Category archive

Wisata Ngawi

Kategori untuk tempat-tempat wisata unggulan, baru dan menarik untuk dikunjungi

Girikerto Tourism & Culture Day Dongkrak Ekonomi Kreatif dan Potensi Wisata Lokal

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Kulineria/Pemerintahan/Traveling/Wisata Ngawi 901 views

Pengembangan wisata berbasis kolaborasi terus didorong sebagai upaya memperkuat ekonomi kreatif dan mengoptimalkan potensi wisata lokal. Hal itu tercermin dalam gelaran Girikerto Tourism & Culture Day yang berlangsung di Pasar Tradisional Jajal Wae, kawasan wisata Sumber Koso, Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Minggu (31/5/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Ngawi Wiwien Purwaningsih.

Dalam kesempatan tersebut, Ony Anwar mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan kalangan pemuda dalam mengembangkan desa wisata berbasis potensi lokal.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat promosi wisata sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Ini adalah kolaborasi yang sangat baik. Pokdarwis dan BUMDes telah merintis kegiatan ekonomi kerakyatan melalui desa wisata selama beberapa tahun terakhir. Kini semangat itu dipadukan dengan inovasi pemuda yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan wisata edukasi yang konsisten dilaksanakan mampu memperluas jangkauan promosi daerah dan menarik kunjungan wisatawan. Dampaknya tidak hanya meningkatkan eksposur destinasi wisata, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat di kawasan lereng Gunung Lawu.

Selain pengembangan wisata, Ony juga menekankan pentingnya legalitas pengelolaan destinasi yang berada di kawasan Perhutani. Pemerintah Kabupaten Ngawi, kata dia, terus mendorong BUMDes maupun Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk menjalin kerja sama resmi guna memberikan kepastian hukum dalam pengelolaan wisata.

“Kami mendorong setiap kegiatan wisata di lahan Perhutani dilakukan melalui skema kemitraan yang resmi agar memiliki payung hukum yang jelas dan dapat berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ony turut mendorong pengembangan pasar tradisional berbasis tematik sebagai upaya memperkuat identitas destinasi wisata di setiap wilayah. Menurutnya, konsep tematik dapat menciptakan daya tarik tersendiri sekaligus menghindarkan pasar tradisional dari tren sesaat.

Pasar Tradisional Jajal Wae di Girikerto, misalnya, diarahkan untuk menonjolkan komoditas buah-buahan, sayuran segar, serta jajanan khas lokal. Sementara daerah lain didorong mengembangkan tema yang berbeda sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing.

Melalui penguatan kolaborasi, legalitas pengelolaan, dan pengembangan pasar tematik, Pemerintah Kabupaten Ngawi optimistis sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan terus tumbuh serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Wisata Pasar Jadul Dung Manik, Sentra Budaya dan Ruang Ekonomi Kreatif Masyarakat

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Kulineria/Pemerintahan/Wisata Ngawi 785 views

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengunjungi Pasar Jadul Dung Manik di Dusun Winong, Desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar, Minggu (10/5/2026). Pasar tradisional yang digelar setiap Minggu Pon dan Minggu Pahing tersebut dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus ruang pelestarian budaya masyarakat.

Dalam kunjungannya, Ony mengapresiasi konsistensi panitia dan masyarakat dalam mengembangkan pasar berbasis ekonomi kreatif dan budaya lokal tersebut. Menurutnya, keberadaan Pasar Jadul Dung Manik memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, mulai dari pelaku UMKM, juru parkir, hingga seniman dan budayawan yang turut terlibat dalam aktivitas pasar.

“Dengan adanya Pasar Jadul ini, kegiatan UMKM dan ekonomi kerakyatan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Kemanfaatannya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” ujar Ony.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk mendukung keberlangsungan Pasar Jadul Dung Manik melalui penyediaan sarana dan prasarana penunjang agar pasar tetap eksis dan terus berkembang.

Selain dukungan fasilitas, Ony meminta panitia terus berinovasi dengan menghadirkan konsep tematik dan ciri khas tersendiri agar mampu menarik minat masyarakat untuk terus berkunjung.

“Pasar Jadul harus punya tema dan karakter sendiri supaya menarik dan terus berkembang,” katanya.

Menurut Ony, keberadaan pasar tradisional seperti Pasar Jadul Dung Manik tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga menjadi sarana memperkuat budaya gotong royong dan kerukunan masyarakat di tengah berbagai dinamika persoalan nasional maupun global.

Kunjungan tersebut disambut antusias warga dan pengunjung yang memadati area Pasar Jadul Dung Manik sejak pagi hari.

