​Bawa Wastra Lokal ke Jakarta, Ketua Dekranasda Ngawi Semarakkan Panggung Kriyanusa 2026

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Kerajinan/Pemerintahan 75 views

Tampil mempesona di panggung nasional, Ketua Dekranasda Ngawi, Ana Mursyida Ony Anwar Harsono, ikut menyemarakkan parade busana Pameran Kriyanusa 2026 di JICC Jakarta, Senin (28/9/2026). Aksi tersebut menjadi bagian dari strategi promosi produk unggulan daerah hasil kolaborasi apik perajin kriya kayu Desa Ngubalan, pembatik lokal, dan siswi SMKN 1 Kasreman pada ajang yang berlangsung 26–30 September 2026.

Mengusung tema “Cipta Karya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, perhelatan bergengsi ini resmi dibuka oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, pada Sabtu (26/9/2026). Agenda tahunan itu menghadirkan 410 stan dengan partisipasi 257 peserta dari seluruh pelosok Tanah Air.

Kemeriahan semakin memuncak pada hari ketiga saat 92 Ketua Dekranasda se-Indonesia memperagakan busana khas daerahnya di hadapan publik dan Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian.

Langkah Ana Mursyida yang dibalut batik Wahyu Ngawiyat sukses menyedot perhatian penonton. Ia mengaku sangat antusias dengan terobosan pameran tahun ini yang mendaulat para pimpinan daerah turun langsung menjadi ‘duta’ wastra lokal.

“Kesannya sangat baik dan excited karena tahun ini sedikit berbeda. Ibu Ketua dari beberapa kabupaten/kota se-Indonesia diwajibkan tampil dalam parade busana menggunakan wastra khas daerahnya masing-masing,” katanya.

Istimewanya, busana berbahan kain karya pembatik Widi Nugraha itu dirancang khusus oleh siswi SMKN 1 Kasreman. Langkah ini membuktikan sinergi nyata antara perajin senior dan talenta muda Ngawi dalam mengemas karya bernilai seni tinggi.

Tak kalah menarik, stan Dekranasda Ngawi memboyong aneka kriya kayu olahan perajin Desa Ngubalan, mulai dari alat rumah tangga seperti talenan, cangkir, dan tempat tisu, hingga furnitur. Deretan kain batik motif lokal pun turut dikenalkan untuk menggaet pembeli tingkat nasional.

Ana menegaskan bahwa keikutsertaan Ngawi difokuskan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.

“Ini menjadi wadah yang sangat efektif untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi daerah, khususnya UMKM kriya yang ada di Kabupaten Ngawi agar makin dikenal luas,” pungkasnya.

Selain parade busana dan pameran kriya, Kriyanusa 2026 juga menyuguhkan lokakarya, gelar wicara, digital immersive experience, hingga wahana kuliner daerah yang beroperasi hingga Rabu (30/9/2026).

Sinergi perajin Ngubalan, pembatik lokal, dan talenta SMK ini menjadi cerminan komitmen Ngawi dalam melestarikan budaya sekaligus memantik UMKM daerah agar terus berinovasi menembus pasar dunia.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Cetak Generasi Tangguh, 38 Regu Pramuka Penggalang se-Kabupaten Ngawi Ikuti LT III 2026

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 217 views

Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka, Mokh Sodiq Triwidiyanto, membuka Lomba Tingkat III (LT III) Tahun 2026 di Lapangan SMP Negeri 2 Ngrambe, Kamis (24/9/2026). Ajang pembinaan karakter bertema “Adaptif, Produktif dan Prestasi” ini diikuti 38 regu Penggalang berprestasi tinggi, terdiri dari 19 regu putra dan 19 regu putri dari seleksi LT II Kwarran se-Kwarcab Ngawi.

Dalam arahannya, Sodiq menegaskan bahwa peserta yang hadir merupakan Pramuka pilihan melalui proses seleksi berjenjang dari LT I, LT II, LT III, hingga LT IV. Menurutnya, LT III bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana mengimplementasikan nilai Dasa Darma dan Tri Satya.

