Tag archive

Kabupaten Ngawi - page 4

Deklarasi Percepatan Pembangunan Sanitasi Dan Penurunan Stunting Kabupaten Ngawi Tahun 2019

di %s Kesehatan 261 views

Di era globalisasi saat ini, sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas supaya terus bisa mengikuti dinamika yang terjadi saat ini. Upaya ini tentu tidak mudah, salah satu penghambatnya adalah rendahnya kualitas SDM, yang disebabkan banyak faktor salah satunya kesehatan dan pemenuhan gizi.

Adalah stunting atau kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidak cukupan zat gizi yang berlangsung lama dari kehamilan sampai usia 24 bulan, berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan. Dilansir dari mca-indonesia.go.id menyebutkan ada 8,9 juta anak Indonesia yang kurang gizi, dengan prevalensi stunting sebesar 37,2 pesen, artinya satu dari tiga anak di Indonesia tumbuh tidak sempurna.

Kondisi inilah yang sekarang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Ngawi, untuk melakukan percepatan penurunan Stunting. Pasalnya, di Kabupaten Ngawi ditemukan 200 anak dengan tumbuh kembang terlambat, kondisi ini akan menjadi bom waktu dimasa mendatang yang berdampak pada menurunnya kualitas generasi penerus.

Penanganan masalah ini, tidak hanya dilakukan melalui pendekatan gizi, tetapi juga Sanitasi. Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 yang disebutkan di laman  www.depkes.go.id menyebutkan akses terhadap sanitasi yang baik berkontribusi dalam penurunan stunting sebesar 27 persen.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono bersama leading sector gelar Deklarasi Percepatan Pembangunan Sanitasi Dan Penurunan Stunting Kabupaten  Ngawi Tahun 2019 di Pendopo Wedya Graha, Selasa (20/8).

Hadir dalam acara ini Kepala Seksi Infrastruktur, Bappeda Jawa Timur Sri Sintawati, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim,drg Sulvy Dwi Anggraini, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh Sodiq Triwidiyanto, Ketua Tim Penggerak PKK Antiek Budi Sulistyono, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se Kabupaten Ngawi.

Menurut Bupati Ngawi, program percepatan pembangunan sanitasi permukiman adalah salah satu upaya penyediaan infrastruktur sanitasi baik limbah maupun sampah, yang dilakukan Pemerintah Daerah, “Program ini bagian dari Sanitasi Roral Berbasis Masyarakat (STBM) untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat,” kata Bupati dalam sambutannya.

Pada tahun 2019 di Kabupaten telah menetapkan 35 desa STMB, dan desa yang masuk dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). “Empat diantaranya telah dijadikan pilot project penanganan di tahun 2020, diantaranya desa Gendong, Pandean, Dungmiri dan Wonorejo, sebab wilayah ini dipilih sebagai lokus STMB namun angka stuntingnya masih tinggi,” ucap orang nomor satu di Kabupaten Ngawi ini.

Bupati menyampaikan perbaikan sanitasi merupakan salah upaya yang terpenting dan utama dalam proses penurunan stunting, sebab dari sinilah semua berawal, “Kalau sanitasinya bagus, apa saja yang masuk ke dalam tubuh kita tentunya akan bagus pula, baik itu melalui mulut, kulit, ataupun udara pasti akan baik dan tidak berdampak buruk pada kita. Maka ini akan ditata dahulu, bahkan sudah lama kita konsentrasi terhadap upaya ini, seperti buang besar sembarang tempat sudah dilarang,” jelasnya.

Bupati menegaskan upaya perbaikan sanitasi ini menjadi tumpuan utama dalam penyelesaian masalah stunting. Selain, itu juga diungkapkan bahwa banyak faktor lain yang bisa menyebabkan persoalan gizi ini bisa ada lagi, misalnya ekonomi. “Makanya ini harus menjadi tanggung jawab bersama, dan gotong royong. Semua OPD harus memiliki anak dan ibu hamil asuh. Dengan begitu mulai dari janin sudah kita perhatikan supaya bayi lahir sehat dan ibu selamat,” tuturnya.

