Category archive

Pertanian - page 2

Panen Raya di Ngawi, Bulog Perkuat Target Serapan 4 Juta Ton Beras 2026

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Pertanian 716 views

Sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus strategi percepatan pencapaian target penyerapan 4 juta ton beras pada tahun 2026, Perum Bulog melaksanakan panen raya di Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Sabtu (4/4/2026).

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyampaikan bahwa sektor pertanian di Kabupaten Ngawi terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, produksi padi mencapai 772.571 ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Keunggulan Ngawi terletak pada produktivitas yang mencapai 5,99 ton per hektare dan indeks pertanaman 2,59,” ujarnya.

Dengan luas panen 129.013 hektare dan produksi beras sebesar 446.098 ton, Kabupaten Ngawi berkontribusi sekitar 7 persen terhadap produksi padi di Jawa Timur serta menjadi salah satu lumbung pangan utama.

Pada triwulan pertama tahun 2026, produksi padi tercatat sebesar 195.620 ton GKG dengan produktivitas meningkat menjadi 6,04 ton per hektare. Capaian ini menunjukkan konsistensi peningkatan kinerja sektor pertanian di Kabupaten Ngawi.

Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Sekretaris Daerah Mokh Sodiq Triwidiyanto, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, serta para petani setempat.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa kehadiran Bulog di tengah petani bertujuan untuk memastikan harga gabah tetap stabil dan memberikan nilai tambah bagi petani.

“Kami memastikan harga gabah yang diterima petani sesuai, bahkan di atas harga pemerintah. Ini bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas produksi,” jelasnya.

Ia menambahkan, panen raya ini menjadi momentum penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Hingga 3 April 2026, stok beras Bulog telah mencapai 4,4 juta ton.

“Capaian ini menjadi modal kuat menuju swasembada pangan tahun 2026,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Ngawi juga terus mendorong program strategis, salah satunya Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) 2.0 yang ditargetkan mencapai 35.000 hektare pada tahun 2026.

Melalui kegiatan panen raya ini, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani diharapkan semakin diperkuat guna menjaga stabilitas produksi serta mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Desa Sukowiyono Punya Magnet Baru, Mandala Farm Hadirkan Wisata Petik Melon Premium

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Pertanian 1,081 views

Inovasi wisata berbasis pertanian mulai berkembang di Kabupaten Ngawi. Melalui peluncuran wisata petik melon premium Mandala Farm di Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Jumat (13/3/2026), diharapkan muncul peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus membuka ruang kreativitas bagi generasi muda di sektor pertanian.

Wisata tersebut diluncurkan oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko atau akrab disapa Antok. Kehadiran wisata petik melon ini dinilai berpotensi menjadi daya tarik baru yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Dalam sambutannya, Antok mengapresiasi pemilik dan tim pengelola Mandala Farm yang dinilai berhasil menghadirkan terobosan inovatif di sektor pertanian. Menurutnya, inisiatif tersebut membuktikan bahwa pertanian dapat dikembangkan secara modern dan menarik bagi generasi muda.

“Terima kasih kepada pemilik Mandala Farm dan Pemerintah Desa Sukowiyono yang telah membuka ruang kreativitas dan inovasi bagi pemuda. Pertanian dan pangan saat ini menjadi sektor yang sangat vital, bahkan pemerintah pusat juga menekankan pentingnya kemandirian pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi pertanian turut mengubah pandangan bahwa bertani identik dengan pekerjaan berat di sawah. Melalui inovasi seperti budidaya melon premium dan sistem hidroponik, sektor pertanian dinilai memiliki peluang usaha yang menjanjikan.

Selain dari sisi budidaya, komoditas melon premium juga memiliki potensi pasar yang luas. Menurut Antok, pengaturan masa panen yang tepat, misalnya menjelang momentum Hari Raya Idul Fitri, dapat menjaga nilai jual melon tetap tinggi di pasaran.
Keberadaan wisata petik melon ini juga diharapkan memunculkan dampak ekonomi turunan bagi masyarakat sekitar, mulai dari berkembangnya UMKM, usaha kuliner, hingga layanan parkir bagi pengunjung.

