Upacara Peringatan Hari Jadi Ngawi Ke 663

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 104 views

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono pimpin upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi Ke 663, di Pendopo Wedya Graha, Rabu (07/07/21) yang diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah, Camat, dan Kepala Desa secara virtual.

Dalam sambutannya Bupati Ngawi, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 ini adalah musibah kemanusiaan yang mustahil berakhir apabila tidak diselesaikan secara bersama- sama, dan
di momentum Hari Jadi Ngawi ke 663 ini, meminta seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Ngawi prihatin dengan kondisi saat ini, “Rasa prihatin dapat diimplementasikan melalui semangat kepedulian membantu sesama. Sebab, banyak saudara kita yang berjuang melawan Covid-19,” tuturnya.

Sekarang ini yang masih diberi kekuatan kesehatan, dikatakan Ony Anwar harus selalu mempunyai kepekaan dalam mengabdi dan berperan sesuai tugas serta fungsi masing-masing disetiap lini, “Kita terus bergandeng tangan saling menguatkan,” lanjutnya.

Dijelaskan Bupati Ngawi bahwa pandemi Covid-19 juga berdampak terhadap krisis kesehatan tetapi juga sektor ekonomi, “Anggaran yang di refocusing akibat Covid-19, menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah agar tetap bisa memanage anggaran agar pembangunan tetap bisa berjalan sesuai target,” terangnya.

Selain itu, juga memastikan pembangunan yang telah direncanakan dalam skala prioritas tetap berjalan dan selesai, “Infrastruktur jalan, jembatan kita harus memastikan tiga sampai empat tahun kedepan rampung seratus persen. Kawasan industri yang kita harapkan bisa dimulai sehingga mampu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Ngawi, juga pembangunan talud di sungai Madiun, yang setiap tahunnya banjir, Insyaallah dua hingga tiga tahun kedepan sudah selesai beriringan dengan kesehatan masyarakat tertangani dengan baik,” ungkapnya.

Dikesempatan ini, Bupati Ngawi juga meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) ikut mendukung kebijakan PPKM Darurat sehingga paparan Covid-19 bisa turun dengan work from home (WFH), serta membantu masyarakat sekitar, ” Saat ini ada KRPL (Konsep Rumah Pangan Lestari) yang mulai diaktifkan. Maka kita memberi contoh masyarakat dengan menanam sayur, buah, ternak ikan, ayam dan seterusnya, kemudian dari hasil tersebut dapat dibagikan ke tetangga, paling tidak untuk keseharian tidak bergantung sehingga kedepan kemandirian bisa tumbuh dimasyarakat,” tuturnya.

Ngawi Tangguh menjadi tema sentral dalam peringatan Hari Jadi Ngawi ke 663 ini, menurut Bupati Ngawi dimaknai sebagai kesiapan masyarakat dalam menghadapi tantangan kedepan selain pandemi Covid-19, “Dengan bekal kemandirian bisa menjadi solusi menghadapi tantangan kedepan, sehingga masyarakat kita siap setiap ada permasalahan ataupun musibah di kemudian hari,” katanya. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares

Jamasan Pusaka, Jelang Hari Jadi Ngawi ke 663

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 188 views

Jamasan pusaka telah menjadi tradisi dalam peringatan Hari Jadi Ngawi tiap tahunnya, kali ini digelar di Ruang Data Pendopo Wedya Graha, Minggu (04/07/21).

Dalam prosesi ini ada dua pusaka berupa tombak yang dijamas diantaranya Kyai Singkir dan Kyai Songgo langit, juga dua payung pusaka yakni Tunggul Wulung sertaTunggul Warono dengan air khusus yang disiapkan para sesepuh Ngawi.

Prosesi jamasan ini diawali mundhut dan lolos pusoko Kyai Singkir dan Songsong Tunggul Wulung, Kyai Songgo Langit serta Songsong Tunggul Warono oleh Parogo, selanjutnya diserahkan kepada Pangasto Pusoko. Saat prosesi pencucian (jamas,red) diiringi rerepan gending Jamasan Pusoko, kemudian begitu selesai dikembalikan ke gedung pusaka.

