INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Category archive

Seni Budaya

Seputar perkembangan seni dan budaya, tokoh-tokoh, giat dan peristiwa seni dan budaya di Kabupaten Ngawi

Gelar Budaya Pepadi Ngawi, Bupati Harapkan Dalang Muda Miliki Ciri Khas

di Seni Budaya oleh

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono bersama Wakil Bupati Ngawi,
Ony Anwar didampingi Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko  berserta pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten
Ngawi hadiri pagelaran wayang kulit Gelar Budaya Pepadi (Persatuan Pedalangan
Indonesia) Kabupaten Ngawi di desa Keraswetan Kecamatan Geneng, Selasa malam
(21/1).

Dalam sambutannya, Bupati Ngawi menyampaikan pesannya untuk
dalang muda di Ngawi memiliki ciri khas yang berbeda tanpa meninggalkan pakem yang ada, “Dengan begitu memiliki
daya tarik tersendiri, karena perbedaan itu penting dan harus dicoba,” katanya.

Dikesempatan yang sama, Wabup Ony Anwar mengajak semua
masyarakat untuk menjaga kerukunan, “guyub
rukun
adalah modal untuk membangun Kabupaten Ngawi. Insyaallah, segala permasalahan dapat diselesaikan dengan baik
dengan guyub rukun,” ujarnya.

Ony Anwar juga mengungkapkan kegiatan ini akan dilakukan
rutin setiap bulannya di Kecamatan, sebagai upaya Pemkab Ngawi dan Pepadi nguri – nguri budaya, “Diharapkan
generasi muda kita, mengetahui sekaligus mengenal kesenian wayang, dengan
begitu bisa terus lestari,” tuturnya.

Sementara menurut Kades Keraswetan, Toni Riyadi mengatakan
pagelaran wayang kulit ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah dimulai
sejak siang harinya, dimulai pengajian oleh salah satu da’i kondang dari
Bojonegroro.(kominfo)

BOACF 2019, Kolaborasi Kearifan Lokal dan Modern

di Seni Budaya oleh

Tahun ini Bumi Orek – Orek Art & Culture Festival (BOACF) digelar Pemerintah Kabupaten Ngawi di Sendang Tawun, Kecamatan Kasreman, Sabtu (7/12).

BOACF 2019 yang bertajuk Kidung
Guyub Negeri Ngawi Ramah
menampilkan serangkaian pertujukan yang
memadukan antara seni tradisi yang ada di Kabupaten Ngawi yang dikemas secara
modern hasil kolaborasi antara seniman lokal dan nasional.

Selain itu, yang di sutradarai Agus Noor ini juga
dimeriahkan beberapa artis ibukota seperti Sruti Respati, Gondrong Gunarto, Danang
Pamungkas, Danny Cak Nan, Sahita, Santoso Wibowo, dan Encik Krisna.

Bupati
Ngawi, Budi Sulistyono selain memberikan apresiasinya juga berharap acara kali
ini tidak kalah menariknya dari tahun lalu. ini luar biasa, “Ini sangat luar
biasa, Tawun disulap menjadi tempat pertunjukan yang sangat menarik,” katanya.

Bupati
juga mengungkapkan gelaran event ini
bisa menjadi batu loncatan bagi talenta baru yang ada di Ngawi untuk dilihat
potensinya, “Moment seperti ini akan
harus kita munculkan terus menerus, agar mereka memiliki kesempatan untuk
berada di panggung sehingga bisa meningkat ke ajang lebih tinggi,” jelasnya.

Budi
Sulistyono menyampaikan alasan bahwa pelaksanaan tahun ini di Tawun adalah
sebagai upaya Pemkab Ngawi untuk lebih mengenalkan potensi wisata yang terkenal
akan tradisi Keduk Beji serta tempat Pasar Jadul ini. “Tempat wisata menjadi
target kita selain talenta – talenta ini. Tetapi juga kita booming-kan tempatnya,” lanjutnya.

