Semarak Tiga Pilar Cup 2026, Perkuat Sportivitas dan Silaturahmi
Sebanyak 24 tim meramaikan Turnamen Tiga Pilar Cup 2026 memperebutkan Piala Persinga di Alun-alun Ngawi. Turnamen yang dibuka Wakil Bupati Ngawi sekaligus Ketua Askab PSSI Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Minggu malam (20/9/2026), mempertemukan berbagai unsur dalam semangat kompetisi dan kebersamaan.
Peserta berasal dari 19 kecamatan se-Kabupaten Ngawi serta sejumlah instansi dan lembaga, di antaranya Kodim, Polres, Kejaksaan, Yonarmed 12 Ngawi, DPRD, OPD, hingga tenaga kesehatan. Tingginya minat peserta membuat kuota turnamen terpenuhi.
Antok mengapresiasi antusiasme seluruh peserta. Menurutnya, Tiga Pilar Cup menjadi ruang positif untuk mempererat hubungan antarlembaga sekaligus membangun semangat bersama melalui olahraga.
“Ini adalah sebuah semangat bagi kita semua sekaligus memperkenalkan tim kita nanti, Persinga Ngawi, yang akan berlaga di Liga 3 pada tahun ini,” ujar Antok.
Selain menjadi ajang kompetisi, Antok berharap turnamen ini memberi manfaat bagi kesehatan dan terus memperkuat kebersamaan masyarakat. “Silaturahmi terus berlanjut, kolaborasi menjadi harapan bagi kita semua dan bagi masyarakat Kabupaten Ngawi,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan seluruh pemain untuk menjaga sportivitas sepanjang pertandingan. Setiap laga diharapkan berlangsung aman dan kondusif tanpa tindakan kekerasan maupun perkelahian.
Dukungan Forkopimda, perangkat daerah, PSSI Ngawi, Persinga Ngawi, hingga masyarakat turut menyemarakkan pembukaan. Tiga Pilar Cup 2026 diharapkan menjadi kompetisi yang sehat sekaligus mempererat kebersamaan di Kabupaten Ngawi.
Hadiri HAORNAS ke-43 Jatim, Ngawi Tegaskan Kesiapan Jadi Tuan Rumah POPDA XV dan PEPARPEDA III 2026
Pemerintah Kabupaten Ngawi menegaskan kesiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur 2026. Kesiapan tersebut disampaikan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono saat menghadiri puncak Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 tingkat Jawa Timur di Kampus C Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Minggu (20/9/2026).
Menurut Ony, kepercayaan yang diberikan kepada Ngawi menjadi kehormatan sekaligus motivasi untuk menyiapkan pelaksanaan kompetisi secara optimal. Pemkab juga siap menyambut seluruh kontingen dan memastikan kebutuhan peserta selama pertandingan dapat terlayani dengan baik.
“Penunjukan Kabupaten Ngawi sebagai tuan rumah POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026 adalah sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk memberikan yang terbaik, baik sebagai penyelenggara maupun dalam prestasi atlet,” ujar Ony.
Ajang tersebut akan mempertemukan atlet pelajar dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur sekaligus menjadi ruang untuk mengasah kemampuan dan menjaring potensi atlet. Pemkab Ngawi turut menyiapkan penyelenggaraan yang menjunjung sportivitas dan semangat kompetisi.
Puncak HAORNAS ke-43 Jatim mengusung tajuk JATIM SPORT1V dengan slogan “Satu Semangat Berjuta Kegembiraan” dan tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”. Kegiatan turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan jajaran Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur.
Dalam rangkaian acara, maskot resmi POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026 kembali diperkenalkan. Maskot tersebut sebelumnya diluncurkan pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Momentum HAORNAS menjadi pengingat pentingnya budaya hidup aktif sekaligus pembinaan olahraga sejak usia pelajar. Dari kompetisi tersebut, potensi atlet muda diharapkan terus berkembang dan mampu membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.
Sekolah Rakyat Ngawi Buka Jalan Mobilitas Sosial bagi Keluarga Prasejahtera
Pemerintah pusat dan daerah memperkuat kolaborasi melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Ngawi untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera. Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau sekolah tersebut di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Kasreman, Sabtu (19/9/2026), didampingi Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.
Sekolah yang berdiri di atas lahan sekitar tujuh hektare tersebut telah menampung 220 siswa, terdiri atas 18 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 112 siswa SMA. Ony mengapresiasi hadirnya fasilitas pendidikan dan asrama yang dilengkapi ruang kelas, auditorium, lapangan olahraga, serta area penunjang siswa.
“Kami bangga melihat semangat siswa dalam menempuh pendidikan. Ini yang harus terus dipupuk agar mereka mampu meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik,” kata Ony.
Pemkab Ngawi berkomitmen mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat melalui perbaikan akses jalan, penghijauan, serta pemenuhan fasilitas penunjang pengembangan bakat siswa. Dukungan tersebut menjadi bagian dari penguatan lingkungan belajar dan keberlangsungan sekolah.
Saifullah menegaskan, khusus di Ngawi, Sekolah Rakyat langsung menggunakan gedung permanen tanpa melalui tahap sekolah rintisan. “Untuk Kabupaten Ngawi, Sekolah Rakyat langsung menggunakan gedung permanen tanpa melalui tahap sekolah rintisan,” ujarnya.
Sekolah Rakyat dikelola Kementerian Sosial dengan konsep pendidikan berasrama yang menggabungkan pembelajaran akademik dan pembentukan karakter. Peserta didik dijaring melalui penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama keluarga pada desil 1 dan 2. Seleksi guru dan tenaga kependidikan masih berlangsung dan ditargetkan rampung akhir September atau awal Oktober 2026.
Saifullah menyebut masa awal pembelajaran menjadi tahap penting karena siswa, guru, pemerintah daerah, dan Kemensos perlu beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama. “Di masa awal ini, siswa, guru, pemerintah daerah, dan kami di Kemensos sama-sama perlu beradaptasi dengan kondisi di lapangan,” tegasnya. Ia meminta seluruh pihak mengawal penyelenggaraan sekolah agar proses pendidikan dan pemanfaatan fasilitas berjalan optimal.