Acara yang berlangsung khidmat ini, dihadiri Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, Ketua DPRD Ngawi, Heru Kusnindar, Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh Sodiq Triwidiyanto, Kajari Ngawi, Budi Raharjo serta pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, dengan protokol kesehatan ketat yang jumlahnya tidak lebih dari 30 orang apalagi dimasa PPKM Darurat ini.

Seperti yang disampaikan Bupati Ngawi usai acara bahwa jamasan pusaka kali ini dibatasi, “Jamasan pusaka, biasanya dihadiri seluruh kepala OPD, Camat, Perwakilan kepala Desa sampai 300 orang kali ini hanya dihadiri tak lebih dari 30 orang yakni Forkopimda beserta istri ditambah warogo dan yang menjamas. Hal ini adalah bentuk komitmen kami melaksanakan PPKM Darurat tapi masih menyelenggarakan tradisi budaya dalam rangka hari jadi Kabupaten Ngawi ke – 663,” jelasnya.

Dijelaskan Ony Anwar esensi Jamasan Pusaka adalah bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk Kabupaten Ngawi agar selalu diberikan ketentraman, keamanan serta kondusifitas ang diwujudkan dalam sebuah tradisi, “Menjamas pusaka atau piandel yang digunakan oleh pimpinan terdahulu dalam melawan penjajah dan merupakan simbol perjuangan yang harus kita jaga atau uri – uri, sebagai tradisi yang esensinya wujud syukur karena dulu pimpinan kita berjuang sangat luar biasa,”terangnya.

Ditambahkan Bupati Ngawi, seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi Ngawi ke 663 ini karena dalam situasi pandemi dan PPKM Darurat dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat, ” Sesuai dengan ini hal ini pun sesuai dengan Tema Hari Jadi ke- 663 yakni Gotong Royong Ngawi Tangguh, dengan semangat gotong royong kita wujudkan Ngawi Tangguh melawan Covid-19,” terangnya. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares

Gelar Sosialisasi PPKM Darurat, Bupati Ngawi Minta Masyarakat Kembali Disiplin Prokes

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 177 views

Terkait pemberlakukan PPKM Darurat Covid-19 se Jawa – Bali, Pemerintah Kabupaten Ngawi laksanakan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat diawali dengan apel gelar pasukan yang dari unsur TNI – Polri, Polisi Pamong Praja, dan Organisasi Perangkat Daerah terkait di Halaman Pendopo Wedya Graha, Sabtu (03/07/21).

Saat pimpin apel Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono menyampaikan sosialisasi PPKM Darurat ini akan dilakukan di 26 pasar di Kabupaten Ngawi dan desa, yang sudah dibagi di setiap OPD dan satuan tugas lainnya. “Kegiatan sosialisasi ini akan berfokus pada disiplin penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Ony Anwar Harsono juga meminta seluruh jajarannya untuk menjaga kondisi tubuh, serta tidak melakukan mobilitas tinggi selama PPKM Darurat ini. ” Untuk pegawai dan masyarakat diharapkan selama pemberlakuan PPKM Darurat ini untuk mengurangi aktifitas diluar kaluar tidak sangat diperlukan dan terus menjaga kondisi tubuh agar imunitas tetap terjaga dengan membiasakan hidup sehat,” tandasnya.

Diungkapkan Bupati Ngawi, sosialisasi ini akan dilakukan selama 3 hari, mulai tanggal 3 Juli sampai dengan tanggal 6 Juli mendatang, “Diharapkan nantinya masyarakat bisa kembali disiplin dan sadar akan prokes sehingga nantinya bisa menekan angka pertumbuhan Covid-19 di Kabupaten Ngawi. Namun, jika setelah sosialisasi tiga hari ini, masyarakat yang abai akan ada penindakan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021,” tegasnya. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top