INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Category archive

Pemerintahan

Berita yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan atau pelaksanaan pembangunan baik yang dilakukan oleh Pemeirimtah Pusat, Provinsi maupun Daerah

Pemkab Ngawi Lakukan Rapid Test Terhadap Pedagang di Pasar Jogorogo, Sine dan Simo

di Berita/Kabar Ngawi/Pemerintahan oleh

Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ngawi melakukan peninjauan pelaksanaan Rapid Test terhadap pedagang di Pasar Jogorogo, Sine, dan Simo, Kamis (28/05/20).

Menurut Wabup, Pemkab Ngawi telah menyiapkan kurang lebih delapan ribu rapid test yang diperuntukan bagi pedagang di seluruh Kabupaten Ngawi, “Untuk hari ini kita laksanakan di pasar Jogorogo dengan jumlah rapid test sebanyak 570, sedangkan di pasar Simo Kecamatan Kendal ada 270, sementara di pasar Sine Kecamatan Sine sebanyak seratus rapid test,” terangnya.

Sesuai arahan Bupati Ngawi sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ngawi, Budi Sulistyono, disampaikan Ony Anwar bahwa target seminggu kedepan seluruh pedagang di Ngawi telah di rapid test, dengan begitu akan segera lebih cepat diketahui hasilnya, “Dan, akan segera ditindaklanjuti jika ada hasil reaktif,” lanjutnya.

Selain itu, dengan hasil rapid test tersebut, Pemkab Ngawi akan melakukan intervensi terhadap pedagang atau masyarakat untuk di rawat dan disembuhkan, “Sehingga harapannya perkembangan Covid-19 di Ngawi bisa turun, dan kembali zero,” lanjutnya.

Untuk pedagang serta pengunjung pasar, Ony Anwar berpesan agar menerapkan protokol kesehatan, dengan tetap memakai masker, menjaga jarak dan cuci tangan dengan sabun. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

BLT Desa Cair, Bupati Ngawi Minta Masyarakat Bijak Penggunaanya

di Berita/Kabar Ngawi/Pemerintahan oleh

Bupati Ngawi sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ngawi, Budi Sulistyono melakukan tinjauan dan menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kecamatan Padas dan Kwadungan, Senin (18/05/20).

Menurut Bupati Ngawi, bantuan ini merupakan salah satu program jaring pengaman sosial untuk penanganan Covid-19 yang menggunakan Dana Desa (DD), “Hal ini untuk menyisir kekurangan – kekurangan dari beberapa pos, baik bantuan tunai maupun non tunai,” jelasnya.

Diungkapkan Budi Sulistyono bahwa di Kabupaten Ngawi penggunaan DD untuk BLT ini sebesar 5 persen, sesuai kesepakatan. “Selain itu DD dan ADD juga digunakan untuk program jaring pengaman sosial padat karya, karena harus terbagi juga untuk pembangunan. Masyarakat yang bekerja di pembangunan, juga sekaligus mendapat hasil,” lanjutnya.

Dikesempatan ini, Bupati menghimbau masyarakat untuk bisa memanfaatkan bantuan ini dengan bijak, pasalnya sampai saat ini belum dapat diprediksi kapan pandemi ini selesai, “Sampai kapan Covid-19 ini, tidak ada yang tahu,” ujarnya.

Sementara ditempat yang sama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabul Tunggul Winarno menyampaikan penerima BLT di Kabupaten Ngawi ada 6.128 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), “Ini sesuai dengan usulan dari desa, yang akan dicairkan selama 3 bulan sebesar Rp 600 ribu,” terangnya. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Giliran Pedagang Pasar Walikukun di Rapid Test, Bupati Ngawi Berharap Bisa Memutus Mata Rantai Covid-19 di Kab.Ngawi

di Berita/Kabar Ngawi/Pemerintahan oleh

Bupati Ngawi sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ngawi, Budi Sulistyono didampingi Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh Sodiq Triwidiyanto dan pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi melakukan pemantauan terhadap kegiatan pengambilan rapid test terhadap pedagang dipasar Walikukun Kecamatan Widodaren, Senin pagi (18/05/20).

Menurut Bupati Ngawi, selain melakukan pengawasan rapid test untuk pedagang pasar Walikukun, juga ada pemantauan terhadap kegiatan jual beli agar mereka lebih berhati-hati dalam bertransaksi ditengah pandemi virus Korona, “Jangan sampai tertular maupun menularkan Covid-19,” katanya.

Seperti yang disampaikan Budi Sulistyono, pengambilan rapid test ini bertujuan untuk mencegah sejak dini penyebaran virus Korona, yang mungkin dibawa salah satu pedagang supaya penyebarannya tidak semakin luas. “Diharapkan dengan ikhtiar maksimal kita ini, bisa mengetahui sejak dini serta mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ngawi,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan, Yudono mengatakan hasil rapid test ini bisa langsung keluar, dan jika hasilnya tersebut reaktif maka akan dilakukan pemeriksaan secara optimal. “Hasil rapid test ini bisa langsung diketahui dan kita akan lakukan koordinasi lebih lanjut kepada pedagang yang hasilnya reaktif agar bisa segera dilakukan tindakan sesuai dengan protokol kesehatan”, terang Yudono. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Tinjau Akses Masuk Desa Ketanggung Sine, Bupati Ngawi Himbau Pengendara yang Memasuki Ngawi dan Jatim Untuk Balik dan Lewat Jalur Utama Mantingan dan Exit Tol Ngawi

di Berita/Kabar Ngawi/Pemerintahan oleh

Kembali Bupati Ngawi sekaligus ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Ngawi, Budi Sulistyono bersama Wakil Bupati Ony Anwar, Ketua DPRD Dwi Rianto Jatmiko, Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto, Komandan Kodim 0805 Ngawi, Letkol Arh. Hany Mahmudhi, dan pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi melakukan tinjauan di Posko penyekatan akses masuk perbatasan di desa Ketanggung Kecamatan Sine, yang menjadi alternatif pintu masuk ke Kabupaten Ngawi dan Jawa Timur, Jumat (15/05/20).

Di desa Ketanggung, Bupati Ngawi, bersama petugas juga melakukan
pengecekan langsung terhadap kendaraan yang melintas sekaligus menindak tegas pengendara yang tidak disertai dengan dokumen persyaratan yang telah ditetapkan seperti surat keterangan sehat ataupun surat izin keluar dari pejabat terkait, dengan meminta pengendara tersebut kembali ke daerah asalnya.

Menurut Bupati, perbatasan di desa Ketanggung juga menjadi target konsentrasi dalam penyekatan. Pasalnya, jalur ini menjadi jalan alternatif masuk ke Ngawi atau Jawa Timur, “Untuk itu harus, kita sekat betul serta selektif terhadap yang melintas baik yang boleh ataupun masuk desa Ketanggung,” katanya.

Lebih lanjut, Budi Sulistyono menjelaskan pengendara boleh melintas di jalan ini, asalkan membawa dokumen persyaratan yang telah ditetapkan Pemerintah, “Atau benar – benar asli orang Ngawi,” imbuhnya.

Selain itu, Bupati juga mengimbau pengendara yang ke Ngawi dan Jatim untuk balik dan melalui pintu utama masuk jalur Mantingan dan Exit Tol Ngawi, “Untuk itu dihimbau kepada pengendara untuk melewati jalan utama, sebab ini adalah sebagai upaya Pemerintah daerah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, terutama di akses pintu masuk utama dan perbatasan,” pungkasnya. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0
1 2 3 19
Go to Top