Category archive

Seni Budaya

Seputar perkembangan seni dan budaya, tokoh-tokoh, giat dan peristiwa seni dan budaya di Kabupaten Ngawi

Slametan Plangkan Agung Piyandel Pusaka, Pemkab Ngawi Jaga Warisan Budaya Leluhur

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 241 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Slametan Plangkan Agung Piyandel Pusaka pada Jumat (30/10/2026) malam sebagai upaya merawat warisan budaya leluhur dan menjaga identitas daerah. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, budayawan, dan masyarakat.

Slametan Plangkan Agung Piyandel Pusaka merupakan tradisi budaya yang memiliki makna penting bagi masyarakat Ngawi. Prosesi ini menjadi bagian dari upaya merawat dan melestarikan pusaka peninggalan sejarah yang menjadi piyandel atau simbol kekuatan, keyakinan, dan nilai moral daerah.

Dalam sambutannya, Antok menyampaikan bahwa pelestarian pusaka tidak hanya berkaitan dengan perawatan benda peninggalan sejarah, tetapi juga menjaga nilai dan identitas yang diwariskan leluhur.

“Pusaka bukan sekadar benda peninggalan sejarah, tetapi juga menyimpan nilai dan identitas yang diwariskan leluhur. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan melestarikannya,” katanya.

Ia juga menyampaikan pentingnya menjaga tradisi dan budaya lokal agar tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi mendatang. Upaya nguri-uri budaya Jawa diharapkan dapat memperkuat identitas masyarakat Ngawi di tengah perkembangan zaman.

Selain menjaga warisan leluhur, kegiatan kebudayaan juga memiliki potensi untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Pemerintah Kabupaten Ngawi berkomitmen mendukung pemajuan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk memohon keselamatan, ketenteraman, dan kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Keduk Beji Sendang Tawun, Wujud Pelestarian Tradisi dan Kearifan Lokal

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 584 views

Tradisi Keduk Beji kembali menjadi bagian dari geliat wisata budaya di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Selasa (15/9/2026). Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko turut hadir dalam tradisi yang dipusatkan di Sendang Beji, Taman Wisata Tawun, tersebut yang sekaligus menjadi ruang pelestarian warisan leluhur dan kearifan lokal masyarakat.

Antok mengapresiasi konsistensi Pemerintah Desa Tawun bersama masyarakat dan tokoh setempat dalam menjaga tradisi Keduk Beji yang diwariskan secara turun-temurun. “Tradisi Keduk Beji ini terus dijaga bersama oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga. Ini yang harus kita pertahankan sebagai warisan leluhur,” ujar Antok.

Pesona alam di sekitar Sendang Beji menurut Antok juga menjadi perhatian, seiring upaya penghijauan dan pemeliharaan tanaman yang menjadi bagian penting dari kawasan sumber mata air. Hal ini dinilai perlu dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempertahankan fungsi kawasan.

“Tradisi ini juga harus diiringi dengan kepedulian terhadap lingkungan, terutama menjaga penghijauan dan kelestarian sumber mata air,” tambahnya.

Antok menilai Keduk Beji berpotensi dikembangkan sebagai wisata budaya. Potensi tersebut didukung kegiatan Minggu Legi yang menghadirkan seni budaya, UMKM, dan kuliner lokal, serta antusiasme pengunjung dari dalam maupun luar Ngawi.

Kepala Desa Tawun Purahaman menjelaskan, Keduk Beji merupakan tradisi tahunan yang melibatkan masyarakat dari Tawun 1 hingga Tawun 4. Rangkaian kegiatan dimulai dari kenduri dan doa untuk leluhur, dilanjutkan kenduri di Makam Sentono, pembuatan gunungan, uyon-uyon, hingga puncak ritual di Sendang Beji.

