Author

Isni Maria - page 3

Isni Maria has 172 articles published.

Pemkab Ngawi Gelar Wayang Kulit di TMII, Peringati Malam 1 Suro

di %s Seni Budaya 79 views

Pagelaran Wayang Kulit semalan suntuk kembali digelar Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk menyambut datangnya tahun baru 1 Muharram atau 1 Suro dalam kalender Jawa di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (31/8) malam dengan mengangkat lakon Sadewo Waris oleh dalang Ki Seno Nugroho

Agenda tahunan ini dihadiri, Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Timur  Dwi Suyanto, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristianto, Bupati Ngawi Budi Sulistyono beserta Istri, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar beserta istri, Sekda Mokh  Sodiq Triwidiyanto beserta istri, Ketua Paguyuban Ikatan Masyarakat Ngawi di Jakarta, Kepala OPD dan Camat se Kabupaten Ngawi.

Acara yang berlangsung meriah ini, juga diramaikan dengan perform Dalang Cilik dan Kirun Cs. Nampak antusiasme penoton begitu melihat penampilan keduanya, apalagi masyarakat ibukota yang mungkin jarang menyaksikan tontonan seperti ini, gelak tawa terdengar riuh begitu ada adegan lucu dari penampil ini.

Disela acara Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mengungkapkan bahwa setiap 1 sura Kabupaten Ngawi selalu diberi kesempatan menggelar Wayang Kulit di TMII. “Makanya kita juga bekerjasama dengan dalang kondang, yang banyak penggemarnya. Alhamdullilah, antusiasme penonton luar biasa, dan ini rekor betul untuk ajungan Jawa Timur,” katanya.

Bupati juga mengatakan begitu banyaknya masyarakat yang datang ke acara ini membuktikan bahwa mereka ini ingin bernostalgia dan peduli akan seni budaya Jawa, khususnya Wayang Kulit, “Mereka ingin berkumpul bersama kita semua, dan saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat Ngawi terutama yang ada di Jakarta,” ujarnya.

Budi Sulistyono juga menyampaikan bahwa selama ini Pemerintah Kabupaten Ngawi terus giat mengembangkan sektor wisata, baik alam, budaya maupun sejarah. Sehingga bisa memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang. Menurutnya, acara yang digelar setiap tahun ini sebagai upaya pelestarian budaya ditengah arus globalisasi yang terus menggerus setiap lini kehidupan, “Kita memberikan contoh melestarikan seni budaya, terutama bagi generasi muda. Makanya, kita hadirkan dalang serta seniman cilik dalam pembukaan acara ini,” katanya.

Bupati berharap event seperti ini bisa dilakukan rutin baik di TMII ataupun kegiatan lain sebagai bentuk melestarikan seni budaya, “Juga sebagai upaya menjaga budaya asli Indonesia, agar tidak hilang digerus modernisasi,” pungkasnya. (dn/kominfo)

PWI Kab. Ngawi Resmi Dilantik, Wabub Berharap Bisa Ciptakan Iklim Jurnalistik Sesuai Kode Etik

di %s Kabar Ngawi 45 views

Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar hadiri pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Persiapan Kabupaten Ngawi yang telah terpilih dalam Konferensi PWI Jawa Timur tahun 2019 di Pendopo Wedya Graha, Senin (26/8). Dan, resmi dilantik Ketua PWI Jatim, Ainur Rohim.

Hadir dalam acara ini, Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pengurus PWI Provinsi Jatim, pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi, dan sejumlah komunitas wartawan yang ada di Ngawi.

Menurut Ainur Rohim wartawan itu harus mampu bekerja dengan aturan yang telah ditetapkan, “Berpegang pada rule of game, Kode Etik Jurnalistik dan Undang – Undang Nomor 40 tetang Pers ataupun keputusan lain yang telah ditetapkan Dewan Pers,” terangnya.

Ketua PWI Jatim ini berharap semua komponen yang ada di Kabupaten Ngawi, termasuk Pemkab Ngawi bisa menciptakan pers yang bebas dan bertanggung jawab, “Kami berharap sangat tinggi kepada Pemerintah di Ngawi, untuk sama – sama mendukung iklim kemerdekaan pers yang bebas dan bertanggungjawab,” katanya.

Sementara Wabup Ony Anwar dalam sambutannya mengapresiasi terbentuknya PWI di Kabupaten Ngawi yang memiliki kompetensi dan professional, “Pelantikan ini sebagai bentuk komitmen serta niatan rekan – rekan Wartawan di Ngawi, untuk lebih professional. Sebab, di keanggotaan PWI ini harus lulus uji kompetensi Wartawan, hal ini akan menjadi langkah kedepan kepengurusannya disini,” kata Wabup.

