Category archive

Tekno Sains

Rizki Syairul Barokah Nominator Pemuda Pelopor 2019, Asal Kabupaten Ngawi

di %s Tekno Sains 16 views

Tim Penilai dan verifikasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora) melakukan tinjauan langsung di lapangan terhadap Calon Pemuda Pelopor Tingkat Nasional tahun 2019,  Rizki Syairul Barokah asal Desa Ngompro Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi. Rombongan Tim Penilai ini disambung Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar di Pendopo Wedya Graha, Selasa (10/9).

Rizki Syairul Barokah adalah salah satu nominator dari  lima pemuda asal Provinsi Jawa Timur yang berhasil masuk dalam penilaian nasional sebagai calon pemuda pelopor Kemenpora RI. Selama ini, Rizki giat serta gigih mengajak petani yang ada di desanya untuk menerapkan sistim pertanian organik.

Menurut Wabup yang membuat sulit dalam implementasi pertanian organik adalah konsistensi bertani organik, “ Pemerintah saja belum tentu bisa mengajak satu desa bertani organik. Dan, ini yang perlu ada penilaian khusus, sebab secara konsep sudah lama dan menjaga konsistennya ini menjadi nilai plus,”kata Wabub dalam sambutannya.

Ony Anwar menambahkan jika yang dilakukan Rizki ini mendapat perhatian khusus serta intervensi dari Pemerintah pusat secara terus menerus, bukan tidak mungkin ketahanan pangan akan terjaga juga terpenuhi. “Contoh ini bisa membuka mata pemerintah pusat. Sebab, ketika ini diintervensi secara sungguh – sungguh ketahanan pangan nasional akan terjaga,” tegasnya.  Selain itu, Wabup berharap Rizki bisa terpilih dalam event ini, “Harapan besar bagi seluruh warga Kabupaten Ngawi khususnya desa Ngompro, Rizki bisa menang manjadi Pemuda Pelopor 2019,” lanjutnya.

Usai diterima Wabup, Tim Penilai menuju desa Ngompro untuk bertemu Rizqi untuk mendengarkan pemaparannya mengenai pertanian organik yang menjadi unggulan programnya.

Tim Penilai dari Kemenpora RI diwakili Kepala Bidang Kaderisasi dan Kepemimpinan, Agus Nilmada Azmi didampingi Kabid Kepemudaan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Haris Ramadhan. Seperti yang disampaikan Agus Nilmada Azmi, akan ada 4 kriteria dalam penilaian kali ini, diantaranya kepemimpinan, ke- ulet- an, dampak dan kreatifitas, “Tapi yang paling tinggi nilainya untuk kriteria kepemimpinan. Disini selain pemaparan nanti juga ada diskusi untuk menambah point dari proposal yang diberikan Mas Rizki,” ungkap Agus.

Hingga akhir penentuan nanti, menurut Agus masih ada penilaian 2 sampai 3 tahapan lagi, “Sampai akhirnya calon Pemuda Pelopor itu layak untuk mengikuti proses selanjutnya. Kita akan panggil ke Jakarta mengikuti seleksi akhir menyampaikan atau mempresentasikan kepeloporannya kedepan juri independen,” terangnya.

Ditemui disela acara, Rizki menyampaikan rasa syukurnya dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya, terutama Pemerintah Kabupaten Ngawi yang selama ini sudah memfasilitasinya hingga menjadi salah satu nominator di Jatim, “Terutama dari Dinas Pertanian yang banyak memberikan pelatihan, terus ini yang paling penting pembiayaan untuk sertifikasi organik,” ujarnya.

Rizki mengungkapkan bahwa mengajak petani untuk bertani organik bukan perkara mudah, sebab hasil panen dengan metode ini hasilnya tidak sebanyak menggunakan pupuk kimia, “Yang susah itu mengubah mindset  petani, kalau dulu tanpa urea padi ndak bisa tumbuh  itu hambatan yang paling sulit. Tapi dengan bukti, akhirnya banyak petani yang sudah mulai mencobanya,” tuturnya.

Kendala lain, Rizki mengatakan petani harus mau sabar, sebab ketika menanam pertama itu berbeda jauh dengan pertumbuhan dengan metode tanam sebelumnya yang memakai obat kimia, “Selain itu pemasukan agak lama, karena kita juga menjual berasnya itu mandiri,” imbuhnya.

Turut hadir dalam rombongan Tim Penilai ini, jajaran pejabat Dinas Pertanian, Disparpora dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi. (nf/kominfo)

DP3AKB Ngawi Bersama Kodim 08/05 Ngawi, Adakan Baksos KB Kes MOW

di %s Tekno Sains 52 views

Masih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ngawi ke 661, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi bersama Kodim 08/05 Ngawi gelar Bakti Sosial (Baksos) pelayanan kesehatan dan KB MOW  (Metode  Operatif Wanita) di RSU dr. Soeroto Ngawi, Sabtu (27/7).

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala DP3AKB, Indah Kusumawardhani mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan gratis dan ajakan kepada masyarakat untuk menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (Mkjp). “Kami ingin akseptor ini lebih memilih kontrasepsi jangka panjang,” katanya disela acara.

