Bangun Peradaban Lewat Budaya, Wayang Kulit Antasena Krida Tutup Gelar Budaya Hari Jadi Ngawi ke-668

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk menjadi puncak rangkaian Gelar Budaya Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 di Alun-alun Merdeka Ngawi, Jumat (17/7/2026) malam. Kegiatan yang menghadirkan dalang Ki Sigid Ariyanto dengan lakon Antasena Krida tersebut dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi.
Dalam sambutannya, Bupati Ony menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penguatan karakter melalui pelestarian budaya.
“Pembangunan di Kabupaten Ngawi ini harus secara holistik menyeluruh. Semua aspek kita bangun, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur, pertanian, pendidikan, hingga kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, tema Hari Jadi ke-668, “Ngawi Tumbuh, Berdaya, Berbudaya”, menegaskan pentingnya budaya sebagai fondasi dalam membentuk generasi penerus yang berakhlak dan berpegang pada nilai-nilai luhur.
“Kita tidak ingin hanya membangun yang sifatnya fisik material atau kesejahteraan ekonomi saja melalui investasi. Namun, kita ingin membangun peradaban yang jauh lebih baik bagi anak cucu kita ke depan,” tegasnya.
Pagelaran wayang kulit yang mengangkat nilai kepahlawanan dan kesetiaan tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat yang memadati Alun-alun Merdeka Ngawi hingga dini hari.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ngawi telah menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-668, di antaranya pertunjukan ketoprak pelajar SMK, Festival Tosan Aji (Keris), Festival Reog, dan Tabligh Akbar di Masjid Agung Baiturrahman.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat pembangunan karakter masyarakat.
Ngawi Ikut Panen Raya Serentak, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Arm Untoro Hariyanto dan jajaran Forkopimda mengikuti panen raya serentak di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini terhubung secara hybrid dengan panen raya nasional yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
“Ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” katanya.
Menurut Prabowo, keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung sektor pertanian menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan tiga matra TNI turut mendukung pengembangan komoditas pangan strategis. Pada sektor tebu, TNI AU mendampingi lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi 18,386 juta ton atau 45,05 persen dari target produksi gula nasional 2026.
“TNI AL mendampingi pengembangan kedelai di lahan seluas 2.432 hektare, sedangkan TNI AD mendampingi panen padi seluas 479.659 hektare pada Juli 2026,” ujarnya.
Agus menambahkan, pendampingan panen padi sejak Januari hingga Juni 2026 mencakup lahan seluas 6,26 juta hektare dan menghasilkan sekitar 19,2 juta ton beras atau 55,24 persen dari target produksi beras nasional tahun ini.
Partisipasi Kabupaten Ngawi dalam panen raya serentak tersebut menunjukkan dukungan daerah terhadap program swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Pepadi Ngawi Meriahkan Malam Kedua Gelar Budaya Hari Jadi Ngawi ke-668

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko membuka malam kedua Gelar Budaya dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 di Alun-Alun Ngawi, Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang dihadiri ribuan warga tersebut menjadi wujud syukur atas pembangunan daerah sekaligus ruang apresiasi bagi seniman lokal.
Mewakili Bupati Ngawi, Antok menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pembangunan dan aktivitas masyarakat di berbagai sektor, sekaligus mengajak warga terus menjaga kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Ngawi.
“Gelar Budaya ini adalah bentuk rasa syukur Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama seluruh warga masyarakat. Kita bersyukur pembangunan berjalan dengan baik, dan warga dari berbagai profesi dapat menjalankan aktivitasnya dengan lancar. Harapan kita, seluruh warga Ngawi senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan keberkahan,” ujarnya.
Pada malam kedua, panggung Gelar Budaya dimeriahkan pertunjukan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Ngawi yang menghadirkan sejumlah dalang kondang asal Ngawi dalam satu panggung. Penampilan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati kawasan alun-alun.
Antok mengatakan, mempertemukan para dalang tersebut bukan perkara mudah karena padatnya jadwal pementasan masing-masing.
“Mencari waktu agar para dalang kondang ini bisa tampil lengkap malam ini sangatlah sulit karena jadwal mereka yang padat. Alhamdulillah, malam ini semua bisa berkumpul bersama teman-teman Pepadi untuk menghibur seluruh warga masyarakat di pagelaran ini,” katanya.
Selain Gelar Budaya, rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 juga diisi berbagai kegiatan budaya lainnya. Salah satunya pagelaran wayang kulit yang akan menghadirkan dalang Ki Sigit dari Rembang, serta Pagelaran Tosan Aji di Pendopo Wedya Graha yang telah resmi dibuka.
“Mari bersama-sama kita nikmati dan syukuri usia ke-668 Kabupaten Ngawi ini dengan terus guyub rukun, bergotong royong, dan saling bahu-membahu demi kemajuan pembangunan serta kesejahteraan warga Ngawi,” tuturnya.
Pembukaan malam kedua Gelar Budaya ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wakil Bupati Ngawi. Momentum tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk terus merawat warisan budaya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Ngawi.