Banner

Sentra Kerajinan Bonggol Jati

di %s Wisata Ngawi 32 views

Kerajinan yang unik dan mempesona merupakan kesan yang tercipta dan kerajinan gembol kayu jati. Dengan bahan baku berasal dari tonggak kayu jati yang telah tua umurnya dan termakan oleh binatang perusak kayu serta didukung oleh tekstur akar-akar yang berliukkan menjadikan tonggak kayu jati ini semakin unik.

Oleh para pengrajin gembol kayu jati ini diubah menjadi barang bernilai seni tinggi yang banyak diminati oleh kolektor benda antik baik dalam maupun luar negeri. Dengan menyesuaikan bentuk tekstur kayu yang ada maka ukirlah berbagai macam bentuk flora dan fauna yang banyak terdapat di hutan  tropis nusantara. Pangsa pasar yang telah dijangkau untuk produk gembol kayu jati adalah kota-kota besar di pulau Jawa seperti Surabaya, Solo, Jogjakarta, Semarang, Bandung, Jakarta hingga ke pulau Bali. Sentra kerajinan gembol jati berada dikecamatan Ngawi, Bringin, Widodaren dan Mantingan.

 

Kerajinan Limbah Kayu Jati

Disamping kerajinan gembol kayu jati di Kabupaten Ngawi terdapat juga kerajinan limbah kayu jati. Sama seperti kerajinan gembol, kerajinan ini juga memanfaatkan kayu jati sebagai bahan utamanya. Kayu jati yang dipergunakan adalah limbah atau hasil yang tidak terpakai yang berasal dari penebangan kayu jati baik dari akar maupun dari batang pohon jati yang biasanya hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar oleh masyarakat. Limbah kayu jati yang ada oleh sentuhan seni tinggi dari seorang seniman bernama Subiyanto diubah menjadi produk kerajinan yang unik dan bernuansa primitif dengan mengambil bentuk seperti lemari,  tas kayu, tempat payung, ember, dll. Karena nilai artistiknya produk ini banyak dinikmati para kolektor benda-benda antik  baik  dalam maupun luar negeri. Untuk pasar ekspor negara-negara yang telah dijangkau adalah Jepang, Spanyol, Belanda dan Perancis.

Sentra kerajinan limbah kayu jati ini terletak di Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan Ngawi atau tepatnya di Caniffa Gallery yang dipimpin langsung oleh Saudara Subiyanto

 

 

 

Orbitasi :

  1. Lokasi obyek wisata ini terletak di Km 16   jalan raya antara Ngawi – Solo.

Museum Trinil

di %s Wisata Ngawi 46 views

Museum tempat penyimpanan fosil  manusia kera berjalan tegak atau yang dikenal dengan Phitecantropus Erectus yang ditemukan oleh Dubois pada tahun 1981 sampai dengan tahun 1892. Selain itu disitus ini juga ditemukan fosil banteng dan gajah purba yang sangat berguna bagi penelitian dan pendidikan khususnya dibidang sejarah kepurbakalaan.

Museum Trinil terletak di Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar + 13 km kearah kota Ngawi dan dapat dicapai dengan segala jenis kendaraan bermotor.

Fasilitas yang ada adalah :

– Museum dan Pendopo peristirahatan

– Tempat cenderamata (souvenir)

– Diorama fosil purbakala lengkap dengan identitas dan dekskripsinya

– Mushola dan arena bermain anak

– Bumi perkemahan

– Toilet dan kamar mandi.

 

 

Orbitasi :

  1. Dengan ruas jalan Kabupaten Kota Kecamatan Kedunggalar 7 Km

2    Dengan ruas jalan Provinsi antara Ngawi Solo Km 13

3    Dengan Kota Ngawi 13 Km

Go to Top