Pemkab Ngawi Optimalkan Digitalisasi Layanan Pertanahan dan Penerimaan BPHTB

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 47 views

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mendorong percepatan dan transparansi layanan pertanahan melalui digitalisasi dengan target penyelesaian maksimal 10 hari kerja. Komitmen tersebut dituangkan dalam nota kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Ngawi, BPN, dan notaris/PPAT di Mal Pelayanan Publik (MPP) Ngawi, Kamis (1/10/2026).

Penandatanganan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Kepala BPN Kabupaten Ngawi Eksam Sodak beserta jajaran, pimpinan perangkat daerah, serta pengurus dan anggota IPPAT Kabupaten Ngawi.

Ony meminta kesepakatan tersebut dijalankan secara konsisten dengan alur pelayanan yang jelas dan dapat dipantau masyarakat melalui sistem digital.

“Kalau sudah ditentukan sesuai dengan kesepakatan 10 hari, ya 10 hari. Maksimal, tanpa alasan apa pun. Tapi argonya ini mau dimulai dari mana, harus disepakati,” tegas Ony.

Ia juga meminta pemohon dapat melihat perkembangan dokumen secara langsung sehingga setiap tahapan pelayanan memiliki kepastian dan keterbukaan.

Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Ngawi Eksam Sodak memaparkan, target penyelesaian 10 hari kerja terbagi atas dua hari untuk proses BPHTB, tiga hari di pemerintah daerah, dan lima hari di BPN. Proses dapat diselesaikan lebih cepat apabila seluruh persyaratan administrasi dan teknis telah lengkap.

“Dengan percepatan pelayanan ini, cepat validasi BPHTB, kemudian cepat penataan dan segala macam itu, tentu akan memberikan efek terhadap kecepatan penyelesaian pelayanan hak di kami. Dengan demikian, akan dengan sendirinya mengakibatkan pencapaian target BPHTB di Kabupaten Ngawi,” kata Eksam.

Penerimaan BPHTB Kabupaten Ngawi tercatat Rp15 miliar pada 2024 dan meningkat menjadi Rp20 miliar pada 2025. Hingga saat ini, realisasi 2026 mencapai Rp15 miliar dan masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun.

Kerja sama tersebut juga mempercepat sertifikasi aset Pemkab Ngawi. Dari sekitar 300 aset yang diproses, sebanyak 203 sertifikat telah diserahkan, sedangkan sisanya ditargetkan selesai pada minggu kedua Desember 2026.

Sinergi Pemkab Ngawi, BPN, dan PPAT diarahkan untuk menghadirkan layanan pertanahan yang lebih cepat dan transparan, sekaligus mendukung optimalisasi BPHTB serta kepastian legalitas aset daerah.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Tuntaskan Legalitas KDKMP, Ngawi Percepat Digitalisasi dan Modernisasi Koperasi Desa

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 41 views

Kabupaten Ngawi menjadi daerah ketiga di Jawa Timur yang menggelar Training of Trainers (TOT) Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, di KDKMP Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, Rabu (30/9/2026), ini menjadi langkah memperkuat tata kelola dan percepatan digitalisasi koperasi desa.

Wakil Bupati yang akrab disapa Antok menyampaikan, seluruh KDKMP di Ngawi telah terdaftar aktif di Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes). Legalitas kelembagaan melalui akta pendirian juga telah rampung di 217 desa dan kelurahan.

Dari sisi pembangunan fisik, sebanyak 213 lokasi KDKMP telah selesai, sedangkan empat lokasi lainnya memasuki tahap penyelesaian akhir. Sejumlah koperasi juga telah beroperasi, di antaranya KDKMP Gedung Putri, Tambakromo, Talang, dan Ngawi.

Sementara itu, verifikasi dan validasi lapangan telah menjangkau 65 dari target 103 KDKMP. Pemerintah Kabupaten Ngawi menargetkan seluruh proses tersebut rampung pada 6 Oktober 2026.

“Koperasi ini berprinsip dari dan oleh anggota, yakni masyarakat desa setempat. Keberadaannya memberikan kemudahan akses serta kepastian harga untuk menggerakkan roda perekonomian warga,” ujar Antok.

Melalui TOT KDKMP, para kepala desa didorong memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan pedagang, pelaku UMKM, serta kelompok tani. Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan koperasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Sales Marketing dan Distribusi PT Agrinas Pangan Nusantara Paulo Simoes, Kepala Staf Kodim 0805/Ngawi, jajaran OPD terkait, para camat, serta perwakilan kepala desa se-Kabupaten Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

​Bawa Wastra Lokal ke Jakarta, Ketua Dekranasda Ngawi Semarakkan Panggung Kriyanusa 2026

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Kerajinan/Pemerintahan 169 views

Tampil mempesona di panggung nasional, Ketua Dekranasda Ngawi, Ana Mursyida Ony Anwar Harsono, ikut menyemarakkan parade busana Pameran Kriyanusa 2026 di JICC Jakarta, Senin (28/9/2026). Aksi tersebut menjadi bagian dari strategi promosi produk unggulan daerah hasil kolaborasi apik perajin kriya kayu Desa Ngubalan, pembatik lokal, dan siswi SMKN 1 Kasreman pada ajang yang berlangsung 26–30 September 2026.

Mengusung tema “Cipta Karya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, perhelatan bergengsi ini resmi dibuka oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, pada Sabtu (26/9/2026). Agenda tahunan itu menghadirkan 410 stan dengan partisipasi 257 peserta dari seluruh pelosok Tanah Air.

Kemeriahan semakin memuncak pada hari ketiga saat 92 Ketua Dekranasda se-Indonesia memperagakan busana khas daerahnya di hadapan publik dan Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian.

Langkah Ana Mursyida yang dibalut batik Wahyu Ngawiyat sukses menyedot perhatian penonton. Ia mengaku sangat antusias dengan terobosan pameran tahun ini yang mendaulat para pimpinan daerah turun langsung menjadi ‘duta’ wastra lokal.

“Kesannya sangat baik dan excited karena tahun ini sedikit berbeda. Ibu Ketua dari beberapa kabupaten/kota se-Indonesia diwajibkan tampil dalam parade busana menggunakan wastra khas daerahnya masing-masing,” katanya.

Istimewanya, busana berbahan kain karya pembatik Widi Nugraha itu dirancang khusus oleh siswi SMKN 1 Kasreman. Langkah ini membuktikan sinergi nyata antara perajin senior dan talenta muda Ngawi dalam mengemas karya bernilai seni tinggi.

Tak kalah menarik, stan Dekranasda Ngawi memboyong aneka kriya kayu olahan perajin Desa Ngubalan, mulai dari alat rumah tangga seperti talenan, cangkir, dan tempat tisu, hingga furnitur. Deretan kain batik motif lokal pun turut dikenalkan untuk menggaet pembeli tingkat nasional.

Ana menegaskan bahwa keikutsertaan Ngawi difokuskan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.

“Ini menjadi wadah yang sangat efektif untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi daerah, khususnya UMKM kriya yang ada di Kabupaten Ngawi agar makin dikenal luas,” pungkasnya.

Selain parade busana dan pameran kriya, Kriyanusa 2026 juga menyuguhkan lokakarya, gelar wicara, digital immersive experience, hingga wahana kuliner daerah yang beroperasi hingga Rabu (30/9/2026).

Sinergi perajin Ngubalan, pembatik lokal, dan talenta SMK ini menjadi cerminan komitmen Ngawi dalam melestarikan budaya sekaligus memantik UMKM daerah agar terus berinovasi menembus pasar dunia.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top