Pelantikan Ketua Pengadilan Agama Ngawi Perkuat Sinergi Pelayanan Publik

Sinergi lintas lembaga menjadi kunci memperkuat kolaborasi pelayanan publik di Kabupaten Ngawi dengan dilantiknya Miftahul Huda sebagai Ketua Pengadilan Agama Ngawi Kelas IA. Kegiatan yang dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono tersebut berlangsung di Aula Pengadilan Agama Ngawi, Rabu (1/7/2026), serta turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Ketua Pengadilan Agama se-Koordinator Madiun, perwakilan Pengadilan Agama Bojonegoro, kepala OPD, dan unsur lembaga daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Ngawi menegaskan bahwa sinergi antara Pengadilan Agama Ngawi dan Pemerintah Kabupaten Ngawi telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu wujud kolaborasi tersebut adalah keberhasilan Kabupaten Ngawi meraih penghargaan Terbaik I Kategori Sinergi Penurunan Angka Pernikahan Anak tingkat Provinsi Jawa Timur pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas).
“Kolaborasi yang baik antarinstansi telah menghasilkan berbagai capaian yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Sinergi ini perlu terus diperkuat agar mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Transisi kepemimpinan di Pengadilan Agama Ngawi, lanjut Ony, menjadi momentum untuk semakin memperkuat kolaborasi antarlembaga. Ia meyakini Ketua Pengadilan Agama Ngawi yang baru, Miftahul Huda, mampu melanjutkan sinergi yang telah terbangun sekaligus menghadirkan inovasi yang memperkuat pelayanan publik, penegakan hukum, dan akses keadilan bagi masyarakat.
“Semangat Ngawi RAMAH menjadi landasan bagi kita semua dalam membangun kolaborasi. Pemerintah Kabupaten Ngawi siap mendukung berbagai inovasi dan terobosan yang bertujuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Melalui transisi kepemimpinan ini, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ngawi dan Pengadilan Agama Ngawi diharapkan semakin kuat dalam mendukung penegakan hukum, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang kolaboratif demi kesejahteraan masyarakat.
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ngawi Teguhkan Komitmen Melayani dan Mengabdi untuk Masyarakat

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Ngawi menjadi momentum bagi Polres Ngawi untuk memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan yang diawali dengan upacara peringatan di Kecamatan Bringin, Rabu (1/7/2026), dilanjutkan dengan penyaluran bantuan pendidikan, bantuan sembako, serta peresmian Sumur Bor Presisi di Desa Gandong sebagai upaya memperluas akses air bersih bagi warga.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengapresiasi jajaran Polres Ngawi yang menghadirkan rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara dengan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan Sumur Bor Presisi, penyaluran bantuan sosial, dan bantuan pendidikan mencerminkan komitmen Polres Ngawi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Kami mewakili masyarakat Kabupaten Ngawi mengucapkan terima kasih. Semoga niat baik keluarga besar Polres Ngawi senantiasa dirahmati dan diberkahi oleh Allah SWT,” ujarnya.
Ony menjelaskan, kawasan pegunungan karst di Kabupaten Ngawi, seperti Kecamatan Karanganyar, Pitu, Kasreman, dan Bringin, selama ini menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Namun hingga tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Ngawi telah menuntaskan penanganan kebutuhan air bersih di 42 desa rawan kekeringan melalui pembangunan sumur dalam. Kehadiran Sumur Bor Presisi di Desa Gandong diharapkan semakin melengkapi layanan air bersih di wilayah yang masih membutuhkan.
“Untuk pemenuhan air bersih relatif sudah tertangani, tinggal beberapa titik yang membutuhkan penambahan, dan ini termasuk salah satunya,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama mengatakan, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menunjang kesehatan, kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar peringatan, melainkan kesempatan untuk semakin mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui pelayanan dan aksi nyata.
“Momentum Hari Bhayangkara ke-80 kami maknai bukan hanya sebagai perayaan semata, namun kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Polres Ngawi akan terus memperkuat kemitraan dan sinergi bersama pemerintah daerah, Forkopimda, Forkopimcam, pemerintah desa, serta berbagai pihak. Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat Sumur Bor Presisi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi refleksi bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penegakan keamanan dan ketertiban, tetapi juga lewat pelayanan yang humanis, kolaborasi, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjadi fondasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan berdampak.
Sarat Nilai Budaya dan Tradisi, Ganti Langse Perkuat Jati Diri Bangsa di Era Digital

Menyambut Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668, Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali menggelar tradisi adat Ganti Langse di Palereman Agung Srigati, Desa Pakatan, Senin (29/6/2026) malam. Kegiatan yang dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono didampingi jajaran Forkopimda serta diikuti masyarakat setempat tersebut menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya dan jati diri bangsa di tengah perkembangan era digital.
Dalam sambutannya, Bupati Ony mengapresiasi masyarakat dan para sesepuh yang terus nguri-uri atau melestarikan warisan budaya leluhur. Menurutnya, tradisi yang rutin dilaksanakan setiap 15 Muharram atau saat bulan purnama (bulan ndadari) ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan memiliki esensi filosofis yang mendalam bagi kehidupan.
“Ganti Langse ini adalah lambang hijrah. Setahun yang lalu, jika ada salah dan khilaf, maka pada malam hari ini kita berniat untuk mensucikan hati. Kain yang lama diganti dengan yang baru, yang putih, bersih, dan suci,” ujar Ony.
Ia berharap momentum tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperbaiki diri dan memulai lembaran baru dengan hati yang bersih.
Lebih lanjut, Ony menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk terus mendukung pelestarian budaya dan kesenian sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
“Di era yang serba digital ini, jangan sampai generasi penerus kehilangan arah dan melupakan jati dirinya. Budaya lokal harus menjadi benteng pertahanan karakter bangsa,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penggantian kain langse secara khidmat oleh para juru kunci bersama masyarakat yang memadati kawasan Palereman Agung Srigati. Melalui tradisi yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap nilai-nilai budaya, semangat persatuan, dan keguyuban masyarakat tetap terjaga sebagai fondasi pembangunan daerah yang maju, harmonis, dan berkelanjutan.