Category archive

Pemerintahan

Berita yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan atau pelaksanaan pembangunan baik yang dilakukan oleh Pemeirimtah Pusat, Provinsi maupun Daerah

Gropyokan Tikus Serentak , Wabup Ngawi Larang Pakai Jebakan Tikus Beraliran Listrik

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 28 views

Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar bersama Kapolres Ngawi, AKBP I Wayan Wiyana, Dandim 0805 Letkol Inf Totok Prio Kismanto, Sekda Kab. Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Idham Karima, beserta pimpinan OPD dan Forkopimcam Kasreman ikut melakukan gropoyan Tikus serentak di desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman, Rabu (13/01/21).

Dikatakan Wabup Ngawi, Ony Anwar kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menangani hama Tikus yang saat ini dihadapi petani di sebagian besar wilayah pertanian di Ngawi, selain itu juga sosialisasi kepada Petani terkait larangan penggunaan jebakan Tikus beraliran listrik. “Momentum ini untuk mengakhiri penggunaan jebakan listrik yang sangat berbahaya, dan solusinya bergotong royong melakukan gropyokan, pemasangan jebakan, serta menyediakan rumah burung hantu yang merupakan predator alam pemangsa Tikus,” ujarnya.

Ditambahkan Ony Anwar, strategi lain untuk menanggulangi Tikus adalah menerapkan metode efektif dengan Trap Barrier System (TBS), “Jadi kita semua akan terus bekerjasama memerangi hama Tikus ini, dengan memberikan sosialisasi tentang bagaimana melawannya dengan cara alami. Dan, melarang penggunaan jebakan tikus yang dialiri listrik,” terangnya.

Wabup Ngawi juga meminta masyarakat terutama Petani menjaga ekosistem alam dengan baik serta tidak memburu predator alami Tikus, sekaligus dituangkan dalam Peraturan Desa (Perdes) masing-masing. “Diharapkan langkah ini bisa meningkatkan kesejahteraan Petani di Kab. Ngawi,” katanya.

Hal sama juga disampaikan Kapolres AKBP I Wayan Winaya bahwa kegiatan ini adalah cara efektif yang bisa digunakan Petani dalam membasmi Tikus. “Dengan gotong royong ini serta pemasangan jebakan tikus dan rumah burung hantu, diharapkan Petani tidak lagi menggunakan jebakan tikus dengan aliran listrik yang menyebabkan jatuh korban”, terang Winaya.

Sementara menurut Kepala Dinas Pertanian Ngawi, Marsudi groyokan ini juga dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Kab. Ngawi dan akan dilakukan secara berkelanjutan, ” Hal ini untuk menekan penyebaran hama tikus yang sangat menggangu para petani,” ujarnya. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Operasi Yustisi, Jaring Pengendara Tak Bermasker

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 49 views

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi terus gencar lakukan penekanan terhadap penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ngawi. Salah satunya dengan meningkatkan kedisiplinan warga terhadap protokol kesehatan melalui operasi Yustisi dengan melibatkan aparat gabungan diantaranya, Satuan Polisi Pamong Praja dan TNI/ Polri di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kamis (07/01/21).

Menurut Kepala Bidang Penegakan Perarturan Daerah (Perda) Satpol PP Ngawi, Arif Setiono kegiatan ini mendasar pada Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020 serta Peratuan Bupati (Perbup) Nomor 15 tahun 2020 tentang Tatanan Normal Baru yang menjelaskan bahwa setiap orang yang beraktifitas diluar rumah harus tetap menggunakan masker, “Target operasi ini adalah semua pengendara yang tidak menggunakan masker ataupun menggunakan masker namun penggunaannya belum betul, dimana penggunaannya tidak menutup hidung mulut dan juga dagu,” jelasnya.

Arif Setiono menambahkan jenis penindakan yang akan dilakukan adalah dengan sidang langsung secara daring, “Pelanggar akan kami giring masuk ke gedung Kesenian, untuk melaksanakan sidang secara daring, sementara Hakim berada di kantor Pengadilan sedangkan perangkat sidangnya ada disini. Dan, hukuman yang diberikan berupa denda sebesar Rp. 40 ribu atau hukuman kurungan selama 7 hari, ” terangnya.

Arif berharap operasi Yustisi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat keluar rumah, “Kita berharap ada efek jera dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir bahkan semakin mengganas,” ujarnya.

