Bupati Ngawi, Hadiri Pembinaan Pengurus MWC NU Widodaren
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono didampingi Camat Widodaren, Peggy Yudo Subekti bersama Forkopomcam Widodaren hadiri pembinaan pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Widodaren di Halaman Masjid Baiturahman Widodaren, Sabtu (20/11/21).
Disampaikan Bupati Ngawi, bahwa peran MWC NU dari ditingkat Kecamatan hingga Desa sangat penting terutama menjaga kondusifitas ditengah masyarakat, “MWC NU menjadi kepanjangan tangan dari Pemerintah Daerah bersama menjaga kondusifitas ditengah masyarakat yang saat ini sudah terjaga dengan baik,” katanya.
Kali ini, Ony Anwar Harsono juga mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19 meskipun saat ini kondisi sudah landai, “Tetap terus jaga Prokes agar kondisi seperti ini tetap terjaga dan aktifitas masyarakat, ekonomi kemasyarakatan, dan acara keagaman bisa kembali di laksanakan,” lanjutnya.
Di sela kegiatan ini Bupati Ngawi juga meninjau pembangunan kantor MWC NU yang sudah mencapai 70 persen, “Kita memiliki tugas menyelesaikan secara bersama – sama dan yang menggembirakan kantor ini menjadi kantor bersama MWC NU, Muslimat, Fatayat dan Ansor,” ungkapnya.
Ony Anwar mengapresiasi pembangunan kantor MWC NU ini sebagai gedung bersama yang dapat dimanfaatkan untuk dakwah umat dan hal positif lainnya, “Termasuk kegiatan ekonomi produktif dan hal positif lainnya, sehingga nantinya dapat di sinergikan dengan Pemkab Ngawi,” tuturnya. (Kominfo)
Wabup Ngawi Jadi Narsum FGD Peran Perguruan Pencak Silat
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko selaku Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Ngawi sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) peran perguruan pencak silat dalan rangka pencegahan penyebaran Covid-19 dan menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Ngawi, bertempat di Mako Polres Ngawi, Jumat (19/11/21)
Hadir dalam kegaiatan ini Kapolres Ngawi, I Wayan Winaya, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Poltik Ngawi Kusumahadi Widjajanto bersama perwakilan pengurus pencak silat di se Kab Ngawi.
Disampaikan Wabup Ngawi, bahwa pencak silat memiliki peran penting dalam pengendalian Covid-19, “Alhamdullilah, saat ini penyebaran Covid-19 sudah mulai landai, meskipun demikian kita jangan sampai lengah tetap rapatkan barisan,” tegasnya.
Tidak hanya itu, perguruan pencak silat juga ambil bagian dalam menjaga kondusifitas di masyarakat, “Tetap selalu jaga solidaritas ketertiban dan keamanan dilingkungan masyarakat. Sebab seluruh perguruan pencak silat itu dilandasi kecintaan lingkungan, alam dan semesta”, tandasnya.
Sinergi dan kolaborasi bersama Pemerintah Daerah, TNI – Polri, yang sudah terbangun ini, menurut Wabup Ngawi harus terus dijaga. (Kominfo)
Subuh Bergerak, Bupati Ngawi Minta ASN Jadi Contoh Bagi Lingkungannya
Subuh Bergerak merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan etos kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), juga sebagai upaya untuk memakmurkan Masjid.
Jum’at (19/11/21), Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono didampingi Wakil Bupati, Ngawi Dwi Rianto Jatmiko bersama Sekda Ngawi, Mokh Sodiq Triwidiyanto dan sejumlah pimpinan OPD kembali lakukan Subuh Bergerak yang diawali dengan Sholat Subuh di Masjid Al Falah bersama warga desa Cantel Kecamatan Pitu.
Dalam Kultumnya, Bupati Ngawi mengajak ASN untuk menjadi pelopor dalam memulai aktivitas lebih pagi yang dimulai dengan Sholat Subuh berjamaah di Masjid lingkungannya, “Diharapkan ASN menjadi contoh yang baik dilingkungannya masing – masing dengan gerakan Subuh Bergerak ini, dan bisa memanggil waktu sedini mungkin, dengan begitu pelayanan terhadap masyarakat bisa optimal,” tandasnya.
Dikesempatan ini, Bupati Ngawi beserta rombongan juga meninjau pelaksanaan vaksinasi warga di Kantor Desa Cantel, dan menyampaikan Pemkab. Ngawi akan terus berupaya mengejar capaian vaksinasi, dengan begitu Kabupaten Ngawi segera berada di zona level 1, sehingga kegiatan kemasyarakatan dan geliat ekonomi dapat kembali pulih, “Sekarang Kabupaten Ngawi masih di zona level 2, dengan percepatan vaksinasi ini diharapkan segera berada di zonq level 1, sehingga aktifitas ekonomi kemasyarakatan bisa berjalan dan pulih,” jelasnya. (Kominfo)