Category archive

Pertanian

Ngawi Ikut Panen Raya Serentak, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pertanian 559 views

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Arm Untoro Hariyanto dan jajaran Forkopimda mengikuti panen raya serentak di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini terhubung secara hybrid dengan panen raya nasional yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” katanya.

Menurut Prabowo, keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung sektor pertanian menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan tiga matra TNI turut mendukung pengembangan komoditas pangan strategis. Pada sektor tebu, TNI AU mendampingi lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi 18,386 juta ton atau 45,05 persen dari target produksi gula nasional 2026.

“TNI AL mendampingi pengembangan kedelai di lahan seluas 2.432 hektare, sedangkan TNI AD mendampingi panen padi seluas 479.659 hektare pada Juli 2026,” ujarnya.

Agus menambahkan, pendampingan panen padi sejak Januari hingga Juni 2026 mencakup lahan seluas 6,26 juta hektare dan menghasilkan sekitar 19,2 juta ton beras atau 55,24 persen dari target produksi beras nasional tahun ini.

Partisipasi Kabupaten Ngawi dalam panen raya serentak tersebut menunjukkan dukungan daerah terhadap program swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Penguatan Koperasi Beras, Kemenkop RI Targetkan Kolaborasi Antar Koperasi di Ngawi

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Pertanian 189 views

Pengembangan usaha berbasis komoditas unggulan menjadi fokus Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI melalui kegiatan fasilitasi penguatan jaringan usaha koperasi komoditas beras se-Kabupaten Ngawi yang digelar di Kurnia Convention Hall, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antarkoperasi sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk beras.

Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop RI, Cecep Setiawan, mengatakan penguatan jaringan usaha koperasi berbasis komoditas padi dan beras dilakukan untuk mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengembangkan usaha berbasis potensi lokal serta memperluas jejaring usaha antarkoperasi.

“Output yang diharapkan adalah terbentuknya jaringan usaha koperasi desa dan kelurahan berbasis komoditas unggulan beras. Sedangkan outcome yang ingin dicapai adalah meningkatnya skala usaha dan terjalinnya kerja sama antar koperasi melalui nota kesepahaman atau letter of intent (LoI),” ujar Cecep.

Ia menambahkan, kolaborasi yang dibangun mencakup aspek produksi, distribusi, hingga pemasaran komoditas padi dan beras. Selain itu, Kemenkop juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah, swasta, dan BUMN.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengajak seluruh insan koperasi untuk kembali optimistis terhadap peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Menurutnya, koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata, khususnya melalui sektor ketahanan pangan.

“Kita harus berpikir jauh ke depan. Bagaimana Ngawi bisa menghasilkan produk beras premium yang memiliki nilai tambah tinggi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang,” kata Ony.

Kegiatan yang diikuti 60 peserta dari 30 koperasi komoditas beras dan KDKMP di Kabupaten Ngawi tersebut berlangsung selama dua hari, 24-25 Juni 2026. Materi yang disampaikan meliputi manajemen usaha koperasi, penerapan teknologi pertanian modern, standarisasi produk, hingga mekanisme penyerapan gabah dan beras oleh Bulog serta ID Food.

Melalui penguatan jaringan usaha ini, diharapkan terbangun sinergi antarkoperasi yang mampu memperkuat ekosistem usaha berbasis komoditas beras secara berkelanjutan dan memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan anggota koperasi maupun masyarakat Kabupaten Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pemkab Ngawi Targetkan 169 Ribu Hektar Panen Padi di 2026

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Pertanian 672 views

Menghadapi tantangan keterbatasan lahan dan anomali cuaca, Pemerintah Kabupaten Ngawi menargetkan luas panen padi mencapai 169.000 hektar pada tahun 2026 melalui peningkatan produktivitas dan intensifikasi pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak se-Provinsi Jawa Timur yang digelar di Desa Gemarang, Kecamatan Widodaren, Kamis (23/4/2026), yang dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko (Antok), perwakilan Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Jawa Timur, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat dan kelompok tani setempat.

