Bupati Pimpin Apel Bersama, Persiapan Eavaluasi SAKIP 2018
Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar Apel Bersama di depan halaman Pendopo Wedya Graha dengan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mensosialisasikan sekaligus menyiapkan evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2018 yang rencananya akan dilaksanakan langsung oleh tim dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Selain itu kegiatan ini sebagai wujud komitmen dan untuk menunjukan semangat ASN dalam mengimplementasikan SAKIP. Apel ini dipimpin langsung Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono dan dihadiri Wakil Bupati Ony Anwar, Sekretaris Daerah M Sodiq Triwidiyanto, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD dan Kepala Bagian (Kabag) Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi, Senin (6/8).
SAKIP ini merupakan rangkaian sistematik yang dirancang berdasar Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 diantaranya untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja pemerintah sekaligus mempertanggungjawabkan dengan cara menyusun Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kinerja Tahunan (RKT), Indikator Kinerja Utama (IKU), Rencana Kerja (Renja) dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP), Tujuan dari SAKIP ini sendiri untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja pemerintah serta menciptanya pemerintah yang baik dan terpercaya.
Dalam sambutannya Bupati Ngawi, tekankan perihal kinerja, yang tidak hanya sebatas kerja saja tetapi lebih pada hasil yang dapat termonitor, terevaluasi dan terukur. “Kinerja ini menjadi suatu kata yang harus kita camkan, karena bahasa kinerja ini tidak hanya bicara tentang kerja tetapi kalau kita bicara kinerja yang muncul adalah hasil. Jadi kita yang biasanya bilang kerja ya kerja tidak tau hasil nantinya apa, maka kita sekarang sudah bicara tentang kinerja yang nantinya kinerja ini ada berfikir, ada kerja, ada hasil, ada monitoring, ada evaluasi dan yang ujung adalah manfaat” Jelas Bupati Ngawi dalam Penekanan mengenai Kinerja.
Masih menurut Bupati, mendasar pada aturan tentang SAKIP Kabupaten Ngawi harus meningkatkan sekaligus mempertanggungjawabkan semua yang menjadi beban, termasuk anggaran, pelayanan ataupun semuanya harus tertuju pada hasil. Lebih lanjut, dari hasil evaluasi SAKIP tahun 2017 Kabupaten Ngawi mendapat predikat BB (sangat baik) dengan nilai 70.03, diharapkan untuk hasil tahun ini bisa meningkat dengan predikat AA (memuaskan), “Nah sekarang saya lebih menekankan lagi, kinerja kita yang tadinya BB bisa menjadi AA. Kekompakan dan solidaritas kita perlukan, kita kerja bareng, kita bersama sama menuju satu tujuan yang sama, Ngawi harus ada lompatan, agar tidak tertinggal dengan yang lainnya,” tandas Bupati
Dan, sebagai wujud semangat ASN dalam mengimplementasikan SAKIP diakhir kegiatan ditutup dengan pengucapan yel – yel SAKIP dipimpin langsung Bupati Ngawi diikuti seluruh peserta apel bersama ini. “SAKIP Kabupaten Ngawi, Turunkan kemiskinan, Tingkatkan pembangunan ekonomi, Kami yakin, Kami bisa, Kami bersih, Luar biasa Yesss” Ucap seluruh peserta apel ini. (kominfo)
Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar malam tirakatan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke 660 Kabupaten Ngawi, Jumat, (6/7) di di Pendopo Wedya Graha. Acara yang telah menjadi tradisi ini dihadiri oleh Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Djatmiko, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, serta pejabat dilingkup Pemkab Ngawi.
Menurut Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono, pusaka – pusaka ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat Ngawi, terkait tahapan terbentuknya Pemerintahan Kabupaten Ngawi. “Mulai dari dusun, desa hingga mulai terbangun sebuah pemerintahan serta mendapatkan pengakuan dilingkup Matraman, disitulah bibit kawit Pemerintahan kita saat ini,” jelas Bupati
Dan, kirab pusaka ini dimaknai sebagai penjemputan pusaka di leremkan semalam di pendopo Ngawi Purba, dibawa kembali ke Pendopo Wedya Graha. “Bagi leluhur kita, pusaka ini merupakan sebuah kekuatan, dan kita tidak bisa melupakan adat istiadat. Maka inti dari tradisi ini adalah uri – uri, jangan sampai kita melupakan sejarah, sebab merupakan bagian dari perjalanan kita membangun sebuah peradaban,” ujarnya.
Prosesi dimulai sekitar pukul 08.00, dengan penyerahan pusaka yang dilakukan Kepala Desa Ngawi Purba kepada pusaka Kabupaten Ngawi di depan Pendopo Ngawi Purba. Perjalanan kirab ini menempuh jarak sekitar lebih dari lima kilometer. Penyerahan pusaka dilakukan di depan paseban oleh sesepuh Ngawi kepada Bupati dan Wakil Bupati, yang selanjutnya diserahkan kembali ke parogo, dikirab menuju gedung pusaka Pendopo Wedya Graha. (Kominfo)
Masih dalam rangkaian Hari Jadi Ngawi ke 660 ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar acara Jamasan dan Boyong Pusaka yang telah menjadi tradisi turun temurun para leluhur jelang hari jadi Ngawi. Prosesi Jamasan (mencuci, Red) bertempat di Kuncungan Pendopo Wedya Graha, Selasa (3/7).
Tepat pukul 10.00 WIB dilakukan boyongan ke desa Ngawi Purba yang merupakan cikal bakal Kabupaten Ngawi, diikuti seluruh Parogo, Sesepuh dan Caroko kemudian disemayamkan semalam, yang esoknya akan di boyong kembali ke Gedung Pusaka dalam Kirab Pusaka. (kominfo)