Category archive

Kesehatan

Sukses Implementasikan KTR, Pemkab Ngawi, Raih Pastika Parama dari Kemenkes

di %s Kesehatan 40 views

Dalam puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau se Dunia (HTTS), Pemerintah Kabupaten Ngawi mendapatkan penghargaan Pastika Parama dari Kementerian Kesehatan RI, atas langkah dan upaya dalam menetapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), sekaligus menetapkannya dalam Peraturan Daerah (Perda).

Penghargaan  ini diberikan langsung Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F. Moeloek kepada Bupati Ngawi, Budi Sulistyono di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (11/7).

Bupati Ngawi mengungkapkan penghargaan ini adalah capaian yang luar biasa dan sangat membanggakan. Sebab, Pastika Parama ini penghargaan level tertinggi nasional yang diberikan Kemenkes bagi daerah yang dinilai berhasil dalam mengimplementasika KTR, “Kita sudah lama terbitkan Perda tentang kawasan tanpa rokok,”ujarnya.

Masih menurut Budi Sulistyono kebijakan tentang kawasan tanpa rokok di Kabupaten Ngawi diatur dalam Perda Nomor : 100/2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok, “Untuk pelaksanaannya tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor : 14/2019,” jelasnya.

Lebih lanjut Budi Sulistyono katakan wujud nyata dari kebijakan tersebut disediakan smoking area di kantor Pemerintahan, “Sementara disekolah – sekolah kami juga telah melakukan sosialisasi tentang bahaya merokok bagi pelajar,” lanjutnya. Bupati menandaskan semua itu dilakukan bukan semata karena ingin mendapatkan prestasi melainkan kepedulian Pemkab Ngawi terhadap kesehatan masyarakat, “Merokok itukan dampaknya luar biasa, yang tentunya bisa sebabkan penyakit serius, seperti paru – paru,” katanya.

Bupati berharap dengan penghargaan ini, bisa menjadi motivasi tidak hanya bagi Pemkab Ngawi tetapi seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan mengerti betul bahaya akibat merokok.

Hal yang sama juga disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Yudono bahwa penghargaan diraih tidak lepas dari dukungan seluruh stakeholder dalam mengimplementasikan kebijakan KTR ini. “Tidak hanya di kantor Pemerintahan saja tetapi juga dilakukan diinstansi serta sosialisasi di sekolah. Dan, saat ini menunjukkan perkembangan yang bagus dan mulai berkurang,” katanya.

Yudono mengatakan KTR bukan berarti melarang orang untuk tidak merokok, tetapi merokok pada tempatnya,  “Smoking area tidak boleh didalam KTR, tapi harus jauh dari pintu keluar dan harus terbuka harus udara bebas,” jelasnya.

Kabupaten Ngawi menjadi salah satu dari 5 Kabupaten/ Kota di Jawa Timur yang mendapatkan penghargaan bergengsi ini, diantaranya Kabupaten Gresik, Kota Mojokerto, dan Kota Surabaya (dn/nf/kominfo)

BNK Ngawi Sosialisasi P4GN, Ajak Semua Pihak Cegah Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Perbatasan

di %s Kesehatan/Pendidikan 31 views

Saat ini penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya atau narkoba semakin mengkhawatirkan bahkan peredarannya di Indonesia semakin marak, tidak hanya orang dewasa tetapi  juga menyasar semua kalangan termasuk anak – anak.

Melihat kondisi ini, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Ngawi gelar sosialisasi program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi Kepala Sekolah dan Guru lingkup UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngrambe dan Sine, bertempat di Agro Tecno Park (ATP), Mangkleng, Ngrambe , Rabu (26/6)

Menurut Kepala BNK Ngawi, Ony Anwar kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terhadap perilaku penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba khususnya jajaran pendidikan. “Dengan sosialisasi ini saya berharap setiap sekolah bisa memiliki pedoman dan materi terkait pencegahan, serta peredaran gelap narkoba, yang nantinya dapat disosialisasikan ke siswa,” kata Ony Anwar.

Ony Anwar menghimbau seluruh Kasek dan tenaga pendidik terus melakukan pengawasan bagi siswanya, mulai sekolah tingkat dasar hingga lanjutan terkait  banyaknya kasus peredaran narkoba saat ini yang banyak ditangani terutama diwilayah perbatasan seperti Kecamatan Ngrambe dan Sine. “Sebab, disinyalir daerah atas ini sangat rentan masuk dan beredarnya narkoba dari wilayah lain seperti  dari Jawa Tengah,” ujarmya.