Pola asuh ini seperti yang disampaikan Bupati tidak hanya sebatas pemberian bantuan materi tetapi juga motivasi. Sebab, banyak ditemui dari orang tua dengan anak  gizi buruk ini mampu secara ekonomi namun minimnya pengetahuan akan asupan nutrisi pada anak. “Orang tua harus diberi tahu bagaimana cara meningkatkan selera makan anak, dengan membuat menu yang bervariasi dan disukai anak,” ujarnya.

 Jika, lanjut Bupati keluarga anak tersebut tidak mampu orang tua asuh ini harus intervensi terkait kebutuhannya, “Seperti memberikan makanan tambahan, atau mainan yang disukai anak, biar dia mau makan,” katanya. 

Bupati juga mengatakan percepatan penurunan stunting tidah dapat diselesaikan sendiri oleh sektor kesehatan, tapi harus dilakukan bersama melalui penguatan komitmen daerah dan lintas sektor, “Harus ada koordinasi, antara Dinkes sebagai pelayanan kesehatan, sedangkan peningkatan kualitas air bersih oleh Dinas PUPR, serta desa perlu adanya pembinaan dan pendampingan perbaikan gizi melalui DPMD,” lanjutnya.

Dikesempatan ini, Bupati kenalkan empat kebijakan terkait upaya pelayanan Pemerintah kepada masyarakat, yakni Ngawi Ramah (Ngawi Nyawiji Ngramut Limbah Lan Sampah), Gemah Ripah (Gerakan Ambil Sampah Jadi Rupiah), Pola Asuh Kasih Lima Sayang (Program Pengelolaan Sampah Terpadu Kualitas Air Bersih Limbah Aman Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Ngawi), Ngawi ber – Acting (Ngawi Bersama Cegah Stunting).

Sementara Kasi Kesga dan Gizi Masyarakat, Dinkes Provinsi Jatim, Sulvy Dwi Anggraini memberikan apresiasi komitmen Pemkab Ngawi dalam membangun daerahnya melalui perbaikan kesehatan lingkungan. “Deklarasi ini adalah wujud kepedulian masyarakat Ngawi terhadap lingkungannya, pengelolaan sampah yang baik, akses air bersih berkualitas serta pengelolaan limbah yang aman. Dan, ini bisa menjadi kunci dalam perbaikan lingkungan yang sehat,” ucap Sulvy.

Apalagi pada akhir tahun 2018 silam, Kabupaten Ngawi telah diganjar penghargaan STBM Eka Pratama dari Kementerian Kesehatan RI, karena keberhasilannya dalam penerapan 5 pilar STBM, yang meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum atau makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Acara ini diakhiri dengan penandatangan bersama deklarasi  Percepatan Pembangunan Sanitasi Dan Penurunan Stunting Kabupaten Ngawi dan secara simbolis dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Ngawi dan ketua tim penggerak PKK Ngawi yang disaksikan seluruh undangan yang hadir. (nf/kominfo)

Gelar Karnaval Budaya Ngawi 2019, Padukan Unsur Kearifan Lokal

di %s Seni Budaya 331 views

Beragam inovasi dan kreasi budaya khas Ngawi ditampilkan dalam Gelar Karnaval Budaya Ngawi 2019, Minggu (18/08). Kali ini mengangkat tema Pesona Seni dan Budaya Negeri Ngawi Ramah.

Agenda tahunan ini, diikuti ribuan pelajar tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, Perguruan Tinggi, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sejumlah komunitas yang ada di Kabupaten Ngawi yang terbagi menjadi 22 regu. “Peserta terbagi menjadi 22 regu, diantaranya yang 4 regu peserta kehormatan), 5 regu pelajar tingkat SD, 4 regu pelajar SMP dan 8  regu pelajar SMA dan Umum,” ungkap ketua panitia, Abimanyu.

Tepat pukul 13.15 karnaval diberangkatkan Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan Ketua DPRD Ngawi Dwi Riyanto Djatmiko secara simbolis, didepan Paseban dr. Radjiman Wedyodiningrat.

Menurut Bupati Ngawi, event ini sebagai ajang untuk mengenalkan potensi Kabupaten Ngawi, “Selain itu untuk tetap menjaga kelestariannya, makanya wajib mengangkat potensi baik wisata maupun budaya sehingga bisa lebih ter blow up atau dimasyarakatkan lagi,” kata Bupati.

