Panen Raya Jagung Wilayah Khusus LMDH Wono Sedyo.Mulyo

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 94 views

Bupati Ngawi hadiri panen raya jagung wilayah khusus,di lahan LMDH Wono Sedyo Mulyo, Desa Krandegan, Kecamatan Ngrambe. Sabtu (24/02/24).

Progam Jagung wilayah khusus merupakan Kerjasama antara Direktorat Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan perihal pemanfaatan lahan hutan Perhutanan Sosial.

Dijelaskan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngawi, Supardi Kabupaten Ngawi menjadi salah satu demplot atau percontohan lahan tambah tanam jagung di Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) melalui Program ini, “Dan, telah terdistribusi ke beberapa lokasi strategis di 10 LMDH di 8 Kecamatan,” katanya.

Lebih lanjut, Supardi utarakan delapan Kecamatan diantaranya Karanganyar, Widodaren, Pitu, Kedunggalar, Paron, Kasreman, Bringin dan Ngrambe.

Sementara untuk varietas Jagung yang ditanam, diterangkan Supardi adalah P-35 dengan karakteristik tongkol satu dengan luas tanam 1 ribu Ha, “Hasil ubinan kita kemarin 5-6 ton per hektar,” tuturnya.

Sementara Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono di Kesempatan ini mengatakan Kabupaten Ngawi untuk program ini menjadi lahan percontohan nasional untuk yang pertama kali dengan luasan seribu hektar, “Semoga produktifitas semakin hari semakin tinggi, sehingga kita nanti bisa menambah luasan, kita usulkan di Kementerian kemarin 10 ribu hektar, tapi dialokasikan secara bertahap “, jelasnya.

Lebih lanjut Ony Anwar meyebut bahwa Kabupaten Ngawi mempunyai target swasembada padi, jagung dan kedelai.

Untuk komoditas padi menurut Ony Anwar, Kabupaten Ngawi telah surplus 5 ratus ribu ton per tahun, sedangkan untuk jagung di tahun 2018-2020, Ngawi masih kekurangan 9 ribu ton untuk mencapai swasembada jagung, ” Saya yakin kalo kita ada tambahan 3 – 5 ribu hektar kawasan hutan ini digunakan untuk tanaman jagung, kekurang kita untuk swasembada jagung ini akan terpenuhi,” tandasnya.

Turut hadir pada kesempatan ini, Forkopimda Ngawi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudy Prasetya. Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Madiun, Dwijo Saputro, Forkopimcam Ngrambe, pihak Perum Perhutani KPH Ngawi serta perwakilan LMDH.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Ngawi Tuan Rumah Pertemuan Paguyuban TK Negeri Pembina se Jatim

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 67 views

Pertemuan Paguyuban TK Negeri Pembina /Pembina se Jawa Timur menjadi agenda rutin tahunan, kali ini Kabupaten Ngawi menjadi tuan rumah kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko di TK Negeri Pembina Ngawi, Sabtu (24/2/24).

Dan, Strategi Kepala Sekolah sebagai Supervisor dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Jenjang PAUD, menjadi tema bahasan kali ini diharapkan Wabup Jatim menjadi center pendidikan di Indonesia sesuai amanat yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim Aries Agung Paewai.
“Dengan kita bersama tingkatkan mutu pendidikan, kualitas anak dimasa depan mampu meraih impian karier dan cita-citanya dalam membangun negeri”, katanya.

Untuk mendukung kegiatan pemvelajaran, lebih lanjut Wabup mengatakan harus memenuhi kebutuhan sarana prasarana sekolah, fasilitas, dan menigkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam mengimplementasi kurikulum merdeka.
“Karena pendidikan merupakan kebutuhan dasar tiap manusia, terutama pada anak melalui pendidikan sejak usia dini, kami selaku pemerintah daerah terus mengoptimalkan kebutuhan dan fasilitas sarana pendidikan, juga penunjangnya”, jelasnya.

Melalui kurikulum merdeka, lanjut Wabup, Kabupaten Ngawi mempercayakan pada seluruh tenaga pendidik memiliki kompetensi dibidangnya, sehingga mampu mencetak generasi berakhlak dan cerdas.

Juga hadir dikesempatan ini Istri Wabup Ngawi Inneke Dwi Rianto Jatmiko, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Madiun, Lena, Ketua Paguyuban TK Negeri Pembina/Pembina Jawa Timur Ida Kusdariyanti, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi, Forkopimcam Ngawi, Korwil Kecamatan (Ngawi, Widodaren, Geneng), seluruh Pengawas TK, Ketua HIMPAUDI dan IGKTI Ngawi serta Provinsi Jatim.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Seminar Nasional Hasil Riset, Bupati Ngawi Sampaikan Program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 139 views

Nagara Institute bersama Kementerian Pertanian gelar Seminar Nasional Hasil Riset terkait ketahanan pangan dan keberlanjutan usaha pertanian dengan tema “Penguatan Faktor Input Pertanian dan Reformasi Tata Niaga Pupuk untuk Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan Usaha Pertanian” secara hybrid dari Arya Duta Hotel Menteng, Jakarta. Selasa (20/02/24)

Seminar ini melibatkan para pemangku kepentingan diantaranya, Kementerian Pertanian, Kementerian PPN Bappenas, Komisi X DPR RI, Badan Pangan Nasional, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BUMN pupuk, pengamat serta akademisi.

Salah satu narasumber yang hadir Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono secara virtual dari Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi, didampingi Sekda Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, serta sejumlah Kepala OPD.

Di kesempatan ini Bupati menyampaikan sejumlah strategi peningkatan produktifitas padi di Kabupaten Ngawi, diantaranya melalui program Kemandirian Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan. Program ini mendorong para petani mengurangi ketergantungan pupuk kimia sintetis bersubsidi, sebab menurutnya dengan dibekalinya petani tentang pengetahuan membuat pupuk ramah lingkungan secara mandiri.

Selain itu, dijelaskan Ony Anwar program Kemandirian Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan yang dijalankan saat ini sudah didukung regulasi anggaran yang mendukung program tersebut disetiap desa. Disamping, setiap desa harus menyediakan minimal 50 hektar untuk lahan pertanian ramah lingkungan . “Kita pantau secara berkala sehingga transfer knowledge dari Pemerintah Daerah ini bisa sampai kepada petani kita,” ungkapnya.

Selain dorongan dari Pemerintah Daerah dikatakan Ony Anwar, masyarakat juga berinisiatif mengoptimalkan intensitas masa tanam dengan menerapkan sistem El-Farm (Electricity for Farming), sehingga para petani tetap menanam padi pada musim kemarau,”Sehingha indeks pertanaman kita ini Alhamdulillah di posisi 2,88 dengan produktifitas 7,4 ton per hektar,” ungkapnya.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top