Category archive

Berita

Gubernur Jatim, Kapolda Jatim, dan Pangdam V Brawijaya, Tinjau Posko Check Point Exit Tol Ngawi.

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 35 views

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dr Nico Afinta, melakukan tinjauan Posko Check Point penyekatan larangan mudik lebaran 2021 di Exit Tol Ngawi, Sabtu (8/5/21).

Seperti yang dikatakan Kapolda Jatim, Irjen Pol. Dr. Nico Afinta bahwa hari ini bersama Gubernur Jatim, dan Pangdam V Brawijaya melakukan tinjauan langsung masyarakat yang melintas di Exit Tol Ngawi, dengan memeriksa surat keterangan tugas dan surat keterangan bebas Covid-19, “Melaksanakan peninjauan dan sekaligus melakukan pengecekan langsung bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik lebaran pada tahun ini. Dimana mulai tanggal 6 – 17 Mei 2021 dilakukan penyekatan. Dan untuk personil yang terlibat dalam penjagaan ini yakni gabungan dari TNI, Polri dan Pemda,” jelas Kapolda Kapolda Jatim.

Dari hasil tinjauan tersebut, Kapolda Jatim menyatakan bahwa masyarakat sudah patuh melaksanakan kewajibannya dalam memenuhi kelengkapan administrasi yang dibutuhkan ketika melakukan perjalanan mudik. “Hal ini kita lihat dari setiap masyarakat yang membawa surat keterangan bebas Covid-19 dan membawa surat tugas dari instansi atau perusahaannya masing-masing,” terangnya.

Dikesempatan ini, Kapolda Jatim juga menerangkan beberapa hal yang wajib diwaspadai masyarakat dalam pencegahan Covid-19 seperti yang didiskusikan bersama Gubernur Jatim dan Pangdam V Brawijaya, ada lima hal diantaranya, Pertama terkait Sholat Ied, tempat wisata, daerah religi, kunjungan sanak saudara dan daerah wisata religi. “Apalagi setelah lebaran ini ada tradisi Kupatan, dan diharapkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan,” tuturnya.

Kapolda Jatim berharap dengan penyekatan ini, mampu menekan peningkatan kasus Covid-19 di Jatim, “Harapannya, pasca pelaksanaan pembatasan mudik ini, kasus Covid-19 tidak kembali naik,” tandasnya.

Ditambahkan Kapolda bahwa puncak mudik tahun ini akan diprediksi terjadi di tanggal 6 sampai dengan 7 Mei 2021 ini, “Kemarin adalah puncak mudik lebaran, dan hari ketiga ini sudah mengalami penurunan 40 – 50 persen.
“Diperkirakan akan kembali naik setelah tanggal 17 Mei 2021 setelah lebaran, dimana masyarakat melakukan arus balik,” pungkas kapolda.

Sementara itu Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono didampingi Wakil Bupati, Dwi Rianto Jatmiko terkait pelaksanaan Sholat Idul Fitri dilingkungan masyarakat akan mengikuti arahan Gubernur Jatim dan kesepakatan Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya bahwa hanya di wilayah dengan zona hijau dan kuning yang bisa melaksanakan sholat Ied tetapi berbasia lingkungan yang dilakukan di Mushola atau Masjid di masing-masing wilayah, “Mulai dari desa, RW dan RT dengan disiplin protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 56 views

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021 di lapangan hitam Yon Armed 12 Ngawi, Rabu, (05/05/21).

Apel ini dilaksanakan untuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 dalam pengamanan jelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Wabup Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko membacakan sambutan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mengatakan bahwa menjelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah ini, trend kasus Covid – 19 di Indonesia mengalami kenaikan hingga 2,03 persen yang disebabkan adanya peningkatan aktivitas masyarakat jelang Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Dan, pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik di hari raya tahun ini, namun masih terdapat 7 persen yang melakukan mudik, “Menyikapi hal tersebut, Indonesia tidak boleh lengah terlebih adanya varian baru Covid – 19 dari sejumlah negara yang masuk ke Indonesia,” kata Kapolri dalam sambutannya.

Lanjut, Kapolri bahwa kejadian di India terkait kegiatan keagamaan Umat Hindu di sungai Gangga yang mengakibatkan lebih dari 10 ribu masyarakat terjangkit penularan Covid – 19, “Hal tersebut diharapkan dapat dijadikan pengalaman serta cerminan bagi masyarakat agar dapat melaksanakan kegiatan Idul Fitri sesuai protokol kesehatan,” lanjutnya.

Diungkapkan Kapolri, Operasi Ketupat akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai tanggal 6 Mei sampai tanggal 17 Mei 2021, “Dengan mengutamakan kegiatan pencegahan dan pengamanan kegiatan hari raya Idul Fitri. Dalam operasi tersebut akan melibatkan lebih dari 90 ribu personil Polri, dan 11 ribu lebih personil TNI serta 52 ribu lebih personil dari instansi terkait lainnya, yang akan ditempatkan di 333 pos penyekatan, agar dapat mengatasi aksi nekat masyarakat yang mudik,” jelasnya.

