Category archive

Berita - page 435

Tingkatkan Implementasi E-Gov, Pemkab Ngawi Jalin Kerja Sama Dengan Pemkot Bandung

di %s Berita/Kabar Ngawi 2,111 views
Foto Bersama Di Bandung Command Centre setelah Penandatanganan PKS
Ir. Prasetyo Harri Adi menandatangani PKS disaksikan oleh dr. Ahyani Raksanagara

Hari ini, Selasa 5 Februari 2019 akan menjadi hari yang monumental bagi Pemerintah Kabupaten Ngawi. Pada hari ini rombongan Pemkab. Ngawi yang dipimpin langsung oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Ngawi Ir. Prasetyo Harri Adi melakukan kunjungan ke Diskominfo Kota Bandung dalam rangka penandatanganan bersama Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Dan Implementasi Aplikasi Smart City. Sebagai informasi, ini adalah kali pertama dalam sejarah Pemerintah Kabupaten Ngawi melakukan perjanjian kerja sama dengan pemerintah daerah lain dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, bahkan lebih khusus lagi, Smart City.

Rombongan yang sejak pagi telah hadir di Kompleks Pemerintahan Kota Bandung tersebut disambut dan diterima langsung oleh Kepala Diskominfo Kota Bandung, dr. Ahyani Raksanagara, M.Kes. beserta jajarannya di Ruang Pertemuan Bandung Command Centre.

Selain Kepala Diskominfo Kabupaten Ngawi Ir. Prasetyo Harri Adi, pejabat yang turut hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Keuangan Drs. Bambang Supriyadi, M.Si dan Kepala Bagian Organisasi Drs. Joko Sumaryadi, M.Si. Tampak turut mendampingi pula dari Bappelitbang dan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Ngawi.

Pada kesempatan tersebut, dalam sambutannya, Prasetyo Harri Adi menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas sambutan dan perkenannya kepada Kepala Diskominfo Kota Bandung dan jajarannya sehingga Pemkab. Ngawi diizinkan untuk mendapatkan ilmu dan berbagai aplikasi yang luar biasa. Pras, demikian sapaan akrabnya, mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bandung dianggap sebagai kota yang berhasil dalam mengejawantahkan konsep Smart City melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini dapat disaksikan dari berbagai kemudahan publik dalam mendapatkan layanan dan informasi.

Sementara itu, dr. Ahyani Raksanagara,M.Kes., selain mengucapkan selamat datang kepada rombongan Pemkab. Ngawi, dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya Pemkot. Bandung dalam rangka mewujudkan visi Smart City bersama dan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik). Beliau menyatakan dengan rendah hati bahwa tidak berarti Kota Bandung melebihi dari Kabupaten Ngawi dalam pengembangan aplikasi hanya saja Kota Bandung mungkin lebih dahulu dalam implementasinya. Sehingga, masih menurut beliau, masih sangat terbuka kesempatan untuk pengembangan yang lebih baik dan saling belajar.

Adapun maksud dari dilaksanakannya perjanjian kerja sama tersebut, sebagaimana tertuang dalam perjanjian adalah :

  1. Maksud kerja sama adalah sebagai sarana transfer berbagai aplikasi smart city yang dimiliki oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA yang dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
  2. Tujuan kerja sama adalah terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dengan berbasis teknologi informasi yang dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas serta sinkronisasi dalam tata kelola pemerintahan PIHAK KEDUA.
dr. Ahyani memberikan salinan Dokumen Smart City Kota Bandung kepada Ir. Prasetyo Harri Adi

Setelah penandatanganan bersama dokumen Perjanjian Kerja Sama antara keduanya, Kepala Diskominfo Kota Bandung memberikan salinan dokumen Master Plan Smart City Kota Bandung kepada Kepala Diskominfo Kabupaten Ngawi. Hal ini menunjukkan betapa komitmen total Pemerintah Kota Bandung dalam turut membantu Pemerintah Kabupaten/Kota yang menjalin kerja sama dalam hal Smart City dan E-Gov. Seperti difahami dokumen Master Plan merupakan dokumen dasar yang utama bagi suatu daerah dalam prosesnya mengembangkan Kota Cerdas.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi terkait dengan berbagai aplikasi yang telah dikembangkan oleh Pemkot Bandung. Seperti Sabilulungan misalnya, salah satu aplikasi andalan yang mendapatkan rekomendasi  KPK untuk diadopsi dan direplikasi pemerintah daerah lain. Begitu pula yang ditangkap oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Kepala Badan Keuangan, Drs. Bambang Supriyadi, M.Si. Bambang tampak antusias dan tertarik atas pengembangan aplikasi ini sebagai salah satu solusi dalam hal pengelolaan keuangan terkait dengan hibah bansos. Bambang mengekspresikan kesungguhannya untuk mengadopsi sistem ini karena merasakan sendiri betapa kendala-kendala yang terjadi dalam pengelolaan hibah bansos ini jika tidak dikelola dengan benar akan menjadi bumerang bagi pengelolanya.

