Tanam Pohon dikawasan Wisata Kendil Mountain, Wabup Ngawi Ingin Masyarakat Bersinergi Kembangkan Potensi Desa Jatimulyo
Kegiatan ini sebagai bentuk pelestarian alam dan juga dukungan pengembangan kawasan wisata desa sebagai penggerak perekonomian masayarakat.
Wabup Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko memberikan apresiasinya untuk pemuda Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di desa ini yang telah berupaya keras menciptakan wisata desa.

Dengan potensi desa yang dimiliki ini, menurut Wabup Ngawi bisa menimbulkan dampak multiplayer bagi ekonomi masyarakat. “Diharapkan semua pihak dapat bersinergi untuk terus menjaga dan mengembangkan potensi desa ini lebih baik, dan nantinya dapat menimbulkan dampak multiplayer efek ekonomi terhadap masyarakat, termasuk sektor lain, seperti UMKM dan sebagainya,” tandasnya.
Terkait perkembangan Covid-19 saat ini, Wabup Ngawi berpesan agar masyarakat tetap waspada dan bersinergi mempertahankan situasi ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan disetiap kegiatan sosial.
Disela kunjungannya kali ini, Dwi Rianto Jatmiko beserta rombongan dari Perhutani, Forkopimcam Mantingan, perangkat desa dan Pokdarwis melihat beberapa spot yang ada di tempat ini. (Kominfo)
Dwi Rianto Jatmiko berharap vaksinasi bagi pelajar ini, bisa membuat pelajar semakin tangguh ketika melaksanakan PTM ditengah pandemi Covid – 19 sekarang, “Pada prinsipnya Pemkab mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat dengan melakukan berbagai upaya pencegahan menangkal Covid -19, dengan vaksinasi. Dengan begitu, segera tercapai herd imunity di Kabupaten Ngawi,” terangnya.
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi, dr. Nugrahaningrum mengatakan untuk mempertahankan predikat utama ini pihaknya melakukan sejumlah strategi diantaranya kegiatan sosialasi terkait kesetaraan gender, serta meluruskan pemahaman seluruh leading sektor tentang kesetaraan gender.
Lebih lanjut, Bupati Ngawi ingin percepatan pertanian ramah lingkungan ini bisa dilakukan dengan sosialisasi serta pendampingan pelatihan, “ Sehingga mampu memecahkan permasalahan dalam mewujudkan pertanian ramah lingkungan. Kegiatan hari ini, merupakan salah satu bentuk kerjasama kita, antara pegiat organik dengan Dinas Pertanian untuk menciptakan para mentor pendamping petani nanti dalam mewujudkan pertanian organik,” lanjutnya.