Buka Kejurkab Badminton 2026, Pemkab Ngawi dan PBSI Cetak Generasi Muda Berprestasi
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko secara resmi membuka Hydroplus Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulu Tangkis PBSI Cup 2026 di GOR Suli, Rabu (21/10/2026). Ajang ini menjadi wadah strategis pembinaan sekaligus menyeleksi calon potensial atlet daerah.
Dalam arahannya, Antok menegaskan pentingnya penyelenggaraan turnamen secara berkelanjutan untuk melatih ketahanan mental para pebulu tangkis muda di lapangan.
“Kejuaraan ini menjadi langkah penting agar cabor (cabang olahraga) bulu tangkis terus berkembang secara berkelanjutan. Lewat kompetisi yang konsisten, kita mengasah kemampuan teknis generasi muda agar siap bersaing dan menyumbang prestasi bagi Ngawi,” katanya.
Sementara itu, Ketua PBSI Kabupaten Ngawi Feligia Agit Hendiadi menyampaikan bahwa gelaran Kejurkab tahun ini Ngawi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), dengan persiapan yang mantap, kegiatan diharapkan dapat berjalan maksimal.
“Melalui kejuaraan tahunan ini, kami menargetkan kualitas pembinaan kian meningkat sehingga semakin banyak talenta lokal yang mampu menembus klub-klub tingkat nasional,” ujarnya.
Capaian ini diperkuat oleh rekam jejak atlet Ngawi yang berhasil menyabet medali perak nomor ganda putri pada POPDA 2025 serta medali perunggu pada gelaran sebelumnya.
Sinergi antara pemerintah daerah, PBSI, dan tim pelatih kini diprioritaskan pada penguatan pembinaan usia dini demi mencetak lebih banyak pebulu tangkis berprestasi.
Penyelenggaraan kejuaraan ini menegaskan komitmen Pemkab Ngawi dan PBSI dalam mematangkan talenta lokal. Sinergi berkelanjutan dari seluruh pihak menjadi kunci utama untuk melahirkan atlet-atlet yang siap mengharumkan nama daerah.
Kawal Birokrasi Bersih dan Tolak Gratifikasi, Pemkab Ngawi Gelar Bimtek Antikorupsi
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) E-Learning Antikorupsi di Nata Azana Hotel, Rabu (21/10/2026). Langkah strategis ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk mengawal birokrasi bersih dan menolak segala bentuk gratifikasi.
Acara tersebut juga dikawal langsung oleh Sekda Ngawi Mokh. Sodiq Triwidyanto bersama Kepala Inspektorat Noor Hasan Muntaha serta Kepala BKPSDM Dhiyan Kenop Tri Kuncoro.
Dalam kesempatan ini, Antok menekankan pentingnya platform digital Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI sebagai pilar penguatan sistem tata kelola pemerintahan di daerah.
“Ini komitmen bersama melalui berbagai kebijakan dalam rangka menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, yang bersih, yang transparan. E-learning management system atau LMS dari KPK RI ini adalah sebagian dari penguatan sistem tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Bupati Ngawi telah berkomitmen menjadikan hasil evaluasi dari sistem e-learning ini terintegrasi dengan manajemen talenta. Evaluasi tersebut nantinya akan digunakan sebagai landasan dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN) ke depannya.
Sebagai pelayan publik, seluruh ASN yang hadir dituntut untuk memegang teguh sembilan nilai integritas, mulai dari sikap jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, hingga pantang menyerah atau kerja keras.
Sebagai bukti penguasaan materi, peserta yang lulus akan mengantongi sertifikat resmi dari Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK yang berfungsi sebagai portofolio rekam jejak.
Pelaksanaan Bimtek E-Learning Antikorupsi ini dihadiri oleh seluruh pejabat administrator dan pengawas di lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi. Keterlibatan secara menyeluruh ini diharapkan mampu mencetak aparatur daerah yang peka terhadap potensi konflik kepentingan serta bebas dari praktik gratifikasi, dari tingkat pimpinan hingga pelaksana di lapangan.
Pemkab Ngawi Lantik ASN Jabatan Fungsional, Pacu Akselerasi Layanan Berbasis Inovasi
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono secara resmi melantik ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan fungsional di Pendopo Wedya Graha, Selasa (20/10/2026). Langkah ini ditujukan untuk mempercepat peningkatan integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemerintah daerah.
Ony menegaskan pentingnya penguasaan kompetensi teknis agar instansi tidak sekadar menjalankan rutinitas formal.
“Besar harapan kami, Bapak dan Ibu semuanya bisa langsung beradaptasi dengan kegiatan-kegiatan di Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi, serta melakukan pekerjaan yang inovatif, lebih profesional, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.
Pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence) juga disoroti sebagai instrumen krusial untuk mendongkrak efisiensi birokrasi.
“Percepatan-percepatan ini yang kita harapkan, sehingga kita bisa melakukan akselerasi dalam pelayanan kepada masyarakat, jauh lebih baik, lebih cepat, lebih akurat, dan lebih presisi,” tegasnya.
Ia turut menekankan pentingnya kolaborasi antargenerasi dan fleksibilitas pimpinan dalam mendukung inisiatif staf. Menutup arahannya, ia menegaskan bahwa muara utama dari tata kelola pemerintahan adalah hadirnya pelayanan publik yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Bagaimana masyarakat mengetahui dengan pasti bahwa pemerintah hadir dan memberikan pelayanan yang prima. Itulah salah satu esensi dari kesejahteraan,” pungkasnya sekaligus menekankan integritas sebagai fondasi mutlak.
Momentum ini diharapkan menjadi akselerasi transformasi kinerja ASN fungsional di Kabupaten Ngawi agar lebih adaptif, responsif, dan berbasis teknologi. Dengan berlandaskan integritas tinggi, pelayanan publik yang prima dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara optimal.