Desa Sukowiyono Punya Magnet Baru, Mandala Farm Hadirkan Wisata Petik Melon Premium

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Pertanian 1,081 views

Inovasi wisata berbasis pertanian mulai berkembang di Kabupaten Ngawi. Melalui peluncuran wisata petik melon premium Mandala Farm di Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Jumat (13/3/2026), diharapkan muncul peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus membuka ruang kreativitas bagi generasi muda di sektor pertanian.

Wisata tersebut diluncurkan oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko atau akrab disapa Antok. Kehadiran wisata petik melon ini dinilai berpotensi menjadi daya tarik baru yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Dalam sambutannya, Antok mengapresiasi pemilik dan tim pengelola Mandala Farm yang dinilai berhasil menghadirkan terobosan inovatif di sektor pertanian. Menurutnya, inisiatif tersebut membuktikan bahwa pertanian dapat dikembangkan secara modern dan menarik bagi generasi muda.

“Terima kasih kepada pemilik Mandala Farm dan Pemerintah Desa Sukowiyono yang telah membuka ruang kreativitas dan inovasi bagi pemuda. Pertanian dan pangan saat ini menjadi sektor yang sangat vital, bahkan pemerintah pusat juga menekankan pentingnya kemandirian pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi pertanian turut mengubah pandangan bahwa bertani identik dengan pekerjaan berat di sawah. Melalui inovasi seperti budidaya melon premium dan sistem hidroponik, sektor pertanian dinilai memiliki peluang usaha yang menjanjikan.

Selain dari sisi budidaya, komoditas melon premium juga memiliki potensi pasar yang luas. Menurut Antok, pengaturan masa panen yang tepat, misalnya menjelang momentum Hari Raya Idul Fitri, dapat menjaga nilai jual melon tetap tinggi di pasaran.
Keberadaan wisata petik melon ini juga diharapkan memunculkan dampak ekonomi turunan bagi masyarakat sekitar, mulai dari berkembangnya UMKM, usaha kuliner, hingga layanan parkir bagi pengunjung.

Wisata petik melon premium Mandala Farm sendiri dijadwalkan mulai dibuka untuk masyarakat pada 23 Maret 2026, bertepatan dengan masa panen terbaik sehingga pengunjung dapat merasakan pengalaman memetik melon segar langsung dari kebun.

Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap inovasi pertanian seperti ini terus berkembang sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif sekaligus pengembangan pertanian modern di daerah.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Safari Ramadan di Pelem Jadi Penutup Rangkaian Silaturahmi Pemkab Ngawi

di %s Agama/Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 1,092 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi menutup rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan menggelar kegiatan di Masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kabupaten Ngawi, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Ngawi mengajak masyarakat memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk meningkatkan kualitas diri melalui penguatan iman dan ketakwaan.

Menurutnya, Ramadan juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah serta kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi sesama.

“Keikhlasan adalah kunci dalam setiap amal ibadah kita. Dengan hati yang ikhlas, segala upaya kita dalam membangun daerah dan melayani masyarakat akan mendatangkan berkah,” ujarnya.

Kegiatan Safari Ramadan tersebut juga diisi dengan doa bersama serta penyerahan santunan secara simbolis kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Safari Ramadan diharapkan tidak hanya mempererat hubungan harmonis antara masyarakat dan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi sarana komunikasi serta evaluasi terhadap berbagai program pembangunan yang telah berjalan di Kabupaten Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Operasi Ketupat 2026 di Ngawi Dimulai, Kapolres Pimpin Apel Gelar Pasukan

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 987 views

Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah di Kabupaten Ngawi mulai dipersiapkan melalui apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 yang digelar di halaman Kepatihan Ngawi, Kamis (12/3/2026).

Apel dipimpin Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama dan dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, unsur TNI, instansi vertikal, serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana dalam rangka pengamanan mudik dan perayaan Idulfitri.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Ngawi membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk komitmen sinergi lintas sektor guna memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman, tertib, dan lancar.

“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk komitmen untuk memastikan kesiapan personel serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres Ngawi.

Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan 161.243 personel gabungan secara nasional. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Untuk mendukung kelancaran pengamanan, Polri menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran.

Kapolri juga mengingatkan jajaran untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk kejahatan konvensional, balapan liar, hingga dampak cuaca ekstrem selama masa arus mudik dan balik Lebaran.

Melalui Operasi Ketupat 2026, diharapkan seluruh rangkaian mudik dan perayaan Idulfitri dapat berlangsung dengan aman sehingga masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top