Menurutnya,
keberdaaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa Tawun sangat berperan dalam
acara tahunan ini. Bupati mengharap Pokdarwis lainnya, yang hadir, dapat
melihat gelaran ini serta mengambil ide kreatifnya untuk dikembangkan lebih
lanjut di destinasi wisata yang ada diwilayahnya masing – masing. “Pokdarwis
kita kembangkan terus untuk memiliki kreatifitas dan inovasi sehingga mempu
mengembangkan daerahnya,” tegasnya.

Tawun
menurut, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Raden Rudi Sulisdiana
menjadi lokasi event ini karena baru
mendapatkan penetapan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun ini. “Kita ingin destinasi wisata
Ngawi itu lebih dikenal diseluruh pelosok nusantara, tahun kemaren di Benteng
Pendem , dan tahun ini kita coba Tawun yang nantinya akan bisa diakui oleh
seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Di
kesempatan ini Bupati juga memberikan penghargaan Maestro Seni Ngawi bagi
seniman Ngawi yang mampu mengangkat Ngawi dikancah nasional diantaranya kepada Gondrong
Gunarto dan Danny Caknan. (allteam/kominfo)

Festival Musik Kreatif 2019, Ajang Kreatifitas Bermusik Millenial Ngawi

di Seni Budaya oleh

Untuk
meningkatkan kreatifitas musik dikalangan milenial, Pemerintah Kabupaten Ngawi
gelar acara yang bertajuk Festival Musik Kreatif bertempat di halaman Sekretariat
Daerah kabupaten Ngawi, Jumat Malam (6/12).

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono selain memberikan apresiasinya untuk acara mengatakan bahwa event ini sebagai bentuk perhatian Pemkab Ngawi dalam memberikan wadah musik kreatif bagi kaum muda. “Dimana festival ini kita tampilkan serta munculkan talenta – talenta millennial yang ada Kabupaten Ngawi. Alhamdulilah acara ini, luar biasa,” ungkapnya.

Menurut
Budi Sulistyono, saat ini industri musik mengalami perubahan karena media
sosial, semua orang begitu mudahnya bisa terkenal tanpa harus melalui dapur
rekaman. “Kuncinya adalah kreatifitas dan inovasi,” tandasnya.

Di
kesempatan ini, Bupati juga menyampaikan pesannya untuk generasi muda yang ada
di Ngawi untuk terus berkarya dengan inovatif dan kreatif sekaligus mampu membaca
peluang yang diminati pasar. “Kalau perlu buat warna sendiri sehingga dapat
berwarna lebih jelas,” tuturnya.

Sementara
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Raden Rudi Sulisdiana
menambahkan bahwa acara ini selain memberikan wadah bermusik anak muda di Ngawi
juga sebagai ajang penyaluran bakat dan kreatifitas millenial disini. Rudi juga mengungkapkan selain menampilkan parade
band, juga dipamerkan beberapa sajian kopi dan teh untuk menemani pengunjung
yang datang. “Stand kopi ini dari pemenang Festival Kopi yang digelar beberapa
waktu lalu, dan teh nya ini juga asli dari Ngawi,” jelansya.

Acara
yang dimeriahkan salah satu penyanyi terkenal ini, diikuti 12 peserta yang dua
lainnya berasal dari luar Kabupaten. (nf/kominfo)

Kabupaten Ngawi Tuan Rumah Perdana FBA 2019 Wabup Ony Anwar : Energi Positif Berkembangnya Seni Budaya Serta Destinasi Wisata Di Jatim.

di Seni Budaya oleh

Kabupaten
Ngawi menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana Festival Budaya Agraris (FBA)
2019 yang digelar Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur
berkerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi, mulai Kamis – Sabtu (28
-30/11). Wakil Bupati, Ony Anwar didampingi Kadis budpar Jatim, Sinarto membuka
rangkaian kegiatan acara ini di Benteng Van Den Bosch, Kamis (28/11) secara simbolis
dengan penyerahan Pataka dan pemukulan kentongan
dan dilanjutkan dengan pagelaran seni pertujukan.

