BOACF 2018, Ajang Inovasi dan Kreatifitas Angkat Potensi Ngawi
Masih dalam rangkaian Hari Jadi Ngawi ke 660, Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar Bumi Orek – Orek Art & Culture Festival (BOACF) 2018, selama dua hari berturut – turut, Sabtu – Minggu (14 -15/7) di Benteng Van Den Bosch. Acara ini dimeriahkan beberapa artis ibukota diantaranya Dewa Budjana, Sruti Respati, Gondrong Gunarto, Djaduk Ferianto dan Orkes Sinten Remen.
Acara yang dikemas dalam konser budaya ini dihadiri Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulisyono, Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Djatmiko, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tamu undangan dan masyarakat Ngawi.
BOACF 2018 ini menampilkan hasil inovasi dan kreatifitas dari 19 delegasi Kecamatan se Kabupaten Ngawi. Menariknya, setiap delegasi menampilkan beragam karya seni tradisional yang dilombakan dalam acara ini. Menurut Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono bahwa kegiatan yang digelar ini untuk mengangkat serta mengenalkan potensi Ngawi, yang sebenarnya luar biasa untuk dikembangkan sekaligus dijadikan icon Ngawi, “Hadirnya artis dan pertunjukan seni nasional ini, Saya harapkan Ngawi nantinya akan
bisa go internasional,” kata Bupati dalam sambutannya.
Bupati juga katakan untuk menarik wisatawan ke Ngawi, tidak hanya Pemerintah saja yang berupaya promosikan tapi masyarakat juga harus berperan. “Salah satu tugas kita saat ini adalah menarik wisatawan. Dan, konsentrasi kita di tahun 2019 ini ke pariwisata, disamping melayani masyarakat,” ungkap Bupati.
Budi Sulistyono berkeinginan menjadikan kegiatan ini menjadi agenda tahunan dalam menampilkan kearifan lokal daerah, dengan segala inovasi dan kreatifitas. Sekaligus mampu mengangkat nama Ngawi lebih terkenal lagi bahkan mendunia, termasuk keberadaan Benteng Van Den Bosch ini. Di penguhujung acara, diumumkan pemenang lomba inovasi dan kreatifitas dari 19 Kecamatan. Tampil sebagai juara pertama Kecamatan Sine kategori Kreatif dan Rythem, Juara Kedua diraih Kecamatan Ngrambe Kategori Koreografi Kreatif dan Juara Ketiga diperoleh Kecamatan Ngawi kategori Penampilan Terkreatif, sedangkan Juara Favorit diraih Kecamatan Pangkur.(Kominfo)
Senam Lansia ini memang dirancang khusus bagi lansia dengan gerakan sederhana, yang bertujuan menguatkan metabolisme tubuh sekaligus mencegah datangnya penyakit dan mengurangi penggunaan obat. Pun, Pemerintah Kabupaten Ngawi, mewujudkan kepeduliannya pada masyarakat lansia dan tagline ““Tua Berguna dan Berkualitas” pada Lansia, saat ini membentuk Pos Pelayanan Terpadu Lansia, yang nantinya akan menangani pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan Lansia, disamping mendekatkan dan meningkatkan komunikasi dan peran serta masyarakat dalam pelayanan kesehatan antara masyarakat usia lanjut.
Selain senam lansia, di acara ini Pemkab Ngawi juga melauching Unit Pelayanan Terpadu Bina Masyarakat Menuju Sejahtera dan Mandiri (UPT Bima Sakti yang diprakarsai Dinas Sosial Kabupaten Ngawi. Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Tripujo Handono UPT Bima Sakti adalah suatu pelayanan dengan menggabungkan semua elemen Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang tergabung dalam penanggulangan kemiskinan terpadu, efektif dan efesien. “Jadi ada perumahan kemudian ada kesehatan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemberian modal usaha dan seterusnya. Tidak kalah penting di UPT Bima Sakti ini, juga tersedia segala macam layanan pengaduan maupun keinginan warga untuk memperoleh atau mengakses program kegiatan penanggulangan,” jelas Tripujo Handono Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi
Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar malam tirakatan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke 660 Kabupaten Ngawi, Jumat, (6/7) di di Pendopo Wedya Graha. Acara yang telah menjadi tradisi ini dihadiri oleh Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Djatmiko, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, serta pejabat dilingkup Pemkab Ngawi.
Rakernas tahun ini dikemas dalam bentuk “Apkasi Otonomi Expo 2018 : Trade, Tourism and Investment” dengan tema “Meningkatkan Daya Saing Daerah dalam Merebut Pasar Global. Kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 8 Juli 2018. Diperkirakan jumlah peserta dan pengunjungnya bisa mencapai sekitar 10 ribu orang.