INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Category archive

Olahraga

Berita seputar olahraga, lembaga olahraga, profil atlet, giat olahraga dan prestasi olahraga di Kabupaten Ngawi

Bupati Ngawi, Tutup Festival Paralayang Liga 1, Piala Bupati 2020

di Olahraga oleh

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono hadiri acara penutupan Festival Paralayang Liga 1, Piala Bupati 2020, di Gunung Gede Desa Wonosari Kecamatan Sine, Minggu (16/02/20).

Event bergengsi yang perdana digelar ini ditutup dengan sangat berkesan, dengan beragam tampilan kostum atlit yang menjadi suguhan menarik.

Turut hadir dalam acara ini Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi,  Sekretaris Daerah Kab. Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, dan Komite Trip Of Indonesia (TROI) Pungki.

Bupati Ngawi dalam sambutannya menyampaikan bahwa desa Wonosari menjadi arena Paralayang yang bagus, sebab memiliki view yang indah dengan hamparan kebuh teh dibawahnya. “Ini surganya mereka untuk dinikmati,” katanya.

Dengan bentang alam yang menarik, Budi Sulistyono yakin Wonosari akan menjadi desa wisata bukan hanya untuk paralayang saja, “Kita kembangan seluruh potensi wisata yang ada,” imbuhnya.

Bupati berharap para atlet yang telah mencoba Paralayang disini akan mengajak temannya yang berasal dari seluruh Indonesia bahkan internasional untuk mencoba aksi di Wonosari. “Dengan konsekuensi semua fasilitas harus kita siapkan termasuk akses jalan menuju ke atas untuk take off dan saat pendaratan,  harus di siapkan menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.

Diajang ini, Kota Batu menjadi daerah yang paling banyak menyabet gelar dalam kejuaraan ini,  diantaranya kategori Senior Putra pertama di raih Muhamad Septianto, disusul Ardiansyah Mega Putra, dibawahnya Timbul Prasetyo. Dan, kategori senior putri pertama diraih Ike Ayu Wulan dari Kota Batu, kemudian dibawahnya Liz Adriana dari Jawa Tengah dan Delfy Yoeseva dari Papua.

Selanjutnya, kategori Junior Putra disabet Ferdian Erika Sanjaya dari kota Batu, runner up, Ade Syarif dari Probilinggo dan Jevi Oki Cahyono dari Ngawi.

Kategori junior putri pertama berhasil diperoleh Dessy Ramadhani dari Kota Batu, kedua Syahdana Revi dari kota Batu dan Silvy Setyoningrum dari Malang.

Selanjutnya kategori U21 putra pertama diraih Muhhammad Septianto dari kota Batu, kedua Ferdian Erika Sanjaya dari kota Batu dan Viky Mahardika juga dari kota Batu. Kategori U21 putri pertama diraih Silvy Setyoningrum dari kab Malang dan yang kedua Intan Syafira Adha dari Surabaya. Kategori  U19 putra pertama diraih Ardianyah Mega Putra dari kota Batu, kedua  Ade Syarif dari Probolinggo, dan Hegia Bhirena YF dari Tuba. Dan kategori U19 putri Dessi Ramadhani dari kota Batu, Syahdana Revi dari kota Batu, dan Naschatul Mustafida dari Blitar.

Dikesempatan ini, Bupati menandatangani prasasti peresmian lokasi Paralayang di Desa Wonosari. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Ratusan Atlet Paralayang Berlaga di Festival Paralayang Liga 1, Piala Bupati Ngawi, 2020

di Olahraga oleh

Sebanyak 109 atlet Paralayang yang berasal dari Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah mengikuti Festival Paralayang untuk merebutkan Piala Bupati Ngawi tahun 2020.

Event ini akan berlangsung  selama tiga hari, Jumat – Minggu (14-16/02/20) di Gunung Gede Desa Wonosari Kecamatan Sine.

Kegiatan ini resmi dibuka Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ngawi, Raden Rudi Sulisdiana, yang ditandai dengan salah seorang atlet Paralayang mengibarkan parasutnya dari puncak gunung Gede dan mendarat di lapangan Desa Wonosari.

Disela acara Ketua Tim Juri Independen Jawa Timur, Thomas menyampaikan dalam festival ini kriteria  penilaian berdasarkan ketepatan saat landing, yang paling tengah,” ungkapnya.

Kejuaraan ini di bagi menjadi dua kategori diantaranya yunior dan senior  putra putri yang akan beradu ketepatan saat mendarat.

Sementara Wabup Ony Anwar mengungkapkan kegiatan ini perdana digelar dan diharapkan bisa menjadi wadah bagi atlet Paralayang khususnya di Kabupaten Ngawi, “Sehingga akan banyak muncul atlet –  profesional dari Kabupaten Ngawi,” ujarnya.

Acara semacam ini, menurut Ony Anwar, akan memiliki dampak jumlah kunjungan baik atlet maupun wisatawan untuk mencoba salah satu olahraga ekstrim ini.  “Dengan begitu, akan banyak pula produk unggulan yang bisa terfasilitasi dari  kegiatan ekonomi masyarakat. Dan, hal ini menjadi bagian penting dalam pembangunan Kabupaten Ngawi ke depan,” tuturnya.

