Disiplin ASN dan Perlindungan Anak Jadi Sorotan Apel Pembinaan Staf Pemkab Ngawi

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 26 views

Disiplin ASN dan perlindungan anak menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam Apel Pembinaan Staf di halaman Pendopo Wedya Graha, Kamis (17/9/2026). Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Ngawi Joko Sumaryadi bertindak sebagai pembina apel mewakili Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko.

Joko mengatakan apel yang digelar setiap tanggal 17 menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan disiplin ASN. Ia mengingatkan pentingnya hadir tepat waktu, mematuhi jam kerja, dan bertanggung jawab atas tugas.

“ASN harus peduli terhadap keselamatan dan pemenuhan hak anak. Saya minta seluruh perangkat daerah menjalankan surat edaran ini secara konsisten dan bersinergi,” tegasnya.

Ia meminta ASN memperkuat koordinasi dan menjaga kerukunan di lingkungan kerja. Pejabat yang baru mendapat amanah juga diminta segera beradaptasi, memahami tugas dan tanggung jawab, serta melanjutkan pelaksanaan tugas yang sudah berjalan dan diikuti perbaikan sesuai kebutuhan.

Memasuki musim kemarau, Joko mengingatkan ASN meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional, ia juga mengajak ASN menjadi teladan dalam keselamatan berlalu lintas.

Di akhir arahan, Joko meminta pimpinan perangkat daerah dan unit kerja memperkuat pembinaan dan pengawasan. “Jadilah teladan, lakukan pengawasan, dan segera selesaikan setiap persoalan di lingkungan kerja,” pesannya.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Festival Literasi Ngawi 2026, Bersama Keluarga Tumbuhkan Literasi dan Karakter

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 67 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi memperkuat budaya membaca sekaligus mendorong peran keluarga dalam membentuk karakter generasi penerus melalui Festival Literasi Kabupaten Ngawi 2026 di Pendopo Wedya Graha, Rabu (16/9/2026). Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono hadir didampingi Bunda Literasi Ngawi Ana Mursyida.

Ony mengatakan, keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk mengenal literasi. Kebiasaan membaca dan mendongeng sejak dini dapat membantu membangun daya ingat, kepercayaan diri, kemampuan bertutur, sekaligus karakter anak. “Pengenalan literasi sejak dini dapat dilakukan melalui keluarga, baik dengan membaca, mendongeng, maupun memberikan pemahaman. Kebiasaan tersebut perlu terus diperkuat agar anak-anak tumbuh dengan kemampuan dan karakter yang lebih baik,” tutur Ony.

Mengusung tema “Literasi Tumbuh Bersama Keluarga”, festival ini menjadi ruang untuk memperkuat keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menumbuhkan kebiasaan literasi. Upaya tersebut juga diarahkan agar kemampuan membaca dan pemanfaatan pengetahuan dapat berkembang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menekan angka buta aksara sekaligus membiasakan budaya membaca sejak dini, khususnya di kalangan pelajar. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi Harsoyo menyampaikan, kebiasaan tersebut perlu mendapat pendampingan orang tua agar tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi turut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi bagian dari proses memperoleh, memahami, dan mengolah pengetahuan. Proses tersebut perlu dikenalkan sejak dini dan dibangun dari keluarga agar dapat membentuk generasi yang lebih baik,” ujarnya.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, akses membaca juga semakin dekat dengan gawai melalui pengembangan Sobat Ngawi (Spot Baca Digital Ngawi). Layanan ini memanfaatkan kode QR di ruang publik untuk membuka akses masyarakat terhadap berbagai bacaan digital melalui gawai. Inovasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital dan mengenalkan pemanfaatan teknologi secara bertahap kepada masyarakat.

Festival yang diikuti sekitar 650 peserta dari kalangan pelajar, guru, pegiat literasi, pengelola perpustakaan, perangkat desa, hingga masyarakat ini diramaikan pertunjukan seni budaya, talkshow bersama Bunda Literasi Ngawi, bazar UMKM, serta berbagai perlombaan. Sejumlah capaian turut disampaikan, di antaranya Juara Harapan I Lomba Bertutur tingkat Provinsi Jawa Timur melalui Alifa dari MIN 6 Ngawi, Juara I Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan melalui Perpustakaan Cerdas Desa Paras, serta Juara I Lomba Video Konten Literasi melalui Adilla Dwi Bima Prasetia.

Ony menegaskan, penguatan literasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. “Penguatan literasi perlu dilakukan secara konsisten, disertai evaluasi dan monitoring agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” tegasnya.

Festival Literasi 2026 menjadi bagian dari upaya Pemkab Ngawi memperkuat budaya membaca, memperluas akses pengetahuan, dan mengenalkan pemanfaatan teknologi sejak dini.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pemkab Ngawi Bertindak Cepat, Cegah Perluasan Karhutla Lereng Lawu

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 20 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi bergerak cepat merespons ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan lereng Gunung Lawu. Untuk mengantisipasi meluasnya titik api yang dipastikan berasal dari wilayah lereng Magetan, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono memimpin langsung operasi darurat bersama tim gabungan di kawasan Wukir Bayi, Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Selasa (15/9/2026).

Hingga saat ini, kebakaran telah menghanguskan lahan seluas kurang lebih 13 hektare. Titik api teridentifikasi berada di lokasi strategis, yakni Petak 42-1 RPH Campurejo, kemudian merambat hingga Petak 39-2 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Manyol.

Api yang bermula dari kawasan hutan produksi dengan dominasi vegetasi pinus mulai mengarah ke kawasan hutan lindung yang ditumbuhi tegakan cemara, eukaliptus, dan berbagai tanaman perdu. Kondisi ini diperburuk oleh hembusan angin kencang dan musim kemarau. Menghadapi situasi tersebut, Pemkab Ngawi bersama BPBD, Perhutani, PDAM, serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan langkah mitigasi dengan membangun ilar atau sekat bakar.

Ony menjelaskan, sekat bakar dibuat dengan membersihkan jalur dari material yang mudah terbakar sehingga dapat memutus jalur rambatan api. Upaya tersebut melanjutkan sekat bakar yang sebelumnya telah dibangun di kawasan Karanggupito.

“Saat ini posisi titik terakhir kita berada di ketinggian 2.360 meter di atas permukaan laut. Pengamanan melalui sekat bakar ini akan terus kami dorong hingga sekitar Pos 5. Di area tersebut terdapat hamparan sabana. Jika api dibiarkan bergerak ke atas dan mencapai sabana, kita khawatirkan rambatannya akan sangat masif dan meluas ke arah barat,” tegas Ony.

Masih terdapat sekitar 1,3 kilometer area rawan yang belum dilengkapi sekat bakar. Dengan mempertimbangkan tingginya risiko apabila penanganan ditunda, Ony bersama tim gabungan memutuskan untuk tetap bertahan dan bermalam di lereng gunung hingga pembangunan sekat bakar dapat dirampungkan.

Pemkab Ngawi memastikan personel gabungan tetap disiagakan di lokasi sampai situasi benar-benar aman. Kolaborasi pemerintah daerah, TNI/Polri, instansi terkait, dan masyarakat terus diperkuat untuk menahan laju Karhutla sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan dan lingkungan.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top