Category archive

Seni Budaya - page 2

Seputar perkembangan seni dan budaya, tokoh-tokoh, giat dan peristiwa seni dan budaya di Kabupaten Ngawi

Ratusan Koleksi Tosan Aji Dipamerkan, Ngawi Kukuhkan Identitas Daerah Berbudaya

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 601 views

Semangat pelestarian warisan budaya mewarnai peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 melalui Pagelaran dan Bursa Tosan Aji Bhumi Ngawi yang digelar di Pendopo Wedya Graha, Kamis (16/7/2026). Acara yang dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko tersebut menampilkan ratusan koleksi tosan aji sekaligus menjadi ruang edukasi budaya bagi masyarakat.

Kegiatan ini merupakan implementasi tema Hari Jadi Kabupaten Ngawi tahun 2026, yakni “Tumbuh, Berjaya, dan Berbudaya”. Melalui pagelaran ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berupaya menggali kembali berbagai peninggalan sejarah dan mahakarya tosan aji yang tersebar di seluruh wilayah Ngawi sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala desa, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turut memamerkan koleksi tosan aji.

Dalam sambutannya, Antok menegaskan bahwa pagelaran ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang.

“Warisan budaya tosan aji ini memberikan tanggung jawab besar kepada kita semua. Tugas kita tidak hanya berhenti pada merawat, tetapi juga melestarikan dan mengenalkan nilai-nilainya kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan bursa tosan aji, tetapi juga ruang konsultasi dan edukasi bagi masyarakat untuk memahami nilai sejarah, filosofi, serta makna budaya yang terkandung di dalamnya.

Antusiasme peserta pada pagelaran tahun ini terbilang tinggi. Sebanyak 255 bilah keris dipamerkan, sementara 100 meja bursa yang disediakan panitia seluruhnya terisi penuh oleh para kolektor, pengusaha, dan perajin tosan aji.

Tingginya minat peserta bahkan membuat panitia harus melakukan seleksi terhadap koleksi yang akan dipamerkan karena keterbatasan ruang di Pendopo Wedya Graha. Kondisi ini menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap pelestarian budaya, khususnya tosan aji.

Melihat respons positif tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi membuka peluang untuk menjadikan Pagelaran dan Bursa Tosan Aji Bhumi Ngawi sebagai agenda rutin tahunan. Langkah ini sekaligus diharapkan semakin memperkuat posisi Ngawi sebagai daerah yang memiliki kekayaan sejarah dan komitmen kuat dalam menjaga warisan budaya.

Secara nasional, Kabupaten Ngawi termasuk dalam kelompok daerah yang dikenal memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang kuat. Melihat tingginya antusiasme peserta, pagelaran ini diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkenalkan warisan budaya daerah sekaligus memperkuat upaya pelestariannya secara berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Festival Pagelaran Budaya SMKN 2 Ngawi Dongkrak Semangat Pelestarian Warisan Leluhur dan Ekonomi Kreatif

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 604 views

Ratusan warga antusias menyaksikan Festival Pagelaran Budaya SMKN 2 Ngawi yang digelar di Alun-Alun Merdeka pada Rabu (15/7/2026) malam. Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh. Sodiq Triwidyanto itu diharapkan mampu menumbuhkan semangat pelestarian warisan leluhur di kalangan generasi muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM lokal.

Turut hadir dalam acara ini jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Ngawi. Festival budaya tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Juli 2026. Beragam pertunjukan seni tradisional yang ditampilkan mendapat respons positif dari masyarakat yang memadati area alun-alun.

Pada kesempatan itu, Mokh. Sodiq Triwidyanto mengapresiasi keluarga besar SMKN 2 Ngawi dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini.

“Acara ini diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan menjaga warisan leluhur di tengah era modernisasi,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya perlu terus dilakukan agar nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian melalui penguatan sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM lokal.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Jamasan dan Kirab Pusaka, Ikhtiar Merawat Warisan Leluhur di Hari Jadi Ngawi ke-668

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 456 views

Prosesi jamasan dan kirab pusaka berlangsung khidmat di Pendopo Wedya Graha, Sabtu (4/7/2026) malam, sebagai rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668. Tradisi sakral tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap warisan budaya leluhur sekaligus upaya Pemerintah Kabupaten Ngawi menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari identitas daerah. Kegiatan ini diikuti Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, didampingi Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko, Forkopimda, jajaran kepala perangkat daerah, serta tamu undangan.