Selain
itu, dalam acara ini juga ada sarasehan budaya, pada Jumat
(29/11) di Gedung Kesenian dan pameran produk seni budaya dan pariwisata mulai hari
Kamis – Sabtu (28-30/11)  di halaman Benteng
Van den Bosch.

Menurut Sinarto, FBA ini adalah wadah untuk menggali dan mempromosikan budaya,
khususnya di wilayah agraris, “Untuk daerah pesisir utara, kita memiliki event
FKPU (Festival Kesenian Pesisir Utara). Sedangkan untuk daerah pesisir selatan,
kami memiliki event FKKS (Festival Kesenian Kawasan Selatan). Sebab itu, untuk memfasilitasi
daerah di luar kawasan pesisir utara maupun selatan, dilaksanakanlah event
Festival Agraris,” jelasnya.

Kadis
budpar menambahkan festival yang bertajuk Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Maju
Sejahtera, red) ini merupakan cara pemrov Jatim untuk mengembangkan basis
ekonomi dari pariwisata yang ada di wilayah Jatim. “Tema ini merujuk pada potensi
masyarakat agraris di wilayah tengah Provinsi Jatim melalui pedekatan sosial budayanya
dan tradisi yang dimiliki serta berkembang di daerah masing – masing. Dengan kekhasannya
bisa dijadikan dasar untuk pijakan kreatifitas para pelaku seni,” lanjutnya.

Sinarto
berharap FBA 2019 mampu berdampak positif bagi semua Kabupaten/ Kota. Sebab, event ini tidak hanya sebagai ajang pameran
potensi daerah masing – masing tetapi sarana bertukar ide kreatif dalam memajukan
daerahnya. “Simbiosis mutualisme ini akan
memunculkan pikiran kreatif, semoga festival ini memberikan dampak baik untuk Jawa
Timur,” tuturnya. Dikesempatan ini, Kadis budpar juga mengenalkan keunggulan wisata
Kabupaten Ngawi yang wajib dikunjungi karena keindahannya serta kebersihannya,
“Saya bangga, dengan potensi wisata Ngawi, salah satunya Srambang, itu bagus lho !, Semoga akan muncul Srambang – Srambang
lain. Dan, yang hebat ditempat itu adalah kebersihannya,” pungkasnya.

 Sementara Ony Anwar dalam sambutannya menyampaikanu capan terima kasihnya, pasalnya Kabupaten Ngawi terpilih menjadi tuan rumah untuk acara yang digelar pertama kali ini.  “Berterima kasih dan bersyukur karena Kabupaten Ngawi, kembali menjadi yang pertama untuk tuan rumah pagelaran budaya dan seni Provinsi Jatim,” ungkapnya.

            Selain berharap acara ini berdampak pada
pengembangan potensi agraris di Jatim, Wabup juga ingin acara ini menjadi wadah
silaturahmi dari 16 Kabupaten/ Kota se Jatim, “Bisa saling bertukar ide,
gagasan, menginformasikan kesenian serta kebudayaan, tempat wisata. Juga
menjadi energi positif semakin berkembangnya kegiatan seni budaya serta destinasi
wisata di Jatim. Insya Allah, semakin
hari semakin maju,” tuturnya.

Gelaran pertama FBA 2019 di ikuti 16 Kabupaten/ Kota di wilayah Jawa Timur yang tidak memiliki garis pantai, diantaranya Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Nganjuk, Jombang, Ngawi, Magetan, Bojonegoro, Kota Batu, Kota Blitar, Bondowoso, Kota Malang dan Ponorogo. Adapun, setiap daerah yang ikut akan menampilkan pagelaran seni pertunjukan., pameran kerajinan seni dan kuliner yang di pamerkan di setiap stand yang di sediakan. (allteam/Kominfo)

1 2 3 7
Go to Top