BOACF 2019, Kolaborasi Kearifan Lokal dan Modern

di %s Seni Budaya 65 views

Tahun ini Bumi Orek – Orek Art & Culture Festival (BOACF) digelar Pemerintah Kabupaten Ngawi di Sendang Tawun, Kecamatan Kasreman, Sabtu (7/12).

BOACF 2019 yang bertajuk Kidung Guyub Negeri Ngawi Ramah menampilkan serangkaian pertujukan yang memadukan antara seni tradisi yang ada di Kabupaten Ngawi yang dikemas secara modern hasil kolaborasi antara seniman lokal dan nasional.

Selain itu, yang di sutradarai Agus Noor ini juga dimeriahkan beberapa artis ibukota seperti Sruti Respati, Gondrong Gunarto, Danang Pamungkas, Danny Cak Nan, Sahita, Santoso Wibowo, dan Encik Krisna.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono selain memberikan apresiasinya juga berharap acara kali ini tidak kalah menariknya dari tahun lalu. ini luar biasa, “Ini sangat luar biasa, Tawun disulap menjadi tempat pertunjukan yang sangat menarik,” katanya.

Bupati juga mengungkapkan gelaran event ini bisa menjadi batu loncatan bagi talenta baru yang ada di Ngawi untuk dilihat potensinya, “Moment seperti ini akan harus kita munculkan terus menerus, agar mereka memiliki kesempatan untuk berada di panggung sehingga bisa meningkat ke ajang lebih tinggi,” jelasnya.

Budi Sulistyono menyampaikan alasan bahwa pelaksanaan tahun ini di Tawun adalah sebagai upaya Pemkab Ngawi untuk lebih mengenalkan potensi wisata yang terkenal akan tradisi Keduk Beji serta tempat Pasar Jadul ini. “Tempat wisata menjadi target kita selain talenta – talenta ini. Tetapi juga kita booming-kan tempatnya,” lanjutnya.

Menurutnya, keberdaaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa Tawun sangat berperan dalam acara tahunan ini. Bupati mengharap Pokdarwis lainnya, yang hadir, dapat melihat gelaran ini serta mengambil ide kreatifnya untuk dikembangkan lebih lanjut di destinasi wisata yang ada diwilayahnya masing – masing. “Pokdarwis kita kembangkan terus untuk memiliki kreatifitas dan inovasi sehingga mempu mengembangkan daerahnya,” tegasnya.

Tawun menurut, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Raden Rudi Sulisdiana menjadi lokasi event ini karena baru mendapatkan penetapan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun ini. “Kita ingin destinasi wisata Ngawi itu lebih dikenal diseluruh pelosok nusantara, tahun kemaren di Benteng Pendem , dan tahun ini kita coba Tawun yang nantinya akan bisa diakui oleh seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Di kesempatan ini Bupati juga memberikan penghargaan Maestro Seni Ngawi bagi seniman Ngawi yang mampu mengangkat Ngawi dikancah nasional diantaranya kepada Gondrong Gunarto dan Danny Caknan. (allteam/kominfo)

Leave a Reply

Terkini Dalam Seni Budaya

Go to Top