Category archive

Kesehatan

PERINGATI HKN KE 55, DINKES NGAWI GELAR BAKSOS Pesan Bupati : Nakes Jadi Agen Intelektual Masa Kini

di %s Kesehatan 129 views

Bakti Sosial di Dusun Gunung Rambut Desa Pitu Kecamatan Pitu menjadi salah satu agenda kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke 55 yang digelar Dinas Kesehatan kabupaten Ngawi, Jumat (8/11).

Kepala Dinas Kesehatan, Yudono dalam sambutannya menyebutkan bahwa kegiatan ini wujud kepedulian terhadap masyarakat yang dilakukan oleh Dinkes, Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD), RS Swasta, serta Organisasi Profesi kesehatan yang di Kabupaten Ngawi. “Dalam baksos ini selain bingkisan sembako, juga ada pelayanan kesehatan gratis bagi pasien yang datang, diantaranya pemeriksaan gigi bagi siswa Sekolah Dasar, Antenatal Care (ANC) untuk ibu hamil, dan deteksi kanker rahim atau IVA,” ungkapnya.

Menurut Kadinkes, goal dari kegiatan sosial ini adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sejak dini, “Menjaga diri tetap sehat jauh lebih baik daripada mencari pengobatan saat keadaan sakit,” jelasnya.

Sesuai dengan tema HKN tahun ini Generasi Sehat Indonesia Unggul menurut Bupati Ngawi, Budi Sulistyono merupakan kunci awal menciptakan generasi unggul, dan menghimbau masyarakat untuk memperhatikan kesehatannya, sebelum anak lahir atau masih janin didalam kandungan, “Jadi ibu hamil harus memperhatikan asupan gizi, psikisnya. Dan, saat balita juga kecukupan Air Susu Ibu hingga besar dengan kebutuhan gizi yang cukup untuk menciptakan generasi unggul,” jelasnya.

Bupati menyampaikan kegiatan seperti ini bisa menjadi arena komunikatif bagi profesi kesehatan, “Dimana, tenaga kesehatan harus memiliki tingkat kepedulian, serta kemampuan membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis. Dan, benar – benar adaptif dengan tututan zaman sehingga dapat menjadi agen intelektual masa kini serta mendatang,” tandasnya.

Disela kegiatan ini, Bupati beserta rombongan berkesempatan melihat pelayanan kesehatan gratis yang diberikan kepada masyarakat, serta menyapa warga yang datang.

Dalam baksos ini terdapat 10 tim pemeriksa kesehatan gratis diantaranya dari 7 tim Puskesmas  dan 3 tim dari RS dengan masing masing tim terdiri  dari 1 orang Dokter, 2 Perawat, 1 Tenaga Farmasi, dan  1 Tenaga Analisis  Kesehatan, 5 Bidan untuk pemeriksaan bumil serta 6 Bidan untuk pemeriksaan IVA.

Hadir dalam kegiatan, Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Djatmiko, Sekretaris Daerah Ngawi Mokh Sodiq Triwidiyanto, Ketua Penggerak PKK Kab. Ngawi Antiek Budi Sulityono, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala UPT se Kabuparten Ngawi serta Organisasi Profesi Kesehatan. (nf/kominfo)

Pameran Germas 2019, Cegah Stunting Itu Penting

di %s Kesehatan 278 views

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) adalah upaya peningkatan kesehatan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama – sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup yang dimulai dari keluarga yang merupakan bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian.

Saat ini, Stunting atau kegagalan pertumbuhan pada anak akibat akumulasi ketidak cukupan zat gizi, sehingga berakibat terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik dan metabolism tubuh juga penurunan kemampuan kognitif dan prestasi belajar. Dan, kondisi ini akan berdampak pada menurunnya kualitas sumberdaya generasi penerus di masa mendatang, padahal tahun 2045 di usia emas Indonesia dituntut SDM yang bermutu.

Percepatan penurunan angka Stunting saat ini menjadi salah satu diantara fokus Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk membentuk generasi yang berkualitas dan sehat di masa mendatang. Germas akan menjadi landasan utama untuk mencegah permasalahan terjadinya gagal tumbuh ini.

Digawangi Dinas Kesehatan dalam upaya promosi dan mengedukasi masyarakat tentang cara hidup sehat termasuk kepada ibu hamil tentang pola hidup sehat dan bersih dengan Pameran Kesehatan Germas dan mengangkat tema “Cegah Stunting Itu Penting”  di Alun – Alun Merdeka Ngawi, Jumat –Minggu(6 – 8/9).

