Banner

Kasus perceraian meningkat tajam

di %s Berita/Informasi 41 views

Kasus perceraian di Kabupaten Ngawi terbilang cukup signifikan pada tahun 2010 mencapai angka 1662 kasus perceraian yang kerap kali terjadi yakni, 1014 kasus gugat cerai dan 648 kasus talak cerai.

Faktor kasus perceraian tersebut kerap kali di temukan karena factor ekonomi dan banyaknya perselingkuhan dalam hubungan rumah tangga, serta juga adanya factor kasus kekerasan dalam rumah tangga hingga menyebabkan beberapa pasangan rumah tangga sering terjadi konflik dan menyebabkan perceraian.

Agus Singgih Panitera Muda Pengadilan Agama Kabupaten Ngawi menerangkan, bahwa angka kasus perceraian dinilai sangat komplek dalam situasi seperti ini, beberapa factor yang sering menganai kasus di pengadilan agama yang lebih tinggi adalah factor ekonomi.

,”Pihaknya seringkali memberikan pertimbangan kepada kedua pasangan yang akan melayangkan perceraian, untuk merujuk kembali,” Ujar Agus saat ditemui wartawan (04/01/11).

Sementara, dengan meningkatnya angka kasus perceraian yang terjadi coordinator Lembaga sawo ijo Syamsul Wathoni waktu dikonfirmasi menegaskan bahwa,”Kasus perceraian yang kerap kali ditemui kurangnya pemahaman kedua pasangan saat mengikat hubungan, dan kurangnya lapangan kerja hingga mempengaruhi kebutuhan ekonomi menjadi factor yang utama serta juga kerap terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi,”Ungkapnya.

Wathoni menambahkan, seharusnya peran serta masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Ngawi lebih jeli menyikapi kasus perceraian yang terjadi di Kabupaten Ngawi. (Pan).

Awal tahun harga cabe tembus 80 ribu

di %s Berita 60 views

Diawali tahun 2011 harga-harga kebutuhan pokok di pasar besar Ngawi tidak mengalami penurunan, malah menunjukkan peningkatan harga kebutuhan pokok yang cukup drastic, diantaranya harga cabe rawit menginjak harga 80 ribu/ kilogram, ini akan membawa dampak yang cukup besar bagi beberapa kalangan konsumen yang biasa mengkonsumsinya.

Kenaikan harga cabe rawit ini di karenakan beberapa factor yang menyebabkan harga sembako termasuk cabe rawit meningkat tajam karena lahan pertanian petani banyak mengalami gagal panen serta tidak adanya pengawasan dari dinas terkait.

Seperti yang dialami oleh salah satu konsumen Wiwik (46) Warga Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, saat ditemui di pasar besar Ngawi, sangat merisaukan kebutuhan poikok berupa cabe meningkat tajam, jelas pihaknya akan mengurangi kebutuhan belanjanya.

,”Pihaknya merisaukan harga cabe mahal, apalagi pihaknya kerap kali membeli cabe untuk kebutuhan memasak, pihaknya berharap agar pemerintah terkait segera mungkin untuk memberikan solusi terkait kebutuhan pokok naik,”Ungkap Wiwik, Selasa (04/01/11).

Sementara, beberapa produsen di pasar besar Ngawi, Kasriani (54), mengatakan,” Kenaikan cabe disebabkan adanya petani mengalami gagal panen, dan pihaknya secara otomatis harus mengurangi kebutuhan untuk membeli cabe, pasalnya pihaknya juga mengalami penurunan pembeli,”Tegas Kasriani. (Pan).

Go to Top