Tag archive

inovasi

Bupati Ngawi, Terima Satya Lencana Pembangunan

di %s Berita 63 views

Dalam puncak peringatan Hari Koperasi ke 72 yang di gelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Jum’at (12/7), Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mendapatkan penghargaan Satya Lencana Pembangunan yang diberikan langsung Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekononomian, Darmin Nasution melalui Keputusan Presiden nomor 52/TK/2019

Bupati Ngawi mengungkapkan penghargaan yang diraih adalah penghargaan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Ngawi. Sebab, Kabupaten Ngawi dianggap telah berhasil memberdayakan ekonomi berbasis kerakyatan melalui koperasi dan usaha mikro yang selama ini sudah dilakukan dan telah berkembang, “Karena memang selama ini kami terus melakukan pembinaan melalui pelatihan – pelatihan,” ungkapnya. Bahkan, untuk produknya Pemerintah Kabupaten Ngawi juga berperan dalam memasarkannya sekaligus mencarikan pasarnya, “Semua kami lakukan, mulai menampung pemasarannya hingga carikan pasarnya,” katanya.

Orientasi market seperti yang disampaikan Bupati Ngawi menjadi kunci dalam perkembangan industri kecil yang dikelola Koperasi, “Semua produksi yang berasal dari industri kecil yang di kelola Koperasi ini harus mempelajari market dulu sebelum produksi,” ujarnya. Tidak hanya itu, Bupati menambahkan juga perlu ada inovasi yang berbeda dengan yang lainnya. “Maka teori diferensiasi ini kita pakai, seperti coklat tempe khas Ngawi. Saya yakin, nantinya hal ini dapat membuat usaha kecil ini berkembang,” terangnya.

Penghargaan Satya Lencana Pembangunan menambah daftar penghargaan yang diperoleh  Kabupaten Ngawi di  Hari Jadi Ngawi ke 661, diawali bulan Juli lalu, berhasil menyabet 4 penghargaan sekaligus di ajang Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo (AOE) 2019, dan pekan lalu menerima penghargaan Pastika Parama dari Kementerian Kesehatan RI, terkait kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Ngawi. (nf/kominfo)

Kabupaten Ngawi Ambil Bagian AOE 2019 Bupati Ngawi : Tidak Hanya Kompetisi Tapi Ajang Studi Banding

di %s Berita 77 views

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) gelar pameran Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (3/7). Acara yang digelar selama tiga hari ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI Jendral TNI (Purm) Wiranto.

Presiden RI, Joko Widodo dalam sambutannya yang disampaikan Menkopolhukam Wiranto mengatakan AOE 2019 adalah kegiatan yang bagus dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus ajang kompetisi Pemerintah Kabupaten dalam berinovasi mengembangkan potensi daerahnya. Pun, sebagai forum kerjasama antar Pemkab se Indonesia.

“Beliau juga mengharapkan adanya inovasi-inovasi baru di semua daerah tetapi juga berkolaborasi. Jadi setiap daerah berpacu kompetisi dalam inovasi, tetapi harus ada kolaborasi,” kata Wiranto

Dalam amanahnya, Joko Widodo mengingatkan, Pemkab dalam melakukan inovasi harus beriringan dengan perkembangan teknologi yang saat ini semakin maju, sehingga mampu berdampak bagi masyarakat serta dikenal di level nasional bahkan internasional.

Selain itu, Presiden juga mengharap Pemerintah daerah saling belajar mengkombinasikan keunggulan daerahnya masing –masing serta mampu mengolahnya dengan sebaik mungkin  sehingga bisa bersaing dikancah dunia.”Jangan kemudian semua produk ingin dikembangkan, enggak bisa, tetapi harus ada produk unggulan yang menjadi fokus daerah dan komoditas ini bisa dimainkan tidak hanya skala nasional tapi global,” kata Wiranto.