Drs. Joko Sumaryadi, M.Si, Kepala Bagian Organisasi Setda Pemkab. Ngawi juga menuturkan hal yang hampir sama. Menurutnya, Pemkot Bandung dianggap yang paling berhasil mengelola Sistem Akuntabilitas dan Kinerja Instansi (SAKIP) melalui aplikasi SILAKIP. Aplikasi silakip yang dimiliki dan dikembangkan oleh Pemerintah Kota Bandung dianggap sangat lengkap dari sisi fitur-fitur pengelolaannya dan bermanfaat serta sangat aplikatif bagi pengelolaan akuntabilitas dan kinerja organisasi di lingkungan pemerintah Kabupaten Ngawi. Aplikasi ini pula yang pertama kali dalam waktu dekat akan direplikasikan di Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pemkab Ngawi, Gelar Tes Kompetensi P3K

di %s Kabar Ngawi 2,383 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar tes kompetensi rekrutmen Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) bertempat di SMK Negeri 1 Ngawi, Sabtu (23/02). Seperti yang disampaikan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Yulianto Kusprasetyo tes kompetensi kali ini diikuti 167 peserta yang sebelumnya telah dinyatakan lulus seleksi administrasi. “Tes kompetensi nanti akan terbagi menjadi dua session, untuk yang pertama diikuti 151 peserta, dan kedua dengan jumlah 16 peserta,” ungkap Yulianto.

Masih menurut Yulianto ada tiga kategori  yang mengikuti seleksi kali ini, diantaranya eks Kategori II Guru, tenaga kesehatan, Tenaga Harian Lepas (THL) – Tenaga Tugas Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP),” terangnya. Dan, tes kompetensi ini dilakukan dengan berbasis Computer Assisted Test (CAT), yang berisi materi soal yang dibuat oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) “ Terdiri dari materi kompetensi teknis dan manajerial masing-masing 40 butir dan kompetensi sosiokultural 10 butir,” terangnya.

Kepala BKPP tandaskan seleksi P3K tidak berhenti sampai pada tahapan ini saja, tapi ada kelanjutannya, yakni tes wawancara yang juga berbasis komputer dengan waktu 20 menit untuk menyelesaikan 10 soal. “Materi dalam tes wawancara ini adalah moralitas dan integritas,” tuturnya.

Dalam rekrutmen P3K, Yulianto jelaskan nilai passing grade (ambang batas) kelulusan telah ditetapkan pusat, “Ketetapan itu dalam Peraturan Menpan RB Nomor 4 Tahun 2019 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh Pertanian,” beber Yulianto. Sementara nilai ambang batas dalam seleksi P3K ini untuk kompetensi teknis, manajerial, serta sosial kultural paling rendah 65 (akumulatif), dan nilai kompetensi teknis paling rendah 42. “Jadi peserta harus mampu melampaui semua nilai ambang batas tersebut, termasuk tes kompetensi dan wawancara,” katanya.

Sementara menurut Didik Kuntono salah satu peserta tes P3K, mengatakan tes seleksi ini diharapkan mampu memberikan angin segar bagi eks K II Guru untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah. “Inilah yang ditunggu – tunggu oleh kami, semoga seleksi ini nantinya bisa sukses serta mampu mengakomodir semua yang ada di Kabupaten Ngawi,” ucap Didik berharap.(nf/kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares

Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, PN Ngawi Canangkan Zona Integritas

di %s Berita 2,636 views

Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono hadiri pencanangan pembangunan Zona Integritas (ZI) di Pengadilan Negeri (PN) Ngawi menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi, Bersih dan Melayani (WBBM), Selasa (19/02).

Dalam sambutannya Budi Sulistyono berikan apresiasinya atas pencanangan ZI yang dilakukan PN Ngawi dan berharap nantinya mampu membawa dampak positif. “Disamping itu, tentunya harus bisa membuat  kinerja disini jauh lebih baik, transparan dan jujur dalam melayani masyarakat, dan tentunya pencanangan ini harus menjadi komitmen kedepan,” kata Bupati disela sambutan. Lebih lanjut, Bupati juga katakan jika digabungkan dengan Ngawi Ramah maka hukum pun bisa dilakukan secara konsisten dan ramah pula.