Menurut Kapolri dalam sambutannya, Rencana Operasi Ketupat 2021 yang disusun ini akan ditindaklanjuti seluruh jajaran, termasuk perkiraan ancaman, cara bertindak, dan pengerahan pasukan, “Untuk dapat diimpelementasikan dan dapat memberikan keamanan yang terbaik untuk masyarakat, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar ditengah pendemi Covid – 19,” ujarnya. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Jelang Lebaran, Wabup Ngawi Tinjau Stok Kebutuhan dan Harga di Pasar Beran – Ngawi

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 63 views

Sepekan jelang Hari Raya Idul fitri 1442 H, Wakil Bupati Dwi rianto Jatmiko didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Ngawi, Yusuf Rosyadi melakukan tinjauan ke pasar Beran – Ngawi, Selasa (04/05/21), untuk memastikan ketersediaan kebutuhan bahan pokok serta memantau kenaikan harga dipasar jelang hari raya Idul Fitri 1442 H.

Disela tinjauannya, Wabup Ngawi mengatakan bahwa stok kebutuhan pokok dan harga di pasar Beran, masih aman dan terkendali. “Dipasar ini tidak ada lonjakan yang signifikan,” katanya.

Ketersediaannya stok bahan kebutuhan lanjut Dwi Rianto Jatmiko masih lumayan, “Saya tanya kebeberapa pedagang semua barang – barang mudah didapatkan, cuma memang ada beberapa barang yang mengalami kenaikan harga,” ungkapnya.

Harga daging misalnya, naik sebesar 10 ribu rupiah, daging ayam mengalami kenaikan 2 ribu – 6 ribu dari harga normal yang biasanya 30 ribu rupiah, seperti yang diungkap Wabup Ngawi, “Selain itu ada minyak goreng ada kenaikan sekitar 2 ribu rupiah per liter, juga juga telur juga ada kenaikan 6 ribu rupiah, tidak hanya itu harga cabe dan bawang merah naik hingga 5 ribu rupiah, sementara komponen sayur mayur aman,” terangnya.

Ditandaskan Dwi Rianto Jatmiko, tinjauan ini intinya memastikan agar tidak ada kelangkaan barang terkait kenaikan sejumlah harga barang kebutuhan, “Kami rasa masih dalam batas normal jadi kita tidak perlu intervensi dengan menggelar operasi pasar karena harga bahan pokok masih stabil,” pungkas Dwi Rianto Jatmiko. (Kominfo

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Wabup Ngawi, Tinjau Penanganan Covid-19 di Kecamatan Bringin

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 68 views

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Yudono dan Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi, Prila Yudha Putra, hadiri rapat penanganan Covid-19 di wilayah Bringin bersama Camat, tenaga kesehatan serta perwakilan desa se Kecamatan Bringin di Aula Puskesmas Bringin, Senin (03/05/21).

Pertemuan ini, merupakan upaya strategi penanganan Covid-19 di Bringin yang dilakukan Satuan Tugas Covid-19 Kecamatan Bringin.

Dikesempatan ini, Dwi Rianto Jatmiko juga menyampaikan sosialisasi himbauan dari pemerintah tentang larangan mudik di hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah ini bagi masyarakat yang merantau di luar kota.

Selain itu, Wabup juga mengingatkan pemangku kebijakan di wilayah Bringin termasuk nakes, untuk terus menghimbau masyarakat menerapkan disiplin protokol kesehatan, “Mengingat lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, akhir – akhir ini di Kabupaten Ngawi dan daerah lainnya. Saya ingin semua pemangku kebijakan dan tenaga kesehatan terus lakukan kampanye disiplin protokol kesehatan, dan terus ikuti arahan pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 ini,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Dwi Rianto Jatmiko juga berikan apresiasinya untuk gerakan serentak penanganan Covid-19 (Gertak Pencit) yang digagas Kecamatan Bringin, sekaligus memberikan dukungan penuh demi kebaikan bersama. “Saya harap kiat dan gagasan ini bisa segera diterapkan guna menekan penyebaran Covid-19, dan syukur kalau kiat ini nantinya berhasil, tidak menutup kemungkinan akan kita terapkan ke seluruh desa agar semua bisa ikut serta menekan pertumbuhan Covid-19 di Kab. Ngawi,” lanjutnya.

Sementara itu Camat Bringin, Supriadi mengungkapkan gagasan Gertak Pencit adalah gagasan yang dirumuskan Satgas Covid-19 terkait penanganan virus di wilayah kecamatan Bringin, ” Dan akan dilakukan disetiap Satgas yang ada di desa wilayah Bringin,” terangnya.

Tidak hanya itu, Supriadi juga menegaskan bahwa gerakan ini merupakan kiat dalam menangami Covid-19, “Dengan cara menghimbau, menyisir serta memantau warga yang memiliki gejala sakit dan warga yang baru melakukan perjalanan dari luar kota atau mudik,” tuturnya.

Hasil dari penyisiran tersebut, dikatakan Camat Bringin, tim Satgas akan memberikan kartu kendali untuk memudahkan pengawasan pergerakan warga, ” Sehingga mampu menekan penyebaran Covid-19 sejak dini di wilayah Bringin,” ujarnya.

Dalam pertemuan ini, juga dilakukan dialog tanya jawab dengan perangkat desa dan nakes terkait penanganan Covid-19.

Usai acara Wabup kemudian lakukan kunjungan ke desa Puhti Kecamatan Karangjati, untuk memantau situasi setelah terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang cukup banyak di wilayah ini. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0
1 2 3 373
Go to Top