Wabup berharap masyarakat sekitar desa Wonosari antusias dan bersikap welcome dengan kegiatan ini, “Kedepan akan semakin banyak orang yang ingin dan hadir di Wonosari, yang tidak hanya mencoba Paralayang tapi  berkunjung ke destinasi juga ke destinasi wisata yang lain, sekaligus juga terangkat,” harapnya. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

PABBSI Cabang Ngawi gelar Kejurprov Jatim 2019

di Olahraga oleh

Persatuan Angkat Berat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Cabang Ngawi gelar Kejuraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur merebutkan Piala Bupati Ngawi 2019 di GOR Bung Hatta, Sabtu (7/12).

Lebih dari 100 atlet yang  berasal dari berbagai daerah di Jatim berlaga di kejuaraan ini. Untuk cabang angkat besi putri yang dipertandingkan mulai kelas 49 kg – 71  kg, dan putra dari 55 kg sampai 67 kg kelas ini juga berlaku untuk kelas angkat berat. Sementara body contest atau Binaraga di  pertandingkan kelas 60 kg hingga 80 kg.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono didampingi Ketua PABBSI Jatim, Jeffry Togore bersama Ketua Pengcab PABBSI Ngawi, Peggy Yudho Subekti dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ngawi, Rahmad Suprasono membuka Kejurprov ini.

Menurut Bupati, olahraga yang dipertandingkan dalam kejuaraan ini di Kabupaten Ngawi masih minoritas sehingga perlu ada pengenalan, salah satunya dengan event seperti ini. “Dan harapannya ini akan mengangkat atltet – atlet baru yang ada di kabupaten Ngawi,” katanya.

Sementara itu Peggy Yudho Subekti mengatakan dalam pembinaan serta mempersiapkan atlet profesional diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Sebab cabor ini masih belum familiar dikalangan masyarakat Ngawi, “Makanya kita juga bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, juga fitness center yang tersebar di beberapa tempat untuk pembinaan bibit atlit yunior,” ujarnya.

Peggy mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama PABBSI Ngawi akan memfasilitasi keperluan atlit untuk menciptakan atlit berkualitas serta professional. “Atlit yang yunior dan bersungguh sungguh masuk  di PABBSI, akan kita fasilitasi pertama dengan pelatih, kemudian menggunakan peralatannya secara rutin dan gratis,” lanjutnya.  

Ketua PABBSI Ngawi menandaskan angkat besi merupakan olahraga yang cocok dan menjanjikan untuk digeluti, pasalnya beberapa tahun terakhir, cabor ini banyak meraih penghargaan diberbagai kejuaraan, “Kita akan motivasi untuk menjadi atlit terutama di angkat besi dan angkat berat di skala nasional ataupun internasional, dan berdaya saing,” tuturnya. (nf/kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Ribuan Peserta Ikuti Jalan Sehat Pemkab Ngawi, Di Peringatan HUT Korpri ke 48, PGRI ke 74, DWP ke 20 dan HGN 2019

di Olahraga oleh

Pemerintah Kabupaten Ngawi, gelar jalan sehat berhadiah dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia ) ke 48, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 74, Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke 20 dan  Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2019 dengan  start dan finish di Alun – Alun Merdeka Ngawi, Sabtu (23/11).

Kegiatan ini diikuti ribuan perserta dari berbagai kalangan termasuk pejabat lingkup Pemkab Ngawi beserta staf, guru, pelajar serta masyarakat umum diberangkatkan Bupati Ngawi, Budi Sulistyono secara simbolis, didampingi Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Djatmiko, Sekretaris Daerah Ngawi, Mohk. Sodiq Triwidiyanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi.

Rute jalan sehat kali ini adalah Jalan Teuku Umar-Jalan Ketonggo III (Gang Sukamat)- Jalan Dr. Sutomo, Jalan Sentot – Jalan Trunojoyo-Jalan Thamrin – Jalan Imam Bonjol – Jalan Teuku Umar dengan menempuh jarak sekitar 4 Kilometer lebih.

Bupati Ngawi mengungkapkan kegiatan yang digelar ini sebagai jalan sehat termeriah dengan jumlah peserta terbanyak, “Ada empat peringatan dijadikan satu sekaligus, sehingga semua komponen ikut merayakannya, jadi lebih spektakuler pesertanya,” katanya.

Budi Sulistyono berharap Korpri di HUT ke 48 ini semakin mampu memberikan pelayanan terhadap masyarakat, “Bahkan lebih sempurna lagi dan terus memperbaiki sistem layanannya,” imbuhnya. Ditandaskan juga, untuk memperdekat proses pelayanan itu sendiri, “Fungsi pelayanan harus disempurnakan lagi,” tegasnya.

Sementara untuk HUT DWP ke 20, Bupati mengatakan bahwa organisasi ini memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan dan pembangunan di Kabupaten Ngawi, “Mereka support  untuk semua, apakah itu dari PGRI, ASN dan lainnya,” tuturnya.

Ditemui disela acara Ketua DWP Ngawi Siti Zubaidah berharap keberadaan Dharma Wanita bisa memberikan manfaat untuk masyarakat serta dapat dirasakan, “Sehingga masyarakat juga tahu bagaimana kiprahnya,” katanya. Menurut Siti Zubaidah, Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI adalah salah satu contoh kontribusi DPW di bidang pendidikan, “Tugasnya adalah memberikan informasi pendidikan yang baik untuk anak bagi masyarakat. Selain itu, kami juga melakukan kegiatan bakti sosial bagi orang yang tidak mampu,” tutupnya.

Jauhnya jarak yang ditempuh dan letih, tidak lantas menyurutkan semangat peserta sebab puluhan hadiah menarik menanti mereka, termasuk 1 unit sepeda motor sebagai hadiah utama. (nf/kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0
1 2 3 5
Go to Top