Category archive

Bakohumas - page 32

Badan Koordinasi Kehumasan di wilayah Kabupaten Ngawi

Rakerda TP PKK Kabupaten Ngawi Tahun 2026: Penguatan Sinergi dan Optimalisasi Peran Strategis Perempuan

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 449 views

Penguatan kemandirian keluarga menjadi fokus utama dalam Rakerda TP PKK Kabupaten Ngawi Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (16/4/2026) di Pendopo Wedya Graha.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan bertepatan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, sebagai momentum memperkuat sinergi kader dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.

Dalam sambutannya, Ony menegaskan bahwa PKK memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan, khususnya di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. “PKK memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan zaman, terutama dalam kondisi ekonomi yang dinamis. Diperlukan inovasi dan kolaborasi untuk mendorong kemandirian masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa program pemberdayaan harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui pemanfaatan pekarangan dengan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) serta penguatan literasi masyarakat. “Pemberdayaan yang dilakukan harus memberikan solusi nyata, bukan sekadar retorika. Dengan kemandirian, masyarakat akan lebih tangguh menghadapi gejolak ekonomi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ony juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga. Menurutnya, kesejahteraan ekonomi keluarga memiliki pengaruh besar terhadap keharmonisan rumah tangga. “PKK menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi dan pemberdayaan kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Ngawi Ana Mursyida Ony Anwar menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakerda ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rakernas PKK Tahun 2025 dan Rakerda TP PKK Provinsi Jawa Timur. “Rakerda ini bertujuan menyelaraskan arah kebijakan gerakan PKK dengan visi misi pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029, serta memperkuat kemitraan dengan OPD dan lembaga terkait guna mewujudkan keluarga yang berdaya dan sejahtera,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari TP PKK Kabupaten, TP PKK Kecamatan, serta OPD terkait. Selain itu, hadir narasumber dari TP PKK Provinsi Jawa Timur yang memberikan penguatan terkait strategi gerakan PKK dan tata kelola kelembagaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan program PKK ke depan semakin terarah dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan keluarga yang mandiri, sejahtera, serta berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Bersih Desa Pancuran, Pemkab Ngawi Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan dan Kearifan Lokal

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 591 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dan sumber air melalui kegiatan Bersih Desa Pancuran yang digelar di Dusun Pancuran, Desa Pacing, Kecamatan Padas, Senin (13/4/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di Sumber Yuyu Rumpung sebagai salah satu sumber air strategis bagi masyarakat.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, menegaskan bahwa tradisi bersih desa tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya sumber daya air.

“Tradisi bersih desa ini memiliki tujuan yang sangat mulia. Tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai wujud doa bersama agar masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, kesejahteraan, serta kemudahan rezeki,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan Sumber Yuyu Rumpung memiliki nilai strategis karena menjadi penopang kebutuhan air bersih masyarakat, termasuk mendukung layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di dua kecamatan.

“Keberadaan sumber air ini harus kita jaga bersama. Tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga dirawat melalui langkah konkret seperti penghijauan dengan tanaman yang mampu menyimpan air,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemkab Ngawi akan terus mendorong sinergi lintas sektor, termasuk dengan PDAM, dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi masyarakat.

Selain itu, pihaknya mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Dusun Pancuran yang secara konsisten melaksanakan tradisi bersih desa setiap tahun. Hal tersebut dinilai mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan masih terjaga dengan baik. Ini menjadi modal sosial yang penting dalam pembangunan daerah,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Ngawi berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna menjaga kelestarian sumber daya alam sekaligus melestarikan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pemkab Ngawi Perkuat Reforma Agraria, Dorong Kepastian Hak dan Kesejahteraan Warga

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 705 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi mendukung pelaksanaan Reforma Agraria melalui skema baru Badan Bank Tanah guna memperkuat kepastian hukum atas tanah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sosialisasi program tersebut digelar di Balai Desa Dampit, Kecamatan Bringin, Kamis (9/4/2026).

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui GTRA dan Badan Bank Tanah ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait mekanisme baru redistribusi tanah dalam program Reforma Agraria.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menegaskan bahwa Reforma Agraria merupakan langkah strategis pemerintah dalam memberikan kepastian hukum atas tanah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Program ini menjadi solusi atas berbagai persoalan pertanahan yang telah berlangsung lama. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan kepastian hak atas tanah secara bertahap,” ujarnya.

