Category archive

Seni Budaya - page 4

Seputar perkembangan seni dan budaya, tokoh-tokoh, giat dan peristiwa seni dan budaya di Kabupaten Ngawi

Festival WIROTANI 2025 Suguhkan Kekayaan Tradisi dan Budaya Lokal

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 1,600 views

Puncak acara Festival Wirotani 2 tahun 2025 yang digelar pada Sabtu malam (12/7) di Sanggar Omah Joglo, Ngawi berlangsung meriah dengan menampilkan ragam seni pertunjukan dan hiburan rakyat.

Festival budaya tahunan tahun ini mengusung tema “Pusaka Nusantara” yang menjadi momentum penting dalam pelestarian nilai-nilai tradisi dan ekspresi seni lokal.

Acara puncak ini turut dihadiri oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, yang menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam menjaga dan menghidupkan kekayaan budaya daerah. Kehadiran Bupati menambah apresiasi bagi para seniman dan komunitas budaya yang terlibat dalam festival ini.

Selain itu, sejumlah pertunjukan utama memukau para pengunjung, di antaranya Skansa Musik Tradisional, Kundalini Musik dari Yogyakarta, Kolaborasi istimewa antara Beny Mustfa Jani Manah dan Agus Margianto dan Pagelaran Dramatari Wirotani yang mengangkat kisah “Kyai Nur Salim”

Selain pertunjukan seni, berbagai lomba bertema budaya juga turut diselenggarakan dalam puncak acara ini, seperti Lomba Make Up Pengantin Solo Putri serta Lomba Tari Kreasi Budaya Nusantara.

Ketua Panitia Festival Wirotani, Bung Tono, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya festival tahun ini dengan lancar dan penuh semangat kebudayaan kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi.

“Di gelaran Festival WIROTANI ini, kami mengangkat seni budaya Nusantara yang sangat adiluhung, baik itu seni Tosan Aji, seni lukis, dan budaya-budaya yang lain. Semoga dari gelaran ini banyak manfaat yang bisa kita ambil. Kita sebagai warga Kabupaten Ngawi sangat bangga atas budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Ngawi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat pelestarian budaya dalam Festival Wirotani dan berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai ikon budaya tahunan yang membanggakan masyarakat Ngawi, kolaborasi istimewa antara Beny Mustfa Jani Manah dan Agus Margianto. Pagelaran Dramatari Wirotani yang mengangkat kisah “Kyai Nur Salim”

Selain pertunjukan seni, berbagai lomba bertema budaya juga turut diselenggarakan dalam puncak acara ini, seperti Lomba Make Up Pengantin Solo Putri, Lomba Tari Kreasi Budaya Nusantara

Ketua Panitia Festival Wirotani, Bung Tono, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya festival tahun ini dengan lancar dan penuh semangat kebudayaan kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi.

“Di gelaran Festival Wirotani ini, kami mengangkat seni budaya Nusantara yang sangat adiluhung, baik itu seni Tosan Aji, seni lukis, dan budaya-budaya yang lain. Semoga dari gelaran ini banyak manfaat yang bisa kita ambil. Kita sebagai warga Kabupaten Ngawi sangat bangga atas budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Ngawi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat pelestarian budaya dalam Festival Wirotani dan berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai ikon budaya tahunan yang membanggakan masyarakat Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Wabup Ngawi Hadiri Ganti Langse Srigati, Ajak Masyarakat Syukuri Warisan Leluhur

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 4,286 views

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menghadiri pelaksanaan tradisi Ganti Langse di kawasan Palereman Agung Srigati, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kamis (10/07/2024).

Ganti Langse merupakan prosesi sakral pergantian langse atau kelambu kain mori putih yang menutupi cungkup di lokasi keramat Palenggahan Agung. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan dipercaya sebagai wujud penghormatan terhadap leluhur.

Tradisi ini digelar setiap tanggal 15 bulan Muharam (Suro dalam kalender Jawa) dan menjadi salah satu agenda budaya tahunan Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutannya, Wabup Antok sapaan akrab Dwi Rianto Jatmiko menyampaikan pentingnya mensyukuri dan menjaga keberadaan seni budaya peninggalan leluhur.

“Tradisi ini bukan hanya bentuk pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi lintas warga, baik dari dalam maupun luar Ngawi. Kita harus terus nyengkuyung tradisi seperti ini, agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Wabup.

Menurutnya, Ganti Langse telah menjadi bagian dari kalender budaya daerah sejak tahun 2013. Selain sakral, agenda ini juga berdampak positif secara sosial dan ekonomi. Salah satunya dengan adanya pertunjukan wayang kulit serta aktivitas pelaku UMKM di sekitar area kegiatan.

