Momentum Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Ngawi Dorong Generasi Muda Terus Berkarya
Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Pendopo Wedya Graha, Rabu (28/10/2026). Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang mengajak generasi muda terus berkarya, memperkuat patriotisme, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Dalam amanat tersebut, Menpora menekankan tiga nilai utama yang perlu dimiliki generasi muda, yakni patriotik, gigih, dan berempati.
“Ketiga nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun bangsa yang maju, tidak hanya dari segi pembangunan dan teknologi, tetapi juga melalui kualitas manusia dan kepedulian terhadap sesama,” demikian pesan Menpora yang disampaikan Ony.
Generasi muda juga didorong untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan karya positif, serta berani mengambil peran kepemimpinan dengan tetap mengedepankan kerendahan hati dan semangat melayani.
Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko bersama jajaran Forkopimda dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta diikuti unsur TNI-Polri, aparatur sipil negara (ASN), pelajar, dan mahasiswa. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi sebagai wujud apresiasi atas capaian generasi muda yang diharapkan dapat menginspirasi pemuda lainnya untuk terus berkarya.
Peringati HKN ke-62, Pemkab Ngawi Mobilisasi Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan ‘Sehat untuk Semua’

Menjawab tantangan krisis air dan dampak lingkungan di kawasan lereng Gunung Lawu, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko membuka peringatan HKN ke-62 di Sengon Hills, Desa Girimulyo, Jumat (23/10/2026). Lewat kolaborasi lintas sektor, perayaan diwujudkan dalam bentuk layanan sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan penyerahan bantuan sosial (bansos).
Rangkaian kegiatan yang diinisiasi lintas sektor, mulai dari tenaga serta organisasi kesehatan, DP3AKB, hingga Dinas Sosial di Kabupaten Ngawi, diapresiasi oleh Wakil Bupati Ngawi. Menurutnya, langkah tersebut sangat bermakna karena mencerminkan tingginya kepedulian insan kesehatan terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Antok menegaskan pentingnya menjaga kelestarian kawasan lereng Lawu yang ditekankan melalui kerja sama solid antara dinas terkait, aparat TNI-Polri, dan warga setempat, terutama dalam merespons ancaman kebakaran hutan yang mengganggu kesehatan pernapasan.
“Perayaan HKN tahun ini sangat bermakna karena diwujudkan melalui aksi sosial nyata. Kerja sama solid ini penting untuk menjaga lingkungan demi kesehatan bersama,” ujarnya.
Sebagai wujud kepedulian sosial, disalurkan 220 paket sembako hasil kolaborasi Dinas Kesehatan dan organisasi profesi, serta 25 paket alat sekolah untuk siswa penerima manfaat. Selain itu, penanganan krisis air diperkuat lewat pasokan rutin dua kali seminggu ke wilayah utara Ngawi guna menanggulangi dampak kekeringan di hampir 30 dusun untuk kebutuhan konsumsi warga.
Menutup rangkaian kegiatan, partisipasi aktif warga dalam gerakan “Sehat untuk Semua” diharapkan menjadi benteng utama pencegahan penyakit secara mandiri. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen insan kesehatan Ngawi untuk terus hadir mengabdi di tengah kebutuhan dasar masyarakat.
Dongkrak Ekonomi Pesantren, Aplikasi ‘Kangsantri’ Resmi Diluncurkan di Hari Santri Nasional
Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar Pemkab, Kemenag, dan PCNU Ngawi di Pendopo Wedya Graha, Rabu (21/10/2026) malam, diwarnai peluncuran marketplace “Kangsantri”. Disaksikan Bupati Ony Anwar Harsono, platform digital inovasi Kemenag ini hadir untuk mendorong perputaran ekonomi keumatan.
Sejalan dengan tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”, Bupati Ngawi mengapresiasi sinergi lintas lembaga yang terjalin sebagai pemantik nasionalisme bagi santri di era digitalisasi saat ini.
“Santri harus menjadi garda terdepan menjaga kondusivitas wilayah serta membentengi generasi muda dari ancaman sosial seperti hoaks, radikalisme, hingga perpecahan bangsa,” tegasnya.
Dari sektor ekonomi, Kemenag Ngawi menjawab tantangan kemandirian umat dengan merilis aplikasi “Kangsantri” (Kemenag Ngawi untuk Pesantren Ngawi). Kepala Kemenag Ngawi, Moh. Ersat, menyebut platform digital ini merupakan wujud nyata program Asta Protas yang disiapkan khusus untuk memasarkan produk unggulan dari 82 pondok pesantren secara daring.
“Tujuannya murni agar pesantren mandiri secara ekonomi dan memunculkan entrepreneurship (kewirausahaan) di lingkungan pondok,” tuturnya.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Pemkab Ngawi bersama Kemenag akan merutinkan bimbingan teknis bagi pengurus pondok. Langkah kolaboratif ini menjadi kunci agar Kangsantri sukses memasarkan produk lokal karya santri secara merata dan berkelanjutan.