Kehadiran pengunjung selama Keduk Beji turut membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar. Tradisi ini pun menjadi ruang untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelestarian Sendang Beji.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Bangun Peradaban Lewat Budaya, Wayang Kulit Antasena Krida Tutup Gelar Budaya Hari Jadi Ngawi ke-668

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 782 views

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk menjadi puncak rangkaian Gelar Budaya Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 di Alun-alun Merdeka Ngawi, Jumat (17/7/2026) malam. Kegiatan yang menghadirkan dalang Ki Sigid Ariyanto dengan lakon Antasena Krida tersebut dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutannya, Bupati Ony menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penguatan karakter melalui pelestarian budaya.

“Pembangunan di Kabupaten Ngawi ini harus secara holistik menyeluruh. Semua aspek kita bangun, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur, pertanian, pendidikan, hingga kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, tema Hari Jadi ke-668, “Ngawi Tumbuh, Berdaya, Berbudaya”, menegaskan pentingnya budaya sebagai fondasi dalam membentuk generasi penerus yang berakhlak dan berpegang pada nilai-nilai luhur.

“Kita tidak ingin hanya membangun yang sifatnya fisik material atau kesejahteraan ekonomi saja melalui investasi. Namun, kita ingin membangun peradaban yang jauh lebih baik bagi anak cucu kita ke depan,” tegasnya.

Pagelaran wayang kulit yang mengangkat nilai kepahlawanan dan kesetiaan tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat yang memadati Alun-alun Merdeka Ngawi hingga dini hari.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ngawi telah menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-668, di antaranya pertunjukan ketoprak pelajar SMK, Festival Tosan Aji (Keris), Festival Reog, dan Tabligh Akbar di Masjid Agung Baiturrahman.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat pembangunan karakter masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pepadi Ngawi Meriahkan Malam Kedua Gelar Budaya Hari Jadi Ngawi ke-668

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 676 views

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko membuka malam kedua Gelar Budaya dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 di Alun-Alun Ngawi, Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang dihadiri ribuan warga tersebut menjadi wujud syukur atas pembangunan daerah sekaligus ruang apresiasi bagi seniman lokal.

Mewakili Bupati Ngawi, Antok menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pembangunan dan aktivitas masyarakat di berbagai sektor, sekaligus mengajak warga terus menjaga kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Ngawi.

“Gelar Budaya ini adalah bentuk rasa syukur Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama seluruh warga masyarakat. Kita bersyukur pembangunan berjalan dengan baik, dan warga dari berbagai profesi dapat menjalankan aktivitasnya dengan lancar. Harapan kita, seluruh warga Ngawi senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan keberkahan,” ujarnya.

Pada malam kedua, panggung Gelar Budaya dimeriahkan pertunjukan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Ngawi yang menghadirkan sejumlah dalang kondang asal Ngawi dalam satu panggung. Penampilan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati kawasan alun-alun.

Antok mengatakan, mempertemukan para dalang tersebut bukan perkara mudah karena padatnya jadwal pementasan masing-masing.

“Mencari waktu agar para dalang kondang ini bisa tampil lengkap malam ini sangatlah sulit karena jadwal mereka yang padat. Alhamdulillah, malam ini semua bisa berkumpul bersama teman-teman Pepadi untuk menghibur seluruh warga masyarakat di pagelaran ini,” katanya.

Selain Gelar Budaya, rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 juga diisi berbagai kegiatan budaya lainnya. Salah satunya pagelaran wayang kulit yang akan menghadirkan dalang Ki Sigit dari Rembang, serta Pagelaran Tosan Aji di Pendopo Wedya Graha yang telah resmi dibuka.

“Mari bersama-sama kita nikmati dan syukuri usia ke-668 Kabupaten Ngawi ini dengan terus guyub rukun, bergotong royong, dan saling bahu-membahu demi kemajuan pembangunan serta kesejahteraan warga Ngawi,” tuturnya.

Pembukaan malam kedua Gelar Budaya ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wakil Bupati Ngawi. Momentum tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk terus merawat warisan budaya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares
1 2 3 … 15
Go to Top