Menjaga keutuhan negara ini dan mengisi kemerdekaan dengan segala hal yang positif menjadi point  penting pesan Bupati kepada seluruh masyarakat Ngawi. “Mengisi kemerdekaan ini tidak hanya cukup dengan menikmati jerih payah para pahlawan, tetapi tugas kita adalah meneruskan perjuangannya, menjaga Indonesia tetap bersatu dan berpegang teguh pada Pancasila,” tandasnya.

Bupati juga mengatakan bahwa perayaan peringatan kemerdekaan ini harus dimaknai lebih dalam terlebih untuk menghormati jasa pahlawan, “Dengan begitu kita akan lebih bisa merasakan arti kemerdekaan ini secara sesungguhnya,” lanjutnya.

Acara yang mampu menyedot perhatian masyarakat ini, memang selalu ditunggu setiap tahunnya. Terlihat, ribuan penonton tumpah ruah disepanjang rute yang dilalui karnaval ini. Pasalnya, selalu ada yang istimewa setiap tahunnya, belum lagi sajian ataupun kostum peserta yang dirancang serba unik dan kreatif dengan memadukan unsur kearifan khas lokal. Sudah pasti, mampu menghipnotis penonton. Bahkan peserta pun, tak luput dari sasaran swafoto.(nf/dn/arf/la/kominfo)

Upacara Detik Detik Proklamasi HUT ke-74 RI, Bupati Minta Tanamkan Nilai Pancasila

di %s Berita 200 views

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono memimpin upacara peringatan Ulang Tahun ke 74 Republik Indonesia di Alun – Alun Merdeka Ngawi, Sabtu (17/8). Tepat pukul 09.30, bersamaan 17 kali suara bedug dan sirine menandai detik – detik Proklamasi Kemerdekaan RI.

Upacara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Ngawi, yang telah dilantik Bupati Ngawi, Kamis (15/8) lalu.

Turut hadir dalam upacara ini Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Sekretaris Daerah Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Ketua DPRD Ngawi, DwiRiyanto Djatmiko, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara, Anggota Bhayangkari, Anggota Dharma Wanita, Veteran, Pelajar dan Mahasiswa.

HUT ke 74 RI kali ini mengangkat tema SDM Unggul Indonesia Maju, dimaknai sebagai perhatian lebih pada kesehatan tumbuh kembang anak dari ibu mengandung sampai anak tumbuh berkembang hingga mendapatkan pelayanan pendidikan terbaik untuk menciptakan generasi sumber daya manusia yang unggul demi tercapainya indonesia yang maju sejahtera.

Ditemui usai upacara, Bupati Ngawi meminta seluruh masyarakat untuk mengisi kemerdekaan ini dengan suka cita, dan guyup rukun tanpa ada perbedaan, “Kita harus senantiasa menanamkan nilai – nilai Pancasila, dan itu final yang tidak bias di ganggu gugat,” tandasnya.

Remisi Narapidana Lapas II B Ngawi

Sebelum upacara detik – detik Proklamasi, Bupati Ngawi, Wakil Bupati Ngawi bersama Forkopimda, Direktur Bank Jatim, pejabat lingkup Pemkab Ngawi beserta jajaran pimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Ngawi menghadiri acara pemberian remisi narapidana, Sabtu (17/8). 

Ada 277 napi mendapat remisi dari Kementerian Hukum dan HAM RI, 13 orang langsung bebas, tetapi 4 orang diantaranya masih menjalani masa subsider disebabkan masih ada sanksi denda yang harus dipenuhi.

Secara simbolis Surat Keputusan diserahkan langsung Bupati Ngawi dalam upacara yang dilakukan di dalam Lapas. “Selamat kepada para narapidana yang bebas hari ini,” kata Budi Sulistyono saat berikan SK.

Ziarah Taman Makam Pahlawan

Sekitar pukul 11.00, Bupati Ngawi beserta rombongan bergeser menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Dr. Radjiman Wedyodiningrat, untuk melakukan ziarah dan tabur bunga sebagai wujud penghormatan dan penghargaan bagi pahlawan yang telah gugur dalam merebut dan mepertahankan kemerdakaan Negara ini.

