Category archive

Pemdes

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi Perdesaan

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemdes/Pemerintahan 392 views

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat pembangunan masyarakat yang harmonis, religius, mandiri, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui rangkaian kegiatan di Kecamatan Sine, Sabtu (11/7/2026), Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mendorong penguatan kehidupan sosial-keagamaan, peningkatan literasi digital, serta pengembangan potensi lokal sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan silaturahmi di Masjid Baitul Taqwa, Dusun Garit, Desa Tulakan, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi dan evaluasi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) di Lapangan Kecamatan Sine.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ngawi Setyoningsih, serta pengurus BUMDes dan BUMDesma se-Kabupaten Ngawi.

Dalam arahannya, Ony menyampaikan bahwa pembangunan daerah tetap berpedoman pada prinsip Berdikari yang dicetuskan Bung Karno, yakni berdaulat secara politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Menurutnya, kemandirian merupakan syarat utama untuk mewujudkan kedaulatan daerah. Semakin kecil ketergantungan terhadap pihak lain, semakin besar pula kemampuan daerah dalam menentukan arah pembangunan dan menjalankan idealisme kemajuan.

“Kemandirian adalah syarat mutlak untuk mencapai kedaulatan. Semakin kecil ketergantungan kita kepada pihak ketiga, maka kita akan semakin berdaulat dalam menentukan arah pembangunan dan menjalankan idealisme kemajuan daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ony juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi peran BUMDes dan BUMDesma yang berbasis pada potensi lokal. Ia meminta setiap wilayah mampu mengidentifikasi dan mengembangkan keunggulan yang dimiliki agar menghasilkan nilai tambah serta manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya, pengembangan usaha desa tidak boleh dilakukan tanpa dasar potensi yang jelas. Setiap program harus dibangun berdasarkan kondisi riil wilayah, didukung perencanaan yang matang, serta memperhatikan keberlanjutan rantai pasok agar mampu memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten.

“Setiap wilayah harus jeli melihat potensi lokalnya. Lakukan optimalisasi, tingkatkan nilai tambahnya (value-added), dan yang paling penting adalah menjaga keberlanjutan (sustainability) rantai pasoknya. Jangan sampai ketika permintaan pasar sedang tinggi, kita justru meleset karena barang tidak siap atau belum masa panen, yang akhirnya membuat konsumen kecewa,” tegasnya.

Sebagai motivasi bagi pelaku usaha desa, Ony mencontohkan keberhasilan komoditas dadung atau daun tebu kering asal Ngawi yang berhasil diekspor ke Jepang sebagai pengganti mulsa plastik pada sektor hortikultura. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar internasional apabila memiliki kualitas yang baik dan dikelola secara profesional.

Ia menambahkan, tantangan ke depan tidak hanya terletak pada pemasaran produk, tetapi juga peningkatan kapasitas pengetahuan dan inovasi. Karena itu, BUMDesma DAPM diharapkan mampu menjadi motor penggerak yang mendorong lahirnya produk-produk unggulan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

“Tantangan kita ke depan adalah peningkatan kapasitas keilmuan (knowledge). Kita tidak boleh cepat berpuas diri hanya karena produk sudah laku atau sudah bisa dijual secara online. BUMDesma DAPM harus menjadi motor penggerak yang membawa produk-produk unggulan Ngawi naik kelas, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja dan pengurus usaha desa sebagai bagian dari penguatan aspek sosial-ekonomi masyarakat. Melalui sinergi pengembangan usaha desa dan perlindungan tenaga kerja, Pemerintah Kabupaten Ngawi optimistis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Agroteknologi Desa, Wisata Petik Melon Pelang Kidul Dongkrak Ekonomi Warga

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemdes/Pemerintahan/Pertanian 952 views

Inovasi pertanian berbasis teknologi mulai tumbuh di tingkat desa. Wisata Petik Melon Green House milik BUMDes Mekarsari Ngasem, Desa Pelang Kidul, Kecamatan Kedunggalar, resmi dibuka dan diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi sekaligus edukasi pertanian modern, Rabu (18/2/2026), oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.

Peresmian ditandai dengan panen perdana melon premium hasil budidaya sistem green house berbasis agroteknologi. Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Camat Kedunggalar Arshad Ragandhi, serta tokoh masyarakat setempat. Fasilitas ini menjadi wujud transformasi pertanian desa menuju budidaya modern melalui rekayasa iklim, pengaturan nutrisi, dan irigasi presisi, sehingga menghasilkan buah berkualitas tinggi dengan nilai jual lebih kompetitif.