Melalui inovasi dan dukungan berbagai pihak, Pasar Jadul Dung Manik diharapkan terus berkembang sebagai ruang ekonomi kreatif yang mampu memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus melestarikan budaya lokal masyarakat Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Kentasimi Dorong Ekonomi Lokal dan Promosi Wisata Berbasis Komunitas

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Peristiwa/Traveling/Wisata Ngawi 642 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat promosi wisata berbasis komunitas melalui gelaran Peken Kreatif Gravitasi Bumi (Kentasimi) di Bumi Perkemahan Seloondo, Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Minggu (23/11/2025). Kegiatan diawali dengan jalan sehat dan dibuka langsung Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko (Antok).

Dalam sambutannya, Antok mengapresiasi peran warga, Karang Taruna, Bumdes, Pokdarwis, dan pemerintah desa yang kembali menghidupkan agenda wisata khas Seloondo. Kentasimi diharapkan dapat terselenggara rutin setiap Minggu Wage sebagai ruang kreatif dan wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Antok juga menekankan pentingnya menghubungkan event-event desa di berbagai wilayah sebagai bagian dari kalender wisata terintegrasi Kabupaten Ngawi.

“Kita koneksikan pariwisata dan UMKM untuk menciptakan simpul-simpul ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain pasar kreatif, kegiatan turut menghadirkan Mlaku Bareng dengan doorprize kolaboratif dari perangkat daerah, perbankan, dan mitra swasta. Pemkab Ngawi juga membuka layanan publik terpadu, meliputi cek kesehatan gratis, layanan administrasi kependudukan, perizinan, hingga perpustakaan keliling.

Layanan keliling ini memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Ngrayudan dan sekitarnya, sekaligus mendekatkan pemerintah pada kebutuhan warga desa. Wakil Bupati turut mengapresiasi kontribusi komunitas dan pegiat media sosial yang membantu memperluas jangkauan promosi wisata.

Kegiatan berlangsung meriah dengan partisipasi aktif masyarakat. Kentasimi menjadi langkah nyata Pemkab Ngawi dalam membangun ekosistem wisata berbasis komunitas, mendorong pertumbuhan UMKM, dan memperkuat ekonomi lokal.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Bupati Ngawi, Resmikan Pasar Wisata Jogorogo Dan 11 Pasar Di Kab. Ngawi

di %s Kabar Ngawi/Wisata Ngawi 4,093 views

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono meresmikan Pasar Wisata Jogorogo dan sebelas pasar lainnya yang telah direvitalisasi yaitu Pasar Kedunggalar, Pasar Paron, Pasar Gentong, Pasar Simo, Pasar Samben, Pasar Mluwur, Pasar Agro Ngrambe, Pasar Sine, Pasar Walikukun, Minggu (29/11) yang dipusatkan di area Pasar Wisata Jogogoro.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja, Yusuf Rosyadi selain pasar juga diresmikan Rumah Kemasan dan Klinik Bisnis, untuk memfasilitasi pengrajin yang mengalami kesulitan membuat kemasan menjadi lebih menarik, “Sedangkan Klinik Bisnis sebagai pusat konsultasi bisnis bagi pemula yang didampingi konsultan berpengalaman tentang seluk beluk bisnis,” ungkapnya.

Tidak hanya berbagi pengalaman bisnis, keberadaan tempat tersebut kata Yusuf bisa menjadi tempat untuk mengetahui banyak hal tentang aspek legalitas, proses bisnis, pemasaran, “Hingga liku – liku perbankan untuk permodalan,” jelasnya.

Yusuf juga menandaskan pasar wisata Jogorogo ini nantinya akan menjadi penopang destinasi wisata di wilayah Kene Bejo ((Kendal, Sine, Ngrambe, Jogorogo), “Dimana wilayah ini tersebar wisata andalan Kabupaten Ngawi,” lanjutnya.

Bupati Ngawi dalam sambutannya mengatakan bahwa pasar yang diresmikan ini akan tetap menjadi pasar tradisional, hanya saja tampilannya lebih dibuat modern, “Dengan tampilan warna yang menarik, masyarakat akan tertarik datang ke pasar – pasar ini,” katanya. Dan, untuk pasar Jogorogo, Budi Sulistyono menyampaikan akan dijadikan pasar wisata, terutama bagi pengunjung di Srambang.

Terkait Rumah Kemasan Bupati Ngawi menambahkan packaging menjadi daya tarik pertama konsumen ketika membeli, “Dengan adanya Rumah Kemasan ini, saya berharap kualitas produksi yang bagus akan didukung dengan kemasan yang menarik, sehingga produk tersebut semakin meningkatkan nilainya,” katanya.

Saat ini menurut Budi Sulistyono orientasi pada kebutuhan masyarakat menjadi hal utama dalam menghasilkan sebuah produk sehingga bisa laku dijual, “Kita tidak hanya jago produksi tapi juga memasarkannya. Dan, kita juga harus terus selami apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Peresmian ini dilakukan Bupati Ngawi secara simbolis dengan menandatangani prasasti dan pemotongan pita bersama Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Komisi II DPRD Ngawi, pejabat lingkup Pemkab Ngawi, Camat se Kab. Ngawi. (allteam/kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares
1 2 3 8
Go to Top