Dikesempatan ini, Ony Anwar tidak hanya meminta jajaran pendidikan tetapi juga seluruh masyarakat turut andil dalam pemberantasan dan peredaran narkoba di Kabupaten Ngawi, “Mari kita jaga anak – anak kita, dari bahaya narkoba,” tandasnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Pendidikan melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Non Formal (NF), Istamar menyampaikan pendidikan agama bisa menjadi salah satu langkah preventif terhadap peredaran obat terlarang ini. Dan, pihaknya begitu prihatin dengan kondisi saat ini, terutama meningkatnya kasus narkoba di Kecamatan Ngrambe. “Kegiatan ini akan kami tidaklanjuti ke semua lembaga termasuk rencana penambahan pembelajaran agama,” tuturnya. 

Seperti yang disampaikan Kepala Bagian Operasional Satresnarkoba, Polres Ngawi, Ipda Jais Bintoro bahwa ada beberapa strategi yang akan dilakukan dalam pencegahan dan peredaran narkoba ini, salah satunya melakukan penyuluhan ke sekolah dan masyarakat, “Setelah itu kami akan melakukan pembinaan, pemantauan dan endhing nya penindakan,” jelasnya.  (nf/kominfo)

Peringatan Hari TBC se Dunia, Bupati Minta Optimalkan Sinergi Berantas TBC di Ngawi

di %s Kesehatan 91 views

Saat ini Tuberkulosis (TBC) masih menjadi perhatian serius Pemerintah, mengingat Indonesia menempati urutan ketiga negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia. Sementara di Indonesia diperkirakan ada 1 juta lebih kasus baru TBC yang sepertiganya baru ditemukan dan diobati. Pun, di Kabupaten Ngawi, diperkirakan ada 2 ribu lebih kasus TBC dan baru 811 kasus yang ditemukan diobati dan dilaporkan. Hal ini seperti yang disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Yudono dalam peringatan Hari TBC se Dunia di Gedung Eka Kapti, Senin (26/03).

“Untuk itu perlu ada komitmen bersama dari semua pihak untuk mendukung penanggulangan TBC di kabupaten Ngawi demi menuju masyarakat Ngawi bebas TBC, sesuai dengan tema peringatan kali ini,” ungkap Yudono.

Acara dengan tema Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai Dari Saya, dihadiri Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, jajaran pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi, Antiek Budi Sulistyono, Kepala UPT Puskesmas se Kab. Ngawi, Direktur RS se Kab. Ngawi, Kader TBC dari setiap Kelurahan.

Dikesempatan ini Bupati Ngawi meminta semua pihak untuk peduli terhadap penanganan TBC, sekaligus mengoptimalkan sinergi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, “ Ayo, kita kroyok bareng – bareng, agar Kabupaten Ngawi segera terbebas dari penyakit TBC,” ujar Budi Sulistyono.

Bupati berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya TBC, “Masyarakat harus bisa menyadari ketika ada gejala yang mirip dengan penderita TBC, dan segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit. Apalagi sekarang sudah ada Kader TBC yang akan memberikan pengarahan dan penanganan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Sementara di tempat yang sama, Kadinkes Provinsi Jatim melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Setya Budiono katakan banyak kerugian yang diakibatkan penyakit menular ini, salah satunya biaya yang harus dikeluarkan Pemerintah untuk mensubsidi biaya pengobatan TBC sampai sembuh. “Untuk satu pasien dibutuhkan 1 juta hingga 100 juta, sangat penting untuk kita tahu tentang TBC termasuk penanggulangannya,” tandasnya.

