Category archive

Seni Budaya

Seputar perkembangan seni dan budaya, tokoh-tokoh, giat dan peristiwa seni dan budaya di Kabupaten Ngawi

Keduk Beji Sendang Tawun, Wujud Pelestarian Tradisi dan Kearifan Lokal

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 280 views

Tradisi Keduk Beji kembali menjadi bagian dari geliat wisata budaya di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Selasa (15/9/2026). Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko turut hadir dalam tradisi yang dipusatkan di Sendang Beji, Taman Wisata Tawun, tersebut yang sekaligus menjadi ruang pelestarian warisan leluhur dan kearifan lokal masyarakat.

Antok mengapresiasi konsistensi Pemerintah Desa Tawun bersama masyarakat dan tokoh setempat dalam menjaga tradisi Keduk Beji yang diwariskan secara turun-temurun. “Tradisi Keduk Beji ini terus dijaga bersama oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga. Ini yang harus kita pertahankan sebagai warisan leluhur,” ujar Antok.

Pesona alam di sekitar Sendang Beji menurut Antok juga menjadi perhatian, seiring upaya penghijauan dan pemeliharaan tanaman yang menjadi bagian penting dari kawasan sumber mata air. Hal ini dinilai perlu dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempertahankan fungsi kawasan.

“Tradisi ini juga harus diiringi dengan kepedulian terhadap lingkungan, terutama menjaga penghijauan dan kelestarian sumber mata air,” tambahnya.

Antok menilai Keduk Beji berpotensi dikembangkan sebagai wisata budaya. Potensi tersebut didukung kegiatan Minggu Legi yang menghadirkan seni budaya, UMKM, dan kuliner lokal, serta antusiasme pengunjung dari dalam maupun luar Ngawi.

Kepala Desa Tawun Purahaman menjelaskan, Keduk Beji merupakan tradisi tahunan yang melibatkan masyarakat dari Tawun 1 hingga Tawun 4. Rangkaian kegiatan dimulai dari kenduri dan doa untuk leluhur, dilanjutkan kenduri di Makam Sentono, pembuatan gunungan, uyon-uyon, hingga puncak ritual di Sendang Beji.

Kehadiran pengunjung selama Keduk Beji turut membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar. Tradisi ini pun menjadi ruang untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelestarian Sendang Beji.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Bangun Peradaban Lewat Budaya, Wayang Kulit Antasena Krida Tutup Gelar Budaya Hari Jadi Ngawi ke-668

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 688 views

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk menjadi puncak rangkaian Gelar Budaya Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 di Alun-alun Merdeka Ngawi, Jumat (17/7/2026) malam. Kegiatan yang menghadirkan dalang Ki Sigid Ariyanto dengan lakon Antasena Krida tersebut dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutannya, Bupati Ony menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penguatan karakter melalui pelestarian budaya.

“Pembangunan di Kabupaten Ngawi ini harus secara holistik menyeluruh. Semua aspek kita bangun, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur, pertanian, pendidikan, hingga kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, tema Hari Jadi ke-668, “Ngawi Tumbuh, Berdaya, Berbudaya”, menegaskan pentingnya budaya sebagai fondasi dalam membentuk generasi penerus yang berakhlak dan berpegang pada nilai-nilai luhur.

“Kita tidak ingin hanya membangun yang sifatnya fisik material atau kesejahteraan ekonomi saja melalui investasi. Namun, kita ingin membangun peradaban yang jauh lebih baik bagi anak cucu kita ke depan,” tegasnya.

Pagelaran wayang kulit yang mengangkat nilai kepahlawanan dan kesetiaan tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat yang memadati Alun-alun Merdeka Ngawi hingga dini hari.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ngawi telah menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-668, di antaranya pertunjukan ketoprak pelajar SMK, Festival Tosan Aji (Keris), Festival Reog, dan Tabligh Akbar di Masjid Agung Baiturrahman.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat pembangunan karakter masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pepadi Ngawi Meriahkan Malam Kedua Gelar Budaya Hari Jadi Ngawi ke-668

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 569 views

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko membuka malam kedua Gelar Budaya dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 di Alun-Alun Ngawi, Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang dihadiri ribuan warga tersebut menjadi wujud syukur atas pembangunan daerah sekaligus ruang apresiasi bagi seniman lokal.

Mewakili Bupati Ngawi, Antok menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pembangunan dan aktivitas masyarakat di berbagai sektor, sekaligus mengajak warga terus menjaga kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Ngawi.

