INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Banner

Buka Sosialisasi Pelayanan Administrasi Kependudukan, Wabup Ingin Pelayanan Cepat dan Efisien

di Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan oleh

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ngawi gelar sosialisasi pelayanan administrasi kependudukan tahun 2020 di Kurnia Convention Hall, Senin (27/07/20)

Hadir dalam acara ini, Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, Kepala Disdukcapil Ngawi, Sugeng, Lurah dan Kepala Desa (Kades) se Kabupaten Ngawi

Seperti yang disampaikan Kadisdukcapil Ngawi, Sugeng bahwa kegiatan ini untuk memberikan wawasan bagi Lurah dan Kades se Kabupaten Ngawi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait administrasi kependudukan yang mendasar pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 104 Tahun 2019 tentang Pendokumentasian Administrasi Kependudukan.

“Seperti dokumen yang sudah ditandatangani secara elektronik tidak perlu legalisir, juga verifikasi kebenaran dokumen dapat dilakukan melalui pemanfaatan data serta verifikasi KTP (Kartu Tanda Penduduk) Elektronik bisa melalui pembacaan isi chip KTP-el dengan card reader,” terang Sugeng.

Menurut Sugeng, sosialisasi ini akan dilakukan secara bertahap selama tiga hari, karena mematuhi penerapan standar protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19.

Sementara Wabup Ngawi usai membuka acara ini mengatakan bahwa diera industri 4.0, mengharapkan segala urusan administrasi kependudukan bisa dilakukan secara mudah dan efisien.

Ony Anwar juga meminta Lurah dan Kades untuk berperan aktif dalam memberikan sosialisasi administrasi kependudukan ini kepada warganya, “Jadi kedepan di era industri 4.0 yang semuanya serba digital, bisa kita wujudkan sebuah program ataupun sistem yang lebih mudah, cepat dan terjangkau bagi masyarakat dalam melakukan pengurusan administrasi kependudukan, supaya semua berjalan dengan baik dan tertib,” ujarnya.

Disela kegiatan ini, Wabup juga berikan sosialisasi terkait penerapan tatanan kehidupan baru atau New Normal untuk Lurah dan Kades, dan menyampaikan jika menggelar acara atau kegiatan di desa untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Sambang Desa Kauman, Widodaren, Wabup Ngawi Ingin Desa Lebih Produktif

di Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan oleh

Sambang desa menjadi salah satu agenda penting Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk pendampingan dan pengawasan penggunaan dana yang berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD).

Pun, yang dilakukan Wakil Bupati, Ony Anwar dan Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko ke Desa Kauman Kecamatan Widodaren, Jumat (24/7/20) bersama sejumlah pejabat lingkup Pemkab Ngawi. Kedatangannya kali ini, selain untuk meninjau penggunaan DD/ADD, juga sebagai cara untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat berupa kritik dan saran untuk pembangunan Kabupaten Ngawi menjadi lebih baik “Luar biasa, saya melihat warga masyarakat disini sangat antusias, dan hal ini menunjukkan partisipasi yang bagus, karena yang datang banyak,” katanya.

Melihat pembangunan dan kegiatan yang dilakukan didesa ini, Wabup memberikan apresiasinya, karena menurutnya pavingisasi yang dikerjakan dengan padat karya di desa Kauman hasilnya baik. Tidak hanya itu, kegiatan desa seperti kepemudaan, kewanitaan, serta Koperasi mampu berjalan secara optimal. “Alhamdullilah, banyak hal yang dilakukan disini, dan saya melihatnya cukup produktif serta bagus,” lanjutnya.

Makanya, Ony Anwar dikesempatan ini, juga memberikan dukungannya terhadap salah satu kegiatan masyarakat di desa Kauman berupa satu set peralatan Bola Volly beserta uang pembinaan, “Nah ini akan kita dorong supaya desa Kauman, terus bisa lebih produktif,” ujarnya. Tidak hanya disini, Wabup juga akan memberikan supportnya untuk semua desa yang ada di Kecamatan Widodaren ini, “Supaya kegiatan ini nantinya bisa diimplementasikan, dan juga DD dan ADD dapat terserap dengan baik,” terangnya.

Dimasa pandemi Covid – 19 ini, Ony Anwar masih bersyukur di desa Kauman tidak menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan, pasalnya hampir 70 persen penduduk disini berprofesi sebagai petani. “Alhamdulilah, pertanian di desa Kauman masih berjalan terus, bisa panen dan hasilnya bagus serta harga juga tidak turun justru produktifitasnya meningkat,” tuturnya.

Namun, terlepas dari itu seperti yang disampaikan Wabup, Pemkab Ngawi akan tetap berupaya memfasilitasi untuk recovery dampak ekonomi akibat Covid – 19, “Seperti industri, perdagangan hingga kuliner,” pungkasnya. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Rakor Pengembangan Obyek Wisata Cekok Mondol, Kendal

di Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan oleh

Untuk mengoptimalkan potensi wisata di Kabupaten Ngawi terutama di wilayah selatan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi, gelar rapat koordinasi dengan sejumlah konsultan membahas pengembangan obyek wisata Cekok Mondol desa Kendal Kecamatan Kendal di Paseban dr. Radjiman, Rabu (22/07/20).

Menurut Bupati Ngawi, Budi Sulistyono dalam mengembangkan wisata harus direncanakan secara matang dengan memperhatikan sejumlah aspek, “Dan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta muncul deferensiasi dengan yang lain serta berinovasi,” terangnya.


Budi Sulistyono menambahkan bahwa dalam pelaksanaannya Pemerintah Daerah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga perlu ada kerjasama dengan pihak lain. Hal ini, menurutnya untuk mewujudkan pariwisata yang bagus serta berdaya saing, “Mengelola wisata mesti ada kerjasama dengan pihak lain yang mampu mengelolanya,” lanjutnya.


Bupati Ngawi menargetkan akhir tahun 2020 mendatang, telah memiliki perencanaan yang matang, “Sehingga di tahun 2021 sudah dimulai pelaksanaannya,” tandasnya.


Sementara, Kepala Disparpora Ngawi, Raden Rudi Sulisdiana mengungkapkan kalau obyek wisata Cekok Mondol adalah salah satu wisata alam tertua di Kabupaten Ngawi, namun selama ini masyarakat tahunya sebagai sumber air bagi masyarakat di wilayah Kendal dan sekitarnya bahkan telah berubah fungsi. “Namun, setelah Bupati berkunjung ke lokasi, menghendaki untuk dikembalikan sebagai obyek wisata. Sebab, tempat ini memiliki landscape alam yang bagus, hingga sumber air yang melimpah dari sela – sela batu. Dan, itu akan dikembangkan lagi,” terang Raden Rudi.


Tidak hanya itu, untuk pengembangan wisata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi juga akan mempersiapkan obyek wisata berkesinambungan antara satu lokasi dengan lokasi lainnya di lereng gunung Lawu. “Tidak hanya Cekok Mondol, tapi ada Seloondo, Agro Tecno Park (ATP) yang nanti akan dikawal konsultan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),” jelasnya.


Menurut salah satu konsultan yang hadir, Priyanto mengatakan pentingnya branding nama serta konsep untuk awal pengembangan sebuah obyek wisata, “Cendol Dawet (Cekok Mondol Kendal Wetan), sebutan ini akan lebih familiar dan mudah untuk disebut serta berkonsep wisata keluarga. Dengan begitu, bisa menjangkau segala umur, apalagi letaknya tidak jauh dari kota baik Ngawi, Madiun atau Magetan,” tutupnya.(Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0
Go to Top