Ony Anwar berharap dengan pengurus PWI ini, bisa menghadirkan iklim jurnalistik yang baik sesuai kode etiknya. “Harapannya, seluruh insan Pers atau Jurnalis yang ada di Kabupaten Ngawi ke depan memiliki kompetensi, serta meletakkan kembali Kode Etik Jurnalistik untuk mewartakan segala berita yang disampaikan dengan baik,” tuturnya.

Pun, pengurus PWI Persiapan Kabupaten Ngawi periode tahun 2019 – 2020 adalah sebagai Ketua Gembong Pranowo, SH, Sekretaris, Bayu Wijayanto, S,Sos, Bendahara, Kundari Pri Susanti, ST, Seksi Organisasi dan Keanggotaan Purwanto, Seksi Pendidikan Zainal Abidin, Seksi Politik dan Pemerintahan Andik Ari Wibowo, Seksi Hukum da perlindungan Wartawan Andika Abdilah,SH, Seksi Olah Raga Deby Rio Prasetyo, Seksi Keagamaan dan kebudayaan Katimin A Rhohim. (nf/komimfo)

Deklarasi Percepatan Pembangunan Sanitasi Dan Penurunan Stunting Kabupaten Ngawi Tahun 2019

di %s Kesehatan 86 views

Di era globalisasi saat ini, sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas supaya terus bisa mengikuti dinamika yang terjadi saat ini. Upaya ini tentu tidak mudah, salah satu penghambatnya adalah rendahnya kualitas SDM, yang disebabkan banyak faktor salah satunya kesehatan dan pemenuhan gizi.

Adalah stunting atau kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidak cukupan zat gizi yang berlangsung lama dari kehamilan sampai usia 24 bulan, berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan. Dilansir dari mca-indonesia.go.id menyebutkan ada 8,9 juta anak Indonesia yang kurang gizi, dengan prevalensi stunting sebesar 37,2 pesen, artinya satu dari tiga anak di Indonesia tumbuh tidak sempurna.

Kondisi inilah yang sekarang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Ngawi, untuk melakukan percepatan penurunan Stunting. Pasalnya, di Kabupaten Ngawi ditemukan 200 anak dengan tumbuh kembang terlambat, kondisi ini akan menjadi bom waktu dimasa mendatang yang berdampak pada menurunnya kualitas generasi penerus.

Penanganan masalah ini, tidak hanya dilakukan melalui pendekatan gizi, tetapi juga Sanitasi. Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 yang disebutkan di laman  www.depkes.go.id menyebutkan akses terhadap sanitasi yang baik berkontribusi dalam penurunan stunting sebesar 27 persen.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono bersama leading sector gelar Deklarasi Percepatan Pembangunan Sanitasi Dan Penurunan Stunting Kabupaten  Ngawi Tahun 2019 di Pendopo Wedya Graha, Selasa (20/8).

Hadir dalam acara ini Kepala Seksi Infrastruktur, Bappeda Jawa Timur Sri Sintawati, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim,drg Sulvy Dwi Anggraini, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh Sodiq Triwidiyanto, Ketua Tim Penggerak PKK Antiek Budi Sulistyono, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se Kabupaten Ngawi.

Menurut Bupati Ngawi, program percepatan pembangunan sanitasi permukiman adalah salah satu upaya penyediaan infrastruktur sanitasi baik limbah maupun sampah, yang dilakukan Pemerintah Daerah, “Program ini bagian dari Sanitasi Roral Berbasis Masyarakat (STBM) untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat,” kata Bupati dalam sambutannya.

Pada tahun 2019 di Kabupaten telah menetapkan 35 desa STMB, dan desa yang masuk dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). “Empat diantaranya telah dijadikan pilot project penanganan di tahun 2020, diantaranya desa Gendong, Pandean, Dungmiri dan Wonorejo, sebab wilayah ini dipilih sebagai lokus STMB namun angka stuntingnya masih tinggi,” ucap orang nomor satu di Kabupaten Ngawi ini.

