Category archive

Bakohumas - page 15

Badan Koordinasi Kehumasan di wilayah Kabupaten Ngawi

Inovasi Melesat, AKAR Ngawi 2026 Perkuat Budaya Riset untuk Solusi Pembangunan

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 169 views

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menegaskan pentingnya membangun budaya riset dan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah saat menghadiri Penganugerahan Ajang Kompetisi Inovasi dan Riset (AKAR) Ngawi Tahun 2026 di Gedung Kesenian Ngawi, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang apresiasi bagi para inovator sekaligus mendorong lahirnya berbagai solusi kreatif bagi kemajuan daerah.

Menurut Ony, budaya riset harus terus ditumbuhkan di lingkungan pemerintah maupun masyarakat. Setiap inovasi harus mampu menjawab persoalan, memiliki unsur kebaruan, mudah diterapkan, serta dapat direplikasi sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Siapa pun yang melakukan inovasi harus diberikan apresiasi. Ide dan gagasan adalah anugerah yang luar biasa. Ketika inovasi itu diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, maka manfaatnya akan terus mengalir,” ujar Bupati Ngawi.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah membiasakan budaya menulis, melakukan riset, dan menyusun solusi atas berbagai persoalan. Menurutnya, potensi Kabupaten Ngawi di berbagai sektor perlu terus dioptimalkan melalui inovasi agar mampu menjawab tantangan pembangunan, termasuk di tengah keterbatasan anggaran.

“Setiap permasalahan harus direspons dengan solusi. Kita diberi akal untuk berpikir dan menciptakan inovasi yang bermanfaat. Dengan semangat gotong royong dan kreativitas, saya yakin berbagai tantangan pembangunan dapat kita hadapi bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kabupaten Ngawi, Agus Sutopo, mengatakan AKAR Ngawi menjadi wadah untuk menjaring ide, kreativitas, dan hasil riset yang berdampak bagi penyelenggaraan pemerintahan maupun masyarakat. Tahun ini, kompetisi menghimpun 54 karya inovasi dari perangkat daerah, instansi pendidikan, masyarakat, komunitas, hingga pemerintah desa dalam tujuh kategori.

“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir inovasi yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan pembangunan di Kabupaten Ngawi,” kata Agus.

Selain memberikan penghargaan kepada para inovator, AKAR Ngawi 2026 juga menjadi ajang seleksi untuk menentukan wakil Kabupaten Ngawi pada Ajang Inovasi Jatim Jagad 2026. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi agar setiap gagasan mampu diwujudkan menjadi solusi nyata bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan, adaptif, dan berdaya saing.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Penguatan Koperasi Beras, Kemenkop RI Targetkan Kolaborasi Antar Koperasi di Ngawi

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Pertanian 195 views

Pengembangan usaha berbasis komoditas unggulan menjadi fokus Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI melalui kegiatan fasilitasi penguatan jaringan usaha koperasi komoditas beras se-Kabupaten Ngawi yang digelar di Kurnia Convention Hall, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antarkoperasi sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk beras.

Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop RI, Cecep Setiawan, mengatakan penguatan jaringan usaha koperasi berbasis komoditas padi dan beras dilakukan untuk mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengembangkan usaha berbasis potensi lokal serta memperluas jejaring usaha antarkoperasi.

“Output yang diharapkan adalah terbentuknya jaringan usaha koperasi desa dan kelurahan berbasis komoditas unggulan beras. Sedangkan outcome yang ingin dicapai adalah meningkatnya skala usaha dan terjalinnya kerja sama antar koperasi melalui nota kesepahaman atau letter of intent (LoI),” ujar Cecep.

Ia menambahkan, kolaborasi yang dibangun mencakup aspek produksi, distribusi, hingga pemasaran komoditas padi dan beras. Selain itu, Kemenkop juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah, swasta, dan BUMN.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengajak seluruh insan koperasi untuk kembali optimistis terhadap peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Menurutnya, koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata, khususnya melalui sektor ketahanan pangan.

“Kita harus berpikir jauh ke depan. Bagaimana Ngawi bisa menghasilkan produk beras premium yang memiliki nilai tambah tinggi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang,” kata Ony.