Wiranto juga mengatakan pengusaha lokal sekarang ini juga harus memanfaatkan teknologi seperti e-commerce dalam memasarkan produknya.

Setelah menyampaikan sambutan Presiden, Menkopolhukam membuka acara ini secara simbolis dengan pemukulan gong, tanda dibukanya AOE 2019.

Sementara Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mengungkapkan bahwa event ini rutin dilaksanakan dan diikuti tiap tahunnya. Sebab, menurutnya ini adalah pameran terbesar bagi daerah, “Kalau menurut saya justru ini menjadi ajang kompetisi antar daerah, tapi justru positif karena kita bisa menampilkan selalu yang terbaik, baik itu tampilan maupun produk unggulan yang terinovatif,” katanya.

Bupati juga mengatakan dengan acara ini, daerah semakin termotivasi untuk lebih maju dan berkembang, “Jadi tidak hanya berkompetisi tetapi juga sebagai ajang studi banding terhadap daerah lain dalam mengembangkan produk unggulannya. Dan, diujungnya kita berorientasi pada kebutuhan pasar, sehingga bisa menjadi pembelajaran,” ujarnya.

Ditengah arus teknologi informasi saat ini, Bupati mengaku pihaknya telah berkerjasama dengan salah satu BUMN dalam memasarkan produk yang ada di Kabupaten Ngawi secara online, “Karena kita tidak mungkin selalu mengandalkan strategi penjualan konvensional, ataupun pameran. Dan, tidak menutup kemungkinan kita bekerja sama dengan beberapa pusat penjualan online yang terkenal,” ungkapnya.

AOE 2019  bisa menjadi jembatan bagi investor untuk menanamkan modalnya di daerah, dan hal ini diharapkan mampu bermafaat bagi pengembangan sektor Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) selain itu juga mampu mendorong promosi daerah serta mensukseskan program pemerintah dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. (dn/gf/kominfo)

Tim Verifikasi Pelayanan Ramah Anak Kunjungi Puskesmas Ngawi

di %s Tekno Sains 181 views

Tim Verifikasi Pelayanan Ramah Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI untuk melakukan penilaian lapangan pelayanan Puskesmas ramah anak di Puskesmas Ngawi Kecamatan Ngawi, Rabu (15/5).Tim verifikasi diterima langsung Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar di Ruang Data Pendopo Wedya Graha.

Dalam sambutannya, Ony Anwar menyampaikan Kabupaten Ngawi memiliki komitmen untuk mewujudkan perlindungan dan pemenuhan hak anak, “Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2013 tentang Perlindungan Anak, didukung lagi dengan Keputusan Bupati Ngawi Nomor 188/77.C/404.102/2017 Tentang Pembentukan Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) serta Instruksi Bupati Ngawi Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Pengembangan Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas,” ungkapnya.

Wabup juga menjelaskan bahwa sistem perlindungan anak, ada di berbagai sektor pembangunan, salah satunya dalam pelayanan kesehatan. “Untuk memenuhi serta melindungi hak anak diperlukan kebijakan secara holistik, terintegrasi serta berkelanjutan. Makanya harus dikembangkan berbagai model serta strategi pendekatan pembangunan yang sesuai dengan karakteristik permasalahan,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini diperlu mengintegrasikan komitmen serta sumberdaya untuk pengembangan perlindungan dan pemenuhan hak anak dalam proses pembangunan. “Semoga dengan verifikasi Puskesmas ramah anak ini, semua yang hadir disini bisa berkomitmen dan berjejaring dalam menjawab permasalahan anak khususnya dibidang kesehatan,” katanya.