Bupati menyampaikan perbaikan sanitasi merupakan salah upaya yang terpenting dan utama dalam proses penurunan stunting, sebab dari sinilah semua berawal, “Kalau sanitasinya bagus, apa saja yang masuk ke dalam tubuh kita tentunya akan bagus pula, baik itu melalui mulut, kulit, ataupun udara pasti akan baik dan tidak berdampak buruk pada kita. Maka ini akan ditata dahulu, bahkan sudah lama kita konsentrasi terhadap upaya ini, seperti buang besar sembarang tempat sudah dilarang,” jelasnya.

Bupati menegaskan upaya perbaikan sanitasi ini menjadi tumpuan utama dalam penyelesaian masalah stunting. Selain, itu juga diungkapkan bahwa banyak faktor lain yang bisa menyebabkan persoalan gizi ini bisa ada lagi, misalnya ekonomi. “Makanya ini harus menjadi tanggung jawab bersama, dan gotong royong. Semua OPD harus memiliki anak dan ibu hamil asuh. Dengan begitu mulai dari janin sudah kita perhatikan supaya bayi lahir sehat dan ibu selamat,” tuturnya.

Pola asuh ini seperti yang disampaikan Bupati tidak hanya sebatas pemberian bantuan materi tetapi juga motivasi. Sebab, banyak ditemui dari orang tua dengan anak  gizi buruk ini mampu secara ekonomi namun minimnya pengetahuan akan asupan nutrisi pada anak. “Orang tua harus diberi tahu bagaimana cara meningkatkan selera makan anak, dengan membuat menu yang bervariasi dan disukai anak,” ujarnya.

 Jika, lanjut Bupati keluarga anak tersebut tidak mampu orang tua asuh ini harus intervensi terkait kebutuhannya, “Seperti memberikan makanan tambahan, atau mainan yang disukai anak, biar dia mau makan,” katanya. 

Bupati juga mengatakan percepatan penurunan stunting tidah dapat diselesaikan sendiri oleh sektor kesehatan, tapi harus dilakukan bersama melalui penguatan komitmen daerah dan lintas sektor, “Harus ada koordinasi, antara Dinkes sebagai pelayanan kesehatan, sedangkan peningkatan kualitas air bersih oleh Dinas PUPR, serta desa perlu adanya pembinaan dan pendampingan perbaikan gizi melalui DPMD,” lanjutnya.

Dikesempatan ini, Bupati kenalkan empat kebijakan terkait upaya pelayanan Pemerintah kepada masyarakat, yakni Ngawi Ramah (Ngawi Nyawiji Ngramut Limbah Lan Sampah), Gemah Ripah (Gerakan Ambil Sampah Jadi Rupiah), Pola Asuh Kasih Lima Sayang (Program Pengelolaan Sampah Terpadu Kualitas Air Bersih Limbah Aman Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Ngawi), Ngawi ber – Acting (Ngawi Bersama Cegah Stunting).

Sementara Kasi Kesga dan Gizi Masyarakat, Dinkes Provinsi Jatim, Sulvy Dwi Anggraini memberikan apresiasi komitmen Pemkab Ngawi dalam membangun daerahnya melalui perbaikan kesehatan lingkungan. “Deklarasi ini adalah wujud kepedulian masyarakat Ngawi terhadap lingkungannya, pengelolaan sampah yang baik, akses air bersih berkualitas serta pengelolaan limbah yang aman. Dan, ini bisa menjadi kunci dalam perbaikan lingkungan yang sehat,” ucap Sulvy.

Apalagi pada akhir tahun 2018 silam, Kabupaten Ngawi telah diganjar penghargaan STBM Eka Pratama dari Kementerian Kesehatan RI, karena keberhasilannya dalam penerapan 5 pilar STBM, yang meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum atau makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Acara ini diakhiri dengan penandatangan bersama deklarasi  Percepatan Pembangunan Sanitasi Dan Penurunan Stunting Kabupaten Ngawi dan secara simbolis dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Ngawi dan ketua tim penggerak PKK Ngawi yang disaksikan seluruh undangan yang hadir. (nf/kominfo)

BRI Tour d’ Indonesia 2019, Ngawi Finish Etape I Bupati Ngawi : Kesempatan Potensi Ngawi di Kenal di Kancah Internasional

di %s Olahraga 63 views

Alun – Alun Merdeka Ngawi menjadi finish etape pertama BRI Tour de Indonesia (TdI) 2019 yang dimulai dari Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (19/8). Rider asal Australia, Angus Lyons dari Team Oliver’s Real Food Racing berhasil mencapai etape pertama tercepat dengan catatan waktu 3 jam 55 menit 58 detik dengan menempuh jarak 182, 7 kilometer dan berhak atas jersey warna hijau sebagai juara.

