Category archive

Bakohumas - page 17

Badan Koordinasi Kehumasan di wilayah Kabupaten Ngawi

Wujud Pelestarian Tradisi, Festival Kampung Budaya Umbul Dungo Perkuat Ekonomi dan Keguyuban Masyarakat

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 982 views

Festival Kampung Budaya Umbul Dungo 2026 berlangsung meriah di Umbul Dungo, Kelurahan Pelem, Selasa (2/6/2026) yang dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko. Kegiatan bertema “Tradisi Luhur Warisan Leluhur, Rukun Guyub Pelem Maju” tersebut menjadi wujud pelestarian tradisi sekaligus sarana memperkuat perekonomian dan keguyuban masyarakat.

Festival yang dihadiri unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan berbagai komunitas budaya tersebut turut menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari bazar kuliner dan UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, bakti sosial, perpustakaan keliling, senam bersama, hingga pagelaran seni budaya.

Dalam sambutannya, Antok mengapresiasi kekompakan masyarakat Kelurahan Pelem yang terus menjaga tradisi dan semangat gotong royong dalam penyelenggaraan festival tahunan tersebut. Menurutnya, Umbul Dungo tahun ini memiliki skala yang lebih besar karena melibatkan lebih banyak unsur masyarakat dan menjadi ruang bersama untuk memperkuat silaturahmi.

“Pemerintah Kabupaten Ngawi mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas keguyuban seluruh komponen masyarakat yang bersama-sama mendukung terselenggaranya Umbul Dungo,” ujarnya.

Ia menilai tradisi seperti Umbul Dungo, bersih desa, nyadran, maupun sedekah bumi merupakan bagian dari warisan leluhur yang perlu terus dijaga. “Kegiatan seperti Umbul Dungo, bersih desa, nyadran, maupun sedekah bumi merupakan wujud nyata upaya masyarakat dalam menjaga nilai-nilai luhur, mempererat silaturahmi, serta memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan,” katanya.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan semangat Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.
Selain menjadi sarana pelestarian tradisi, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga, khususnya pelaku UMKM. Wakil Bupati berharap momentum festival dapat dimanfaatkan untuk memperluas promosi produk lokal mengingat Kelurahan Pelem dikenal sebagai kampung kue.

“Ketika kegiatan semakin besar dan ramai, dampaknya akan semakin luas terhadap perekonomian warga. Momentum seperti ini harus dimanfaatkan untuk memberikan ruang kepada UMKM lokal agar semakin berkembang,” tambahnya.

Ia juga mendorong agar potensi kesenian lokal seperti reog dan wayang krucil terus dijaga dan dikembangkan sebagai identitas daerah. Rangkaian Festival Kampung Budaya Umbul Dungo 2026 ditutup dengan doa bersama, rebutan tumpeng, serta pagelaran wayang krucil yang disambut antusias masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Meriahkan Hari Lahir Pancasila, Kolaborasi Seni Budaya Warnai Festival Budaya Pancasila 2026

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 962 views

Festival Budaya Pancasila berlangsung meriah di kompleks Museum Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Kecamatan Widodaren, Senin (1/6/2026). Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko atau yang akrab disapa Antok tersebut menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya sebagai upaya memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi Kabul Tunggul Winarno, sejumlah kepala OPD terkait, Camat Widodaren Ardiansyah, Camat Kedunggalar Arshad Ragandhi, serta komunitas seni budaya se-Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutannya, Antok mengapresiasi kolaborasi Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Sanggar Kebudayaan Kertonegoro, Festival Kampung Budaya Umbul Dungo, dan berbagai elemen masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, keterlibatan pelaku seni budaya, tokoh agama, dan organisasi kebangsaan mencerminkan semangat persatuan yang menjadi nilai utama Pancasila.

“Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pandangan hidup bangsa dan bintang penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan karena lahir dari jati diri bangsa Indonesia yang beragam,” ujarnya.

Antok menambahkan, pelaksanaan Festival Budaya Pancasila di Museum Dr. Radjiman Wedyodiningrat memiliki makna historis yang kuat mengingat tokoh tersebut merupakan Ketua BPUPKI yang berperan penting dalam proses perumusan dasar negara Indonesia. Karena itu, menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui semangat gotong royong, persatuan, dan pelestarian budaya.