“Gelar Budaya ini adalah bentuk rasa syukur Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama seluruh warga masyarakat. Kita bersyukur pembangunan berjalan dengan baik, dan warga dari berbagai profesi dapat menjalankan aktivitasnya dengan lancar. Harapan kita, seluruh warga Ngawi senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan keberkahan,” ujarnya.

Pada malam kedua, panggung Gelar Budaya dimeriahkan pertunjukan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Ngawi yang menghadirkan sejumlah dalang kondang asal Ngawi dalam satu panggung. Penampilan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati kawasan alun-alun.

Antok mengatakan, mempertemukan para dalang tersebut bukan perkara mudah karena padatnya jadwal pementasan masing-masing.

“Mencari waktu agar para dalang kondang ini bisa tampil lengkap malam ini sangatlah sulit karena jadwal mereka yang padat. Alhamdulillah, malam ini semua bisa berkumpul bersama teman-teman Pepadi untuk menghibur seluruh warga masyarakat di pagelaran ini,” katanya.

Selain Gelar Budaya, rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 juga diisi berbagai kegiatan budaya lainnya. Salah satunya pagelaran wayang kulit yang akan menghadirkan dalang Ki Sigit dari Rembang, serta Pagelaran Tosan Aji di Pendopo Wedya Graha yang telah resmi dibuka.

“Mari bersama-sama kita nikmati dan syukuri usia ke-668 Kabupaten Ngawi ini dengan terus guyub rukun, bergotong royong, dan saling bahu-membahu demi kemajuan pembangunan serta kesejahteraan warga Ngawi,” tuturnya.

Pembukaan malam kedua Gelar Budaya ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wakil Bupati Ngawi. Momentum tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk terus merawat warisan budaya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Ratusan Koleksi Tosan Aji Dipamerkan, Ngawi Kukuhkan Identitas Daerah Berbudaya

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 505 views

Semangat pelestarian warisan budaya mewarnai peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 melalui Pagelaran dan Bursa Tosan Aji Bhumi Ngawi yang digelar di Pendopo Wedya Graha, Kamis (16/7/2026). Acara yang dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko tersebut menampilkan ratusan koleksi tosan aji sekaligus menjadi ruang edukasi budaya bagi masyarakat.

Kegiatan ini merupakan implementasi tema Hari Jadi Kabupaten Ngawi tahun 2026, yakni “Tumbuh, Berjaya, dan Berbudaya”. Melalui pagelaran ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berupaya menggali kembali berbagai peninggalan sejarah dan mahakarya tosan aji yang tersebar di seluruh wilayah Ngawi sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala desa, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turut memamerkan koleksi tosan aji.

Dalam sambutannya, Antok menegaskan bahwa pagelaran ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang.

“Warisan budaya tosan aji ini memberikan tanggung jawab besar kepada kita semua. Tugas kita tidak hanya berhenti pada merawat, tetapi juga melestarikan dan mengenalkan nilai-nilainya kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan bursa tosan aji, tetapi juga ruang konsultasi dan edukasi bagi masyarakat untuk memahami nilai sejarah, filosofi, serta makna budaya yang terkandung di dalamnya.

Antusiasme peserta pada pagelaran tahun ini terbilang tinggi. Sebanyak 255 bilah keris dipamerkan, sementara 100 meja bursa yang disediakan panitia seluruhnya terisi penuh oleh para kolektor, pengusaha, dan perajin tosan aji.

Tingginya minat peserta bahkan membuat panitia harus melakukan seleksi terhadap koleksi yang akan dipamerkan karena keterbatasan ruang di Pendopo Wedya Graha. Kondisi ini menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap pelestarian budaya, khususnya tosan aji.

Melihat respons positif tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi membuka peluang untuk menjadikan Pagelaran dan Bursa Tosan Aji Bhumi Ngawi sebagai agenda rutin tahunan. Langkah ini sekaligus diharapkan semakin memperkuat posisi Ngawi sebagai daerah yang memiliki kekayaan sejarah dan komitmen kuat dalam menjaga warisan budaya.

Secara nasional, Kabupaten Ngawi termasuk dalam kelompok daerah yang dikenal memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang kuat. Melihat tingginya antusiasme peserta, pagelaran ini diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkenalkan warisan budaya daerah sekaligus memperkuat upaya pelestariannya secara berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares
1 2 3 14
Go to Top