Peringatan Hari TBC saat ini menjadi moment untuk mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang bisa menular melalui udara ini. Dan, dengan aksi TOSS TBC (Temukan TBC Obati Sampai Sembuh), yang dicanangkan Kementerian Kesehatan sejak 2016, juga diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk temukan kasus baru yang ada dilingkungan sekitarnya. (nf/kominfo)

 

 

HKN Ke 54, Momentum Ubah Upaya Kesehatan Menjadi Preventif dan Promotif Bupati Ngawi : Kesehatan dimulai dari diri sendiri

di %s Kesehatan 60 views

Hari Kesehatan Nasional (HKN) selalu diperingati setiap tanggal 12 Nopember. Tahun ini mengambil tema “Aku Cinta Sehat” dengan subtema “Ayo Hidup Sehat, Mulai Dari Kita”, ini merupakan slogan yang harus digaungkan dan dilaksanakan sebagai insan kesehatan. Sekaligus menjadi momentum untuk mengubah upaya kesehatan bersifat kuratif menjadi preventif dan promotif. “Mengubah gaya hidup menjadi hidup sehat dimulai dari diri sendiri merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” ungkap Plt. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Yudono Selain itu, petugas kesehatan yang ada di Puskemas harus semakin proaktif dan mendekatkan diri kepada masyarakat, jelasnya lebih lanjut.

Di HKN ke 54 ini, Dinkes Ngawi juga menggelar beragam kegiatan, diantaranya pameran yang digelar di Alun – Alun Merdeka Ngawi, Sabtu (10/11). Selain itu, senam dan jalan sehat yang diselenggarakan pada Minggu (11/11) yang diikuti ribuan orang. Dan, diberangkatkan oleh Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono didampingi Ketua DPRD Dwi Rianto Djatmiko  dan Wakil Bupati Ony Anwar serta Sekda M. Sodiq Triwidiyanto yang mengangkat bendera.

Disela acara, Bupati Ngawi sampaikan pesan bahwa hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri dan masyarakat. “Sehat itu harus kita sendiri yang mengupayakan, dokter maupun tenaga lainnya hanya membantu kita ketika sudah sakit,” ungkapnya. Pola hidup bersih dan sehat betul – betul diterapkan karena menjadi dasar hidup sehat. “Makan dengan gizi berimbang, olahraga dan pengelolaan stress penting dilakukan untuk menuju hidup yang berkualitas dan sehat,” tandasnya.

Jalan sehat ini cukup menarik perhatian masyarakat, karena berhadiah sepeda motor dan banyak doorprize. Usai acara ini masyarakat juga terlihat mengunjungi pameran layanan kesehatan Puskesmas yang bertema Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), salah satunya cek kesehatan gratis.

Dan, pucaknya diselenggarakan upacara peringatan HKN ke 54 di halaman Dinkes Ngawi, Senin (12/11), Bupati Ngawi bertindak sebagai Inspektur Upacara. Hadir dalam acara ini, istri Bupati Ngawi, Antiek Budi Sulistyono, istri Ketua DPRD Inne Dwi Rianto, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Puskesmas se Kabupaten Ngawi, perwakilan Organisasi Profesi Kesehatan, mahasiswa kesehatan dan pelajar sekolah menengah kesehatan.

Didepan peserta upacara Bupati Ngawi menyampaikan sambutan Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek. Dikatakan bahwa pemerintah mengajak seluruh insan kesehatan baik jajaran Kementerian Kesehatan maupun tingkat daerah agar menjadikan peringatan HKN ke 54 ini, sebagai momentum untuk mereflesikan kembali sejauh mana keberhasilan pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan serta keberhasilan sektor kesehatan dalam melibatkan semua unsur dalam melaksanakan pembangunan kesehatan. “Peringatan hari kesehatan nasional saat ini, mari kita kobarkan semangat melayani, semangat menggerakkan. Semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan masyarakat dalam pencapaian derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dimulai dari kita masing-masing,” ujar Bupati menyampaikan sambutan Menkes RI.

Lebih lanjut, Bupati juga berpesan kepada seluruh masyarakat Ngawi, untuk menjaga kesehatan mulai dirinya sendiri, “Pemerintah Daerah akan terus berperan dan memotivasi masyarakat bahwa hidup sehat itu penting. Hal itu dimulai dari pola makan, pola kesehatan, pola pikir maupun lingkungan,” tuturnya. Selain itu, aparatur –  aparatur yang bergerak dibidang kesehatan harus selalu dekat dengan masyarakat, “Sekaligus mampu menginisiasi bagaimana hidup sehat di dalam masyarakat, sehingga ketika lingkungannya sehat,  keluarganya juga sehat. Tentunya hal ini akan memberikan dampat positif bagaimana membangun sumber daya masyarakat kedepan agar Indonesia lepas dari permasalahan baik itu ekonomi, sosial  budaya atau yang lainnya,” pungkas Bupati. (kominfo)

Go to Top