Era Digital Tuntut Respons Cepat, Pengawasan Internal Diperkuat

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 254 views

Pengawasan intensif di sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat desa menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam upaya meningkatkan kualitas layanan publik.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengawasan dan Penandatanganan Rencana Penilaian Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi di lingkup Pemkab Ngawi, Jumat (17/4/2026) di Command Center Setda.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Sekretaris Daerah Mokh Sodiq Triwidiyanto, kepala OPD, serta camat se-Kabupaten Ngawi.

Bupati Ngawi menegaskan pentingnya penguatan SPIP serta pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis, yakni Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Ia menginstruksikan kepala OPD untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin hingga ke tingkat pelaksana. Di sektor pendidikan, fokus diarahkan pada pemenuhan SPM serta penguatan komunikasi antara sekolah, komite, dan wali murid.

Sementara itu, di sektor kesehatan, pendetailan SPM di puskesmas dan rumah sakit dinilai penting untuk menjamin kepuasan masyarakat.

“Di era digitalisasi dan media sosial saat ini, masyarakat sangat mudah berkeluh kesah. Jika kanal pengaduan tidak responsif, mereka akan beralih ke media sosial yang narasinya lebih sulit dikendalikan,” ujarnya.

Selain itu, pengelolaan aset desa juga menjadi perhatian, khususnya dalam hal tertib administrasi guna mencegah potensi penyalahgunaan. Optimalisasi penggunaan CCTV di ruang pelayanan turut didorong sebagai bentuk perlindungan bagi aparatur sekaligus bukti pendukung jika terjadi aduan yang tidak sesuai fakta.

Menutup arahannya, ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak reaktif terhadap kritik di media sosial, melainkan menjawabnya dengan kinerja serta data yang akurat.

“Kita harus menjawab tantangan dan kritik dengan prestasi serta narasi positif berbasis data,” tegasnya.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Rakerda TP PKK Kabupaten Ngawi Tahun 2026: Penguatan Sinergi dan Optimalisasi Peran Strategis Perempuan

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 352 views

Penguatan kemandirian keluarga menjadi fokus utama dalam Rakerda TP PKK Kabupaten Ngawi Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (16/4/2026) di Pendopo Wedya Graha.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan bertepatan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, sebagai momentum memperkuat sinergi kader dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.

Dalam sambutannya, Ony menegaskan bahwa PKK memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan, khususnya di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. “PKK memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan zaman, terutama dalam kondisi ekonomi yang dinamis. Diperlukan inovasi dan kolaborasi untuk mendorong kemandirian masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa program pemberdayaan harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui pemanfaatan pekarangan dengan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) serta penguatan literasi masyarakat. “Pemberdayaan yang dilakukan harus memberikan solusi nyata, bukan sekadar retorika. Dengan kemandirian, masyarakat akan lebih tangguh menghadapi gejolak ekonomi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ony juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga. Menurutnya, kesejahteraan ekonomi keluarga memiliki pengaruh besar terhadap keharmonisan rumah tangga. “PKK menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi dan pemberdayaan kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Ngawi Ana Mursyida Ony Anwar menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakerda ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rakernas PKK Tahun 2025 dan Rakerda TP PKK Provinsi Jawa Timur. “Rakerda ini bertujuan menyelaraskan arah kebijakan gerakan PKK dengan visi misi pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029, serta memperkuat kemitraan dengan OPD dan lembaga terkait guna mewujudkan keluarga yang berdaya dan sejahtera,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari TP PKK Kabupaten, TP PKK Kecamatan, serta OPD terkait. Selain itu, hadir narasumber dari TP PKK Provinsi Jawa Timur yang memberikan penguatan terkait strategi gerakan PKK dan tata kelola kelembagaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan program PKK ke depan semakin terarah dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan keluarga yang mandiri, sejahtera, serta berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Bersih Desa Pancuran, Pemkab Ngawi Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan dan Kearifan Lokal

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 480 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dan sumber air melalui kegiatan Bersih Desa Pancuran yang digelar di Dusun Pancuran, Desa Pacing, Kecamatan Padas, Senin (13/4/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di Sumber Yuyu Rumpung sebagai salah satu sumber air strategis bagi masyarakat.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, menegaskan bahwa tradisi bersih desa tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya sumber daya air.

“Tradisi bersih desa ini memiliki tujuan yang sangat mulia. Tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai wujud doa bersama agar masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, kesejahteraan, serta kemudahan rezeki,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan Sumber Yuyu Rumpung memiliki nilai strategis karena menjadi penopang kebutuhan air bersih masyarakat, termasuk mendukung layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di dua kecamatan.

“Keberadaan sumber air ini harus kita jaga bersama. Tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga dirawat melalui langkah konkret seperti penghijauan dengan tanaman yang mampu menyimpan air,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemkab Ngawi akan terus mendorong sinergi lintas sektor, termasuk dengan PDAM, dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi masyarakat.

Selain itu, pihaknya mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Dusun Pancuran yang secara konsisten melaksanakan tradisi bersih desa setiap tahun. Hal tersebut dinilai mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan masih terjaga dengan baik. Ini menjadi modal sosial yang penting dalam pembangunan daerah,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Ngawi berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna menjaga kelestarian sumber daya alam sekaligus melestarikan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top