Banner

Longsor, Puluhan Rumah Rusak Parah

di %s Berita 17 views

Hujan yang di barengi dengan angin kencang yang seharian melanda Kabupaten Ngawi, menyebabkan puluhan rumah dan dua rumah rusak berat akibat reruntuhan batu dan tanah serta banyaknya pohon tumbang, menyebabkan aktivitas warga terganggu.

Seperti yang terjadi di Dusun Ngledok, Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sebanyak puluhan rumah warga rusak ringan dan dua rumah rusak berat milik sunarko dan supriyono.

Kejadian tersbeut terjadi pada malam hari, dimana semua warga sedang asik berada di dalam rumah, karena cuaca waktu itu sedang hujang deras dan di barengi angin kencang, dan tiba-tiba terdengar suara gemuruh menyapu rumah mereka.

Menurut Sunarko saat ditemui di TKP mengatakan,” Bahwa Dirinya mendengar ada suara gemuruh di belakang rumahnya dan waktu itu anaknya sedang menanak nasi, dan tiba-tiba anaknya minta tolong, akhirnya dirinya melakukan pertolongan, untung tidak terjadi korban namun hanya sekedar lecet2 akibat terbentur batu,” ungkapnya.(17/01/11).

Sementara dengan kejadian bencana longsor, hinmgga saat ini belum teridentifikasi keseluruhan kerusakan rumah warga dan kerugian meteriilnya, namun warga hanya berharap agar pemerintah setempat segera memberikan bantuan.(Pan)

Polisi Lamban, Warga Luruk PTPN Tretes

di %s Berita 34 views

Ratusan warga desa Jagir, Kecamatan Sine, kabupaten Ngawi, meluruk kantor PTPN karet VII cabang Ngawi, terkait dengan adanya dugaan pembunuhan yang dilakukan karyawan kantor tersebut terhadap korban Waluyo,37, warga Desa Jagir, Kecamatan Sine, tiga minggu yang lalu, karena kasus pencurian kayu rencek,korban harus dianiaya hingga tewas, itu terlihat dari hasil visum pihak rumah sakit dr soeroto Ngawi.

Kedatangan ratusan warga tersbeut dipicu lantaran, polisi hingga saat ini dinilai lamban dalam menangani kasus pembunuhan yang terjadi terhadap Waluyo, padahal sudah jelas-jelas Waluyo meninggal di lokasi kebun karet milik PTPN Tretes VII dengan kondisi yang mengenaskan, hingga ratusan warga meminta pertanggungan jawab pihak PTPN untuk secepatnya menunjukkan pelaku pembunuhan tersbeut.

Hingga ratusan warga tersbeut merasa kecewa dan membakar ban di halaman kantor tersbeut karena hingga sampai saat ini belum ada titik temu dan pengungkapan kasus pembunuhan.
Salah Satu Warga Hanafi,35, saat ditemui di lokasi oleh wartawan mengatakan,”Pihaknya merasa kesal dan kecewa dengan penegakan hukum yang dilakukan polisi, saat ini belum ada pelaku yang ditetapkan menjadi tersangka, sepertinya kasus tersbeut merasa ditutup-tutupi, jangan mentang-mentang perusahaan milik negara,” Ungkapnya. (14/01/11).

Ditambahkan ,”Pihaknya akan meneruskan kasus ini ke komnas HAM dan Kompolnas serta akan dan membawa massa yang lebih banyak, apabila polisi tidak secepatnya menagkap pelaku,” Tambah Hanafi.

Selain itu, dari hasil pertemuan antara warga dan pihak PTPN tretes tidak menemukan titik temu, warga merasa kecewa dan pulang, namun mereka tidak langsung pulang melainkan mendatangi rumah dua orang mandor yang diduga terlibat sebagai pelaku pembunuhan, warga meluapkan emosinya dengan merusak pot dan merusak sangkar burung, dikarenakan kedua mandor tersbeut tidak ada di rumah.(Pan).

Go to Top