Pada peringatan tahun ini, jamasan pusaka memiliki makna istimewa dengan hadirnya Kanjeng Kyai Parikesit sebagai piandel agung Kabupaten Ngawi. Terinspirasi dari tokoh Parikesit dalam kisah pewayangan yang dimaknai sebagai sang pencari atau inovator, pusaka tersebut dihadirkan sebagai simbol semangat kebersamaan, inovasi, dan ikhtiar dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, filosofi Kanjeng Kyai Parikesit diharapkan menjadi pengingat bagi setiap pemimpin untuk terus menghadirkan solusi dan pembaruan dalam membangun daerah.

“Parikesit memiliki makna sang pencari atau inovator. Harapannya, di era yang membutuhkan kebersamaan, gotong royong, inovasi, dan strategi, Kabupaten Ngawi mampu terus melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Memasuki usia ke-668, Ony menambahkan, Kabupaten Ngawi melalui Semesta Berencana Jilid II terus diarahkan menuju kemandirian masyarakat dengan mengedepankan inovasi, daya saing, dan etos kerja.

“Harapan kami, masyarakat Kabupaten Ngawi memiliki etos kerja dan daya saing yang tinggi sehingga mampu mandiri dan pada akhirnya berdaulat,” katanya.

Kirab pusaka yang mengelilingi kawasan Pendopo Wedya Graha dan Alun-Alun Merdeka Ngawi turut menjadi sarana memperkenalkan pusaka daerah beserta nilai filosofis yang dikandungnya kepada masyarakat. Menurut Ony, pelaksanaan kirab yang lebih sederhana merupakan bentuk efisiensi tanpa mengurangi makna pelestarian budaya. “Intinya memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa Kabupaten Ngawi memiliki pusaka, termasuk adanya tambahan pusaka Kanjeng Kyai Parikesit beserta filosofi yang menyertainya,” pungkasnya.

Lebih dari sekadar rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668, jamasan dan kirab pusaka menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah. Nilai-nilai yang diwariskan para leluhur diharapkan terus menjadi pijakan dalam membangun Kabupaten Ngawi, sehingga kemajuan yang dicapai tetap selaras dengan sejarah dan kearifan lokal.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Tradisi Ziarah Leluhur Warnai Hari Jadi Ngawi ke-668, Menjaga Warisan Budaya dan Menguatkan Semangat Pembangunan

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 504 views

Doa dan penghormatan kepada para pendahulu mengawali rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668. Melalui ziarah ke makam tokoh-tokoh yang berjasa dalam perjalanan daerah, Kamis (2/7/2026), Pemerintah Kabupaten Ngawi meneguhkan komitmen melestarikan warisan budaya sekaligus meneruskan nilai-nilai luhur sebagai landasan membangun daerah.

Kegiatan dipimpin Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono didampingi Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, serta unsur terkait. Rangkaian diawali di makam R.M. Tumenggung Poerwodiprodjo di TPU Kauman, belakang Masjid Agung Baiturrahman Ngawi, kemudian berlanjut ke makam Patih Pringgo Koesoemo di TPU Ngawi Purba, makam Adipati Kertonegoro di TPU Gunung Sarean, Kecamatan Sine, dan diakhiri di makam Patih Ronggolono serta Putri Cempo di TPU Jabal Kadas, Kecamatan Ngrambe.

Bupati Ngawi mengatakan agenda tersebut telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap peringatan hari jadi daerah. Selain memanjatkan doa bagi para pemimpin terdahulu, kegiatan ini juga menjadi pengingat untuk meneruskan cita-cita dan perjuangan mereka dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita berziarah ke makam para leluhur dan bupati pendahulu untuk mendoakan agar mereka senantiasa mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Di saat yang sama, kita juga memiliki tanggung jawab melanjutkan perjuangan mereka demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ngawi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ony menegaskan bahwa visi Semesta Berencana Jilid 2 menjadi arah pembangunan Kabupaten Ngawi menuju daerah yang mandiri, berdaulat, adil, dan makmur.

“Semesta Berencana Jilid 2 menjadi langkah menuju kemandirian, yakni mewujudkan Ngawi yang mandiri, berdaulat, adil, dan makmur,” tegasnya.

Ia menambahkan, predikat Ngawi sebagai lumbung pangan nasional tidak hanya mencerminkan keberhasilan sektor pertanian, tetapi juga merepresentasikan kerja keras, kolaborasi, dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat kemandirian serta kedaulatan di berbagai bidang.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak terlepas dari perjuangan para pendahulu. Dengan terus merawat warisan budaya dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan, Pemerintah Kabupaten Ngawi berkomitmen melanjutkan pembangunan menuju daerah yang mandiri, berdaulat, adil, dan makmur.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top