INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Tag archive

Sosialisasi

Cegah Covid – 19, Diskominfo Ngawi Lakukan Sirkel di Wilayah Kecamatan.

di Kesehatan oleh

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Ngawi melakukan sosialisasi pencegahan virus Corona dengan siaran keliling (Sirkel) di 19 Kecamatan, yang dimulai hari ini, Kamis (19/03/20).

Kepala Diskominfo Ngawi melalui Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat, Jaka Rusmana menyampaikan kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk memberikan informasi kepada masyarakat secara langsung terkait virus mematikan ini, “Agar masyarakat tidak perlu merasa panik dalam mengahadapi situasi dan kondisi penyebaran Covid – 19 yang semakin meluas,” ungkapnya.

Ditambahkan Jaka, dengan sirkel ini masyarakat akan semakin peduli dan lebih arif dalam menghadapi pendemi wabah virus dari Wuhan China ini, “Dan, tahu bagaimana menyikapi dan langkah pencegahan yang harus dilakukan sejak dini, agar tidak terjangkit virus ini,” jelasnya.

Menurut Kabid Komunikasi Publik dan Humas, sirkel ini akan dilaksanakan dalam empat tahap berdasarkan rute Kecamatan, yakni pertama hari ini, Kamis (19/03/20) Kecamatan Ngawi, Kasreman, Bringin, Padas dan Karangjati, selanjutnya pada  Jumat (20/03) akan dilaksanakan di Kecamatan Pangkur, Kwadungan, dan Geneng. Selanjutnya pada Selasa (24/03) akan dilaksanakan di Kecamatan Gerih, Kedal, Jogorogo dan Paron dan hari terakhir pada Jumat (27/03) akan dilaksanakan di kecamatan Kedunggalar, Widodaren, Ngrambe dan Sine. “Kami harapkan masyarakat tidak panik dengan situasi saat ini, apalagi dengan sosialisasi ini akan lebih bisa menerapkan pola hidup sehat,” pungkasnya. (Humas – Kominfo)

Hari Aids Se Dunia, Wabup Sampaikan Pentingnya Peran Komunitas Dalam Penanggulangan Dan Pencegahan Hiv/Aids

di Tekno Sains oleh

Infeksi
Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam
tiga dekade terakhir ini meningkat. sehingga menjadi sebuah epidemik terburuk
saat ini. Infeksi akibat virus ini dapat menyebabkan sindrom Aquired 
Immunodeficiency Syndrome
(AIDS). Penyakit mematikan ini mampu
memberikan impact besar, baik
terhadap individu itu sendiri, kultur, demografi, ekonomi bahkan sampai
politik.

Dilansir
dari Kompas.com, berdasarkan data
UNAIDS, pada akhir 2018 sebanyak 37,9 orang di dunia hidup dengan HIV dan
770.000 orang meninggal karena AIDS.

Pada
1988 pertama kali dicetuskan hari AIDS sedunia dan diperingati setiap 1
Desember oleh James W. Bunn dan Thomas Netter yang bekerja di World Health
Organization (WHO), untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dunia terhadap HIV.

Tahun ini HAS mengangkat tema global Communities Make The Difference yang dimaknai pentingnya peran komunitas, seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam penanggulangan AIDS, yaitu dalam pemberian layanan HIV, penegakkan hak asasi manusia, dan pendampingan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) dalam pengobatan.

Dan,
peringatan tahun ini menjadi kesempatan untuk mengetahui peran yang dilakukan masyarakat
dalam penanggulangan AIDS di dunia.

Untuk
HAS 2019, Indonesia mengadopsi tema Bersama
Masyarakat Meraih Sukses
. Melalui tema ini Kementerian Kesehatan RI,
bersama seluruh mitra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meraih sukses
mencapai 3 zeroes pada 2030, yakni
tidak ada lagi infeksi baru HIV, tidak ada lagi kematian yang disebabkan karena
HIV/AIDS dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap ODHA.

Di
Kabupaten Ngawi, Dinas Kesehatan menggelar rangkaian acara kegiatan HAS 2019 yang
bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan masyarakat
dalam pencegahan serta penanggulangan HIV/AIDS yang dipusat di Alun – Alun
Merdeka Ngawi, Minggu (1/12).

Kegiatan
yang di awali dengan jalan sehat dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi sekaligus Ketua
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)  Ngawi,
Ony Anwar bersama Wakapolres Ngawi, Hartono dan Kepala Dinas Kesehatan Ngawi,
Yudhono.

