Author

Dony Setyawan - page 2

Dony Setyawan has 103 articles published.

Ngawi Student Fair 2018, Wabup Ajak Pelajar Perangi Hoax

di %s Berita/Kabar Ngawi 125 views

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pendidikan gelar Ngawi Student Fair 2018 di Alun – Alun Merdeka Ngawi, Jum’at – Minggu (11-13/5). Acara yang bertema Kreatifitas Tanpa Batas, Penerus Generasi Tanggap Masa Depan ini, diikuti 102 peserta stand dan dihadiri Wakil Bupati Ngawi, Ketua DPRD Ngawi, Kepala Organisasi Perangkat Daerah se Kabupaten Ngawi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Ngawi, dan Kepala UPT Dinas Pendidikan se Kabupaten Ngawi.

Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk sekolah sebagai ajang kreatifitas sekaligus menampilkan potensi sekolah kepada masyarakat. Dan, bagi Pemerintah bisa menjadi indikator keberhasilan sekolah dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. “Kami bangga dengan segala potensi dan kreatifitas yang ada di setiap sekolah, terus berinovasi dan tingkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Usai sambutan, Ony Anwar Harsono membuka acara ini secara simbolis dan diteruskan  pemukulan gong oleh Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Djatmiko. Kemudian acara dilanjutkan dengan deklarasi pelajar anti hoax yang digawangi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi, ditandai dengan pelapasan balon ke udara, serta penandatangan deklarasi yang diawali Wakil Bupati Ngawi dan diikuti pejabat lainnya.

Dalam kesempatan ini, Ony Anwar Harsono mengajak semua masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu, ujaran kebencian dan berita hoax. “Kita saat ini juga di support secara konsisten oleh Kepolisian Resort Ngawi juga terkait intruksi dari Kapolri agar di Kabupaten Ngawi bersinergi serta kebersamaan dalam menangkal isu ujaran kebencian dan berita hoax,” beber Ony

Ia juga meminta pelajar di Ngawi untuk selalu bijak dalam menggunakan teknologi informasi dan bermedia sosial. “Cari kebenaran beritanya dulu, jangan buru – buru  menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Pastikan dulu benar atau tidak,” tegasnya. Lebih Ianjut, Ia berharap pelajar di Ngawi untuk terus berprestasi serta menimba ilmu setinggi – tingginya, “Pelajar juga harus bisa menjaga kepribadiannya, beretika dan selalu hormat dengan orang tua serta guru. Itulah kunci sukses dimasa depan,” tuturnya.

Tidak hanya pameran potensi sekolah, kegiatan tahunan ini juga disemarakkan dengan pentas seni pelajar dan festival band pelajar. Sementara peserta stand berasal dari UPT Dinas Pendidikan se Kabupaten Ngawi, SMP/MTs, SMA/SMK, PAUD dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)(kominfo)

Tangkal Radikalisme, Pemkab Ngawi Gelar Pertemuan Tokoh Agama

di %s Agama/Berita 113 views
Bupati berikan sambutan dalam acara Pertemuan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat

Bupati Ngawi kemajemukan dan keanekaragaman agama dan paham keyakinan yang ada di negara kita pada hakekatnya merupakan aset yang sangat berharga bagi kehidupan berbangsa dan bernegara”

Praktek kekerasan yangmengatasnamakan agama dari fundamentalisme, radikalisme, hingga terorisme akhir – akhir ini semakin marak terjadi. Kesatuan dan persatuan bangsa saat ini sedang diuji eksistensinya. Akibatnya, dari peristiwa tersebut tidak hanya  merenggut korban jiwa, tetapi juga telah menghancurkan ratusan tempat ibadah. Agama seharusnya dapat menjadi pendorong bagi umat manusia untuk selalu menegakkan perdamaian dan meningkatkan kesejahteraan di bumi ini.

Sebagai upaya maka, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi menggelar Pertemuan Tokoh Agama Dan Tokoh Masyarakat, Kamis (29/3) lalu, di Pendopo Wedya Graha. Acara yang diprakarsai Bagian Administrasi Kesejahteraan Masyarakat ini dihadiri, Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Forkompimda Ngawi, Organisasi Masyarakat, Jajaran Dinas Pendidikan beserta siswanya, dan Pembicara dari IAI Sunan Giri Bojonegoro, Yogi Prana Izza Lc, MA. Merajut Kebhinekaan dan Radikalisme di kalangan Umat Beragama menjadi tema dalam acara kali ini.

Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono dalam sambutannya  mengatakan bahwa kemajemukan dan keanekaragaman agama dan paham keyakinan yang ada di negara kita pada hakekatnya merupakan aset yang sangat berharga bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, ada dua hal yang menjadi pemicu utama terjadinya gesekan masalah agama di masyarakat. Yakni, kurang maksimalnya umat beragama dalam menghargai kemajemukan atau perbedaan baik antar maupun intern umat beragama dan munculnya sikap over dalam mendakwahkan paham dan ajarannya. “Akan tetapi, pada dasarnya kita semua telah sepakat bahwa keharmonisan dalam komunikasi antar dan intern sesama penganut agama adalah merupakan tujuan utama dari kerukunan beragama dengan harapan dapat tercipta masyarakat yang bebas dari ancaman kekerasan dan konflik agama,” jelas Bupati panjang lebar

Dialog antar agama dan umat beragama memegang peranan penting dalam memperkuat kerukunan beragama sekaligus menjadikan agama sebagai pemersatu hidup berbangsa dan bernegara, “Makanya dialog antar agama dan umat beragama selalu intensif dilaksanakan, baik secara formal maupun non formal,” tutur orang nomor satu di Ngawi ini. Sebab jika masing-masing pemeluk agamanya dikembangkan sebagai faktor pemersatu, maka semua pemeluk agama akan berupaya memberikan sumbangan yang maksimal bagi stabilitas dan kemajuan bagi negara kita tercinta, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, ujarnya lebih lanjut.

Bupati berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini bisa membentengi tokoh agama dan tokoh masyarakat dari ujaran kebencian dan hoax sehingga tidak mudah terprovokasi. Tapi sebaliknya, akan bisa memberikan kesejukan dalam membina umatnya. Ia juga menegaskankan bahwa Pancasila adalah sebagai payung dalam hidup bernegara dan berbangsa. Selanjutnya, ia berpesan untuk menanamkan toleransi dalam diri seseorang, apapun agama, keyakinan dan sukunya, sebab hal ini adalah hak mutlak setiap orang. “Apabila toleransi sudah menjadi sesuatu yang pokok, kita tidak akan mudah diracuni paham yang kurang bagus dari pihak lain sehingga kerukunan dan keberagaman di Indonesia, khususnya Kabupaten Ngawi tetap terjaga,” ujar Kanang bijak.

Sementara, keanekaragaman yang melekat dalam diri bangsa Indonesia adalah bersifat given. Sebagai sesuatu yang terberi, manusia Indonesia tidaklah mengusahkan terjadinya perbedaan, karena perbedaan itu sudah melekat sejak lahir dan harus diterima apa adanya. Dimanapun dan dalam kondisi apapun, perbedaan itu akan tetap ada, baik pada level sosiologis, politik, antropologis, psikologis, dan lain sebagainya. Keragaman di sini termasuk latar belakang, gaya hidup, jabatan dan organisasi, status, mental, dan lainnya. Semua sudah melekat, terberi tanpa pernah meminta dan mengusahakan. Keanekaragaman menjadi potensi sekaligus menjadi ancaman. Berpotensi untuk membangun peradaban bangsa lebih maju dan sejahtera, tetapi juga ancaman disintegrasi dan konflik horisontal yang mudah disulut, apalagi disulut aspek sentimen agama. dilansir dari jalandamai.org.(kominfo)

5 Ribu Anak Meriahkan Gebyar Paud Ngawi 2018

di %s Berita 143 views

Pendidikan usia dini merupakan masa emas yang menjadi dasar bagi tumbuh kembang seseorang di masa dewasa. Anak yang pada masa usia dininya mendapat rangsangan yang cukup dalam mengembangkan kedua belah otaknya akan memperoleh kesiapan yang menyeluruh untuk belajar sukses pada saat memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

Dan, untuk mengasah mental, kemampuan dan sebagai ajang bersosialisasi anak usia dini, Pemerintah Kabupaten Ngawi (Pemkab) melalui Dinas Pedidikan gelar Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) se Kabupaten Ngawi, Sabtu (24/03) di Alun – Alun Merdeka Ngawi. Acara ini begitu meriah karena diikuti 5 ribu anak PAUD dari 19 Kecamatan di Kabupaten Ngawi “Ada 5.150 anak yang terlibat dalam acara ini, termasuk 840 anak untuk Karnival,” terang Istamar Kepala Bidang PAUDNI Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi.

Acara yang diawali penampilan Drumband dari TK Kartika 12 Yon Armed dan TK Bhayangkara Ngawi ini mengusung tema PAUD berkualitas di Era Milenia. Hadir dalam acara ini Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono Bunda PAUD Ngawi, Antiek Budi Sulistyono, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Forminda Ngawi, Camat se Kabupaten Ngawi, Anggota Himpaudi dan IGTKI Kabupaten Ngawi dan ribuan peserta didik PAUD se Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini dibuka langsung Bupati Ngawi beserta Bunda PAUD dengan pelepasan puluhan balon aneka warna ke udara, diikuti bunyi sirine sekaligus pencanangan Ngawi Membaca

Dalam sambutannya Bupati Ngawi, menyampaikan bahwa anak – anak harus mendapatkan segalanya yang terbaik, termasuk sentuhan kasih sayang yang penuh dari kedua orang tua, agar kelak anak memiliki hati dan karakter yang sempurna.  “Termasuk yang didengar dan dilihat anak harus semuanya baik. Sebab, ilmu itu juga masuk melalui mata dan telinga,” kata Bupati sembari ingatkan orang tua yang harus selalu memberikan  kasih sayang kepada anak- anaknya karena itu juga sangat penting dan dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak, lanjut Kanang bijak.

