Perkuat Layanan Kesehatan Mata Inklusif, Pemkab Ngawi Optimalkan Kolaborasi Lewat Program I-SEE

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 216 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat layanan kesehatan mata yang inklusif melalui Program Inclusive System for Effective Eye Care (I-SEE). Komitmen tersebut ditegaskan dalam Diskusi Publik bertajuk Menjamin Keberlanjutan Layanan Kesehatan Mata Inklusif untuk Semua Warga Ngawi yang digelar di Aula Notosuman, Senin (29/6/2026).

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menegaskan, kesehatan mata merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehingga layanan kesehatan harus mampu menjangkau seluruh warga, termasuk kelompok rentan.

“Kalau kita bicara inklusivitas, maka pemerintah daerah harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat marginal, penyandang disabilitas, serta mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, prevalensi gangguan penglihatan di Kabupaten Ngawi yang mencapai sekitar 4,4 persen atau berada di atas rata-rata nasional menjadi tantangan yang harus direspons melalui penguatan upaya promotif, preventif, deteksi dini, hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan mata.

Untuk mendukung keberlanjutan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi juga mendorong percepatan penyusunan Peraturan Bupati sebagai landasan hukum dalam memperkuat kebijakan, perencanaan, dan penganggaran layanan kesehatan mata yang inklusif.

Sementara itu, Direktur Yayasan Paramitra Indonesia, Aisyah, mengatakan Program I-SEE yang berlangsung pada 2024–2027 difokuskan pada penguatan sistem layanan kesehatan mata melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penyediaan alat pemeriksaan dasar di puskesmas, pelatihan kader kesehatan dan guru untuk deteksi dini gangguan penglihatan, serta penguatan sistem rujukan.

“Prevalensi gangguan penglihatan di Jawa Timur masih mencapai 4,4 persen. Penanganannya tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas perangkat daerah dan seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi strategis ini, diharapkan layanan kesehatan mata yang inklusif dapat terus diperkuat sehingga seluruh masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan mata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Inovasi Melesat, AKAR Ngawi 2026 Perkuat Budaya Riset untuk Solusi Pembangunan

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 164 views

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menegaskan pentingnya membangun budaya riset dan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah saat menghadiri Penganugerahan Ajang Kompetisi Inovasi dan Riset (AKAR) Ngawi Tahun 2026 di Gedung Kesenian Ngawi, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang apresiasi bagi para inovator sekaligus mendorong lahirnya berbagai solusi kreatif bagi kemajuan daerah.

Menurut Ony, budaya riset harus terus ditumbuhkan di lingkungan pemerintah maupun masyarakat. Setiap inovasi harus mampu menjawab persoalan, memiliki unsur kebaruan, mudah diterapkan, serta dapat direplikasi sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Siapa pun yang melakukan inovasi harus diberikan apresiasi. Ide dan gagasan adalah anugerah yang luar biasa. Ketika inovasi itu diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, maka manfaatnya akan terus mengalir,” ujar Bupati Ngawi.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah membiasakan budaya menulis, melakukan riset, dan menyusun solusi atas berbagai persoalan. Menurutnya, potensi Kabupaten Ngawi di berbagai sektor perlu terus dioptimalkan melalui inovasi agar mampu menjawab tantangan pembangunan, termasuk di tengah keterbatasan anggaran.

“Setiap permasalahan harus direspons dengan solusi. Kita diberi akal untuk berpikir dan menciptakan inovasi yang bermanfaat. Dengan semangat gotong royong dan kreativitas, saya yakin berbagai tantangan pembangunan dapat kita hadapi bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kabupaten Ngawi, Agus Sutopo, mengatakan AKAR Ngawi menjadi wadah untuk menjaring ide, kreativitas, dan hasil riset yang berdampak bagi penyelenggaraan pemerintahan maupun masyarakat. Tahun ini, kompetisi menghimpun 54 karya inovasi dari perangkat daerah, instansi pendidikan, masyarakat, komunitas, hingga pemerintah desa dalam tujuh kategori.

“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir inovasi yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan pembangunan di Kabupaten Ngawi,” kata Agus.

Selain memberikan penghargaan kepada para inovator, AKAR Ngawi 2026 juga menjadi ajang seleksi untuk menentukan wakil Kabupaten Ngawi pada Ajang Inovasi Jatim Jagad 2026. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi agar setiap gagasan mampu diwujudkan menjadi solusi nyata bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan, adaptif, dan berdaya saing.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Penguatan Koperasi Beras, Kemenkop RI Targetkan Kolaborasi Antar Koperasi di Ngawi

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Pertanian 190 views

Pengembangan usaha berbasis komoditas unggulan menjadi fokus Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI melalui kegiatan fasilitasi penguatan jaringan usaha koperasi komoditas beras se-Kabupaten Ngawi yang digelar di Kurnia Convention Hall, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antarkoperasi sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk beras.

Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop RI, Cecep Setiawan, mengatakan penguatan jaringan usaha koperasi berbasis komoditas padi dan beras dilakukan untuk mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengembangkan usaha berbasis potensi lokal serta memperluas jejaring usaha antarkoperasi.

“Output yang diharapkan adalah terbentuknya jaringan usaha koperasi desa dan kelurahan berbasis komoditas unggulan beras. Sedangkan outcome yang ingin dicapai adalah meningkatnya skala usaha dan terjalinnya kerja sama antar koperasi melalui nota kesepahaman atau letter of intent (LoI),” ujar Cecep.

Ia menambahkan, kolaborasi yang dibangun mencakup aspek produksi, distribusi, hingga pemasaran komoditas padi dan beras. Selain itu, Kemenkop juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah, swasta, dan BUMN.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengajak seluruh insan koperasi untuk kembali optimistis terhadap peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Menurutnya, koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata, khususnya melalui sektor ketahanan pangan.

“Kita harus berpikir jauh ke depan. Bagaimana Ngawi bisa menghasilkan produk beras premium yang memiliki nilai tambah tinggi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang,” kata Ony.

Kegiatan yang diikuti 60 peserta dari 30 koperasi komoditas beras dan KDKMP di Kabupaten Ngawi tersebut berlangsung selama dua hari, 24-25 Juni 2026. Materi yang disampaikan meliputi manajemen usaha koperasi, penerapan teknologi pertanian modern, standarisasi produk, hingga mekanisme penyerapan gabah dan beras oleh Bulog serta ID Food.

Melalui penguatan jaringan usaha ini, diharapkan terbangun sinergi antarkoperasi yang mampu memperkuat ekosistem usaha berbasis komoditas beras secara berkelanjutan dan memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan anggota koperasi maupun masyarakat Kabupaten Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top