Ony Anwar mengatakan kunci tercapainya zero AIDS 2030 berasal dari kesadaran masyarakat sendiri. “Ketika masyarakat dengan sadar memeriksakan screening terhadap HIV AIDS itu semakin banyak terbantu,” katanya. 
Seperti yang disampaikan Wabup, di Kabupaten Ngawi terdapat 4 Puskesmas dan 1 rumah sakit yang memiliki layanan VCT yang siap melayani pengobatan bagi pasien HIV/AIDS. “Jadi obatnya disediakan dan terapinya akan dikawal oleh Dokter. Dengan begitu kita bisa mencegah dan mengobati seluruh masyarakat Ngawi yang terkena HIV/ AIDS,” lanjutnya.

Wabup
menambahkan dukungan sebaya atau orang yang sudah terjangkit virus ini, memiliki
peran penting dalam menemukan sesama orang yang terjangkit HIV/AIDS. “Jadi
kelompok dengan dukungan sebaya atau yang sudah terjangkit HIV itu bisa berkelompok
membangun komunitas, itu sebagai kunci dalam menemukan saudara – saudara kita
yang terjangkit HIV, makanya kolompok dukungan sebaya ini patut kita fasilitasi,”
tambahnya.

Selain
itu, juga disampaikan bahwa dalam upaya penanggulangan dan pencegahan penyakit
menular ini Pemkab Ngawi gencar melakukan sosialisasi terhadap masyarakat,
terutama yang berkaitan dengan penularan serta penanganan penyakit ini. “Terutama
di lokus – lokus tertentu yang sudah terdeteksi dari kelompok teman sebaya.
Maka, sosialisasi akan terus dilakukan disini,” ungkapnya.

Wabup
perpesan masyarakat Ngawi ikut serta dalam mencegah penularan penyakit yang
merusak imunitas tubuh ini. “Masyarakat kita semakin paham dan peduli
tentang  HIV AIDS  jadi kita tidak menjauhi orangnya tapi kita
menjauhi penyakitnya, kita tetap bisa berdampingan dengan baik meskipun
tejangkit virus AIDS,” tegasnya.

Selain
jalan kegiatan lain dalam peringatan HAS 2019 ini, diantaranya senam bersama,
mobile VCT, pemerikasaan laboratorium gratis. Sementara untuk rute  jalan sehat, start – finish di Alun – Alun Merdeka Ngawi melawati Jalan Jaksa
Agung Suprapto – Jalan Thamrin – Jalan Yos Sudarso – Jalan  PB Sudirman – Jalan Trunojoyo – Jalan Tamrin
Barat – Jalan Imam Bonjol. (allteam/kominfo)

Sosialisasi APIP Dengan APH Dalam Penanganan Laporan Pengaduan Masyarakat Yang Berindikasi Pada TPK Lingkup Pemkab Ngawi

di Berita/Pemerintahan oleh

Bertempat
di Pendopo Wedya Graha, Kamis (1/8) digelar acara sosialisasi perjanjian kerja
sama antara Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dengan Aparat Penegak
Hukum (APH) dalam penanganan laporan pengaduan masyarakat yang berindikasi pada
tindak pidana korupsi  di lingkungan
Pemerintah Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini adalah wujud komitmen Pemerintah
Kabupaten Ngawi dalam menciptakan pengelolaan Pemerintahan yang bersih.

Hadir
dalam kegiatan ini Kapolres Ngawi Pranatal Hutajulu, Kepala Kejaksaan Negeri
Ngawi, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan para Kepala
Desa se Kabupaten Ngawi.

Dalam
sambutannya, Kepala Inspektorat Kabupaten Ngawi, Didik Darmawan mengungkapkan
bahwa pendatangan perjanjian kerjasama ini telah dilakukan tanggal 18 September
2018 silam dengan Kejaksaan Negeri Ngawi dan Kepolisian Resort Ngawi di
Surabaya. “Perjanjian kerjasama antara APIP dengan APH ini sebagai bentuk
sinergitas dalam penanganan tidak pidana korupsi (TPK) dilingkup Pemkab Ngawi”
jelasnya.

Kapolres
Ngawi, Pranatal Hutajulu dalam kesempatan ini menyampaikan melalui kerja sama
antara ini, diharapkan Polres dan Kejari dapat menyamakan persepsi APIP dan
APH, terlebih dalam penanganan pengaduan masyarakat yang mengindikasikan adanya
korupsi dalam penyelenggarakan pemerintahan daerah, “Juga diharapkan proses
penegakan hukum bisa berjalan lebih optimal,” kata Pranatal

Sementara,
Kajari Ngawi, Waito Wongateleng dalam sambutannya mengatakan MoU (Memorandum of Understanding) ini tidak
lanjut dari perjanjian ditingkat pusat, “Dengan perjanjian ini tentunya akan
memudahkan kami sebagai aparat penegak hukum dalam melaksanakan tugas,” kata
Waito.