Sementara Ketua PN Ngawi Muh. Djauhar Setyadi mengatakan zona integritas ini sebagai  wujud pelaksanaan program yang di intruksikan Mahkamah Agung, “Setiap pengadilan harus mencanangkan  Zona Intregitas,” ungkapnya. Selain itu, menurut Djauhar kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sebaik mungkin, “Dan sekaligus upaya mengubah paradigma yang barangkali dulunya, seakan aparatur itu dilayani justru kini aparaturlah yang harus melayani masyarakat sebaik – baiknya,” beber Djauhar.

Djauhar berharap dengan pencangan ZI ini bisa berefek positif serta dapat dirasakan secara langsung masyarakat terutama terkait penguatan pelayanan publik, “Tentunya kami akan siap dengan segala macam masukan dan kritikan ataupun pelaporan dari unsur peradilan jika ada yang tidak berkenan,” ungkapnya.

Dikesempatan ini, Djauhar meminta seluruh aparatur PN Ngawi untuk berkomitmen sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam melayani masyarakat, “Pesan saya untuk semuanya bisa melayani masyarakat dengan dilandasi niat,” pungkasnya.

Diharapkan melalui pembangunan ZI ini unit kerja atau institusi jika nantinya menjadi WBK atau WBBM bisa menjadi pilot project  dan benchmark untuk unit kerja lainnya dalam upaya pencegahan korupsi yang dilakukan secara kongkrit didalamnya.(nf/kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares

Sekda Pimpin Apel Rutin Pembinaan Staf, Minta ASN Tingkatkan Kedisiplinan dan Kinerja

di %s Berita 1,669 views

Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh Shodiq Triwidiyanto pimpin apel rutin pembinaan staf di halaman Pendopo Wedya Graha, Senin (18/02). Sekda sampaikan apresiasinya terhadap capaian SAKIP dengan predikat A untuk Kabupaten Ngawi. “Predikat A ini capaian yang luar biasa dan tentunya ini harus bisa diimplementasikan untuk kinerja sehari – hari tidak hanya sekedar dokumen saja,” kata Sekda disela sambutan.

Masih menurut Sekda, predikat A yang diraih memiliki konsekuensi untuk mewujudkannya, disamping itu Kabupaten Ngawi  harus siap menjadi mentor untuk Kabupaten lain dalam akuntabilitas kerja, hal ini seperti tuntutan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi dan Birokrasi  RI (Kemenpan RB). “Kedepan akan banyak daerah lain yang akan belajar atau mencontoh strategi kita meraih prestasi ini. Dan, tentunya mereka tidak hanya ingin melihat dokumennya saja tetapi  implementasi secara langsung keseharian kita,” ungkapnya.

Dikesempatan ini juga Sekda harapkan dengan prestasi SAKIP ini bisa dijadikan momentum dalam meningkatkan kedisiplinan dan kinerja semua Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Ngawi. “Selain itu kualitas tata kelola pemerintahan harus terus ditingkatkan terutama sumber daya manusianya termasuk pengusaan informasi dan teknologi,” katanya. Mokh Shodiq juga tegaskan dalam bekerja sekarang harus ada perencanaan dan target, sesuai dengan tiga prioritas dan sembilan indikator kinerja utama Kabupaten Ngawi, “Setiap kegiatan harus mengarah dan mendukung pencapaian visi misi Kabupaten Ngawi,” paparnya.

Disela kegiatan rutin ini, Sekda serahkan penghargaan untuk pemenang lomba Website Desa yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), dengan kriteria penilaian jumlah posting terupdate, kelengkapan konten, informasi publik, bobot pemberitaan, serta keaktifan pengelola di Website desa. Dan, dari penilaian tersebut ada tiga desa yang berhasil menjadi pemenangnya, juara 1 desa Kedungprahu, juara 2 desa Jambangan, Juara 3 desa Grudo.

Menurut Sekda, penguasaan IT diera sekarang sangatlah penting apalagi untuk mengahadapi revolusi industri 4.0, “Pemerintah pusat sudah menyediakan sarana bagi pengembangan IT untuk kemajuan pembangunan dan kesejahteraan dan harus kita manfaatkan,”ujarnya usai berikan penghargaan kepada pemenang.(red/kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top