Indah Kusumawardhani mengungkapkan pertumbuhan penduduk di kabupaten Ngawi saat ini cukup baik, “Pertumbuhan penduduk sekitar 0.06 persen dengan Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran sekitar  2,1 persen,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto menyampaikan KB dengan MOW ini sangat efektif dan aman untuk perencanaan keluarga, “Jadi dengan metode ini resikonya tidak terlalu besar, dan tingkat keberhasilannya cukup tinggi,” katanya disela acara.

Ditemui ditempat yang sama, Komandan Kodim (Dandim)  08/05, Arh Hany Mahmudi mengatakan kegiatan ini bentuk kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Ngawi  dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurut Hany Mahmudi penjaringan akseptor melibatkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang ada tiap Desa atau Kelurahan bekerja sama dengan penyuluh KB setempat, “Penjaringan dilakukan melalui Banbinsa yang ada di desa atau Kelurahan terutama untuk masyarakat yang belum ikut program KB,” ujarnya.

Baksos yang diikuti 205 peserta ini juga hasil kerjasama antara RSUD dr. Soeroto Ngawi dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur. (nf/kominfo)

Upacara Peringatatan Hari Koperasi Nasional Ke-72, Bupati Ngawi Bacakan Sambutan Menteri Koperasi dan UKM

di %s Tekno Sains 95 views

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono menjadi inspektur dalam upacara peringatan Hari Koperasi ke 72 yang digelar di halaman Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Ngawi, Selasa (23/07).

Peringatan Hari Koperasi ke 72 kali ini mengusung tema Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0, koperasi diharapkan mampu menghadapi tantangan baru di dunia perkoperasian. Tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, namun menyangkut persoalan mindset dan juga perubahan dalam sistem tata kelola. Maka koperasi harus melakukan reformasi total terhadap sistem yang sudah berjalan selama ini.

“Di era digitalisasi dan artificial intelegence (ai) ini mewarnai kehidupan industri yang merembet pada perilaku keseharian masyarakat. Dan hal ini berpengaruh pada Koperasi Indonesia yang harus memiliki kesiapan untuk menyikapi tantangan kekinian ini. Koperasi Indonesia harus memiliki kesiapan dan bekal sumber daya yang handal untuk siap berubah dalam mensikapi tantangan kekinian,” kata Budi Sulistyono menyampaikan sambutan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Menurutnya, tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, tetapi juga persoalan mindset dan perubahan yang ada dalam sistem tata kelola. Maka, diperlukan sebuah perubahan dengan melakukan reformasi total terhadap sistem kepranataan yang sudah berjalan selama ini

Anak Agung dalam amanatnya menyatakan bahwa reformasi total yang dijalankan dalam rentan waktu lima tahun terakhir ini, mendorong Koperasi untuk beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi lingkungan yang dinamis saat ini, “Insan Koperasi disiapkan untuk mempunyai kreatifitas dan inovasi yang tinggi untuk menata organisasi dan strategi bisnisnya,” terangnya.

Ia juga meminta sudah saatnya Koperasi memanfaatkan teknologi digital dengan menggunakan platform e-commerce, aplikasi retail online dan pengembangan aplikasi bisnis lainnya. Disamping itu, gerakan Koperasi bisa merangkul generasi milenial, yang sekarang jumlahnya mencapai sepertiga penduduk Indonesia. “Kita berharap agar gerakan Koperasi di Indonesia mampu menjawab tantangan jaman dan bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya. Mari kita kobarkan semangat dengan menjadikan Koperasi sebagai kekuatan bersama untuk memajukan pemerataan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tutur Anak Agung diakhir amanatnya.

Usai upacara peringatan, Bupati Ngawi mengatakan perlu dilakukan  penyusutan jumlah Koperasi untuk pengembangannya supaya terfokus dan berkualitas  terutama di Kabupaten Ngawi, “Maka kami minta data yang betul mana saja Koperasi yang mati, mati suri. Dengan begitu kita tahu mana  saja yang masih bisa diberi kesempatan. Tapi, kami harapkan dengan gerakan Koperasi ini yang terpenting adalah goalnya untuk kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya. (nf/kominfo)

Bupati Ngawi Hadiri Sholat Id Bersama Masyarakat

di %s Tekno Sains 87 views

Ratusan masyarakat penuhi alun – Alun Merdeka Ngawi, Rabu (5/6) untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1440 Hijriah. Nampak hadir ditengah masyarakat, Bupati Ngawi, Budi Sulistyono didampingi Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar beserta istri serta jajaran pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Dikesempatan tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ngawi, Halil Thahrir bertindak sebagai khatib sedangkan Supandi Hasan sebagai imam.

Usai sholat Id Bupati Ngawi Budi gelar open house di Pendodo Wedya Graha selain masyarakat juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Camat se Kabupaten Ngawi, tokoh masyarakat.

Disela acara Bupati Ngawi menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri untuk seluruh masyarakat Kabupaten Ngawi, “Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Ngawi, mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

Masih menurut Bupati, acara ini digelar tiap tahun sebagai ajang silaturahmi masyarakat sekitar, “Saya berharap, digelarnya acara bisa menjadi momentum masyarakat dalam menjaga kerukunan antar warga,” katanya.

Nampak tamu berdatangan silih berganti, menjadikan suasana halal bihalal ini semakin semarak dan harmonis. (nf/kominfo)

Go to Top