INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Category archive

Pemerintahan

Berita yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan atau pelaksanaan pembangunan baik yang dilakukan oleh Pemeirimtah Pusat, Provinsi maupun Daerah

Pantau Posko Penanganan Covid-19 di Beberapa Titik Kedatangan, Bupati Ingin Warga Patuhi Prosedur dan Lakukan Isolasi Mandiri 14 Hari

di Kesehatan/Pemerintahan oleh

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono bersama Forkopimda Ngawi dan Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan pemantauan di beberapa posko penanganan Covid-19, diantaranya Stasiun Ngawi, Gerbang Tol Ngawi, perbatasan Mantingan – Sragen, Sabtu (04/04/20).

Stasiun Ngawi, menjadi tujuan pertama Bupati Ngawi beserta rombongan. Disini, Budi Sulistyono melihat sejauh mana kesiapan petugas medis beserta anggota Gugus Tugas dalam menangani dan mendata penumpang atau warga
yang datang dari kota melalui stasiun. “Kami disini ingin melihat kesiapan para petugas yang ada di posko ini dalam menagani dan mendata setiap penumpang kereta yang turun di stasiun Ngawi,” terang Budi Sulistyono.

Selain itu, Bupati juga memberikan arahan untuk posko yang didatangi, “ Posko yang kita datangi kita lihat kesiapannya dan kita berikan arahan agar terus bekerja maksimal untuk masyarakat agar tidak ada yang terkena virus Corona, dan bisa mempertahankan zero positif di Kabupaten Ngawi,” ujarnya.

Disela kunjungannya, Bupati juga menyapa dan memberikan penjelasan kepada masyarakat dan pengendara angkutan umum yang tengah didata oleh tim gugus tugas di posko untuk mematuhi prosedur penanganan yang ditetapkan petugas, “Untuk masyarakat yang baru datang dari luar kota harus mematuhi prosedur yang sudah ditetapkan oleh petugas dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari serta melaporkan kedatangan ke RT/RW maupun petugas kesehatan setempat,” tegasnya. (Kominfo)

Kebijakan Pemkab Ngawi, Bagi Warga Terdampak Covid-19

di Kesehatan/Pemerintahan oleh

Wabah Covid – 19 yang saat ini melanda hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia, sangat berdampak bagi kehidupan sosial ekonomi, hal ini tentunya menimbulkan suatu permasalahan tersendiri disamping upaya penanggulangan dan penyebaran virus mematikan ini.

Termasuk Pemerintah, Kabupaten Ngawi, hingga saat ini terus melakukan berbagai strategi mengatasi berbagai dampak akibat pandemi ini, salah satunya sosial ekonomi masyarakat.

Bertempat di Paseban dr Radjiman Widiodiningrat, Jum’at, (03/04/20), Bupati Ngawi, Budi Sulistyono bersama Sekretaris Daerah Ngawi,  Mokh  Sodiq Triwidiyanto dan  Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid – 19, kembali gelar rapat koordinasi lanjutan, terkait perkembangan terkini Kabupaten Ngawi.

Rakor kali ini, membahas kebijakan terkait dampak sosial ekonomi masyarakat akibat pandemi virus asal Wuhan China ini. “Pertama adalah bagaimana kita sharing dengan pusat ada tambahan  berupa Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) kepada masyarakat yang terdampak,” kata Bupati ditemui usai rapat.

Sementara kebijakan dari Pemkab Ngawi, menurut  Bupati, adalah akan diberikan bantuan berupa padat karya kepada masyarakat terutama daerahnya yang terdampak.“Daerah – daerah awalnya banyak kegiatan ekonomi seperti  Tawun, yang setiap Ahad Legi, ada orang parkir orang jualan, dan orang itu setiap harinya dapat penghasilan, makanya itu padat karya harus ditaruh di situ. Terus lagi seperti Srambang, tukang ojek di sana luar biasa, dan sekarang  udah mati,”ujarnya.

Dijelaskan Bupati, sistem padat karya ini, 30 persen untuk ongkos kerjanya, sedangkan 70 persennya  untuk material seperti pavingisasi atau membuat bangunan lainnya seperti musholla dan sebagainya.”Itu bisa digunakan tapi harus dikerjakan oleh warga masyarakat tidak boleh dikerjakan oleh Commanditaire Vennootschap (CV), jadi bentuk fisiknya ada dan bisa dinikmati warga masyarakat,” tuturnya.

