INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Author

Isni Maria - page 68

Isni Maria has 281 articles published.

Harkitnas, Momentum Merajut Persatuan dan Kesatuan

di Berita/Kabar Ngawi oleh

Lahirnya Boedi Oetomo, 20 Mei 1908 menandai kebangkitan bangsa Indonesia meskipun belum menyasar pada ide nasionalisme secara keseluruhan namun semangat untuk bersatu sudah ada. Waktu itu, benih nasionalisme ditandai dengan munculnya kesadaran sebagai bangsa untuk menjadi maju dan berdaulat, serta membebaskan diri dari dari belenggu bangsa lain walaupun konteksnya masih sangat terbatas.

Boedi Oetomo digagas pertama kali oleh dr. Wahidin Sudiro Husodo, dr. Soetomo dan beberapa tokoh lainnya yang beranggotakan kalangan priyayi suku Jawa dan Madura. Menyadari arti penting keberadaan organisasi bagi rakyat, maka pada tahun 1920 Boedi Utomo mulai menerima anggota dari masyarakat biasa, jadilah sebuah organisasi pergerakan rakyat yang mengusung semangat nasionaliasme.

Tahun 2018 ini, tepat Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke 110, Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar upacara peringatan di halaman Pendopo Wedya Graha, Senin (21/5), Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono sebagai pembina upacara. Hadir dalam upacara peringatan Harkitnas ini, Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Djatmiko, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan anggota Kodim 0805 Ngawi.

Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono menyampaikan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara dalam peringatan Harkitnas 2018 ini harus dimaknai sebagai momentum sejarah persatuan dan kesatuan bangsa ini, sebagai upaya penyadaran masyarakat untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang dalam meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh semua pihak. Hal ini sesuai dengan tema Harkitnas tahun ini, yakni membangun sumber daya manusia memperkuat pondasi kebangkitan nasional di era digital.

“Bersatu adalah kunci ketika kita ingin menggapai cita – cita yang sangat mulia. Namun disaat yang sama, tantangan yang maha kuat menghadang di depan. Boedi Utomo memberi contoh bagaimana berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal – usul primordial. Yang akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme menjadi bahan bakar utama kemerdekaan,” katanya. Dan, dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan, agar bangsa ini bangkit bersama untuk kebangsaan Indonesia, ujar Bupati.

Lebih lanjut juga disampaikan bahwa sumber daya alam (SDA) merupakan sumber daya terbatas, sedangkan SDM terfasilitasi dengan kapasitas serta kapabilitas yang luas untuk dikembangkan. Apalagi di era sekarang, dan bukan saatnya untuk berdiam namun jangan buang waktu dan energi fokus pada pengembangan, “ Filosofi sapu lidi juga harus dimaknai secara bijak untuk saling merangkul, jangan sampai tercerai berai karena provokasi. Dan, keberadaan bonus demografi yang menyuguhkan keuntungan harus bisa dimanfaatkan secara produktif,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Menkominfo juga mengingatkan bahwa generasi milennial yang terpapar masifnya perkembangan teknologi dan informasi bisa menjadi peluang sekaligus ancaman. Makanya SDM harus bisa dijadikan dasar sebagai acuan untuk mendatangkan manfaat di era digitalisasi ini, Persatuan dalam memecahkan masalah sangat diperlukan demikian pula dalam konteks menghadapi era digital ini. maka semua harus dala irama  yang sama untuk mendapatkan kebermanfaatan menuju kearah yang lebih baik.

“Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke 110, mari kita maknai peringatan tahun ini dilingkungan masing – masing sesuai dengan lingkup tugas kita, untuk semaksimal mungkin memfasilitasi peningkatan sumber daya manusia, terutama generasi muda yang akan membawa kejayaan bangsa ditahun – tahun mendatang,” kata Bupati sambutan dari Menkominfo. (kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Porprov Jatim VI Tahun 2019, KONI Ngawi Targetkan 8 Medali Emas

di Olahraga oleh

Komite Olahraga Nasional (KONI) Ngawi terus matangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Ke VI Tahun 2019, dengan menggelar rapat koordinasi, bersama seluruh pengurus KONI Ngawi dan 24 Cabang Olahraga (Cabor) di RM. Notosuman Watualang, Selasa (15/5) lalu, dipimpin Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono. Hadir dalam acara ini, Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, dan Ketua KONI Ngawi, Rahmad Suprasono.

Pertemuan kali ini membahas anggaran dan kesiapan atlit di masing- masing cabor untuk menghadapi event yang akan dihelat di 4 Kabupaten ini. Dalam sambutannya Bupati Ngawi meminta KONI, untuk lebih mempersiapkan lagi, atlitnya. “Mereka harus yang siap tempur, dan punya jam terbang tinggi. Artinya yang pernah mengikuti berbagai kompetisi baik lokal maupun nasional,” jelasnya. Lebih lanjut, Bupati menandaskan atlit yang berangkat harus yang berhasil meraih prestasi. “Karena targetnya bukan banyaknya atlit yang berangkat, tapi prestasi yang akan diraih,” katanya.

Bupati mengatakan salah satu strategi yang bisa dilakukan untuk penjaringan atlit, adalah dengan melibatkan sekolah yang memiliki siswa berbakat dibidang olahraga, serta melakukan pemusatan latihan semacam base camp. “Sekolah mereka pun juga di Ngawi tidak terpisah – pisah, dan mereka akan dapatkan fasilitas asrama dan beasiswa,” jelasnya. Ia berharap dengan pelatihan disatu titik dapat memaksimalkan bibit atlit yang berkualitas.

Terpisah menurut Ketua KONI Ngawi, Rahmad Suprasono, Kabupaten Ngawi akan mengirimkan 24 cabor dari 33 cabor yang dipertandingkan dalam Porprov Jatim ke VI mendatang. Di kesempatan \ini, Soni menyampaikan ada tambahan 7 cabor baru, diantaranya Anggar, Hoki, Tarung Drajat, Paralayang, Menembak, Muaythai dan Petanque. “Untuk Kabupaten Ngawi sendiri menambahkan 2 dari 7 cabor baru tersebut, yakni Paralayang dan Muaythai. Kami optimis untuk Paralayang bisa hasilkan emas,” kata Soni mantap.

Menanggapi Bupati terkait pemusatan latihan atlit, pihaknya menyetujui. Karena dengan strategi ini bisa menghasilkan atlit yang profesional sekaligus bisa targetkan prestasi dalam setiap kompetisi. “Kita sangat menyetujui perihal tersebut, karena dengan ada asrama latihan atlit bisa optimal, apalagi olahraga yang permainan,” lanjutnya.  Dalam perhelatan yang akan digelar di 4 kabupaten ini, KONI Ngawi memiliki target bisa mendapatkan 8 medali emas dari 4 cabor diantaranya 2 medali di cabang Tinju, 2 medali dari cabang Taekwondo, 2 cabang dari Wushu, 2 cabang dari Muaythai. “Dan tidak menutupi untuk cabor lain juga menyumbangkan medali,” ungkapnya.

Soni juga berharap seluruh cabor untuk lebih meningkatkan latihan atlitnya, disamping memanfaatkan peluang untuk meraih prestasi yang lebih baik untuk di Kabupaten Ngawi dalam Porprov nanti. “Kami berharap, di Porprov nanti atlit kita bisa meraih prestasi dan bisa mendapatkan medali emas,” harapnya. (kominfo)

 

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Peringatan BBGRM ke XIV dan HKG PKK ke 46 Tahun 2018, Bupati Minta Lestarikan Gorong Royong

di Seni Budaya/Sosial Politik oleh

Kabupaten Ngawi menggelar peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XIV dan Hari Kesatuan Gerak (HKG)  PKK ke 46 di desa Bangunrejo Kecamatan Karanganyar, Kamis (3/5) lalu dengan pagelaran budaya ketoprak Tresno Budoyo.