Wakil Bupati Ngawi mengatakan bahwa Kementerian Pertanian telah menetapkan target luas panen tersebut, sementara luas baku sawah di Kabupaten Ngawi saat ini hanya sekitar 49.000 hektar.

“Untuk mencapai target tersebut, kami menyiapkan strategi peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga 2,8 serta peningkatan produktivitas gabah per hektar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemkab Ngawi juga mendorong percepatan masa tanam serta penguatan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan untuk mengoptimalkan capaian produksi tanpa perluasan lahan secara signifikan.

Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi anomali cuaca El Nino yang diprediksi mencapai puncak pada Juli–Agustus, melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan dan optimalisasi program Electricity for Farming (E-Farm) dengan penggunaan sumur submersible di titik-titik kritis.

Perhatian juga diberikan pada lahan pertanian yang bergantung pada sumber air waduk seperti Waduk Sangiran dan Waduk Pondok, mengingat ketergantungan terhadap curah hujan cukup tinggi.

“Tujuan utama kami adalah meminimalisir risiko gagal panen sehingga kesejahteraan petani tetap terjaga dan target pangan nasional dapat tercapai,” tegasnya.

Dengan berbagai strategi tersebut, Pemkab Ngawi optimistis target luas panen padi 2026 dapat tercapai sekaligus memperkuat peran daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Perkuat Sinergi Antar Daerah, Pemkab Ngawi–Pemkab Pacitan Perluas Kerja Sama Lintas Sektor Strategis

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Pertanian 650 views

Dalam rangka memperkuat sinergi antar daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, Pemerintah Kabupaten Pacitan melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Ngawi selama dua hari, Selasa–Rabu (7–8/4/2026). Kunjungan tersebut menghasilkan kesepakatan perluasan kerja sama di sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan.

Rombongan yang dipimpin Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, disambut langsung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Sekretaris Daerah Mokh. Sodiq Triwidiyanto, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Agro Techno Park (ATP) Ngrambe. Pertemuan ini menjadi sarana penguatan silaturahmi antar daerah sekaligus forum berbagi praktik terbaik serta penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) pada sejumlah sektor strategis.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. “Kami fokus pada pengembangan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan. Saat ini, luasan lahan organik dan semi-organik di Ngawi terus meningkat guna menjaga kualitas tanah dan produktivitas hasil panen,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Ngawi berhasil mempertahankan predikat sebagai penghasil padi tertinggi nasional selama tiga tahun terakhir. Capaian tersebut didukung oleh kemandirian petani dalam pengelolaan sumber daya air melalui 23.000 titik sumur submersible.

Selain itu, modernisasi pertanian terus diperkuat melalui penerapan sistem Electricity for Farming pada 17.500 titik sumur dalam guna meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas. “Kami siap berbagi pengalaman terkait digitalisasi pertanian dan manajemen air agar dapat diadaptasi di daerah lain,” kata Ony.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi capaian sektor pertanian Kabupaten Ngawi yang dinilai maju dan terintegrasi. Ia menyebut kunjungan ini sebagai langkah strategis untuk mengadopsi pola pengelolaan pertanian yang efektif. “Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk mempelajari tata kelola pertanian serta upaya peningkatan indeks pertanaman yang efektif di Ngawi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kolaborasi sektor pertanian dan perikanan diharapkan mampu memperluas akses pasar sekaligus memperkuat stabilitas pasokan pangan di wilayah Jawa Timur bagian barat. “Jika Ngawi memiliki hamparan sawah yang luas, Pacitan memiliki kekayaan laut yang melimpah. Sinergi ini akan menjadi kekuatan baru bagi pertumbuhan ekonomi di kedua daerah,” pungkasnya.

Selama kunjungan, rombongan juga melakukan peninjauan lapangan ke area petik melon dan fasilitas laboratorium di Agro Techno Park sebagai bagian dari penguatan pemahaman teknologi pertanian.

Melalui kerja sama ini, kedua pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan daya saing produk lokal, memperkuat peran UMKM dan petani milenial, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares
1 2 3 6
Go to Top