Hingga saat ini, seperti yang dikatakan Budi Sulistyono, Pemkab Ngawi terus gencar lakukan pendataan orang yang masuk di Kab. Ngawi, tidak hanya dipintu masuk seperti terminal dan stasiun ataupun di wilayah perbatasan tetapi juga menghimbau  warga dan RT untuk aktif mendata setiap pendatang yang baru saja datang dari luar Ngawi, “Kita tetap terus mendata semua orang yang datang kesini,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Bupati tekankan masyarakat untuk tetap menerapkan Physical Distancing, agar Kabupaten Ngawi tetap zero Covid -19. Dan, jika ada satu kasus positif di Kab. Ngawi, akan ada lock down di desa atau tempat kasus tersebut ditemukan, “Dan kita telusuri selama 14 hari kebelakang dengan siapa pasien itu berinteraksi,” pungkasnya. (Kominfo)

Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19, Bupati Ngawi, Akan Tutup alun Alun Merdeka Ngawi,Daerah Sekitar Alun – Alun Merdeka Ngawi

di Kesehatan/Pemerintahan oleh

Kembali, Bupati Ngawi, Budi Sulistyono Ngawi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ngawi kembali gelar rapat evaluasi, penanganan dan penyebaran virus Covid-19, di Paseban dr. Radjiman Widiodiningrat, Kamis (02/04/20).

Ditemui usai rapat Bupati  Ngawi mengatakan rapat ini digelar untuk mengetahui perkembangan penanganan kasus pandemi virus Corona yang ada di Kabupaten Ngawi dan langkah selanjutnya yang akan diambil Pemkab Ngawi sesuai dengan situasi terkini, “Langkah kami selanjutnya adalah memikirkan dampak ekonomi dari kebijkakan Physical Distancing yang kita berlakukan,” ungkapnya.

Bupati menambahkan pemerintah akan membantu meringankan kebutuhan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak, “Kami akan memberikan bantuan, tapi untuk saat ini berupa pangan tidak tunai,” ujarnya.

Sementara, terkait kebijakan pembatasan wilayah yang diberlakukan saat ini, pedagang yang berasal dari luar Kabupaten Ngawi diminta untuk tidak berjualan disini, seperti dari Magetan, “Ada 30 persen pedagang sayur asal Magetan, saya sarankan pedagang kita saja  mengambil dari Magetan. Jadi, tidak pedagang yang datang,  tapi kita sendiri yang ngambil. Dan, mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mengoptimalkan sayuran yang ada disekiling rumahnya contohnya daun singkong dan lainnya,” tuturnya.

Bupati juga berencana menutup daerah sekitar Alun – Alun Ngawi. Pasalnya, sering dijadikan sebagai tempat  bergerombol orang, “Jalan tengah dan serong Alun – Alun, akan kita tutup sementara mulai dari gapura, depan Kantor Pos dan depan Masjid Agung,” tandasnya. (Kominfo)

Rapat Evaluasi Penanganan dan Penyebaran Covid – 19, Bupati Minta Lakukan Pendataan Di Pintu Masuk ke Ngawi

di Kesehatan/Pemerintahan oleh

Kembali, Bupati Ngawi, Budi Sulistyono Ngawi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ngawi kembali gelar rapat evaluasi, penanganan dan penyebaran virus Covid-19, di Paseban dr. Radjiman Widiodiningrat, Rabu (01/04/20).

Dikesempatan ini Bupati Ngawi, menyampaikan rapat ini digelar untuk mengetahui perkembangan penanganan kasus pandemi virus Corona yang ada di Kabupaten Ngawi. “Dengan demikian kita bisa, mengambil langkah-langkah terbaik dari apa yang sudah kita lakukan sampai sekarang,” katanya.

Bupati menambahkan, Pemkab Ngawi, akan terus berupaya untuk menangani penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ngawi.  Salah satunya, dengan mendata masyarakat Kab. Ngawi yang telah melakukan perjalanan dari luar Kota maupun luar negeri. “Kita bersama Gugus Tugas Covid-19 Kab. Ngawi terus melakukan pendataan di semua titik perbatasan, pintu tol, terminal dan stasiun guna mengantisipasi kedatangan masyarakat yang melakukan mudik dini dari kota besar yang menjadi zona merah, agar bisa kita data secara maksimal untuk mengantisipasi secara dini penyebaran virus Covid-19,” ungkapnya.

Budi Sulistyono meminta masyarakat yang pulang  ke Ngawi, untuk mendatakan dirinya ke RT, RW maupun petugas kesehatan setempat, “Serta ikhlas menjadi ODR ( Orang Dalam Resiko). Jadi ketika seseorang itu berstatus ODR diharap untuk melakukan isolasi diri selama 14 hari dan tidak melakukan interaksi ke luar rumah,” tegasnya.

Bupati berharap dengan upaya ini status zero kasus di Kab. Ngawi bisa terus dipertahankan dan jaga, “Dan, masyarakat juga selalu diberikan kesehatan,” pungkas Bupati. (Kominfo)

1 2 3 10
Go to Top