Acara yang digelar malam hari ini dihadiri Bupati Ngawi, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Camat se Kabupaten Ngawi, Pengurus Tim Penggerak PKK se Kabupaten Ngawi.

Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono dalam sambutannya meminta kepada masyarakat untuk terus nguri – uri  budaya gotong royong, kalau tidak dilestarikan bisa luntur, “Gotong royong itu utama, dan yang penting lagi saling menghormati, podho nyengkuyung dan kebersamaan dalam mencapai tujuan,” kata Bupati dihadapan warga yang hadir dalam acara ini.

Ia juga menyampaikan bahwa gotong royong merupakan ciri khas bangsa ini. Makanya, dengan gotong royong ini, diharapkan bisa mewujudkan program PKK terkait pengentasan dan penangan gizi buruk di Kabupaten Ngawi dengan gerakan orang tua asuh. “Orang tua asuh ini ada dua, untuk ibu hamil dengan resiko tinggi dan balita dengan gizi buruk,” lanjut Budi.

Selain itu ia juga sampaikan, kalau keberadaan PKK memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejateraan, “Saya ucapkan terima kasih kepada Tim Penggerak PKK yang tidak lelah memajukan dan menciptakan generasi emas untuk masa yang akan datang,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati juga menandaskan bahwa desa saat ini harus memiliki potensi unggulan, “Kita akan support, masyarakat harus menyatu menyamakan pikiran, hati untuk memajukan desa. Dan yang utama, bahwa majunya desa harus sesuai dengan keinginan masyarakat,” jelasnya. Lebih lanjut, Bupati juga berikan apresiasi untuk desa Bangunrejo atas pencapaiannya saat ini, dan diharapkan bisa lebih maju lagi menjadi desa seni budaya. “Kalau sudah sepakat menjadi desa seni budaya, ya harus ada fasilitas yang baik,” sarannya. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Kabupaten Ngawi Terima Penghargaan LPPD, 10 Besar Terbaik Se Jatim

di Sosial Politik oleh

Kabupaten Ngawi  terima penghargaan Prestasi Kinerja Status Sangat Tinggi berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) tahun 2016 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pencapaian ini menjadikan Kabupaten Ngawi masuk 10 besar terbaik se Jawa Timur, membuktikan bahwa kinerja Pemkab Ngawi berkinerja baik. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Gubenur Jatim, Soekarwo kepada Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar saat Upacara Hari Otonomi Daerah XII di Halaman Kantor Gubenur Jatim, Jumat (27/4).

Kabupaten Ngawi berhasil mendapat nilai dengan skor 3.2400 berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 100 – 53 tahun 2018 tentang Peringkat Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Secara Nasional, Wabup jelaskan bahwa penghargaan ini berdasarkan penilaian LPPD tahun 2016 yang dilakukan secara komprehensif dengan berbagai indikator, termasuk kontribusi kabupaten serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup pemkab Ngawi. “Penghargaan ini sungguh luar biasa, dan harus bisa menjadi motivasi bagi kita lebih baik lagi,” tutur Wabup.

Menurut Ony Anwar prestasi ini hasil kerjasama semua pihak mulai dari OPD, DPRD dan seluruh masyarakat. “Kami berharap penghargaan ini terus dapat dipertahankan, dan berupaya terus untuk dapatkan nilai yang lebih tinggi lagi,” harapnya.

Selain Kabupaten Ngawi, penghargaan ini juga diberikan kabupaten Madiun. Magetan, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Bojonegoro, Pacitan, Lamongan, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Tulungangung, Malang, Trenggalek, Gresik .Sedangkan untuk kota adalah Madiun, Kediri, Surabaya, Probolinggo, Blitar dan Malang.(kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0
Go to Top