Melalui Festival Budaya Pancasila 2026, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap nilai-nilai Pancasila semakin membumi di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat budaya lokal sebagai perekat persatuan dan identitas bangsa.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pancasila sebagai Jangkar Moral Bangsa, Pemkab Ngawi Optimis Hadapi Tantangan Global

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 918 views

Semangat memperkokoh persatuan dan menghadapi tantangan global mewarnai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman Pendopo Wedya Graha, Senin (1/6/2026). Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko memimpin langsung upacara yang diikuti jajaran Forkopimda, kepala OPD, personel TNI-Polri, ASN, mahasiswa, dan pelajar di Kabupaten Ngawi.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan menjaga persatuan, memperkuat ketahanan bangsa, serta berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Wakil Bupati Ngawi menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan refleksi bersama untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya dalam mempersatukan bangsa Indonesia yang majemuk. Di tengah berbagai tantangan global dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang bersatu dalam keberagaman,” demikian amanat Kepala BPIP yang dibacakan Dwi Rianto Jatmiko.

Lebih lanjut disampaikan, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi landasan Indonesia dalam menjalankan tanggung jawab konstitusional untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia. Hal tersebut tercermin melalui keterlibatan pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), partisipasi aktif dalam berbagai forum internasional, serta komitmen Indonesia dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan di tingkat global.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, masyarakat diharapkan semakin memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi membangun Indonesia yang maju, berdaulat, dan tangguh menghadapi perubahan zaman.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Girikerto Tourism & Culture Day Dongkrak Ekonomi Kreatif dan Potensi Wisata Lokal

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Kulineria/Pemerintahan/Traveling/Wisata Ngawi 898 views

Pengembangan wisata berbasis kolaborasi terus didorong sebagai upaya memperkuat ekonomi kreatif dan mengoptimalkan potensi wisata lokal. Hal itu tercermin dalam gelaran Girikerto Tourism & Culture Day yang berlangsung di Pasar Tradisional Jajal Wae, kawasan wisata Sumber Koso, Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Minggu (31/5/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Ngawi Wiwien Purwaningsih.

Dalam kesempatan tersebut, Ony Anwar mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan kalangan pemuda dalam mengembangkan desa wisata berbasis potensi lokal.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat promosi wisata sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Ini adalah kolaborasi yang sangat baik. Pokdarwis dan BUMDes telah merintis kegiatan ekonomi kerakyatan melalui desa wisata selama beberapa tahun terakhir. Kini semangat itu dipadukan dengan inovasi pemuda yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan wisata edukasi yang konsisten dilaksanakan mampu memperluas jangkauan promosi daerah dan menarik kunjungan wisatawan. Dampaknya tidak hanya meningkatkan eksposur destinasi wisata, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat di kawasan lereng Gunung Lawu.

Selain pengembangan wisata, Ony juga menekankan pentingnya legalitas pengelolaan destinasi yang berada di kawasan Perhutani. Pemerintah Kabupaten Ngawi, kata dia, terus mendorong BUMDes maupun Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk menjalin kerja sama resmi guna memberikan kepastian hukum dalam pengelolaan wisata.

“Kami mendorong setiap kegiatan wisata di lahan Perhutani dilakukan melalui skema kemitraan yang resmi agar memiliki payung hukum yang jelas dan dapat berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ony turut mendorong pengembangan pasar tradisional berbasis tematik sebagai upaya memperkuat identitas destinasi wisata di setiap wilayah. Menurutnya, konsep tematik dapat menciptakan daya tarik tersendiri sekaligus menghindarkan pasar tradisional dari tren sesaat.

Pasar Tradisional Jajal Wae di Girikerto, misalnya, diarahkan untuk menonjolkan komoditas buah-buahan, sayuran segar, serta jajanan khas lokal. Sementara daerah lain didorong mengembangkan tema yang berbeda sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing.

Melalui penguatan kolaborasi, legalitas pengelolaan, dan pengembangan pasar tematik, Pemerintah Kabupaten Ngawi optimistis sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan terus tumbuh serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top