Banner

Musyawarah Untuk PNPM-MP Karangjati

di %s Berita/Informasi 70 views

Untuk pemerataan pembangunan nasional di tingkat desa, pemerintah pusat menelurkan beberapa program diantaranya PNPM-MP dan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP). Seperti halnya yang diperoleh Desa Campur Asri, Kecamatan Karangjati, Ngawi Jawa Timur. Nampaknya dana PPIP yang bersumber dari anggaran pusat itu memicu rasa iri desa-desa lain se Kecamatan Karangjati yang tidak kebagian dana pembangunan tersebut.

Kamis (22/09/2011), bertempat di kantor Kecamatan Karangjati diadakan Musyawarah Desa untuk membahas permasalahan tersebut. Musyawarah yang melibatkan Kepala Desa se Kecamatan Karangjati tersebut dihadiri anggota BKAD, Ketua UPK, KPMD dan Ketua Fasilitator Tehnik Kabupaten Ngawi.
Desa Campur Asri merupakan satu-satunya Desa di Kecamatan Karangjati yang memperoleh dana PPIP, selain itu desa tersebut pada tahun ini juga memperoleh dana PNPM Khusus (MAD Khusus ) berupa gedung Taman Kanak-kanak (TK) yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.
Dalam ulasannya, Ketua Fasilitator Kabupaten, Iwan Sukarno, pihaknya sama sekali tidak tahu menahu soal PPIP tersebut. “PPIP merupakan Program  Kementerian Dinas PU Pusat, bila PNPM memang kami yang menangani karena program tersebut dari Kementerian Dalam Negeri (KEMENDAGRI),” terang Iwan di hadapan semua Kepala Desa se Kecamatan Karangjati.
“Jadi masalah Desa Campur Asri yang mendapat PPIP, kami serahkan sepenuhnya pada keputusan musyawarah ini. Apakah tetap diberikan proyek PNPM atau diputuskan dari PNPM,” tambahnya. Setelah melalui musyawarah yang alot, dalam rapat tersebut diputuskan bahwa proyek PNPM  Desa Campur Asri masih tetap dilanjutkan meskipun juga mendapat proyek  PPIP.

Sementara itu, Kepala Desa Campur Asri, Purwanto, S.T pada reporter infongawi.com mengaku lega. “Alhamdulillah…. akhirnya semua bisa legowo menerima, mudah-mudahan di tahun mendatang akan ada desa lain yang mendapat proyek semacam ini,” ungkapnya seusai musyawarah meskipun dana tersebut belum cair dan masih harus menjalani beberapa tahap seperti di PNPM. Kades yang berpenampilan sederhana ini juga mengajak desa-desa lain untuk tidak bosan mengajukan proposal ke pemerintah agar mendapatkan anggaran pembangunan.(infongawi)

Go to Top