Isbat Nikah Terpadu Jadi Akses Legalitas Pernikahan Warga Ngawi

di %s Agama/Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 753 views

Sebanyak 14 pasangan mengikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu yang dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono di KUA Paron, Rabu (21/1/2026), guna memperoleh legalitas pernikahan yang sah secara hukum negara.

Pelaksanaan isbat nikah terpadu ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ngawi, Kementerian Agama, Pengadilan Agama Ngawi, dan BAZNAS.

Agenda tersebut diselenggarakan bertepatan dengan Milad Pengadilan Agama Ngawi ke-144, Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI ke-80, serta Milad BAZNAS ke-25.

Dalam sambutannya, Bupati Ngawi menegaskan bahwa legalitas pernikahan memiliki peran penting sebagai dasar pemenuhan hak-hak administrasi kependudukan masyarakat.

“Melalui isbat nikah terpadu, pasangan suami istri memperoleh kepastian hukum pernikahan sekaligus kemudahan dalam mengurus dokumen penting seperti Kartu Keluarga, BPJS, hingga paspor,” katanya.

Ia menambahkan, program ini menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini terkendala biaya maupun waktu untuk mencatatkan pernikahan secara resmi.

Berdasarkan data tahun 2023, tercatat lebih dari 2.800 pasangan di Kabupaten Ngawi masih menikah secara agama namun belum tercatat secara administratif.

Ony juga menegaskan bahwa proses isbat nikah tetap dilaksanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk kehadiran wali nikah dan saksi yang sah. Sementara untuk pernikahan poligami, isbat nikah hanya dapat dilakukan dengan persetujuan pasangan sebelumnya sesuai peraturan perundang-undangan.

Melalui layanan ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap sinergi lintas lembaga dapat terus diperkuat guna meningkatkan tertib administrasi kependudukan serta memberikan perlindungan hukum yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Jaga Jalan Mantab Tetap Aman, Pemkab Ngawi Gencarkan PETA SERIBU

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 411 views

Memasuki kondisi cuaca ekstrem yang ditandai meningkatnya intensitas hujan dan angin kencang, Pemerintah Kabupaten Ngawi menggencarkan program PETA SERIBU (Penebangan Tanaman Setiap Hari Rabu) sebagai langkah penanggulangan risiko kecelakaan di ruas jalan. Program ini dilaksanakan di Desa Budug, Kecamatan Kwadungan, Rabu (21/1/2026).

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), BPBD, dan Satpol PP Kabupaten Ngawi.

Melalui kegiatan pemangkasan pohon atau pruning, pemerintah daerah berupaya menekan potensi pohon tumbang yang membahayakan pengguna jalan. Program ini dilaksanakan rutin setiap hari Rabu di ruas jalan protokol dan jalan kabupaten di lima kecamatan sebagai bagian dari penguatan program “Jalan Mantab”. Selain meningkatkan aspek keselamatan, kegiatan ini juga bertujuan menjaga estetika kawasan jalan agar tetap rapi dan nyaman dilalui.

Ony mengatakan, program PETA SERIBU merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kualitas infrastruktur jalan. Menurutnya, pemangkasan pohon secara rutin dilakukan sebagai langkah pencegahan sebelum terjadi potensi bencana.

“Ini adalah langkah penanggulangan yang kami lakukan secara berkala. Dengan pemangkasan pohon yang terencana, potensi pohon tumbang dapat diminimalkan, jarak pandang pengendara menjadi lebih luas, dan penerangan jalan bisa berfungsi optimal,” katanya.

Pelaksanaan PETA SERIBU melibatkan lintas OPD untuk memastikan penanganan berjalan terpadu, mulai dari pengamanan lalu lintas hingga perlindungan infrastruktur jalan.

Pemerintah Kabupaten Ngawi mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di lokasi kegiatan serta mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan dan keselamatan bersama.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Bantuan Alsintan Perkuat Mekanisasi dan Transformasi PRLB di Ngawi

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Pertanian 693 views

Transformasi Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) di Kabupaten Ngawi mulai membuahkan hasil. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) bersumber dari APBN 2025 sebagai dukungan atas meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan petani.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyerahkan bantuan tersebut kepada kelompok tani dalam kegiatan yang digelar di UPTD Perbenihan Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Desa Madiasri, Kecamatan Paron, Selasa (20/1/2026).

Ony mengapresiasi para petani atas keberhasilan perubahan pola tanam yang berdampak pada kesuburan lahan dan efisiensi produksi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Ngawi kini berada di kisaran 125 hingga 130, melampaui rata-rata provinsi maupun nasional. Menurutnya, kemandirian pertanian dan mekanisasi mampu menekan biaya produksi sehingga petani memperoleh keuntungan minimal 25 persen.

“NTP 100 itu artinya pas-pasan atau pak-po. Sekarang dengan pertanian ramah lingkungan dan mekanisasi, profesi petani semakin menjanjikan,” ujarnya.

Bantuan Alsintan yang disalurkan meliputi traktor roda empat, traktor roda dua, dan pompa air. Bantuan ini diharapkan mempercepat mekanisasi pertanian sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor agraris.

Bupati Ngawi menegaskan Alsintan harus dikelola secara kolektif oleh kelompok tani dan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Pemerintah daerah akan menarik kembali bantuan yang tidak dirawat atau disalahgunakan untuk dialihkan kepada kelompok lain yang lebih berkomitmen.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Jawa Timur Darmawan Sutanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi Supardi, penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani dan gabungan kelompok tani se-Kabupaten Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top