Bupati Ngawi Tinjau Banjir di Kwadungan
Akibat meluapnya sungai Madiun yang melintasi Kabupaten Ngawi, tercatat 20 desa dari 6 Kecamatan terendam banjir diantaranya Kecamatan Kwadungan, Pangkur, Geneng, Karangjati, Padas dan Ngawi.
Menurut data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi, dua puluh desa yang terkena banjir diantaranya adalah desa Simo, Purwosari, Dinden, Tirak, Sumengko, Waruk Kalong, Kendung, Karangsono, Njenangan, Pleset, Waruk Tengah, Ngompro, Babadan, Gandri, Klitik, Dempel,Kresikan, Sembung, Bendo dan Mangunharjo.
Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi lakukan tinjauan langsung ke wilayah yang terdampak banjir, Kamis (7/03). Bupati beserta rombongan pertama kali menuju Pos Komando (posko) banjir di Kantor Desa Waruk Kalong, Kwadungan yang dipakai untuk dapur umum untuk pengungsi atau warga yang kebanjiran.
Namun, di posko ini belum nampak ada pengungsi sebab warga masih merasa aman, jadi masih tinggal di rumah masing –masing. Sementara di posko desa Jenangan, terdapat puluhan pengungsi yang berasal dari dusun Soren, sebab menurut salah satu warga mengatakan ketinggian air sudah mencapai dada orang dewasa.
Disela tinjauan ini, Bupati Ngawi Budi Sulistyono sampaikan yang paling utama bantuan bagi korban banjir adalah makanan selain menghitung berapa lahan pertanian warga yang gagal panen akibat banjir ini.“Yang kita bantu tentu yang terdampak banjir, dan makanan adalah yang paling utama. Selanjutnya menghitung warga yang saatnya panen karena banjir tidak bisa panen itu yang harus juga mendapat perhatian,” ujar Bupati.
Masih menurut Bupati, banjir kali ini terjadi diakhir masa panen, jadi tidak banyak petani yang terdampak, “Alhamdullilah, saat ini sebagian petani sudah panen, kalau banjirnya di awal kemarin tentunya akan banyak yang gagal panen,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Budi sulistyono katakan petani yang tidak jadi panen akibat banjir, tidak boleh dirugikan harus ada ganti rugi agar mereka bisa hidup kembali.“Warga petani yang sudah keluarkan tenaga, biaya, dan pikiran tidak boleh dirugikan, harus ada ganti rugi agar tidak terhenti kehidupannya berproses di dalam pertanian,” ujar Budi Sulistyono.
Selain itu, Bupati jelaskan untuk mengatasi banjir di wilayah ini harus dilakukan secara serentak dan optimal, dengan membuat resapan air didaerah yang lebih tinggi, “Resapan air ini harus kita optimalkan tapi diatas sana, sebab banjir yang terjadi disini adalah kiriman atau banjir lewat,” tuturnya.
Sementara Sekretaris BPBD Ngawi, Hartono mengungkapkan pihaknya saat ini terus lakukan assessment dan evakuasi pada warga yang rumahnya terendam banjir, “Ada sekitar tiga ribu warga, dari 6 kecamatan yang terdampak banjir. Dan, kami akan dalam keadaan siaga penuh serta menghimbau warga jangan panik untuk selamatkan diri dulu,” katanya
Hartono juga sampaikan BPBD juga telah membuka dapur umum dibeberapa tempat, seperti desa Waruk Kalong, Jenangan dan Waruk Tengah, “Kami pun juga lakukan pendistribusian dan suplai bantuan kesetiap dapur umum,” pungkasnya. (Nn/kominfo)
Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa disela tugasnya sempatkan tinjau korban banjir di desa Jenangan Kecamatan Kwadungan, didampingi Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ngaw, Ony Anwar, Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh Sodiq Triwidiyanto, Kepala BPBD Provinsi Jatim, Suban Wahyudiono beserta Forkopimda Ngawi, Kamis (7/3).
Budi Sulistyono juga sampaikan ucapan terima kasihnya, untuk kedatangan Gubenur Jatim di lokasi banjir ini, “Terima kasih Ibu Gubenur atas supportnya untuk warga Ngawi. Dan, saya berharap warga yang berada dipenampungan ini tidak akan lama,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Ngawi menerima kunjungan kerja Komisi D DPRD Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah, di Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi,Rabu (6/03).Asisten Administrasi Umum Sekda Kab. Ngawi, Hermiati Retno Sriwulan, Kepala BagianAdministrasi Pemerintahan Umum, R. Rudi Sulisdiana, Kepala Bidang Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup, Eko Purwanto, dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah terkait kebijakan kebersihan kota menerima kunjungan tersebut.
Pun, pengelolaan ruang terbuka hijau seperti yang disampaikan Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Ngawi, Dodi Aprilasetya dengan menerapkan regulasi mengenai perusakan tanaman,fasilitas umum dan aturan tentang pohon asuh, “Setiap staf dan siswa yang sekolah memiliki satu pohon asuh dan pejabat eselon II memiliki minimal 40 pohon,” jelasnya. Sedangkan untuk pengelolaan sampah, Dodi katakan di Kabupaten Ngawi terapkan bank sampah dari rumah tangga, “Disamping itu juga adanya sinergitas pengelolaan sampah pasar antara instansi terkait. Sebab, dalam mengelola sampah tidak bisa hanya menjadi beban satu OPD saja,melainkan sinergitas bersama,” katanya. (nf/kominfo)
Pemilihan Umum 2019 yang akan digelar serentak tinggal sebulan lagi, untuk mewujudkan keadaan yang aman dan kondusif, Kepolisian Resor (Polres) Ngawi gelar Tabligh Akbar dengan penceramah KH Ma’aruf Islamuddin pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Sragen, Selasa (5/02) bertempat di halaman Polres Ngawi.
Terkait banyaknya isu atau hoax jelang Pemilu, Pranatal berpesan agar masyarakat jangan langsung percaya dan menyebarkannya, harus di teliti dulu kebenarannya, “Ketika dapatkan postingan jangan langsung di sebarkan tapi dicek dahulu karena itu nanti justru akan menjadi boomerang untuk diri kita sendiri,” tandasnya. Disamping itu, Kapolres menghimbau masyarakat untuk datang ke TPS dan gunakan hak pilihnya. “Masyarakat Ngawi tidak boleh tidak nyoblos,” pungkasnya. (nf/kominfo)