“Wayang kulit semalam digelar dengan dalang muda Ki Fahri dan Ki Roni. Ini bentuk sinergi antara pelestarian budaya dan hiburan rakyat. Bahkan, secara tidak langsung ikut menggerakkan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah Kepala OPD, jajaran Forkopimcam Paron, Kepala Desa Babadan, serta warga dan peziarah dari berbagai daerah.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pagelaran Wayang Semalam Suntuk di HUT Ngawi ke 667

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 1,213 views

Masih dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Ngawi yang ke-667, Pemerintah Kabupaten Ngawi menyuguhkan wayang kulit dengan 3 dalang sekaligus dengan lakon Dewa Ruci di lapangan timur alun-alun Kabupaten Ngawi, Selasa (8/07/2025) malam.

Acara malam ini dibuka Bupati Ngawi Ony Anwar, di dampingi Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko dan Sekda Ngawi Mokh. Sodiq Triwidyanto menerima secara simbolis 3 wayang sebagaibtanda dimulainya pagelaran.

Dalam momentum ini Bupati Ony menyampaikan Kabupaten tetap ingin menjadi lumbung pangan nasional sekaligus bagaimana kita menumbuhkan investasi dan kegiatan ekonomi kreatif sehingga pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ngawi menjadi lebih baik. Selain itu tidak kalah penting dalam hal penguatan SDM generasi penerus agar memiliki karakter dan budi pekerti yang baik. “Jadi tidak melulu urusan pembangunan terkait fisik, tetapi juga bagaimana SDM generasi penerus memiliki akhlak yang baik”, jelasnya.

Turut hadir Forkopimda Ngawi, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa se Kabupaten Ngawi serta masyarakat Kabupaten Ngawi yang turut menyaksikan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Prosesi Jamasan Pusaka Warnai Hari Jadi Ngawi ke-667, Tekankan Nilai Tradisi dan Ketahanan Pangan

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 1,331 views

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-667, Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar prosesi jamasan pusaka di Pendopo Wedya Graha, Rabu (3/7/2025). Tradisi sakral ini menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan tahun ini yang mengusung semangat kedaulatan pangan dan pelestarian budaya.

Dalam prosesi jamasan, empat pusaka keraton yang disucikan adalah dua tombak yakni Tombak Kyai Singkir dan Kyai Songgo Langit, serta dua payung pusaka yaitu Songsong Tunggul Wulung dan Songsong Tunggul Warono. Penyucian pusaka menggunakan air khusus yang telah dipersiapkan oleh para sesepuh Kabupaten Ngawi.

Ritual dimulai dengan pengambilan pusaka oleh Parogo, kemudian diserahkan kepada Pangasto Pusoko untuk menjalani prosesi pencucian yang diiringi alunan gending Jamasan Pusoko. Tradisi ini bukan sekadar seremoni, namun menjadi simbol spiritual dan penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyampaikan bahwa kegiatan sakral seperti jamasan pusaka, ziarah, tirakatan, hingga pengajian tetap dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya daerah.

“Kegiatan sakral seperti jamasan pusaka tetap kita jalankan sesuai tradisi. Ini adalah bagian dari jati diri kita sebagai masyarakat Ngawi,” jelas Bupati Ony.

Beliau juga menjelaskan bahwa tidak diadakannya prosesi kirab pusaka tahun ini bukan karena efisiensi, melainkan karena memang memiliki periodisasi tersendiri, yakni setiap dua hingga tiga tahun sekali. Namun, prosesi semarak seperti kirab dan pelarungan pusaka direncanakan akan kembali digelar pada tahun mendatang.

Mengangkat tema ketahanan pangan dan swasembada, perayaan Hari Jadi tahun ini menggabungkan tradisi sakral dengan semangat pembangunan. Pemerintah Kabupaten Ngawi berkomitmen menampilkan budaya-budaya yang berakar pada nilai pertanian seperti sedekah bumi dan metil sebagai pengingat pentingnya gotong royong dalam menjaga kedaulatan pangan.

“Memaknai Hari Jadi ke-667 ini adalah bagaimana kita berkomitmen mewujudkan Kabupaten Ngawi yang swasembada menuju kedaulatan pangan lewat kerja sama dan gotong royong,” tegas Bupati Ony.

Rangkaian kegiatan budaya ini juga akan menjadi pijakan strategis bagi penyusunan RPJMD Kabupaten Ngawi periode 2025–2029, sebagai bagian dari visi “Semesta Berencana Jilid Kedua”.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top