Kegiatan yang diikuti 60 peserta dari 30 koperasi komoditas beras dan KDKMP di Kabupaten Ngawi tersebut berlangsung selama dua hari, 24-25 Juni 2026. Materi yang disampaikan meliputi manajemen usaha koperasi, penerapan teknologi pertanian modern, standarisasi produk, hingga mekanisme penyerapan gabah dan beras oleh Bulog serta ID Food.

Melalui penguatan jaringan usaha ini, diharapkan terbangun sinergi antarkoperasi yang mampu memperkuat ekosistem usaha berbasis komoditas beras secara berkelanjutan dan memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan anggota koperasi maupun masyarakat Kabupaten Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pemkab Ngawi Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 148 views

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menegaskan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai instrumen strategis untuk memetakan potensi ekonomi daerah dan mendukung pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sinergi dan Kolaborasi Membangun Ekonomi Ngawi melalui Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ngawi di Pendopo Wedya Graha, Senin (22/6/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Kepala BPS Kabupaten Ngawi Nasruddin, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, serta perwakilan petugas sensus.

Dalam sambutannya, Antok menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Menurutnya, data yang lengkap dan berkualitas akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian daerah.

“Data yang akurat menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil sensus akan membantu memetakan berbagai potensi usaha, mulai dari sektor UMKM, perdagangan, industri hingga jasa. Karena itu, dukungan seluruh elemen masyarakat diperlukan agar proses pendataan berjalan lancar dan menghasilkan data yang valid.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BPS, dan seluruh pemangku kepentingan, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat dan berkualitas sebagai landasan perumusan kebijakan serta mendorong pembangunan ekonomi Kabupaten Ngawi yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Optimalisasi Desa Sadar Hukum, Pemkab Ngawi Gelar Sosialisasi Paralegal

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Pendidikan 67 views

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam memperkuat akses bantuan hukum dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat melalui Sosialisasi Pembinaan Paralegal bagi pemerintah desa dan kelurahan yang digelar di Aula Notosuman, Kamis (18/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti camat, kepala desa, lurah, serta perwakilan perangkat desa se-Kabupaten Ngawi sebagai upaya mengoptimalkan terwujudnya desa sadar hukum.

Dalam sambutannya, Antok mengatakan pemerintah desa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat, termasuk dalam memberikan pendampingan dan edukasi hukum. Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat umumnya pertama kali disampaikan kepada kepala desa maupun perangkat desa sehingga pemahaman mengenai fungsi paralegal menjadi sangat penting.

“Berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat sering kali pertama kali disampaikan kepada kepala desa maupun perangkat desa. Karena itu, pemahaman mengenai fungsi paralegal menjadi sangat penting,” ujarnya.

Antok menegaskan tidak semua persoalan yang terjadi di masyarakat harus berujung pada proses hukum melalui aparat penegak hukum. Peran paralegal diharapkan dapat mengedepankan penyelesaian sengketa secara nonlitigasi melalui mediasi dan musyawarah sehingga tercipta ketertiban dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Ia juga mengapresiasi keberadaan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang telah terbentuk di seluruh desa di Kabupaten Ngawi. Hingga saat ini, sebanyak 55 desa dan kelurahan telah berstatus Desa Sadar Hukum sebagai wujud meningkatnya komitmen pemerintah desa dalam membangun kesadaran hukum masyarakat melalui edukasi dan fasilitasi hukum.

Sementara itu, Plt. Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Ngawi Hangga Agung Otto Fandian menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman mengenai peran dan fungsi paralegal dalam pemberian bantuan hukum nonlitigasi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan perangkat desa dalam mengidentifikasi persoalan hukum yang dapat diselesaikan melalui pendampingan paralegal.

“Pemberian bantuan hukum diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di desa atau kelurahan secara cepat, tepat, dan berkeadilan,” katanya.

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Negeri Ngawi, Polres Ngawi, dan Organisasi Bantuan Hukum (OBH) PERADI. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap peran paralegal dan Posbakum di tingkat desa semakin optimal sehingga pelayanan hukum dapat diakses lebih mudah, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat kurang mampu, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang sadar hukum dan berkeadilan.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top