Banner

Mandi Lumpur Ramai-Ramai

di %s Berita/Informasi 91 views

NGAWI-Ritual tahunan bersih desa kembali digelar warga Tawun,Kecamatan Kasreman.Tradisi yang dipusatkan di sendang desa setempat itu berlangsung menarik.Warga mandi lumpur ramai-ramai di areal beji-begitu masyarakat sekitar menyebutnya.
Pasir yang diambil dari dasar beji digosok-gosokkan ke bagian muka,tangan dan kaki.Mitosnya,mandi lumpur yang dibarengi dengan menguras sendang Tawun bisa awet muda dan terhindar dari berbagai penyakit kulit.”Warga sudah memercayainya itu.Jadi setiap ada kegiatan keduk beji banyak yang mandi di sendang,”terang Sudir, salah seorang warga.
Sudah tidak bisa dihitung jari,Sudir mengikuti tradisi itu.Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar(SD), pria yang kini sudah berusia 54 tahun tak pernah absen mengikuti ritual mandi lumpur dan bersih-bersih areal sendang.Entah kebetulan atau tidak,selama puluhan tahun Sudir belum pernah mengidap penyakit kulit yang kronis.”Dikembalikan lagi pada orangnya sekarang ini. Percaya atau tidak,kami merasakan keajaiban itu,” ungkapnya.
Mandi lumpur merupakan ritual yang sudah turun temurun.Tradisi adat itu dilakukan pada Selasa kliwon. Untuk bulan tergantung kesepakatan tokoh masyarakat dan perangkat desa.Biasanya,menyesuaikan dengan usai masa panen raya petani.”Sesaji yang dibawa warga kebanyakan juga hasil bumi,”terang Supomo,juru kunci sendang Tawun.
Selain hasil bumi,sesaji yang disiapkan pada keduk beji adalah jajan pasar,nasi,dan bunga beraneka macam. Selain itu,kambing guling yang disantap warga secara beramai-ramai usai tirual.”Ini bentuk rasa sukur warga.Sesaji itu harus dipenuhi,”ucapnya.
Prosesi keduk beji diawali dengan mandi lumpur dan menguras sendang.Setelah itu,giliran juru kunci atau silem yang mengambil peran.Sebelum menyelam ke dasar sendang,tubuhnya dilumuri bedak dan diberi penanda janur di lengan dan kepala.Setelah membakar dupa dan membaca mantra tertentu,dilakukan mbukak sumber.
Yakni,juru kunci diiringi warga menyelam selama beberapa menit ke dasar sendang Tawun.”Puncaknya ya menyelam itu.Tidak sembarang orang bisa melakukannya,”urainya.(radarmadiun.co.cc)

Wisata Spiritual Srigati Berbenah Diri

di %s Berita/Informasi 78 views

Baik sarana dan prasarana mulai di pacu pembangunannya, termasuk jalan akses serta gapura menuju Palenggahan Agung SRIGATI Ngawi. Meski masih dalam tahap awal pengerjaan, Alas ketonggo seluas 4,846m2 ini boleh dibilang mulai memanjakan para wisatwan yang kebanyakan berasal dari luar kota bahkan hingga luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.

Seperti hari ini (02/10), rombongan turis dari negeri dengan maskot patung singa ini, mendatangi Palenggahan Agung Srigati guna melakukan wisata ritual yang dipimpin langsung oleh Ki Juru Kunci, Marji. lokasi Wisata Ritual alas Ketonggo atau alas Srigati ini sekitar 12 Km dari arah Kota Ngawi tepatnya masuk Dusun Brendil, Desa Babadan Kec. Paron. “Kalau jalan menuju kelokasi serta yang lainnya nanti nampak bagus, maka saya akan berkunjung ke Srigati ini setiap tahun.” Ujar warga Singapura tersebut yang diterjemahkan oleh Pramuwisata (Guide).

Seperti yang diungkap oleh Juru Kunci, Marji bahwa dengan adanya pembangunan serta pembenahan ini, nanti akan mampu menarik perhatian Wisatawan lokal maupun domestik sehingga lebih banyak lagi yang datang. “ Pada hari-hari tertentu, seperti Jumat Pon dan Jumat Legi, apalagi di bulan Sura, masyarakat Jawa berdatangan guna ritual apalagi di bulan Sura.” Jelas Marji dengan nada suara khasnya.

Dapat diceritakan, ketenaran Alas Ketonggo memang sudah melegenda. Konon berbagai peristiwa mistis serta putaran sejarah tanah Jawa banyak berawal dari sini. Palengggahan Agung Srigati juga banyak menyembunyikan berbagai misteri. Diyakini bahwa tempat ini dulunya tempat peristirahatan Prabu Brawijaya V setelah lari dari kerajaan Majapahit lantaran diserbu oleh pasukan Demak dibawah pimpinan R.Patah dan Wali-Sanga (Sembilan Wali penyebar agama Islam di tanah Jawa). Disilnilah Sang Prabu kemudian melepas semua atribut Kebesaran Kerajaan, yang berupa Jubah , Mahkota serta semua benda-benda Pusaka yang kemudian raib.(www.sinarngawi.com)

Go to Top