ungkap Budi Sulistyono.
Tidak hanya itu, Bupati juga meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik yang bekerja di pemerintahan ataupun pendidikan yang saat ini di himbau untuk bekerja dari rumah untuk menjadi agen sosialisasi untuk masyarakat di daerahnya masing-masing, “Ia tidak betul-betul libur tapi memang ada perintah tambahan ada tugas tambahan, Guru semua harus di rumah bekerja di lingkupnya untuk memberikan sosialisasi menjadi Agen sosialisasi tentang Covid- 19 utamanya pada perlunya Social Dintancing, hal ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid – 19,” tegasnya.
Budi Sulistyono juga menghimbau masyrakat untuk tetap menjaga kesehatannya dengan mengkonsumsusi makanan dengan asupan gizi yang lengkap untuk meningkatkan daya tahan tubuh, “Dihimbau juga, untuk tidak berkunjung ke daerah sekitar Magetan, karena disana sudah zona merah,” ungkapnya.

Bupati menambahkan jangka waktu belajar dari rumah untuk pelajar akan diperpanjang hingga tanggal 5 April mendatang, “Tapi itupun juga masih tentative sampai waktu yang belum ditentukan,” katanya.

Di rakor ini Direktur RSUD dr Soeroto Ngawi, Agus Priyambodo mengungkapkan bahwa pihaknya sudah tidak lagi, mengirim pasien kasus Covid – 19 ke RS lain, “Kita harus bisa menangani secara mandiri,” terangnya. Selain itu, Agus mengatakan jika alat untuk pengecekan pasien terkait positif atau tidaknya terjangkit Covid – 19 masih dipesankan, “Di janjikan distributor pertengahan April, dan kalau alatnya  sudah datang dan ada, kita bisa mandiri memeriksa pasien sampai akhir disini,” bebernya. (Kominfo)

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkab Ngawi bersama TNI-POLRI Patroli Bubarkan Kerumunan Massa.

di Kesehatan oleh

Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama TNI/Polri terus berupaya melakukan antisipasi pencegahan dan penyebaran Covid -19 diwilayah Kabupaten Ngawi, seperti yang dilakukan tadi malam, Senin (23/03/20), dengan menggelar patroli bersama untuk membubarkan kerumunan massa dibeberapa tempat diantaranya pedagang makanan atau warung hingga tempat olahraga.

Kegiatan ini diawali dengan apel bersama di halaman Polres Ngawi yang dipimpin langsung Kapolres Ngawi, AKBP Dicky Ario Yustisianto.
Dikesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto mengatakan patroli ini bertujuan mengurangi penularan Covid – 19 yang belakangan ini menunjukkan grafik peningkatan, “Jadi kedepan dihimbau, pedagang kaki lima untuk membatasi jam jualannya sampai pukul 21.00,” kata Sekda.
Sementara untuk masyarakat, menurut Sodiq jika beli langsung dibawa pulang, agar tidak menimbulkan kerumunan.
Sekda menambahkan bahwa TNI/ Polri bersama Satpol PP akan terus melakukan patroli ini dan sosialisasi hingga ketingkat Kecamatan, desa dan RT/RW. “Jadi diharap semua masyarakat dapat menerima dan tertib dalam menjalankan aturan dari pemerintah,” tandasnya.

Terkait kegiatan ini, Kapolres Ngawi, AKBP Dicky Ario Yustisianto juga menghimbau masyarakat untuk tetap dirumah dan berperilaku hidup sehat. “Serta mentaati aturan pemerintah pusat agar tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan yang sangat penting”, tegasnya.
Sama halnya Sekda, Dicky juga menekankan bahwa akan menjalankan patroli ini, dan akan menindak tegas masyarakat yang masih berkerumun ditempat umum, “Kita akan tindak tegas dan memberikan arahan kepada masyarakat yang masih membandel untuk tidak mentaati peraturan ini. Sebab hal ini kita lakukan untuk kebaikan dan kesehatan masyarakat bersama serta dalam rangka memutus rantai penyebaran virus COVID-19 yang semakin hari semakin meningkat,” tegas Dicky. (Humas – Kominfo)