Acara ini dibuka langsung Bupati Ngawi, Budi Sulistyono yang didampingi Sekretaris Daerah kabupaten Ngawi Mokh Sodiq Triwidiyanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), pejabat lingkup Pemkab Ngawi, Camat Se Kabupaten Ngawi, Direktur Rumah Sakit Se kabupaten Ngawi serta UPT Dinas kesehatan se kabupaten Ngawi.

Kepala Dinas Kesehatan, Yudono menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung tiga hari ini akan memamerkan program  layanan kesehatan, “Ada 33 stand diantaranya 24 dari UPT Puskesmas se Kebupaten Ngawi, satu dari Rumah Sakit Daerah, 1 dari BPJS Kesehatan, 1 dari Dinas Pertanian, dan 6 dari bidang Dinkes,” ungkapnya.

Sementara Bupati Ngawi, Budi Sulistyono dalam sambutannya mengatakan pameran terpadu Germas ini sebagai salah satu langkah yang sangat strategis untuk mensosialisasikan pelayanan kesehatan di Puskesmas kepada masyarakat, “Kegiatan ini tentunya juga sebagai wadah untuk mensosialisasikan program dan inovasi pelayanan kesehatan di Puskesmas, khusunya penanganan Stunting,”katanya.

Dikesempatan ini, Budi Sulistyono mengajak masyarkat untuk lebih perhatian terhadap Stunting. Sebab prosentase balita dengan kondisi ini di Kabupaten Ngawi saat ini masih tinggi sebesar 25,51 persen bahkan lebih tinggi dari prosentase di Jawa Timur sebesar 25 persen, keadaan ini menjadi perhatian khusus Pemkab Ngawi, “Mari kita bersatu saling berkoordinasi untuk berperan aktif sebagai orang tua asuh bagi ibu hamil resiko tinggi dan balita Stunting,” tegasnya.

Bupati berharap dengan pameran ini semakin meningkatkan kesadaran masyarkat akan pentingnya hidup dan berperilaku sehat, “Masyarkat harus semakin sadar akan kesehatannya,” tuturnya.

Untuk menarik perhatian masyarakat, pameran ini dimeriahkan penampilan band lokal maupun ibu kota sehingga mampu menarik animo pengunjung untuk datang, selain itu juga diadakan kegiatan lain seperti Jambore Kader Posyandu 2019 serta Gebyar Remaja Sehat. (Team/kominfo)

Kedatangan Tim Verifikasi Kabupaten Sehat Tingkat Nasional , Kabupaten Ngawi Optimis Mempertahankan Penghargaan Swasti Saba Wistara

di %s Kesehatan 110 views

Bupati Ngawi  Budi  Sulistyono optimis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi tahun 2019 ini bisa mempertahankan penghargaan Swasti Saba Wistara yang  sebelumnya sudah di raih kabupaten Ngawi di tahun 2017.

Optimisme Bupati Ngawi itu ditegaskan saat menerima kunjungan dari Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional di Kabupaten Ngawi. Dijelaskannya, tim kabupaten sehat Pemkab Ngawi sendiri sudah mempersiapkan segala keperluan guna tetap mempertahankan capaian bergengsi itu dalam bidang kesehatan lingkungan daerah.

“Alhamdulilah kita adalah salah satu kabupaten  yang masuk kategori ternilai baik dan mudah mudahan nilai bisa memberikan predikat baik, Saya yakin tim ini juga obyektif untuk Kabupaten Ngawi” ungkap Budi Sulistyono setelah menyambut Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional, di ruang data Pendopo Wedya Graha, Selasa (3/9).

Sementara itu Nugroho tim verifikasi dari Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan bahwa sebelumnya Kabupaten Ngawi telah mengajukan proposal  dengan 6 tatanan diantaranya Tatanan Permukiman, Sarana dan Prasarana Sehat, Tatanan Sarana Lalu Lintas Tertib & Pelayanan Transportasi sehat, Tatanan Industri dan Perkantoran yang Sehat, Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri, Tatanan Ketahanan Pangandan Gizi, Tatanan Kehidupan Sosial yang Sehat yang diusulkan , “ nah untuk mendapatkan penghargaan Swasti Saba pada kategori Wistara dengan 6 tatanan , dari dokumen yang kita terima sampai verifikasi yang saat ini kami lakukan itu autentik dilapangan atau tidak” katanya.

Nugroho menambahkan Kabupaten Ngawi adalah salah satu dari 202 kabupaten di seluruh Indonesia  yang terpilih untuk di verifikasi, setelah mengajukan permohonan sebelumnya “ hasilnya nanti akan keluar perkiraan akhir oktober” tambahnya.

