Pemkab Ngawi Berangkatkan 486 Jamaah Haji 2026, Perkuat Kesiapan Mental dan Niat Ibadah

di %s Agama/Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 720 views

Ratusan calon jamaah haji Kabupaten Ngawi diberangkatkan menuju Tanah Suci dalam seremoni yang digelar di Pendopo Wedya Graha, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ngawi, serta dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan para calon jamaah haji.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menekankan pentingnya kesiapan mental, niat, serta pikiran positif dalam menjalankan ibadah haji yang membutuhkan kekuatan fisik dan spiritual.

“Kesempatan berangkat haji ini patut disyukuri, mengingat waktu tunggu saat ini bisa mencapai 28 tahun. Niat yang kuat dan pikiran positif akan sangat membantu dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah,” ujarnya.

Ia juga mengimbau jamaah untuk menjaga semangat, menghindari pikiran negatif, serta memperbanyak niat baik selama berada di Tanah Suci. Selain itu, Bupati turut membagikan pengalaman pribadinya saat menunaikan ibadah haji yang menurutnya sangat dipengaruhi oleh kekuatan mental dan keyakinan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ngawi, Masun Azali Amrullah, menyampaikan bahwa dari 512 jamaah yang telah melunasi biaya haji, sebanyak 486 jamaah dipastikan berangkat pada musim haji tahun ini.

“Jamaah terbagi dalam beberapa kloter, yaitu kloter 22 sebanyak 104 jamaah, kloter 23 sebanyak 376 jamaah, kloter 18 satu jamaah, dan kloter 37 dua jamaah. Masih terdapat sekitar 20 jamaah yang menunggu kepastian kloter,” jelasnya.

Ia menambahkan, jamaah tertua tahun ini berusia 87 tahun, sedangkan yang termuda berusia 16 tahun.

Pemkab Ngawi berharap seluruh jamaah diberikan kelancaran, kesehatan, serta dapat menunaikan ibadah dengan baik dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pemkab Ngawi Targetkan 169 Ribu Hektar Panen Padi di 2026

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Pertanian 674 views

Menghadapi tantangan keterbatasan lahan dan anomali cuaca, Pemerintah Kabupaten Ngawi menargetkan luas panen padi mencapai 169.000 hektar pada tahun 2026 melalui peningkatan produktivitas dan intensifikasi pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak se-Provinsi Jawa Timur yang digelar di Desa Gemarang, Kecamatan Widodaren, Kamis (23/4/2026), yang dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko (Antok), perwakilan Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Jawa Timur, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat dan kelompok tani setempat.

Wakil Bupati Ngawi mengatakan bahwa Kementerian Pertanian telah menetapkan target luas panen tersebut, sementara luas baku sawah di Kabupaten Ngawi saat ini hanya sekitar 49.000 hektar.

“Untuk mencapai target tersebut, kami menyiapkan strategi peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga 2,8 serta peningkatan produktivitas gabah per hektar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemkab Ngawi juga mendorong percepatan masa tanam serta penguatan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan untuk mengoptimalkan capaian produksi tanpa perluasan lahan secara signifikan.

Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi anomali cuaca El Nino yang diprediksi mencapai puncak pada Juli–Agustus, melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan dan optimalisasi program Electricity for Farming (E-Farm) dengan penggunaan sumur submersible di titik-titik kritis.

Perhatian juga diberikan pada lahan pertanian yang bergantung pada sumber air waduk seperti Waduk Sangiran dan Waduk Pondok, mengingat ketergantungan terhadap curah hujan cukup tinggi.

“Tujuan utama kami adalah meminimalisir risiko gagal panen sehingga kesejahteraan petani tetap terjaga dan target pangan nasional dapat tercapai,” tegasnya.

Dengan berbagai strategi tersebut, Pemkab Ngawi optimistis target luas panen padi 2026 dapat tercapai sekaligus memperkuat peran daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Uji Coba RDF Dimulai, Pemkab Ngawi Targetkan Pengurangan Sampah Hingga 75 Persen

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 450 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi mulai menguji pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF) melalui pengiriman perdana ke industri semen sebagai upaya mengurangi volume sampah hingga 75 persen sekaligus mendorong pemanfaatan sampah menjadi energi alternatif.

Sebanyak 5 ton RDF dikirim ke pabrik semen milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk di Grobogan, Jawa Tengah. Pelepasan dilakukan oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi Dodi Aprilasetia dan Forkopimcam Kecamatan Pitu di TPA Selopuro, Kamis (23/4/2026).

Ony menyampaikan bahwa pengiriman ini merupakan tahap uji untuk memastikan kesesuaian spesifikasi RDF dengan kebutuhan industri.

“Pengiriman perdana ini untuk melihat apakah spesifikasi RDF kita dapat diterima. Jika sesuai, akan disiapkan regulasi pendukung, termasuk pengelolaan TPA menjadi UPT dan pengaturan harga RDF melalui Peraturan Bupati,” ujarnya.

Menurutnya, produksi RDF berpotensi mencapai 3–5 ton per hari, yang dapat mengurangi sekitar 25 persen volume sampah di TPA. Apabila kapasitas ditingkatkan, pengurangan dapat mencapai hingga 50–75 persen.

RDF merupakan hasil pengolahan sampah organik dan anorganik kering, dengan residu terbatas pada material yang tidak dapat dimanfaatkan. Optimalisasi program ini juga diproyeksikan mampu memperpanjang umur pakai TPA Ngawi hingga 20–30 tahun.

Ke depan, Pemkab Ngawi akan menyesuaikan spesifikasi RDF sesuai kebutuhan industri, termasuk bentuk produk, serta menyiapkan sistem distribusi yang lebih efisien.

Melalui uji coba ini, Pemkab Ngawi menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang inovatif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top