Mitigasi Dampak Cuaca Ekstrem, Pemkab Ngawi Siapkan Penanganan dan Strategi Jangka Panjang

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 15 views
Banner

Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko meninjau rumah warga yang terdampak hujan deras disertai angin kencang di Kecamatan Kwadungan, Jumat (30/10/2026). Selain menyiapkan bantuan perbaikan rumah, Pemkab Ngawi merencanakan penghijauan kembali sebagai upaya mengantisipasi kejadian serupa.

Peninjauan dilakukan di Dusun Suren Jenangan dan Purwosari. Tiga rumah di Dusun Suren Jenangan mengalami kerusakan berat dan enam rumah rusak sedang. Sementara itu, dua rumah di Purwosari mengalami kerusakan berat.

“Di Dusun Suren Jenangan terdapat tiga rumah rusak parah dan enam rumah rusak sedang. Sementara di sini (Purwosari), ada dua unit rumah yang mengalami kerusakan berat,” ujarnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di jalur jalan raya Ngawi Kota. BPBD bersama Tagana dan relawan telah membersihkan material pohon tumbang sejak hari kejadian. Tim gabungan selanjutnya melakukan pendataan lebih lanjut untuk menilai kebutuhan bantuan bagi warga terdampak.

Pemkab Ngawi akan memberikan bantuan perbaikan bagi rumah dengan kategori rusak berat. Sementara itu, rumah dengan kerusakan ringan hingga sedang, yang umumnya terjadi pada bagian atap akibat genteng terlepas, akan ditangani melalui gotong royong antara pemerintah desa dan masyarakat.

Memasuki musim penghujan, Pemkab Ngawi juga merencanakan penghijauan kembali di area persawahan tepi sungai dan lahan terbuka yang kehilangan vegetasi pelindung, seperti rumpun bambu. Langkah ini dinilai penting untuk memulihkan vegetasi sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat angin kencang.

“Biasanya titik ini rawan banjir, tetapi tahun ini tidak hanya hujan, anginnya juga sangat kencang sehingga banyak rumah yang rusak. Ke depan kami akan fokus pada reboisasi sebagai upaya mitigasi agar bencana serupa dapat diminimalkan,” pungkasnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Ngawi dalam mengurangi risiko bencana, khususnya saat memasuki musim penghujan. Perlindungan kawasan permukiman dan pemulihan vegetasi diharapkan dapat meminimalkan dampak angin kencang terhadap masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares