Festival Dai Cilik 2026: Wadah Lahirkan Generasi Muda Ngawi yang Religius dan Berakhlak
Festival Dai Cilik Jawa Pos Radar Madiun 2026 resmi dibuka Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono di Pendopo Wedya Graha, Senin (12/10/2026). Selain memperdalam pemahaman agama, kegiatan ini menjadi sarana strategis memupuk keberanian serta kepedulian generasi muda untuk aktif menebar keharmonisan dan kebaikan di tengah lingkungan sekitar.
Dalam sambutannya, Ony mengapresiasi Jawa Pos Radar Madiun atas konsistensinya menyelenggarakan acara ini sebagai ruang pembinaan dan pengembangan potensi anak-anak. Menurutnya, kemampuan retorika dan berbicara di depan umum merupakan kompetensi penting yang perlu diasah sejak dini untuk membentuk generasi penerus yang bermanfaat bagi lingkungan.
“Pemkab Ngawi mengapresiasi komitmen Jawa Pos Radar Madiun menggelar Festival Dai Cilik. Ajang ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar berdakwah serta menjalankan amar makruf nahi mungkar,” ujarnya.
Ia menegaskan, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas kehidupan sosial dan membangun peradaban yang lebih baik. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Ngawi mendukung penuh berbagai upaya pembinaan agar anak-anak berani tampil, kompeten, dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Ony mendorong agar festival serupa terus diperluas demi memberi ruang prestasi yang lebih masif bagi anak-anak. Saat meresmikan pembukaan, ia menyampaikan selamat berkompetisi kepada seluruh peserta serta berharap ajang ini membawa keberkahan dan manfaat berkelanjutan.
Dukungan Pemkab Ngawi dalam ajang ini mempertegas pentingnya kolaborasi bersama media untuk membina karakter anak secara konsisten. Sinergi tersebut tidak hanya bertujuan mencetak generasi religius dan berakhlak mulia, tetapi juga memperkuat kebijakan pembangunan sumber daya manusia demi terciptanya keharmonisan masyarakat Ngawi.
Dukung Visi World Class Province di HUT 81 Jatim, Ngawi Siap Dorong Inovasi dan Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Pendopo Wedya Graha, Senin (12/10/2026). Dipimpin langsung oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, momentum ini difokuskan untuk memperkuat sinergi antarpemerintah guna mewujudkan Jatim sebagai provinsi berkelas dunia, dengan penekanan pada inovasi dan ketahanan pangan.
Dalam upacara tersebut, Ony membacakan amanat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen pemerintahan untuk mengejar target pembangunan strategis.
“Arah pembangunan kita ke depan adalah mendorong Jawa Timur menjadi World Class Province. Hal ini tentu membutuhkan penguatan kualitas SDM dan pengembangan pendidikan yang mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Ony saat menyampaikan pesan Gubernur.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa target besar provinsi hanya bisa dicapai melalui keselarasan program dengan tingkat kabupaten/kota. Sinergi lintas daerah dinilai krusial, terutama untuk mengoptimalkan sektor ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi.
Di tengah tantangan keterbatasan anggaran, pemerintah daerah dituntut tidak pasif. “Inovasi dan terobosan adalah keharusan. Kita butuh kolaborasi partisipatif dengan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sebagai penutup, Ony menginstruksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk rutin memantau dan mengevaluasi program prioritas nasional. Langkah pengawasan ini mutlak diperlukan guna memastikan implementasi di tingkat daerah tetap sejalan dengan tujuan strategis pemerintah pusat.
Momentum HUT KORPRI, Pemkab Ngawi Dorong Kepedulian ASN dan Solusi Berkelanjutan Hadapi Kekeringan
Krisis air bersih di Kabupaten Ngawi meluas hingga 28 dusun. Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko bersama Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) menyalurkan bantuan air bersih dan sembako kepada warga terdampak di Desa Kerek, Kecamatan Ngawi, Jumat (9/10/2026). Bertepatan dengan momentum HUT KORPRI 2026, Pemkab Ngawi juga mendorong penguatan solidaritas aparatur sipil negara (ASN), pelestarian lingkungan, dan pengembangan solusi berkelanjutan untuk menghadapi kekeringan.
Bantuan air bersih disalurkan kepada warga di wilayah terdampak, sedangkan sembako diberikan kepada warga lanjut usia (lansia). Aksi sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah dan KORPRI terhadap masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau.
Antok menyampaikan, jumlah wilayah terdampak kekeringan meningkat signifikan. Pada pertengahan Agustus 2026, krisis air bersih tercatat melanda empat dusun. Kini, jumlahnya bertambah menjadi 28 dusun.
“Terdapat peningkatan perluasan wilayah terdampak kekeringan yang cukup signifikan. Pada pertengahan Agustus lalu krisis air bersih hanya tercatat di 4 dusun, namun saat ini angkanya telah melonjak tajam hingga berdampak pada 28 dusun,” ujarnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Antok mengajak seluruh ASN dan anggota KORPRI memperkuat solidaritas melalui kepedulian terhadap warga terdampak. Ia juga mendorong pelestarian lingkungan dan penanaman pohon untuk menjaga daerah resapan air, disertai penghematan air dan energi sebagai bagian dari upaya menghadapi kemarau.
Sebelumnya, pada Selasa (6/10/2026), Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pengurus KORPRI menyalurkan bantuan air bersih serta air minum galon kepada warga Dusun Gagan, Desa Kenongorejo. Penyaluran bantuan tersebut turut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi.
Sodiq mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud empati pemerintah daerah kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau.
“Meski bantuan ini mungkin belum menyelesaikan akar masalah sepenuhnya, namun ini adalah bentuk empati dan kepedulian kami kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain penanganan darurat, Pemkab Ngawi merencanakan pemanfaatan sumber air dari dusun sekitar yang memiliki sumur memadai. Rencana tersebut mencakup pembangunan tandon dan jaringan pipa untuk memperluas akses air bersih bagi warga Dusun Gagan dan sekitarnya secara berkelanjutan.
“Kalau di dusun sebelah terdapat sumber sumur yang memadai, ke depan mungkin bisa dibuatkan tandon air. Nantinya tinggal ditarik jaringan pipa ke sini, sehingga kebutuhan air masyarakat sekitar bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” jelas Sodiq.
Melalui momentum HUT KORPRI, Pemkab Ngawi berharap kepedulian dan solidaritas ASN dapat terus diwujudkan dalam aksi nyata bagi masyarakat. Tak hanya melalui bantuan darurat, pelestarian lingkungan dan rencana pengembangan infrastruktur air bersih juga diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk mengurangi dampak kekeringan dan memenuhi kebutuhan air bersih warga.