Banner

BOACF 2019, Kolaborasi Kearifan Lokal dan Modern

di %s Seni Budaya 69 views

Tahun ini Bumi Orek – Orek Art & Culture Festival (BOACF) digelar Pemerintah Kabupaten Ngawi di Sendang Tawun, Kecamatan Kasreman, Sabtu (7/12).

BOACF 2019 yang bertajuk Kidung Guyub Negeri Ngawi Ramah menampilkan serangkaian pertujukan yang memadukan antara seni tradisi yang ada di Kabupaten Ngawi yang dikemas secara modern hasil kolaborasi antara seniman lokal dan nasional.

Selain itu, yang di sutradarai Agus Noor ini juga dimeriahkan beberapa artis ibukota seperti Sruti Respati, Gondrong Gunarto, Danang Pamungkas, Danny Cak Nan, Sahita, Santoso Wibowo, dan Encik Krisna.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono selain memberikan apresiasinya juga berharap acara kali ini tidak kalah menariknya dari tahun lalu. ini luar biasa, “Ini sangat luar biasa, Tawun disulap menjadi tempat pertunjukan yang sangat menarik,” katanya.

Bupati juga mengungkapkan gelaran event ini bisa menjadi batu loncatan bagi talenta baru yang ada di Ngawi untuk dilihat potensinya, “Moment seperti ini akan harus kita munculkan terus menerus, agar mereka memiliki kesempatan untuk berada di panggung sehingga bisa meningkat ke ajang lebih tinggi,” jelasnya.

Budi Sulistyono menyampaikan alasan bahwa pelaksanaan tahun ini di Tawun adalah sebagai upaya Pemkab Ngawi untuk lebih mengenalkan potensi wisata yang terkenal akan tradisi Keduk Beji serta tempat Pasar Jadul ini. “Tempat wisata menjadi target kita selain talenta – talenta ini. Tetapi juga kita booming-kan tempatnya,” lanjutnya.

Menurutnya, keberdaaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa Tawun sangat berperan dalam acara tahunan ini. Bupati mengharap Pokdarwis lainnya, yang hadir, dapat melihat gelaran ini serta mengambil ide kreatifnya untuk dikembangkan lebih lanjut di destinasi wisata yang ada diwilayahnya masing – masing. “Pokdarwis kita kembangkan terus untuk memiliki kreatifitas dan inovasi sehingga mempu mengembangkan daerahnya,” tegasnya.

Tawun menurut, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Raden Rudi Sulisdiana menjadi lokasi event ini karena baru mendapatkan penetapan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun ini. “Kita ingin destinasi wisata Ngawi itu lebih dikenal diseluruh pelosok nusantara, tahun kemaren di Benteng Pendem , dan tahun ini kita coba Tawun yang nantinya akan bisa diakui oleh seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Di kesempatan ini Bupati juga memberikan penghargaan Maestro Seni Ngawi bagi seniman Ngawi yang mampu mengangkat Ngawi dikancah nasional diantaranya kepada Gondrong Gunarto dan Danny Caknan. (allteam/kominfo)

PABBSI Cabang Ngawi gelar Kejurprov Jatim 2019

di %s Olahraga 63 views

Persatuan Angkat Berat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Cabang Ngawi gelar Kejuraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur merebutkan Piala Bupati Ngawi 2019 di GOR Bung Hatta, Sabtu (7/12).

Lebih dari 100 atlet yang  berasal dari berbagai daerah di Jatim berlaga di kejuaraan ini. Untuk cabang angkat besi putri yang dipertandingkan mulai kelas 49 kg – 71  kg, dan putra dari 55 kg sampai 67 kg kelas ini juga berlaku untuk kelas angkat berat. Sementara body contest atau Binaraga di  pertandingkan kelas 60 kg hingga 80 kg.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono didampingi Ketua PABBSI Jatim, Jeffry Togore bersama Ketua Pengcab PABBSI Ngawi, Peggy Yudho Subekti dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ngawi, Rahmad Suprasono membuka Kejurprov ini.

Menurut Bupati, olahraga yang dipertandingkan dalam kejuaraan ini di Kabupaten Ngawi masih minoritas sehingga perlu ada pengenalan, salah satunya dengan event seperti ini. “Dan harapannya ini akan mengangkat atltet – atlet baru yang ada di kabupaten Ngawi,” katanya.

Sementara itu Peggy Yudho Subekti mengatakan dalam pembinaan serta mempersiapkan atlet profesional diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Sebab cabor ini masih belum familiar dikalangan masyarakat Ngawi, “Makanya kita juga bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, juga fitness center yang tersebar di beberapa tempat untuk pembinaan bibit atlit yunior,” ujarnya.

Peggy mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama PABBSI Ngawi akan memfasilitasi keperluan atlit untuk menciptakan atlit berkualitas serta professional. “Atlit yang yunior dan bersungguh sungguh masuk  di PABBSI, akan kita fasilitasi pertama dengan pelatih, kemudian menggunakan peralatannya secara rutin dan gratis,” lanjutnya.  

Ketua PABBSI Ngawi menandaskan angkat besi merupakan olahraga yang cocok dan menjanjikan untuk digeluti, pasalnya beberapa tahun terakhir, cabor ini banyak meraih penghargaan diberbagai kejuaraan, “Kita akan motivasi untuk menjadi atlit terutama di angkat besi dan angkat berat di skala nasional ataupun internasional, dan berdaya saing,” tuturnya. (nf/kominfo)

Go to Top