Ony yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Ngawi menambahkan, program ini tidak hanya berfokus pada penataan aset berupa legalisasi tanah, tetapi juga penataan akses melalui pemberdayaan masyarakat. “Nantinya masyarakat tidak hanya menerima sertifikat, tetapi juga akan didampingi melalui pelatihan, baik di sektor pertanian maupun UMKM, agar mampu meningkatkan taraf ekonomi,” jelasnya.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Ngawi akan terus mengawal pelaksanaan Reforma Agraria hingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. “Kami berkomitmen untuk terus membersamai masyarakat. Kepastian hak atas tanah ini adalah langkah awal menuju kesejahteraan yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Pemberdayaan Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Jawa Timur, Ali Ridlo, menjelaskan bahwa mekanisme redistribusi tanah tahun ini mengalami perubahan dibanding sebelumnya.

Jika sebelumnya redistribusi dilakukan langsung oleh Kantor Pertanahan, kini dilaksanakan melalui Badan Bank Tanah dengan sistem hak berjangka waktu di atas Hak Pengelolaan (HPL). “Langkah ini diambil sebagai evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya, di mana masih ditemukan praktik jual beli tanah hasil redistribusi. Padahal tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat penerima tetap mendapatkan kepastian hukum atas tanah yang dikelola, termasuk dapat diwariskan dan diagunkan. Namun, selama masih dalam masa pengelolaan HPL Badan Bank Tanah, tanah tersebut tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan. “Setelah dimanfaatkan dengan baik minimal selama 10 tahun, hak tersebut dapat ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM),” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami ketentuan yang berlaku serta memanfaatkan program secara optimal guna meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Perkuat Sinergi Antar Daerah, Pemkab Ngawi–Pemkab Pacitan Perluas Kerja Sama Lintas Sektor Strategis

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Pertanian 756 views

Dalam rangka memperkuat sinergi antar daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, Pemerintah Kabupaten Pacitan melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Ngawi selama dua hari, Selasa–Rabu (7–8/4/2026). Kunjungan tersebut menghasilkan kesepakatan perluasan kerja sama di sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan.

Rombongan yang dipimpin Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, disambut langsung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Sekretaris Daerah Mokh. Sodiq Triwidiyanto, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Agro Techno Park (ATP) Ngrambe. Pertemuan ini menjadi sarana penguatan silaturahmi antar daerah sekaligus forum berbagi praktik terbaik serta penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) pada sejumlah sektor strategis.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. “Kami fokus pada pengembangan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan. Saat ini, luasan lahan organik dan semi-organik di Ngawi terus meningkat guna menjaga kualitas tanah dan produktivitas hasil panen,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Ngawi berhasil mempertahankan predikat sebagai penghasil padi tertinggi nasional selama tiga tahun terakhir. Capaian tersebut didukung oleh kemandirian petani dalam pengelolaan sumber daya air melalui 23.000 titik sumur submersible.

Selain itu, modernisasi pertanian terus diperkuat melalui penerapan sistem Electricity for Farming pada 17.500 titik sumur dalam guna meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas. “Kami siap berbagi pengalaman terkait digitalisasi pertanian dan manajemen air agar dapat diadaptasi di daerah lain,” kata Ony.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi capaian sektor pertanian Kabupaten Ngawi yang dinilai maju dan terintegrasi. Ia menyebut kunjungan ini sebagai langkah strategis untuk mengadopsi pola pengelolaan pertanian yang efektif. “Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk mempelajari tata kelola pertanian serta upaya peningkatan indeks pertanaman yang efektif di Ngawi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kolaborasi sektor pertanian dan perikanan diharapkan mampu memperluas akses pasar sekaligus memperkuat stabilitas pasokan pangan di wilayah Jawa Timur bagian barat. “Jika Ngawi memiliki hamparan sawah yang luas, Pacitan memiliki kekayaan laut yang melimpah. Sinergi ini akan menjadi kekuatan baru bagi pertumbuhan ekonomi di kedua daerah,” pungkasnya.

Selama kunjungan, rombongan juga melakukan peninjauan lapangan ke area petik melon dan fasilitas laboratorium di Agro Techno Park sebagai bagian dari penguatan pemahaman teknologi pertanian.

Melalui kerja sama ini, kedua pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan daya saing produk lokal, memperkuat peran UMKM dan petani milenial, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top