“Adik-adik adalah manusia-manusia pilihan di masing-masing Kwarran. Tidak semua anggota Gerakan Pramuka berkesempatan mengikuti Lomba Tingkat III ini. Di sini ada kejujuran, kedisiplinan, ketangguhan, wawasan lingkungan, komunikasi yang baik, gotong royong, kebersamaan, serta melatih kecerdasan, kecepatan, dan ketangkasan,” tegas Mokh Sodiq.

Ia berpesan agar peserta tidak berkecil hati jika memiliki kemampuan berbeda dari yang lain, sebab setiap potensi dapat diasah melalui ketekunan berlatih. Sodiq juga menekankan pentingnya persiapan matang dan evaluasi sejak awal demi meraih hasil maksimal.

“Tidak ada keberhasilan sebuah kegiatan tanpa ada perencanaan dan persiapan. Biasakan menyiapkan diri seawal mungkin. Dalam persiapan itu juga ada evaluasi, apakah rencana kita sudah tepat atau belum,” tambahnya.

Harapannya, LT III menjadi bekal pengalaman berharga bagi para peserta untuk tumbuh menjadi generasi mendatang yang lebih baik serta memberi manfaat nyata bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia LT III, Suyono, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah pembinaan kemampuan Pramuka Penggalang melalui aktivitas yang menarik, menantang, dan bermanfaat.

“LT III ini bertujuan membina dan mengembangkan penghayatan terhadap kode kehormatan Pramuka, mempererat persaudaraan, serta menentukan regu berprestasi tinggi yang nantinya akan mewakili Kwarcab Ngawi pada LT IV Kwarda Jawa Timur,” jelas Suyono.

Rangkaian ini diisi dengan beragam kegiatan menarik, mulai dari uji ketangkasan, perkemahan, keterampilan, wawasan kebangsaan, serta jelajah alam atas dukungan penuh Kwarcab Ngawi, peserta, dan Gugus Depan.

Pelaksanaan LT III Kwarcab Ngawi 2026 dijadwalkan berjalan hingga Sabtu (26/9/2026). Seluruh kontingen dari 19 kecamatan dipastikan siap menuntaskan setiap tahapan lomba dengan menjunjung tinggi sportivitas serta nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pemkab Ngawi–Perhutani Perkuat Kolaborasi, Jaga Hutan Sekaligus Dorong Ekonomi Kreatif

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 244 views

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menegaskan komitmen perlindungan dan kelestarian hutan sebagai prioritas utama seiring pergantian kepemimpinan di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perum Perhutani Ngawi, Kamis (24/9/2026). Langkah edukasi kepada masyarakat dinilai krusial agar kawasan hutan tetap lestari bagi generasi mendatang, mengingat 91 dari 213 desa di Ngawi beririsan langsung dengan hutan.

Pernyataan itu disampaikan Antok saat menghadiri acara pisah sambut dan serah terima jabatan Administratur KPH Ngawi dari Mukhlisin kepada Rohasan di Kurnia Convention Hall Center.

“Masyarakat harus disadarkan bahwa hutan adalah aset krusial yang wajib dijaga keberlanjutannya. Dampaknya tidak cuma kita rasakan hari ini, tapi juga oleh generasi mendatang,” tegas Wabup.

Ia juga mendorong Perhutani, pemerintah daerah, dan desa untuk memperkuat kolaborasi dalam memfasilitasi pariwisata serta kegiatan ekonomi baru berbasis hutan bagi masyarakat sekitar.

Dari sisi performa bisnis, KPH Ngawi mengukir rekor impresif. Hingga September, pendapatannya menyentuh Rp85 miliar, sementara perolehan labanya menjadi yang tertinggi di Jawa Timur mencapai Rp60 miliar, sebagaimana dipaparkan Wakil Kepala Divisi Regional Perum Perhutani Jatim Sofiudin Nurmansyah.

Sofiudin berharap Administratur yang baru dapat segera beradaptasi, mempertahankan capaian kinerja, serta mengawal proses sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC) dan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten.

Agenda pisah sambut ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Ngawi, perangkat daerah, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), mitra kerja Perhutani, serta tokoh masyarakat setempat.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top