Ditemui disela kunjungan verifikasi Agung Kurniawan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan kabupaten Ngawi mengatakan dari beberapa titik yang sudah di verifikasi, mendapatkan tanggapan yang positif  “Alhamdulilah antusias, ada beberpa tanggapan positif di beberapa tatanan seperti di sekolah anak khusus, pak nugroho bilang ini akan saya tularkan kabupaten lainnya” ujarnya.

Agung optimis dengan persiapan , koordinasi dan sinkronisasi yang sejak awal sudah dilkakukan kabupaten Ngawi akan kembali mendapatkan penghargaan Swasti Saba kategori Wistara “Sejak awal sudah koordinasi dan sinkorninasi dengan OPD terkait kabupaten sehat ini untuk menciptakan suatu kawasan dimana kawasan tersebut bersih sehat aman dan rapi untuk tempat tinggal dan tempat bekerja “ pungkasnya.

Sebagai informasi, Penganugerahan Swasti Saba atau kabupaten/kota sehat diadakan setiap 2 (dua) tahun sekali, dan merupakan kerjasama antara Menteri Dalam Negeri bersama Menteri Kesehatan melalui Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor: 34 Tahun 2005, Nomor: 1138/MENKES/PB/VIII/2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat.

Dalam penghargaan ini terdapat 3 (tiga) kategori yaitu Swasti Saba Padapa (pemantapan), Swasti Saba Wiwerda (pembinaan), dan Swasti Saba Wistara (pengembangan). Secara teknis pelaksanaan KKS melibatkan K/L teknis dan Kementerian Dalam Negeri sebagai Pembina Umum Pemerintah Daerah.

Untuk mendapatkan Penghargaan WISTARA, jika mengikuti lebih dari 5 tatanan atau lebih, Tatanan dan sasaran Kabupaten Sehat sesuai dengan potensi dan permasalahan pada masing-masing kecamatan di Kabupaten, dikelompokkan dalam 9 tatanan berdasarkan tatanan/kawasan dan permasalahan khusus diantaranya Tatanan Permukiman Sarana dan Prasarana Sehat, Tatanan Sarana Lalu Lintas Tertib & Pelayanan Transportasi sehat, Tatanan Industri dan Perkantoran yang Sehat, Tatanan Kawasan Pariwisata Sehat, Tatanan Pertambangan Sehat, Tatanan Hutan Sehat, Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri, Tatanan Ketahanan Pangandan Gizi, Tatanan Kehidupan Sosial yang Sehat. (Team/kominfo)

Deklarasi Percepatan Pembangunan Sanitasi Dan Penurunan Stunting Kabupaten Ngawi Tahun 2019

di %s Kesehatan 259 views

Di era globalisasi saat ini, sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas supaya terus bisa mengikuti dinamika yang terjadi saat ini. Upaya ini tentu tidak mudah, salah satu penghambatnya adalah rendahnya kualitas SDM, yang disebabkan banyak faktor salah satunya kesehatan dan pemenuhan gizi.

Adalah stunting atau kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidak cukupan zat gizi yang berlangsung lama dari kehamilan sampai usia 24 bulan, berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan. Dilansir dari mca-indonesia.go.id menyebutkan ada 8,9 juta anak Indonesia yang kurang gizi, dengan prevalensi stunting sebesar 37,2 pesen, artinya satu dari tiga anak di Indonesia tumbuh tidak sempurna.

Kondisi inilah yang sekarang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Ngawi, untuk melakukan percepatan penurunan Stunting. Pasalnya, di Kabupaten Ngawi ditemukan 200 anak dengan tumbuh kembang terlambat, kondisi ini akan menjadi bom waktu dimasa mendatang yang berdampak pada menurunnya kualitas generasi penerus.

Penanganan masalah ini, tidak hanya dilakukan melalui pendekatan gizi, tetapi juga Sanitasi. Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 yang disebutkan di laman  www.depkes.go.id menyebutkan akses terhadap sanitasi yang baik berkontribusi dalam penurunan stunting sebesar 27 persen.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono bersama leading sector gelar Deklarasi Percepatan Pembangunan Sanitasi Dan Penurunan Stunting Kabupaten  Ngawi Tahun 2019 di Pendopo Wedya Graha, Selasa (20/8).

Hadir dalam acara ini Kepala Seksi Infrastruktur, Bappeda Jawa Timur Sri Sintawati, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim,drg Sulvy Dwi Anggraini, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh Sodiq Triwidiyanto, Ketua Tim Penggerak PKK Antiek Budi Sulistyono, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se Kabupaten Ngawi.

Menurut Bupati Ngawi, program percepatan pembangunan sanitasi permukiman adalah salah satu upaya penyediaan infrastruktur sanitasi baik limbah maupun sampah, yang dilakukan Pemerintah Daerah, “Program ini bagian dari Sanitasi Roral Berbasis Masyarakat (STBM) untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat,” kata Bupati dalam sambutannya.

