Jelang Nataru, Pemkab Ngawi Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Terkendali
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko bersama Ketua DPRD Ngawi Yuwono Kartiko menggelar sidak di Pasar Besar Ngawi, Selasa (3/11/2026). Peninjauan langsung ini dilakukan untuk memastikan stok dan stabilitas harga bahan pokok tetap aman terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam sidak tersebut, rombongan menyusuri los pedagang untuk mengecek kebutuhan pokok, yaitu komoditas beras, minyak goreng, gula pasir, daging, hingga bumbu dapur dan sayur-mayur. Antok menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran rantai distribusi serta menjaga daya beli masyarakat.
“Berdasarkan pemantauan di lapangan, ketersediaan bahan kebutuhan pokok terpantau mencukupi. Pemkab Ngawi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berkoordinasi untuk mengantisipasi potensi gejolak harga menjelang Nataru,” tegasnya.
Kegiatan pemantauan ini diakhiri dengan dialog interaktif bersama para pedagang dan konsumen. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan di Ngawi.
Jadi Tuan Rumah Porprov XV & Peparpeda III 2026, Pemkab Ngawi Lepas 250 Atlet dan 52 Ofisial
Mengusung status tuan rumah Porprov XV & Peparpeda III 2026 Jawa Timur, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono optimistis kontingennya mampu menyapu bersih medali sekaligus sukses mengawal jalannya kompetisi. Hal tersebut disampaikannya usai melepas 250 atlet dan 52 ofisial di Pendopo Wedya Graha, Selasa (3/11/2026).
Para atlet disiapkan untuk berlaga di 23 cabang olahraga (cabor) utama, serta dua cabor Peparpeda yakni para renang dan para atletik. Pada ajang bergengsi ini, Kabupaten Ngawi menargetkan dapat mempertahankan predikat runner-up perolehan medali tingkat provinsi.
Bupati Ony menekankan kesiapan seluruh kontingen untuk tampil maksimal di kandang sendiri.
“Sebagai tuan rumah Porprov XV dan Peparpeda III 2026, kita ingin sukses penyelenggaraan sekaligus sukses prestasi. Kami mengandalkan beberapa cabor utama seperti tinju, wushu, MMA, ski air, dan woodball untuk mendulang medali emas. Semoga seluruh atlet bertanding maksimal demi mengharumkan nama Ngawi,” tegasnya.
Guna membakar motivasi bertanding di arena, Pemerintah Kabupaten Ngawi telah menyiapkan bentuk apresiasi spesial bagi para atlet yang berhasil mengibarkan bendera daerah di podium juara. Sedangkan pada kesiapan sarana, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ngawi Wiwien Purwaningsih, menyampaikan bahwa progres venue pertandingan kini menyentuh 85 persen melalui koordinasi intensif bersama Pemprov Jatim dan technical delegate (TD).
“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan TD terkait kesiapan venue. Saat mepersiapannya masih terus berproses, mudah-mudahan pada hari pelaksanaan nanti semuanya sudah siap,” jelasnya.
Acara pembukaan direncanakan akan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifdah Indar Parawansa beserta sekitar 300 tamu undangan dari jajaran kepala daerah se-Jawa Timur. Momentum ini diharapkan tak hanya mengukuhkan kesiapan Ngawi sebagai penyelenggara yang ramah, tetapi juga membakar semangat seluruh atlet untuk mempersembahkan prestasi tertinggi bagi daerah.
Tekan Celah Fiskal, Pemkab Ngawi Gelar Sosialisasi APBD-P dan Optimalisasi Anggaran Desa
Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar sosialisasi Perubahan APBD (APBD-P) 2026 dan pengelolaan keuangan desa di RM Notosuman Watualang, Senin (2/11/2026). Acara yang dibuka Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko ini dihadiri jajaran Sekda, Inspektur, Badan Keuangan, Dinas PMD, para camat, kepala desa, serta operator SiBankerkes.
Kegiatan ini dilaksanakan guna menyikapi penurunan pendapatan daerah sekaligus memperkecil celah fiskal (fiscal gap). Pada APBD-P 2026, Pemkab Ngawi menyalurkan bantuan keuangan ke pemerintah desa melalui Dana Desa, Alokasi Dana Desa, serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Sarpras yang jumlah penerimanya telah disesuaikan. Bagi desa yang usulan fisiknya belum terakomodasi pada BKK kali ini karena telah didanai sumber anggaran lain, rencananya akan diformulasikan kembali pada APBD 2027.
“Bagi desa yang usulannya belum masuk BKK kali ini karena sudah diintervensi anggaran lain, nantinya akan kita formulasikan kembali di APBD 2027 mendatang,” kata Antok.
Guna mempercepat proses dan mencegah keterlambatan di akhir tahun, Pemkab Ngawi menyederhanakan birokrasi dengan mengalihkan penanganan bantuan keuangan langsung ke Badan Keuangan. Meski alurnya diperpendek, pengawasan di lapangan tetap diperketat melalui peran aktif camat dan Dinas PMD.
“Waktu efektif tinggal dua bulan hingga akhir Desember, jadi seluruh tahapan dari perubahan APBDes sampai pelaporan harus dipacu tepat waktu. Alur birokrasi sengaja disederhanakan di Badan Keuangan agar mempermudah desa, tetapi para camat dan DPMD tetap wajib melakukan pengawasan ketat,” tegasnya.
Melalui penyederhanaan alur birokrasi dan pengawasan ketat tersebut, Pemkab Ngawi berharap seluruh alokasi anggaran desa dapat terserap maksimal, tertib administrasi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebelum tahun anggaran 2026 berakhir.