Optimalkan Subuh Bergerak, Pemkab Ngawi Dorong Aspirasi Desa dan Lestarikan Budaya

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 43 views

Kembali digelar, Subuh Bergerak menjadi ruang Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk melihat langsung kebutuhan warga dan mengevaluasi pembangunan desa. Kegiatan berlangsung di Dusun Tawun, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Jumat (11/9/2026), dan dibuka Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.

Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, jajaran Forkopimda, dan kepala OPD Pemkab Ngawi.

Ony menjelaskan, evaluasi kini dilakukan lebih terstruktur hingga tingkat kecamatan. Camat didorong turun langsung ke desa untuk memantau kondisi sekaligus menghimpun masukan warga.

“Kami ingin melihat langsung kebutuhan di desa agar menjadi dasar evaluasi dan perencanaan,” ujar Ony.

Pemantauan mencakup enam sektor, yakni pertanian ramah lingkungan, penurunan stunting, Gerakan Masyarakat Menanam di Pekarangan Rumah Tangga (GEMA PARUT), infrastruktur desa dan poros desa, ekonomi kreatif, serta layanan Posyandu. Hasilnya menjadi bahan Musrenbang Desa dan Kecamatan untuk menyusun program yang lebih tepat sasaran.

Tak hanya pembangunan, keberadaan tradisi lokal di Desa Tawun juga menjadi perhatian. Ony menyebut Keduk Beji dan Sedekah Bumi memiliki nilai lebih dari sekadar warisan budaya karena turut mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.

“Menjaga sumber mata air, penghijauan, dan budaya guyub rukun perlu terus diwariskan,” katanya. Nilai tersebut diharapkan tetap hidup di tengah generasi muda seiring pembangunan yang berjalan di desa.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Perluas Perlindungan Pekerja, Pemkab Ngawi Salurkan Jamsostek melalui DBHCHT 2026

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 99 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi menyalurkan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026. Penyerahan berlangsung di Pendopo Wedya Graha, Kamis (10/9/2026), oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono didampingi Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko.

Perlindungan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) berlaku September hingga Desember 2026. Alokasi tahun ini ditujukan bagi 20.000 pekerja, dengan penerima antara lain buruh tani tembakau dan pekerja rentan berdasarkan data P3KE.

Selain itu, penerima berasal dari kelompok pekerja layanan publik, yakni petugas TPS3R Dinas Lingkungan Hidup, relawan BPBD, petugas kebersihan, pemadam kebakaran Satpol PP, serta personel Tim Timas Satpol PP.

Sebagai bentuk komitmen memperkuat perlindungan pekerja, perluasan kepesertaan Jamsostek menjadi bagian dari upaya Pemkab Ngawi menuju Universal Coverage. Ony menyampaikan, perhatian khusus diperlukan karena sekitar 70 persen masyarakat Ngawi menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian. “Skema perlindungan harus kita bangun seiring dengan upaya meningkatkan kemandirian pekerja melalui poktan dan gapoktan,” ujarnya.

Manfaat Jamsostek turut melindungi keluarga peserta. Jaminan Kematian memberikan santunan Rp42 juta, sedangkan beasiswa pendidikan anak dapat diberikan hingga perguruan tinggi dengan nilai maksimal Rp174 juta.

Kepala DPPTK Kabupaten Ngawi Kusumawati Nilam menyampaikan, cakupan perlindungan terus meningkat dari 7.650 pekerja pada 2023 menjadi 10.875 pada 2024, 15.625 pada 2025, dan 20.000 pada 2026. “Program ini kami arahkan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya, sekaligus menjaga keberlanjutan penghasilan ketika menghadapi risiko kerja,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Irfan Sah Utoh Panjah mengapresiasi sinergi bersama Pemkab Ngawi. Di luar DBHCHT, perlindungan telah mencakup 9.956 tenaga non-ASN dan 10.436 aparatur dalam ekosistem desa, serta atlet dan official berbagai ajang olahraga. BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ngawi juga mencatat pembayaran manfaat kepada 3.467 peserta senilai Rp51,35 miliar dan beasiswa bagi 233 anak sebesar Rp848 juta. Sejak Juli 2026, PAKA turut dijalankan untuk membekali dan mendampingi penerima manfaat menuju kegiatan kerja produktif.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Gebrakan Tekan Buta Aksara Al-Qur’an, Kemenag Ngawi Wisuda 228 Santri Tarsana

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 184 views

Sebanyak 228 Santri Tarsana mengikuti wisuda periode pertama program Gerakan Berantas Aksara Al-Qur’an (Gebrakan) di Pendopo Wedya Graha, Selasa (8/9/2026). Kegiatan yang dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Ngawi dan Kemenag Ngawi meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an masyarakat.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ngawi Mokh. Irsyad mengatakan, Gebrakan merupakan pengembangan dari pembinaan yang sebelumnya dilakukan terhadap 1.665 ASN Kemenag, kemudian diperluas melalui Gerakan Madrasah dan Masyarakat Ngawi Mengaji (Gemangaji). Bersama 53 penyuluh agama Islam, program tersebut dilanjutkan dengan pendataan yang menemukan 9.940 masyarakat belum mampu membaca Al-Qur’an.

Sejak Januari 2026, sebanyak 2.650 masyarakat mengikuti pembinaan melalui Gebrakan setelah para penyuluh mendapat pembekalan Training of Trainers (TOT). Dari jumlah tersebut, 872 Santri Tarsana dinyatakan lulus dan 228 santri mengikuti wisuda periode pertama.

“Dari 1.665 ASN Kemenag se-Kabupaten Ngawi, alhamdulillah semuanya sudah bisa mengaji,” ujar Irsyad.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengapresiasi gerakan tersebut dan menilai kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan hal mendasar bagi seorang muslim. Menurutnya, kemampuan membaca perlu dilanjutkan dengan memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Memang seharusnya bagi kita seorang muslim itu hukumnya wajib bisa baca Al-Qur’an,” tuturnya.

Wisuda tersebut diikuti santri dari berbagai usia, dengan Sri Wahyuni, 32 tahun, dari Kecamatan Ngawi sebagai santri termuda dan Suparni sebagai santri tertua yang akan genap berusia 81 tahun pada 9 September 2026. Ony menegaskan Pemkab Ngawi akan terus mendukung pembinaan bagi masyarakat Muslim agar mampu membaca Al-Qur’an serta menjalankan nilai-nilai kebaikan sesuai syariat.

“Kami terus menata dan mengajak masyarakat Muslim di Kabupaten Ngawi agar mampu membaca Al-Qur’an serta menjalankan nilai-nilai kebaikan sesuai syariat,” pungkasnya.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top