Bupati Ngawi, Pimpin Rakor Antisipasi Covid – 19, Tekankan Sosialisasi Social Distancing Sangat Penting

di Kesehatan/Pemerintahan oleh

Antisipasi penyebaran Covid – 19, Bupati Ngawi Bupati Ngawi, Budi Sulistyono memimpin rapat koordinasi antisipasi Covid – 19, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto bersama gugus tugas percepatan dan penanganan Covid – 19 Kabupaten Ngawi, di Paseban dr. Radjiman Widiodiningrat, Senin (23/03/20).
Menurut Bupati Ngawi, rakor ini selain antisipasi dan kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Ngawi terhadap pandemi Corona juga sebagai tindak lanjut penunjukan RSUD dr. Soeroto oleh pemerintah sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan kasus Covid – 19. “Maka kita siapkan semua ini, baik rumah sakit, dan seluruh Puskesmas termasuk peralatan diantaranya mulai dari alat pelindung diri (APD), Rontgen Portable, dan ruangan – ruangan. Selain itu, juga pengadaan alat tes PCR (Polymerase Chain Reaction) adalah alat yang bisa betul – betul melihat apakah pasien ini positif Covid -19 atau tidak. Dan, itu sedang kita koordinasikan, apakah penunjukkan rujukan ini disertakan atau mengadakan sendiri. Dan itu tidak masalah, kita akan siapkan karena memang tanggungjawab kita,” jelasnya.
Dikesempatan ini, Budi Sulistyono juga menyampaikan Pemkab Ngawi hingga saat ini tengah gencar melakukan sosialiasasi mengenai social distancing untuk cegah Covid – 19, “Hal ini sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo, sebab virus ini sangat mudah menyebar, apabila ada kontak antar manusia, salah satunya kerumunan,” tuturnya. Bupati menghimbau masyarakat untuk tetap berada dirumah dan menunda bepergian jika tidak sangat penting.
Tidak hanya itu, juga akan dilakukan penertiban rumah makan atau warung, dan pembatasan jam buka, “Akan di lihat apakah tempat cuci piring menggunakan air mengalir atau tidak, karena kan kalau tidak kan bisa tidak bersih. Jam operasional warung kita batasi hanya sampai jam 9 malam, dan harus tutup, tidak ada lagi orang yang menggerombol,” tegasnya.
Dan, untuk anak sekolah yang masih terlihat berkumpul, karena menganggap ini liburan, tidak mengisolasi diri, akan ada pembinaan terus menerus, “Kita catat pelajar yang keluyuran, menggerombol kita sampaikan sekolah maupun orang tua,” lanjutnya.
Bupati mengungkapkan sosialiasasi ini akan dilakukan diseluruh wilayah, terutama pedesaan, sebab masyarakat di desa banyak yang menganggap pendemi Covid – 19 ini tidak berbahaya, “Makanya sosialisasi social distancing ini sangat penting,” ujarnya.
Sementara bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Budi Sulistyono meminta untuk turut serta mensosialisasikan tentang Covid – 19 ini, bersama leading sektor meskipun tetap harus melakukan pelayanan kepada masyarakat, “Fokus untuk sosialisasi agar mata rantai virus Corona ini bisa terputus,” teranngnya.
Bupati menekankan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan DPRD dilakukan pengecekan darah, “Untuk dicek darahnya, ada virus atau bakteri, jika ada hanya bakteri hanya dilakukan pengobatan biasa, tetapi jika virus, bisa Corona apa tidak, ada gejala atau tanpa paling bisa melakukan isolasi diri dengan prosedur yang kita tetapkan,” tuturnya. (Kominfo)

1 2 3 65
Go to Top