Dandim 0805 Ngawi, Letkol Arh Hany Mahmudhi bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). Ziarah ini diawali dengan penghormatan kepada para arwah pahlawan yang dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh Damdim 0805, kemudian tabor bunga bersama yang dilakukan Bupati Ngawi beserta Forkopimda.

Seperti yang disampaikan Hany Mahmudhi acara ini adalah penghormatan kepada pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan RI, “Sebagai rakyat Indonesia kita tidak boleh melupakan jasa pahlawan, mari berjuang terus melakukan hal yang baik demi bangsa dan negara Indonesia,” katanya. (all/kominfo)

Wabup, Ony Anwar Sambang Desa Gendingan, Himbau Kades Transparan Kelola DD/ADD

di %s Pemerintahan 192 views

Sambang desa menjadi salah satu agenda penting Pemerintah Kabupaten Ngawi sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk pendampingan dan pengawasan penggunaan dana yang berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang diterimakan secara langsung ke Pemerintah desa sekaligus diberikan otonomi untuk mengelolanya. 

Pun, yang dilakukan Wakil Bupati, Ony Anwar ke desa Gendingan Kecamatan Widodaren, Jumat (15/8) bersama sejumlah pejabat lingkup Pemkab Ngawi. Kedatangannya kali ini, selain untuk meninjau penggunaan DD/ADD, juga untuk melihat secara langsung agrowisata yang dikembangkan di desa ini, tepatnya di dusun Nglokeh dan pembangunan infrastruktur di dusun Kedung Prawan.

Wabup memberikan apresiasinya untuk warga desa, pasalnya mampu membuat inovasi dibidang pertanian ini .“Pengembangan ini akan menjadi embrio kegiatan ekonomi kreatif bagi warga disini, sehingga nantinya bisa memunculkan kegiatan lainnya guna mendukung pariwisata Mina Padi tersebut,” ujar Ony Anwar.

Kemudian Wabup beserta rombongan menuju dusun Kedung Prawan untuk melihat langsung pengerjaan pavingsasi sepanjang 760 meter yang dikerjakan tepat waktu dan sesuai standart yang ditetapkan, “Pendampingan teknis dari pihak terkait, tentunya menjadikan pekerjaan ini sesuai dengan yang diharapkan,” kata Wabup disela kunjungannya.

Dikesempatan ini Ony Anwar menghimbau Kepala Desa untuk memberikan pelayanan informasi secara detail dan transparan untuk menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya, “Terkait DD dan ADD ketika bisa dikontrol bersama, InsyaAllah, gerakan gotong royong serta guyub rukun ini akan senantiasa bisa dihadirkan di lingkungan masyarakat,” tuturnya.

Sementara menurut Kepala Desa Gendingan melalui Sekretaris Desa, Arifin mengungkapkan bahwa DD di desanya di tahun 2019 dikelola dan dimanfaatkan untuk perbaikan infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan masyarakat juga inovasi agrowisata yang nantinya bisa untuk menambah pendapatan bagi desanya. “Infrastruktur seperti pavingsasi di setiap gang, sedangkan Posyandu untuk antisipasi gizi buruk pada balita.Dan, agrowisata ini diharapkan nantinya bisa menambah pendapatan desa,” kata Arifin.

Arifin mengatakan, Agrowisata dilakukan di dusun Nglokeh berupa Mina Padi, “Merupakan suatu bentuk usaha tani gabungan atau Combined Farming yang memanfaatkan genangan air sawah yang ditanami dengan kolam budidaya,” terangnya.

Ditambahkan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Parwoto bahwa inovasi mina padi ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk wisata edukasi penanaman padi dengan mengoptimalkan lahan sawah, “Ini tidak hanya agrowisata yang menampilkan sawah dengan tanaman padi dan budidaya ikan tapi terdapat edukasi pertanian yang sifatnya demplot, pengunjung bisa praktik langsung,” jelasnya.

Masih dikatakan Parwoto dalam jangka panjang di tempat ini akan dikembangkan tanaman hidroponik, “Ini untuk memanfaatkan air melimpah yang ada disini,” katanya.

Warga desa nampak antusias menyambut kedatangan Wabup, bahkan dari wajah mereka tak lepas dari senyum ketika berkesempatan sarapan bersama di rumah salah satu warga. (nf/la/kominfo)

Go to Top