Wabub berharap melalui verfikasi puskesmas ini bisa menjawab beragam permasalahan anak khususnya di bidang kesehatan “ semoga dengan verifikasi puskesmas ramah anak ini anak kita semua yang hadir disini berkomitmen dan berjejaring dalam menjawab permasalahan permasalahan anak khususnya yang terjadi di bidang kesehatan” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama Ketua Tim Verifikasi dari KPPPA, Ramos Luther Siahaan menyampaikan terdapat 15 indikator yang akan diverifikasi nantinya dan sesuai dengan dokumen yang dilaporkan, “Secara dokumen memang sudah  lengkap dan kita akan melihat langsung serta meninjau ke puskesmas yang ditunjuk,” katanya. Ramos berharap Kabupaten Ngawi bisa menjadi barometer Kabupaten ramah anak, minimal di wilayah Jatim.

Dalam kegiatan ini tim verifikator berkeliling meninjau kepoli-poli dan bertanya langsung tentang program yang ada terutama yang berkaitan dengan inovasi Puskesmas, kali ini disampaikan Kepala Puskesmas Ngawi, dr.Siti Agustiningsih.

Hadir dalam acara ini Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Yudono, Kepala Bappelitbang Ngawi, Indah Kusuma Wardani beserta pejabat lingkup Dinkes Ngawi. (nf/Kominfo)

Ngawi Student Fair 2019, Ajang Pamerkan Potensi Sekolah

di %s Pendidikan 215 views

Sosok Ki Hajar Dewantara memiliki peran penting dalam sejarah pendidikan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Saat itu, tidak semua orang bisa mengenyam pendidikan, hanya golongan bangsawan saja yang diperbolehkan. Hal inilah yang mendorong Ki Hajar Dewantara untuk memperjuangkan hak pendidikan untuk rakyat dengan mendirikan Taman Siswa. Selain itu, juga telah meletakkan dasar pendidikan termasuk mencintai bangsa dan tanah air sekaligus berjuang untuk kemerdekaan. Untuk mengenang jasanya, setiap tanggal, 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Bupati berikan sambutan dalam pembukaan Student Fair

Dalam peringatan Hardiknas tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pendidikan menggelar Ngawi Student Fair, Minggu – Selasa (28 – 30/4) bertempat di Alun – Alun Merdeka Ngawi.

Acara yang bertema Berjaya Dalam Prestasi dan Karya diikuti 84 peserta stand dibuka langsung oleh Bupati Ngawi, Budi Sulistyono didampingi Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Dwi Rianto Djatmiko beserta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik se Kabupaten Ngawi secara simbolis dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya Budi Sulistyono memberikan apresiasinya kepada penyelenggara yang konsisten gelar pameran pendidikan.“Tahun ini saya melihat makin bagus inovasinya dan tentunya harus semakin baik tiap tahunnya,” katanya.

Dengan gelaran pameran seperti ini, Bupati menghimbau pameran ini menjadi bahan studi banding antar sekolah satu dengan lainnya, “Pameran ini jangan hanya menjadi ajang pamer inovasi saja, tapi sekolah juga harus melakukan study banding dengan sekolah lain yang mungkin lebih baik dari sekolahnya, agar sekolahnya bisa semakin maju,” katanya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Abimanyu mengungkapkan di tahun ke lima ini, Ngawi Student Fair digelar lebih special karena ada Festival Kreasi Seni Pentas Pelajar dan Pameran, Potensi Sekolah, “Ya, kali ini istimewa karena kita tidak hanya menampilkan stand pameran tetapi juga kreasi seni dan budaya. Dan, anak – anak akan tampil di panggung hiburan mulai pagi sampai malam selama tiga hari,” jelas Abimanyu.

Bupati beserta istri mengunjungi salah satu stand pameran

Abimanyu juga menyampaikan bahwa festival kreasi ini sebagai wadah menunjukkan potensi siswa dan sekolah, “Ajang ini merupakan suatu kesempatan bagi siswa dan sekolah untuk menampilkan potensinya, yang selama ini telah di bina. Selain itu, juga bisa menjadi hiburan masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan tahunan ini di ikuti puluhan stand dari seluruh UPT Dindik Kabupaten Ngawi, SMP/MTs, SMA/SMK, PAUD dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). (nf/kominfo)

Go to Top