Category archive

Traveling

Usung Konsep Jadul dan Seni Tradisi, Pasar Purba Trinil Art Resmi Dibuka

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Kulineria/Pemerintahan 460 views

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meresmikan Pasar Purba Trinil Art di kawasan Museum Trinil, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Jumat (24/7/2026) malam. Kehadiran ruang ekonomi kreatif berbasis budaya dan sejarah tersebut diharapkan menjadi penggerak baru perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik wisata situs purbakala Trinil.

Inisiatif tersebut lahir dari kolaborasi Pemerintah Desa Kawu, Karang Taruna, Sanggar Kertonegoro, dan LSM Galang. Konsep yang diusung memadukan suasana pasar tradisional dengan beragam pertunjukan seni dan budaya sebagai atraksi bagi pengunjung.

Dalam sambutannya, Antok menegaskan pentingnya memaksimalkan pemanfaatan kawasan Museum Trinil agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Menurutnya, pelimpahan pengelolaan museum dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi membuka peluang yang lebih luas untuk pengembangan kawasan.

“Museum Trinil ini adalah aset yang sangat luar biasa. Dulu merupakan aset kementerian, namun sekarang telah dilimpahkan ke Kabupaten Ngawi. Hal ini membuat kita lebih leluasa untuk mengelola aset, gedung, hingga tanah di sini agar kemanfaatannya semakin dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai geliat ekonomi kreatif yang tumbuh di sejumlah wilayah Ngawi telah menciptakan berbagai pusat aktivitas masyarakat pada akhir pekan. Karena itu, keberadaan Pasar Purba Trinil Art diharapkan mampu menambah pilihan destinasi sekaligus memperkuat perputaran ekonomi daerah.

“Hampir setiap Sabtu dan Minggu, titik-titik ekonomi di Ngawi sudah penuh. Mulai dari Minggu Legi di Tawun hingga Minggu Pahing di Alun-alun. Kami berharap Pasar Purba ini menjadi magnet ekonomi baru yang mampu menarik pengunjung, baik dari lokal maupun luar Ngawi,” katanya.

Selain mendorong aktivitas ekonomi, pengembangan kawasan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat upaya pelestarian sejarah. Melalui pertunjukan seni, tradisi, dan budaya yang ditampilkan, masyarakat diharapkan semakin mengenal nilai penting Museum Trinil sebagai lokasi penemuan fosil manusia purba yang mendunia.

“Satu-satunya di dunia untuk konteks penemuan Pithecanthropus erectus ya hanya di Trinil ini. Kita harus uri-uri (lestarikan) melalui berbagai macam seni, tradisi, dan budaya sebagai daya tarik pendukung,” tegasnya.

Peresmian Pasar Purba Trinil Art turut dihadiri jajaran pejabat daerah, anggota DPRD Kabupaten Ngawi, serta perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Pemerintah Kabupaten Ngawi menyatakan akan terus memberikan dukungan melalui dinas terkait agar pengelolaan potensi lokal berbasis sejarah dan budaya dapat berkembang secara berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Girikerto Tourism & Culture Day Dongkrak Ekonomi Kreatif dan Potensi Wisata Lokal

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Kulineria/Pemerintahan/Traveling/Wisata Ngawi 892 views

Pengembangan wisata berbasis kolaborasi terus didorong sebagai upaya memperkuat ekonomi kreatif dan mengoptimalkan potensi wisata lokal. Hal itu tercermin dalam gelaran Girikerto Tourism & Culture Day yang berlangsung di Pasar Tradisional Jajal Wae, kawasan wisata Sumber Koso, Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Minggu (31/5/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Ngawi Wiwien Purwaningsih.

Dalam kesempatan tersebut, Ony Anwar mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan kalangan pemuda dalam mengembangkan desa wisata berbasis potensi lokal.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat promosi wisata sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Ini adalah kolaborasi yang sangat baik. Pokdarwis dan BUMDes telah merintis kegiatan ekonomi kerakyatan melalui desa wisata selama beberapa tahun terakhir. Kini semangat itu dipadukan dengan inovasi pemuda yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan wisata edukasi yang konsisten dilaksanakan mampu memperluas jangkauan promosi daerah dan menarik kunjungan wisatawan. Dampaknya tidak hanya meningkatkan eksposur destinasi wisata, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat di kawasan lereng Gunung Lawu.

Selain pengembangan wisata, Ony juga menekankan pentingnya legalitas pengelolaan destinasi yang berada di kawasan Perhutani. Pemerintah Kabupaten Ngawi, kata dia, terus mendorong BUMDes maupun Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk menjalin kerja sama resmi guna memberikan kepastian hukum dalam pengelolaan wisata.