Pun, ketika menonton tayangan televisi, anak harus didampingi, dan dibatasi, apalagi tayangan yang bukan untuk usia mereka, “Jangan biarkan anak main game terus – menerus,” larang Bupati. Dan, yang paling penting lagi, berikan makanan bergizi agar anak tumbuh secara sempurna dan menjadi anak yang berkualitas,” tandasnya panjang lebar.

Acara yang juga diisi pengenalan pengetahuan lalu lintas dari Srikandi Polres Ngawi ini juga dimeriahkan sajian Tarian Klantung oleh ribuan anak – anak PAUD, nampak Bupati Ngawi, ikut menari ditengah antusiasme penari cilik ini. Selain tarian, juga ada Pawai Karnaval yang diikuti 840 anak-anak PAUD.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, Abimanyu dalam sambutannya mengatakan kegiatan yang diselenggarakan ini adalah salah satunya untuk melaksanakan program pemerintah. Dan, diimplementasikan dengan memaksimalkan pelayanan PAUD dan PNF di Pemkab Ngawi, dengan melibatkan semua stakeholder. Menurut Abimanyu, PAUD menjadi tumpuan pendidikan awal bagi masyarakat, “Alhamdullilah, respon masyarakat sekarang sudah lebih baik, banyak orang tua yang memasukkan anaknya ke PAUD,” beber Abimanyu. Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Ngawi giat lakukan pembinaan untuk tenaga pendidik di PAUD, terutama yang belum memiliki pendidikan linier, “Diharapkan mereka yang tidak linier ini menjadi guru PAUD yang berkompetensi,” tuturnya.

Bersamaan dengan acara yang spektakuler ini, juga dicanangkan Gerakan Ngawi Membaca,  yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. “Adanya pencanangan ini agar semua orang sadar, dengan membaca bisa akan mendapatkan banyak informasi yang lebih luas,” jelasnya. Ia juga memberitahukan bahwa semua perpustakaan yang ada di Ngawi dapat dikunjungi.

Selain tarian kolosal, acara yang digelar massal ini juga menampilkan kreatifitas anak termasuk lomba untuk guru – gurunya juga, hal ini merupakan wujud pengembangan yang mampu merangsang tumbuh kembang mental dan karakter anak.

Ngawi Terima Anugerah Gelar Ketenagakerjaan

di %s Berita 82 views

Surabaya di Gedung JX Internasional Surabaya Pemprov Jawa Timur menyelenggarakan acara Penganugerahan Gelar Ketenagakerjaan 2017.  Acara ini di hadiri oleh Wagub Syaifullah Yusuf , Kepala SKPD di Lingkup Pemprov Jatim, Bupati dan Walikota se Jawa Timur (24/02/2017).

Acara Penganugerahan Gelar Ketenagakerjaan 2017  merupakan bentuk apresiasi  Pemprov Jawa Timur terhadap pelaku kemajuan di bidang ketenagakerjaan. Sebanyak 578 penghargaan diberikan kepada bupati, walikota, asosiasi, dan perusahaan-perusahaan. Bupati Ngawi Budi Sulistyono memboyong dua gelar sekaligus, yaitu penghargaan kategori pembina LKS bipartit dan pembina terbaik di bidang ketransmigrasian. Di antara enam walikola dan bupati di Jawa Timur yang bersaing di kategori pembina terbaik, Kanang  menempati urutan teratas.

Budi Sulistyono mengatakan bahwa  tidak mengejar gelar atau penghargaan , tetapi bagaimana masyarakat Ngawi yang dominasi petani dapat mengembangkan kemampuannya, lebih dari 63 persen masyarakat Ngawi berkecimpung di sektor agraris, tapi lahan pertanian yang ada semakin menipis. Pertumbuhan jumlah petani di Ngawi  tidak diimbangi dengan penambahan lahan pertanian, sehingga mayoritas penduduk  hanya mampu menjadi petani penggarap karena keterbatasan lahan dan kekurangan modal,  maka  Pemkab Ngawi menggandeng beberapa daerah di luar Palau Jawa sebagai mitra penerima SDM Ngawi, terangnya. (Bagian Humas dan Protokol)

Go to Top