Dalam sambutannya, Ony mengapresiasi inovasi pemanfaatan Dana Desa yang dinilai produktif dan berdampak ekonomi. Menurutnya, pengembangan green house tidak hanya memperkuat kemandirian pangan hortikultura, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis agrowisata. “Ini contoh nyata desa mampu berinovasi. Dengan sistem green house, kualitas melon lebih premium, nilai jual meningkat, dan pasarnya lebih pasti,” ujarnya.

Ony menekankan konsep wisata petik buah memiliki daya tarik ganda, sebagai rekreasi sekaligus agriedukasi. Ia berharap BUMDes Mekarsari menjaga konsistensi produksi dan manajemen agar kunjungan wisatawan berkelanjutan serta memberi dampak ekonomi langsung bagi warga. Ia menambahkan, sektor pertanian modern memiliki prospek besar bagi generasi muda. “Kita ingin menunjukkan kepada generasi muda bahwa sektor pertanian jika dikelola dengan sentuhan teknologi akan sangat menjanjikan.

Semoga ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Ngawi untuk mengembangkan potensi lokalnya masing-masing,” tambahnya. Kegiatan ditutup dengan peninjauan area green house dan pemetikan melon oleh Bupati Ngawi sebagai tanda dimulainya operasional wisata bagi masyarakat umum.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Bupati Ngawi Dorong BUMDesma Perkuat Ekonomi Riil Kewilayahan

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemdes/Pemerintahan 2,132 views

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menghadiri Gebyar BUMDesma Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Kabupaten Ngawi yang digelar di Halaman Kantor Desa Kendung, Kecamatan Kwadungan, pada Sabtu (19/07/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Ony menekankan pentingnya penguatan peran BUMDesma dalam pengembangan ekonomi riil di masing-masing wilayah. Ia mengajak para pengurus untuk fokus pada pengembangan produk unggulan yang khas dan tidak tumpang tindih dengan kegiatan koperasi lain.
“Kita butuh dua atau tiga kegiatan yang mencerminkan produk unggulan. Tidak perlu memaksakan hal yang tidak relevan. Kembangkan saja apa yang sudah menjadi embrio kuat di wilayah masing-masing agar menjadi ciri khas ekonomi riil di daerah tersebut,” ujar Bupati Ony.

Bupati juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara BUMDesma dengan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih. Menurutnya, kegiatan ekonomi di level kelurahan sudah memiliki petunjuk teknis, sehingga penting untuk menghindari duplikasi kegiatan antara BUMDesma dan koperasi Merah Putih.
“Setiap BUMDesma harus punya identitas yang kuat. Produk-produknya perlu dikurasi agar benar-benar berkualitas. Ketika koperasi Merah Putih hadir, arahannya jelas dari Presiden: penguatan ketahanan pangan dan fasilitasi distribusi barang-barang subsidi seperti beras dan LPG,” tambahnya.

Bupati berharap BUMDesma dapat menjalankan peran yang lebih spesifik, saling melengkapi dengan koperasi yang ada, serta membangun sinergi dan kolaborasi demi kesejahteraan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Kegiatan Gebyar BUMDesma ini menjadi momentum penguatan kelembagaan ekonomi desa sekaligus pengingat pentingnya tata kelola yang tepat dan berkelanjutan dalam pemberdayaan masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Sosialisasi Penyusunan APBDesa Tahun Anggaran 2025, Optimalkan Kemandirian dan Kedaulatan Pangan

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemdes/Pemerintahan 1,743 views

Guna menindaklanjuti strategi pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa di Kabupaten Ngawi, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono membuka sosialisasi penyusunan APBDesa Tahun 2025 di Notosuman Hall, Selasa (21/1/25).

Ony menyampaikan, fokus pengelolaan APBDesa untuk meningkatkan kemandirian pertanian masyarakat untuk mencapai ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan yang saat ini menjadi atensi Presiden RI.

“Selain itu di pemerintahan desa, bersama kita memastikan tidak ada judi online, menaati UU mekanisme penyusunan APBD dengan transparan, akuntabel, dan melibatkan masyarakat sehingga mengoptimalkan perekonomian desa melalui inovasi yang diharapkan meningkatkan kesadaran terhadap kemandirian masyarakat”, katanya.

Untuk itu, Ony menjelaskan pengelolaan anggaran APBDesa bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat terkait pertanian serta transaksi keuangan digital melalui edukasi, juga rutin melaksanakan sosialisasi.

“Pertanian kita harus menjadi soko guru ketahanan pangan dengan mengaktifkan lumbung pangan masing-masing kecamatan dan bekerja sama dengan Bumdesma”, tuturnya.

Turut hadir Sekda Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Kepala Dinas DPMDesa Kabul Tunggul Winarno, perwakilan Polres Ngawi, dan seluruh camat serta kepala desa se-Kabupaten Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top