Category archive

Seni Budaya - page 3

Seputar perkembangan seni dan budaya, tokoh-tokoh, giat dan peristiwa seni dan budaya di Kabupaten Ngawi

Bersih Desa Pancuran, Pemkab Ngawi Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan dan Kearifan Lokal

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 480 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dan sumber air melalui kegiatan Bersih Desa Pancuran yang digelar di Dusun Pancuran, Desa Pacing, Kecamatan Padas, Senin (13/4/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di Sumber Yuyu Rumpung sebagai salah satu sumber air strategis bagi masyarakat.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, menegaskan bahwa tradisi bersih desa tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya sumber daya air.

“Tradisi bersih desa ini memiliki tujuan yang sangat mulia. Tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai wujud doa bersama agar masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, kesejahteraan, serta kemudahan rezeki,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan Sumber Yuyu Rumpung memiliki nilai strategis karena menjadi penopang kebutuhan air bersih masyarakat, termasuk mendukung layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di dua kecamatan.

“Keberadaan sumber air ini harus kita jaga bersama. Tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga dirawat melalui langkah konkret seperti penghijauan dengan tanaman yang mampu menyimpan air,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemkab Ngawi akan terus mendorong sinergi lintas sektor, termasuk dengan PDAM, dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi masyarakat.

Selain itu, pihaknya mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Dusun Pancuran yang secara konsisten melaksanakan tradisi bersih desa setiap tahun. Hal tersebut dinilai mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan masih terjaga dengan baik. Ini menjadi modal sosial yang penting dalam pembangunan daerah,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Ngawi berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna menjaga kelestarian sumber daya alam sekaligus melestarikan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Gelar Budaya Minggu Kliwonan Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Lokal Ngawi

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 509 views

Seni tradisi masih menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menjaga kebudayaan lokal. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui Gelar Budaya Minggu Kliwonan yang dilaksanakan di Kompleks Kepatihan Ngawi, Minggu (14/12/2025), sekaligus menggerakkan roda perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Untuk kedua kalinya, agenda ini menjadi ruang temu komunitas seni dan wadah ekspresi budaya yang berkesinambungan. Kegiatan Minggu Kliwonan kali ini dimulai dengan Festival Dalang yang diikuti tujuh peserta dari jenjang SD dan SMP, dilanjutkan dengan pagelaran Wayang Thoprak, serta turut dihadiri Anggota DPR RI Budi Sulistyono, jajaran perangkat daerah, camat, dan perangkat desa.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan realisasi aspirasi komunitas seni di daerah.

“Kegiatan Minggu Kliwonan ini menjadi ruang bersama bagi komunitas seni untuk terus berkarya, sekaligus sarana menjaga keberlanjutan seni tradisi agar tetap hidup dan dikenal generasi muda,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan Minggu Kliwonan berlandaskan tiga tujuan utama, yakni penguatan komunitas seni, penyediaan wadah ekspresi seni yang berkesinambungan, serta pelestarian budaya melalui pencarian dan pembinaan bibit-bibit talenta seni, khususnya generasi muda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi Kabul Tunggul Winarno menyebutkan bahwa fasilitas di Kepatihan akan terus ditingkatkan. Renovasi pendopo induk dan penambahan sarana penunjang direncanakan pada tahun anggaran mendatang agar kawasan tersebut semakin representatif sebagai pusat kegiatan budaya.

Selain aspek budaya, kegiatan ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Harapan kami kegiatan di Kepatihan ini bisa berdampak ekonomi bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari pedagang kecil,” kata Kabul.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Minggu Kliwonan ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap pelestarian seni tradisi lokal dapat terus berlanjut, sekaligus menjadi angin segar bagi pelaku UMKM serta ekonomi kreatif untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Ngawi Batik Fashion 2025 Masuk Karisma Event Nusantara, Bukti Kreativitas Batik Ngawi Kian Mendunia

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 888 views

Ngawi Batik Fashion 2025 kembali menjadi sorotan publik saat digelar di kawasan heritage Benteng Van Den Bosch, Sabtu (4/10/2025) malam. Pagelaran yang mengusung tema “Culture in Harmony” ini tidak hanya menjadi puncak peringatan Hari Batik Nasional, tetapi juga membanggakan Kabupaten Ngawi karena terpilih dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Deretan busana batik karya desainer lokal tampil memukau, memadukan unsur tradisi dengan sentuhan modern. Motif khas Wahyu Ngawiyat menjadi ikon utama yang mencerminkan nilai filosofi dan karakter masyarakat Ngawi.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama istri turut hadir mengenakan batik kebanggaan Ngawi, sekaligus memberikan apresiasi kepada para desainer dan pembatik lokal.

“Pemkab Ngawi berkomitmen agar batik khas Ngawi terus berkembang tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas. Melalui pembinaan dan fasilitasi, kita dorong agar batik Ngawi mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Ony.

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, melalui Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kemenparekraf Norman Sasono, menyebut Ngawi Batik Fashion sebagai bentuk nyata pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah.

“Dengan mengenakan batik Ngawi yang dikenakan seluruh masyarakat maupun pegawai tiap Kamis dan Jumat, kita telah melestarikan batik sebagai identitas bangsa”, ujar Norman Sasono.

Melalui penyelenggaraan Ngawi Batik Fashion 2025, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap batik dapat semakin dikenal luas sebagai identitas budaya daerah, memperkuat daya tarik pariwisata, serta menjadi kebanggaan masyarakat Ngawi di kancah nasional maupun internasional.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pasar Jadul Wujud Sinergitas dan Kolaborasi

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 2,275 views

Pasar Jadul di Taman Wisata Tawun kembali digelar, Minggu, (13/07/2025).

Seperti namanya, Pasar Jadul menjajakan bermacam kuliner tempo dulu.

Sedikit berbeda dari sebelumnya, Pasar Jadul kali ini kedatangan rombongan tim penilai dari Inotek award 2025 Provinsi Jawa Timur.

Inotek Award sendiri adalah ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) untuk mengapresiasi inovasi – inovasi terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Seperti yang disampaikan Himawan Estu Bagijo koordinator Inotek award 2025, bahwa Kabupaten Ngawi termasuk daerah yang masuk 6 besar terkait inovasi terbaik, “Kami datang untuk melihat, ternyata memang luar biasa,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan bahwa Pasar Jadul merupakan wujud sinergitas dan kolaborasi yang kuat dari semua pihak baik Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dan semua masyarakat,

“Semua ini merupakan Kolaborasi yang kuat dari semua pihak baik Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa maupun seluruh elemen masyarakat, dari sebuah kreatifitas yang terus dikembangkan menjadikan Pasar Jadul seperti saat ini,” jelasnya.

Bupati Ngawi berharap kegiatan inovasi terus dikembangkan sehingga manfaat dari Pasar Jadul Ini semakin hari semakin berkembang dan memberikan manfaat khususnya bagi masyarakat sekitar.

Terut hadir di acara ini Sekda Kabupaten Ngawi Mokh Sodiq Triwidyanto, Kepala Brida Jatim Dr. Andriyanto SH MKes, Pesta Asni Napitupulu, SE., MM
Brida Jatim, Dr Abdul hafidz SPd MPd Unesa Surabaya, dan kepala OPD.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top