Kampanye GERMAS, Tanamkan Pola Hidup Bersih Sehat Sebagai Kewajiban
Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi gelar kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Pendopo Wedya Graha, Rabu (27/07/22).
Hadir dalam acara ini Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono beserta istri, Forkopimda Ngawi, pimpinan OPD, Camat, programmer promosi kesehatan, dan kader kesehatan.
Ony Anwar dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini sebagai upaya Pemkab Ngawi memberikan sosialisasi ke masyarakat terkait hidup bersih dan sehat.
Kegiatan ini lebih lanjut dikatakan Bupati Ngawi bukan sekedar sosialisasi saja tapi tantangan merubah pola berpikir masyarakat ke pola hidup sehat dan bersih sebagai gaya hidup. “Bukan hanya sekedar memberikan sosialisasi tapi tantangan dari program ini yakni bagaimana bisa mengubah mindset masyarakat terkait hidup bersih dan sehat sebagai lifestyle,” tandasnya.
Dikesempatan ini Ony Anwar berharap kerjasama seluruh stakeholder dalam mengkampanyekan Germas kepada masyarakat berupa penerapan pola hidup sehat sebagai kewajiban, “Dimana dalam kampanye nanti kita tanamakan pola-pola hidup bersih dan menjadi salah satu kewajiban masyarakat dalam menjaga pola hidupnya,” tuturnya.
Sementara itu Kadinkes Ngawi, Yudono menerangkan kegiatan ini dilakukan mendasar Inpres
Nomor 1 Tahun 2017 dan sebagai upaya mempercepat dan menyinergikan tindakan dari promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit.
Selain itu Yudono juga menyampaikan tanggung jawab serta kegiatan masing-masing7 stakeholder dalam mensukseskan kampanye Germas ini.
Disela kegiatan ini juga ada pertunjukan drama bertema Germas dilanjutkan penyerahan piagam penghargaan lomba senam antar Puskesmas.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono kukuhkan Dandim 0805/Ngawi Letkol Inf Adi Wirawan,S.Hub.Int., di kukuhkan menjadi Bapak Asuh Stunting di wilayah Kabupaten Ngawi bertempat di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi,Selasa (26/07/22).
Menjadi Bapak Asuh Stunting menurut Adi Wirawan sebuah tantangan tersendiri bagi jajarannya karena menurunkan angka Stunting di Kabupaten Ngawi. “Sehingga harus dihadapi secara bersama-sama oleh Pemerintah dan instansi terkait. Dan, saya sudah perintahkan tiap Danramil dan Babinsa jadi Bapak Asuh Anak Stunting di wilayahnya,” tuturnya.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono didampingi Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh Sodiq Triwidiyanto bersama pejabat lingkup Pemkab Ngawi laksanakan Sambang Desa di Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati, Jum’at (4/06/21).
Menurut Ony Anwar Harsono, dengan bersepeda bisa melihat secara langsung kondisi jalan yang dilalui hingga ke tujuan, “Dengan bersepeda akan tahu dimanakah ruas jalan yang perlu diintervensi. Insyaallah, nanti secara bertahap akan dilakukan perbaikan terutama untuk kegiatan jalan produksi pertanian, terutama jalan antar desa Campurasri sampai desa Sembung, yang panjangnya kurang lebih 3 kilometer,” tuturnya.
Sambang Desa kali ini, juga dijadikan sarana Bupati Ngawi untuk sosialisasi tentang program pertanian ramah lingkungan berkelanjutan dengan peningkatan produktivitas pertanian yang menggunakan pupuk organik dan bahaya jebakan tikus beraliran listrik.
Disela kegiatan ini, juga secara simbolis penyerahan KK, KTP, Akte Kelahiran, KIA dan perizinan oleh Bupati Ngawi dilanjutkan pemberian sembako dan kerja bakti bersama masyarakat setempat. (Kominfo)
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono undang puluhan awak media untuk mengikuti audiensi bersama terkait peningkatan kualitas pemberitaan bertempat di Ruang Data Pendopo Wedya Graha, Jumat (28/05/21).
Dikesempatan ini, Ony Anwar Harsono juga menyampaikan beberapa isu strategis di pemerintahan Kabupaten Ngawi diantaranya, penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2020 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, untuk kedelapan kalinya, “Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat pada kinerja administrasi keuangan. Meskipun masih ada beberapa evaluasi diantaranya ketertiban dalam melaporkan aset Pemerintah Daerah yang masih perlu dibenahi.