Operasi Yustisi ini, menurut Arif akan dilakukan secara berkelanjutan dengan jadwal seminggu sekali dilokasi yang berbeda, “Bahkan apabila memungkinkan akan dilaksanakan dua kali seminggu,” pungkasnya. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Pemkab Ngawi Gelar Rakor Pengendalian Hama Tikus

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 59 views

Saat ini petani tengah diresahkan oleh hama tikus yang semakin merajalela dan sulit dikendalikan bahkan sampai memakan korban jiwa akibat tersengat listrik jebakan tikus di sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi.

Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pertanian gelar rapat koordinasi pengendalian hama tikus terpadu (PHTT) dan berkesinambungan di Command Center, Sekretariat Daerah Ngawi, Kamis (07/01/21).

Rakor ini dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Sodiq Triwidiyanto bersama Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya, Kepala Dinas Pertanian Marsudi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Idham Karima dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Kabul Tunggul Winarno, perwakilan anggota Kodim 0805 Ngawi, Camat se Kab. Ngawi, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sekda Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto dikesempatan ini menyampaikan banyaknya laporan terkait hama tikus yang sangat menggangu para petani hingga memakan korban jiwa akibat aliran listrik jebakan tikus.

Sodiq juga meminta seluruh pemangku wilayah di Kabupaten Ngawi berkolaborasi dengan Forkopimcam untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat khusunya petani dalam menghadapi hama tikus tersebut. “Agar tidak menimbulkan korban jiwa lagi yang berasal dari jebakan tikus yang beraliran listrik,” katanya.

Tidak hanya itu, Sodiq juga mengungkapkan bahwa Pemkab Ngawi akan melakukan beberapa strategi langkah dalam penanggulangan hama tikus yang saat ini dihadapi petani. “Jadi kita akan melakukan gropyokan tikus serentak di seluruh Kabupaten Ngawi, pada tanggal 13 Januari mendatang. Selain itu, akan ada uji coba memasang jebakan tikus “bubu” di desa Jatirejo Kecamatan Kasreman salah satu wilayah yang hama tikusnya tinggi ,” ujarnya.

Sementara Kopolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada petani melalui media cetak, banner, dan Kapolsek beserta anggota Babinkamtibmas, “Agar petani tidak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik yang bisa membahayakan masyarakat,” jelasnya.

Menurut I Wayan, pihaknya juga akan melakukan safari gropyokan tikus di wilayah Ngawi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, “Agar kegiatan ini bisa terus berkesinambungan, tetapi karena ditengah pandemi Covid-19, prokes tetap dijalankan dengan membatasi jumlah masyarakat yang ikut dalam kegiatan ini, supaya tidak timbul kluster baru,” jelasnya.

Dalam rakor ini, juga dijelaskan teknis penanganan hama tikus dan mekanisme penggunaan alat jebakan tikus yang nantinya bisa digunakan petani oleh Kadin Pertanian Ngawi, Marsudi. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Atasi Hama Tikus, Bupati Ngawi Lepas Puluhan Burung Hantu

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 62 views

Saat ini ratusan hektar lahan pertanian terancam akibat serangan hama tikus, ditambah lagi keprihatinan meningkatnya jumlah korban jiwa akibat sengatan listrik jebakan tikus di beberapa wilayah Kabupaten Ngawi.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti kegiatan pelepasan puluhan burung Hantu yang dilakukan oleh Kapolres Ngawi, AKBP I Wayan Wiyana bersama Dandim 0805 Ngawi, Letkol Inf Totok Prio Kismanto, di wilayah Kecamatan Paron, Kamis (31/12/20).

Kegiatan bertajuk Polres Ngawi Peduli Petani yang dilakukan di penghujung tahun 2020 ini menurut Bupati Ngawi, Budi Sulistyono sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi dalam membantu masyarakat khususnya petani dalam memerangi hama tikus. “Hal ini adalah wujud kepedulian kami, terhadap petani yang saat ini, sedang membasmi hama tikus,” katanya.

Senada dengan Bupati Ngawi, Kapolres Ngawi, AKBP I Wayan Wiyana juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini untuk membantu petani membasmi tikus yang saat ini meresahkan, sekaligus meminta petani tidak memasang jebakan listrik untuk melawan tikus, “Karena bisa mengakibatkan adanya korban,” ujarnya.

Dengan dilepasnya puluhan burung Hantu ini, I Wayan Wiyana berharap hama tikus di Kabupaten Ngawi bisa berkurang, “Dan, ditahun 2021 tidak ada lagi korban akibat jebakan tikus. Kami berharap hewan predator yang kami lepas ini bisa berkembang biak dengan baik sehingga mampu membantu petani mengatasi hama tikus, dan jangan ada lagi jebakan tikus berupa aliran listrik karena bisa berbahaya,” tandasnya. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0
1 2 3 42
Go to Top