Lyons mengaku etape pertama ini memang menjadi target kemenangannya, “Saya berhasil memenangkannya,” katanya usai ceremony penerimaan hadiah.

Persiapan yang matang menurutnya, menjadi alasan kemenangannya kali ini, “Saya mempersiapkan diri sekitar 4 hingga 5 mingguan dengan latihan keras serta mencoba terbiasa dengan cuaca,” katanya.

Disusul Ryan Roth dari Xspeed United Continental dan dapatkan jersey warna biru sekaligus menjadi raja tanjakan sedangkan Mario Vogt yang tergabung dalam tim Sapura Cycling mendapatkan best sprinter dengan jersey warna merah. Dan, Choon Huay Goh dari Terengganu Inc. TSG Cycling dapatkan jersey kuning dinobatkans sebagai pembalap terbaik Asia.

Etape pertama ini kategori tim terbaik diraih Sapura Cycling juga memimpin klasemen sementara dalam daftar klasemen tim dengan total waktu 11 jam 50 menit 47 detik. Sedangkan tim Indonesia terbaik pada etape ini KFC Cycling Team sekaligus memimpin klasemen tim asal Indonesia dengan total waktu 11 jam 55 menit 30 detik.

Memasuki finish para rider  ini disambut Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, Sekretaris Daerah, Mokh Sodiq Triwidiyanto, Direktur World Cycling Center UCI, Frederic Magne, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PBISSI), Raja Sapta Oktohari, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Dalam konferensi persnya, Raja Sapta Oktohari memberikan apresiasianya untuk masyaakat Ngawi yang antusias menyambut kedatangan para pembalap, “Dukungan ini sangat luar biasa penyambutan masyarakat terutama begitu masuk wilayah Kabupaten Ngawi,” katanya.

Selain itu, Raja Sapta juga mengatakan bahwa sepeda familiar dan dekat dengan warga Ngawi, pasalnya acara ini bersamaan dengan digelarnya Pawai Pembangunan Kabupaten Ngawi yang sebagaian peserta menggunakan sepeda, “Kami seluruh keluarga Tour de Indonesia mengucapkan terimakasih,” ujarnya.

Masih menurut Ketum PBISSI mengungkapkan event ini sekaligus bisa menjadi jendela untuk mengenalkan potensi Ngawi yang luar biasa ke tingkat Internasional, apalagi disini ditemukan  fosil manusia purba yang hidup 2 juta tahun lalu, “Nah, ini perlu di explore, melalui TdI ini kami akan menyampaikan kepada dunia untuk datang ke Ngawi,” tambahnya.

Frederic Magne menambahkan kejuaraan ini sangat penting untuk pengembangan kompetisi balap sepeda dunia, bahkan saat ini telah menunjukkan progress sehingga masuk dalam agenda UCI Asia Tour dengan level 2.1, “Event ini sangat fantastis, bagus terutama bagi pembalap berlaga dilevel professional maupun penyelenggaranya. Apalagi ini, barengan sama parade sepeda juga, bisa jadi ini pertanda baik perkembangan balap sepeda di Indonesia,” jelas Frederic Magne.

Senada dengan Raja Sapta Oktohari, Bupati Ngawi juga mengatakan acara ini menjadi kesempatan Kabupaten Ngawi untuk mengenalkan potensinya di kancah internasional, “Dengan keramahan dan potensi wisatanya, Ngawi siap lebih bagus lagi. Lebih dilihat, ditengok orang. Nah, Tour de Indonesia telah membuka pintu masuk kesini. Makanya, kita harus bersolek baik wisata, kuliner dan keramahannya,” katanya.

Kejuraan bergengsi ini akan berlangsung 19 – 23 Agustus 2019, dalam lima etape. Dengan jarak tempuh bervariasi, terpanjang sejauh 193 kilometer, sedangkan terpendek sejauh 145,4 kilometer. Adalah etape 1, Candi Borobudur-Ngawi 182,7 km, etape 2, Madiun – Batu dengan jarak 163,4 km, etape 3, Batu – Jember sepanjang 193 km, etape 4, Jember-Banyuwangi sejauh 151,8 km, dan etape 5, Gilimanuk – Batur UNESCO Global Geopark berjarak 145,4 km.

Bank BRI Tour d’Indonesia 2019 diikuti oleh 18 tim, termasuk posisi pertama di peringkat sementara UCI Asia Tour dan UCI Africa Tour, dengan pembalap dari 23 negara. (all/kominfo)

Go to Top