Pada tahun 2019 di Kabupaten telah menetapkan 35 desa STMB, dan desa yang masuk dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). “Empat diantaranya telah dijadikan pilot project penanganan di tahun 2020, diantaranya desa Gendong, Pandean, Dungmiri dan Wonorejo, sebab wilayah ini dipilih sebagai lokus STMB namun angka stuntingnya masih tinggi,” ucap orang nomor satu di Kabupaten Ngawi ini.

Bupati menyampaikan perbaikan sanitasi merupakan salah upaya yang terpenting dan utama dalam proses penurunan stunting, sebab dari sinilah semua berawal, “Kalau sanitasinya bagus, apa saja yang masuk ke dalam tubuh kita tentunya akan bagus pula, baik itu melalui mulut, kulit, ataupun udara pasti akan baik dan tidak berdampak buruk pada kita. Maka ini akan ditata dahulu, bahkan sudah lama kita konsentrasi terhadap upaya ini, seperti buang besar sembarang tempat sudah dilarang,” jelasnya.

Bupati menegaskan upaya perbaikan sanitasi ini menjadi tumpuan utama dalam penyelesaian masalah stunting. Selain, itu juga diungkapkan bahwa banyak faktor lain yang bisa menyebabkan persoalan gizi ini bisa ada lagi, misalnya ekonomi. “Makanya ini harus menjadi tanggung jawab bersama, dan gotong royong. Semua OPD harus memiliki anak dan ibu hamil asuh. Dengan begitu mulai dari janin sudah kita perhatikan supaya bayi lahir sehat dan ibu selamat,” tuturnya.

Pola asuh ini seperti yang disampaikan Bupati tidak hanya sebatas pemberian bantuan materi tetapi juga motivasi. Sebab, banyak ditemui dari orang tua dengan anak  gizi buruk ini mampu secara ekonomi namun minimnya pengetahuan akan asupan nutrisi pada anak. “Orang tua harus diberi tahu bagaimana cara meningkatkan selera makan anak, dengan membuat menu yang bervariasi dan disukai anak,” ujarnya.

 Jika, lanjut Bupati keluarga anak tersebut tidak mampu orang tua asuh ini harus intervensi terkait kebutuhannya, “Seperti memberikan makanan tambahan, atau mainan yang disukai anak, biar dia mau makan,” katanya. 

Bupati juga mengatakan percepatan penurunan stunting tidah dapat diselesaikan sendiri oleh sektor kesehatan, tapi harus dilakukan bersama melalui penguatan komitmen daerah dan lintas sektor, “Harus ada koordinasi, antara Dinkes sebagai pelayanan kesehatan, sedangkan peningkatan kualitas air bersih oleh Dinas PUPR, serta desa perlu adanya pembinaan dan pendampingan perbaikan gizi melalui DPMD,” lanjutnya.

Dikesempatan ini, Bupati kenalkan empat kebijakan terkait upaya pelayanan Pemerintah kepada masyarakat, yakni Ngawi Ramah (Ngawi Nyawiji Ngramut Limbah Lan Sampah), Gemah Ripah (Gerakan Ambil Sampah Jadi Rupiah), Pola Asuh Kasih Lima Sayang (Program Pengelolaan Sampah Terpadu Kualitas Air Bersih Limbah Aman Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Ngawi), Ngawi ber – Acting (Ngawi Bersama Cegah Stunting).

Sementara Kasi Kesga dan Gizi Masyarakat, Dinkes Provinsi Jatim, Sulvy Dwi Anggraini memberikan apresiasi komitmen Pemkab Ngawi dalam membangun daerahnya melalui perbaikan kesehatan lingkungan. “Deklarasi ini adalah wujud kepedulian masyarakat Ngawi terhadap lingkungannya, pengelolaan sampah yang baik, akses air bersih berkualitas serta pengelolaan limbah yang aman. Dan, ini bisa menjadi kunci dalam perbaikan lingkungan yang sehat,” ucap Sulvy.

Apalagi pada akhir tahun 2018 silam, Kabupaten Ngawi telah diganjar penghargaan STBM Eka Pratama dari Kementerian Kesehatan RI, karena keberhasilannya dalam penerapan 5 pilar STBM, yang meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum atau makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Acara ini diakhiri dengan penandatangan bersama deklarasi  Percepatan Pembangunan Sanitasi Dan Penurunan Stunting Kabupaten Ngawi dan secara simbolis dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Ngawi dan ketua tim penggerak PKK Ngawi yang disaksikan seluruh undangan yang hadir. (nf/kominfo)

Go to Top