Perjanjian
kerjasama ini menurut Waito, bisa dijadikan dasar dalam pelaksanaan penegakan
hukum pada aduan terkait kinerja Pemda, “MoU ini bisa menjadi pedoman manakala
kami mendapatkan pengaduan masyarakat. Terus terang saja, semejak kami bertugas
disini banyak sekali laporan pengaduan masyarakat ataupun terkait kinerja Pemda
ataupun desa,” ujarnya.

Kajari
juga mengungkapkan siapa saja yang berhak dilaporkan, “Bupati, Wakil Bupati,
pimpinan DPRD serta anggotanya, Aparatur Sipil Negara (ASN), Kepala Desa dan
perangkat Desa,” lanjutnya.

Masih
menurut Kajari, mekanisme dalam perjanjian apabila dalam pengaduan sifatnya
administratif maka akan ditangani oleh APIP sedangkan apabila sifatnya tindak
pidana maka akan di tangani oleh APH. “Dengan perjanjian ini kita (kejaksaan,
red) jadi tahu, setelah ada laporan harus bertindak apa,” tuturnya.

Sedangkan
Bupati Ngawi, Budi Sulistyono menambahkan sosialisasi ini sangat membantu Pemerintah,
terlebih untuk Pemerintahan lingkup desa. Pasalnya, di era otonomi desa saat
ini program Pemerintah pusat langsung untuk desa, “Kegiatan ini sangat
bermanfaat bagi desa, sebab makin hari otonominya semakin besar tetapi sumber
dayanya masih sangat terbatas,” katanya. (nf/kominfo)

BNK Ngawi Sosialisasi P4GN, Ajak Semua Pihak Cegah Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Perbatasan

di Kesehatan/Pendidikan oleh

Saat ini
penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya atau narkoba semakin
mengkhawatirkan bahkan peredarannya di Indonesia semakin marak, tidak hanya
orang dewasa tetapi  juga menyasar semua
kalangan termasuk anak – anak.

Melihat
kondisi ini, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Ngawi gelar sosialisasi program
Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi
Kepala Sekolah dan Guru lingkup UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngrambe dan
Sine, bertempat di Agro Tecno Park (ATP), Mangkleng, Ngrambe , Rabu (26/6)

Menurut
Kepala BNK Ngawi, Ony Anwar kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman
dan pengetahuan terhadap perilaku penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba
khususnya jajaran pendidikan. “Dengan sosialisasi ini saya berharap setiap
sekolah bisa memiliki pedoman dan materi terkait pencegahan, serta peredaran
gelap narkoba, yang nantinya dapat disosialisasikan ke siswa,” kata Ony Anwar.

Ony Anwar menghimbau
seluruh Kasek dan tenaga pendidik terus melakukan pengawasan bagi siswanya,
mulai sekolah tingkat dasar hingga lanjutan terkait  banyaknya kasus peredaran narkoba saat ini
yang banyak ditangani terutama diwilayah perbatasan seperti Kecamatan Ngrambe
dan Sine. “Sebab, disinyalir daerah atas ini sangat rentan masuk dan beredarnya
narkoba dari wilayah lain seperti  dari
Jawa Tengah,” ujarmya.

Dikesempatan
ini, Ony Anwar tidak hanya meminta jajaran pendidikan tetapi juga seluruh
masyarakat turut andil dalam pemberantasan dan peredaran narkoba di Kabupaten
Ngawi, “Mari kita jaga anak – anak kita, dari bahaya narkoba,” tandasnya.

Sementara
menurut Kepala Dinas Pendidikan melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Non
Formal (NF), Istamar menyampaikan pendidikan agama bisa menjadi salah satu
langkah preventif terhadap peredaran obat terlarang ini. Dan, pihaknya begitu
prihatin dengan kondisi saat ini, terutama meningkatnya kasus narkoba di
Kecamatan Ngrambe. “Kegiatan ini akan kami tidaklanjuti ke semua lembaga
termasuk rencana penambahan pembelajaran agama,” tuturnya. 

Seperti yang
disampaikan Kepala Bagian Operasional Satresnarkoba, Polres Ngawi, Ipda Jais
Bintoro bahwa ada beberapa strategi yang akan dilakukan dalam pencegahan dan
peredaran narkoba ini, salah satunya melakukan penyuluhan ke sekolah dan
masyarakat, “Setelah itu kami akan melakukan pembinaan, pemantauan dan endhing nya penindakan,” jelasnya.  (nf/kominfo)

Go to Top