Wisata petik melon premium Mandala Farm sendiri dijadwalkan mulai dibuka untuk masyarakat pada 23 Maret 2026, bertepatan dengan masa panen terbaik sehingga pengunjung dapat merasakan pengalaman memetik melon segar langsung dari kebun.

Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap inovasi pertanian seperti ini terus berkembang sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif sekaligus pengembangan pertanian modern di daerah.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Agroteknologi Desa, Wisata Petik Melon Pelang Kidul Dongkrak Ekonomi Warga

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemdes/Pemerintahan/Pertanian 952 views

Inovasi pertanian berbasis teknologi mulai tumbuh di tingkat desa. Wisata Petik Melon Green House milik BUMDes Mekarsari Ngasem, Desa Pelang Kidul, Kecamatan Kedunggalar, resmi dibuka dan diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi sekaligus edukasi pertanian modern, Rabu (18/2/2026), oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.

Peresmian ditandai dengan panen perdana melon premium hasil budidaya sistem green house berbasis agroteknologi. Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Camat Kedunggalar Arshad Ragandhi, serta tokoh masyarakat setempat. Fasilitas ini menjadi wujud transformasi pertanian desa menuju budidaya modern melalui rekayasa iklim, pengaturan nutrisi, dan irigasi presisi, sehingga menghasilkan buah berkualitas tinggi dengan nilai jual lebih kompetitif.

Dalam sambutannya, Ony mengapresiasi inovasi pemanfaatan Dana Desa yang dinilai produktif dan berdampak ekonomi. Menurutnya, pengembangan green house tidak hanya memperkuat kemandirian pangan hortikultura, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis agrowisata. “Ini contoh nyata desa mampu berinovasi. Dengan sistem green house, kualitas melon lebih premium, nilai jual meningkat, dan pasarnya lebih pasti,” ujarnya.

Ony menekankan konsep wisata petik buah memiliki daya tarik ganda, sebagai rekreasi sekaligus agriedukasi. Ia berharap BUMDes Mekarsari menjaga konsistensi produksi dan manajemen agar kunjungan wisatawan berkelanjutan serta memberi dampak ekonomi langsung bagi warga. Ia menambahkan, sektor pertanian modern memiliki prospek besar bagi generasi muda. “Kita ingin menunjukkan kepada generasi muda bahwa sektor pertanian jika dikelola dengan sentuhan teknologi akan sangat menjanjikan.

Semoga ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Ngawi untuk mengembangkan potensi lokalnya masing-masing,” tambahnya. Kegiatan ditutup dengan peninjauan area green house dan pemetikan melon oleh Bupati Ngawi sebagai tanda dimulainya operasional wisata bagi masyarakat umum.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Bantuan Alsintan Perkuat Mekanisasi dan Transformasi PRLB di Ngawi

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Pertanian 692 views

Transformasi Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) di Kabupaten Ngawi mulai membuahkan hasil. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) bersumber dari APBN 2025 sebagai dukungan atas meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan petani.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyerahkan bantuan tersebut kepada kelompok tani dalam kegiatan yang digelar di UPTD Perbenihan Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Desa Madiasri, Kecamatan Paron, Selasa (20/1/2026).

Ony mengapresiasi para petani atas keberhasilan perubahan pola tanam yang berdampak pada kesuburan lahan dan efisiensi produksi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Ngawi kini berada di kisaran 125 hingga 130, melampaui rata-rata provinsi maupun nasional. Menurutnya, kemandirian pertanian dan mekanisasi mampu menekan biaya produksi sehingga petani memperoleh keuntungan minimal 25 persen.

“NTP 100 itu artinya pas-pasan atau pak-po. Sekarang dengan pertanian ramah lingkungan dan mekanisasi, profesi petani semakin menjanjikan,” ujarnya.

Bantuan Alsintan yang disalurkan meliputi traktor roda empat, traktor roda dua, dan pompa air. Bantuan ini diharapkan mempercepat mekanisasi pertanian sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor agraris.

Bupati Ngawi menegaskan Alsintan harus dikelola secara kolektif oleh kelompok tani dan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Pemerintah daerah akan menarik kembali bantuan yang tidak dirawat atau disalahgunakan untuk dialihkan kepada kelompok lain yang lebih berkomitmen.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Jawa Timur Darmawan Sutanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi Supardi, penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani dan gabungan kelompok tani se-Kabupaten Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top