“Kami mendorong setiap kegiatan wisata di lahan Perhutani dilakukan melalui skema kemitraan yang resmi agar memiliki payung hukum yang jelas dan dapat berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ony turut mendorong pengembangan pasar tradisional berbasis tematik sebagai upaya memperkuat identitas destinasi wisata di setiap wilayah. Menurutnya, konsep tematik dapat menciptakan daya tarik tersendiri sekaligus menghindarkan pasar tradisional dari tren sesaat.

Pasar Tradisional Jajal Wae di Girikerto, misalnya, diarahkan untuk menonjolkan komoditas buah-buahan, sayuran segar, serta jajanan khas lokal. Sementara daerah lain didorong mengembangkan tema yang berbeda sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing.

Melalui penguatan kolaborasi, legalitas pengelolaan, dan pengembangan pasar tematik, Pemerintah Kabupaten Ngawi optimistis sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan terus tumbuh serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Wisata Pasar Jadul Dung Manik, Sentra Budaya dan Ruang Ekonomi Kreatif Masyarakat

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Kulineria/Pemerintahan/Wisata Ngawi 777 views

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengunjungi Pasar Jadul Dung Manik di Dusun Winong, Desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar, Minggu (10/5/2026). Pasar tradisional yang digelar setiap Minggu Pon dan Minggu Pahing tersebut dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus ruang pelestarian budaya masyarakat.

Dalam kunjungannya, Ony mengapresiasi konsistensi panitia dan masyarakat dalam mengembangkan pasar berbasis ekonomi kreatif dan budaya lokal tersebut. Menurutnya, keberadaan Pasar Jadul Dung Manik memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, mulai dari pelaku UMKM, juru parkir, hingga seniman dan budayawan yang turut terlibat dalam aktivitas pasar.

“Dengan adanya Pasar Jadul ini, kegiatan UMKM dan ekonomi kerakyatan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Kemanfaatannya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” ujar Ony.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk mendukung keberlangsungan Pasar Jadul Dung Manik melalui penyediaan sarana dan prasarana penunjang agar pasar tetap eksis dan terus berkembang.

Selain dukungan fasilitas, Ony meminta panitia terus berinovasi dengan menghadirkan konsep tematik dan ciri khas tersendiri agar mampu menarik minat masyarakat untuk terus berkunjung.

“Pasar Jadul harus punya tema dan karakter sendiri supaya menarik dan terus berkembang,” katanya.

Menurut Ony, keberadaan pasar tradisional seperti Pasar Jadul Dung Manik tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga menjadi sarana memperkuat budaya gotong royong dan kerukunan masyarakat di tengah berbagai dinamika persoalan nasional maupun global.

Kunjungan tersebut disambut antusias warga dan pengunjung yang memadati area Pasar Jadul Dung Manik sejak pagi hari.

Melalui inovasi dan dukungan berbagai pihak, Pasar Jadul Dung Manik diharapkan terus berkembang sebagai ruang ekonomi kreatif yang mampu memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus melestarikan budaya lokal masyarakat Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Kentasimi Dorong Ekonomi Lokal dan Promosi Wisata Berbasis Komunitas

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Peristiwa/Traveling/Wisata Ngawi 637 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat promosi wisata berbasis komunitas melalui gelaran Peken Kreatif Gravitasi Bumi (Kentasimi) di Bumi Perkemahan Seloondo, Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Minggu (23/11/2025). Kegiatan diawali dengan jalan sehat dan dibuka langsung Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko (Antok).

Dalam sambutannya, Antok mengapresiasi peran warga, Karang Taruna, Bumdes, Pokdarwis, dan pemerintah desa yang kembali menghidupkan agenda wisata khas Seloondo. Kentasimi diharapkan dapat terselenggara rutin setiap Minggu Wage sebagai ruang kreatif dan wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Antok juga menekankan pentingnya menghubungkan event-event desa di berbagai wilayah sebagai bagian dari kalender wisata terintegrasi Kabupaten Ngawi.

“Kita koneksikan pariwisata dan UMKM untuk menciptakan simpul-simpul ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain pasar kreatif, kegiatan turut menghadirkan Mlaku Bareng dengan doorprize kolaboratif dari perangkat daerah, perbankan, dan mitra swasta. Pemkab Ngawi juga membuka layanan publik terpadu, meliputi cek kesehatan gratis, layanan administrasi kependudukan, perizinan, hingga perpustakaan keliling.

Layanan keliling ini memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Ngrayudan dan sekitarnya, sekaligus mendekatkan pemerintah pada kebutuhan warga desa. Wakil Bupati turut mengapresiasi kontribusi komunitas dan pegiat media sosial yang membantu memperluas jangkauan promosi wisata.

Kegiatan berlangsung meriah dengan partisipasi aktif masyarakat. Kentasimi menjadi langkah nyata Pemkab Ngawi dalam membangun ekosistem wisata berbasis komunitas, mendorong pertumbuhan UMKM, dan memperkuat ekonomi lokal.

Sebar dan Bagikan :

Shares
1 2 3 9
Go to Top