Author

Dony Setyawan - page 10

Dony Setyawan has 2887 articles published.

Bangun Peradaban Lewat Budaya, Wayang Kulit Antasena Krida Tutup Gelar Budaya Hari Jadi Ngawi ke-668

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 646 views

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk menjadi puncak rangkaian Gelar Budaya Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 di Alun-alun Merdeka Ngawi, Jumat (17/7/2026) malam. Kegiatan yang menghadirkan dalang Ki Sigid Ariyanto dengan lakon Antasena Krida tersebut dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutannya, Bupati Ony menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penguatan karakter melalui pelestarian budaya.

“Pembangunan di Kabupaten Ngawi ini harus secara holistik menyeluruh. Semua aspek kita bangun, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur, pertanian, pendidikan, hingga kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, tema Hari Jadi ke-668, “Ngawi Tumbuh, Berdaya, Berbudaya”, menegaskan pentingnya budaya sebagai fondasi dalam membentuk generasi penerus yang berakhlak dan berpegang pada nilai-nilai luhur.

“Kita tidak ingin hanya membangun yang sifatnya fisik material atau kesejahteraan ekonomi saja melalui investasi. Namun, kita ingin membangun peradaban yang jauh lebih baik bagi anak cucu kita ke depan,” tegasnya.

Pagelaran wayang kulit yang mengangkat nilai kepahlawanan dan kesetiaan tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat yang memadati Alun-alun Merdeka Ngawi hingga dini hari.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ngawi telah menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-668, di antaranya pertunjukan ketoprak pelajar SMK, Festival Tosan Aji (Keris), Festival Reog, dan Tabligh Akbar di Masjid Agung Baiturrahman.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat pembangunan karakter masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Ngawi Ikut Panen Raya Serentak, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pertanian 560 views

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Arm Untoro Hariyanto dan jajaran Forkopimda mengikuti panen raya serentak di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini terhubung secara hybrid dengan panen raya nasional yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” katanya.

Menurut Prabowo, keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung sektor pertanian menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan tiga matra TNI turut mendukung pengembangan komoditas pangan strategis. Pada sektor tebu, TNI AU mendampingi lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi 18,386 juta ton atau 45,05 persen dari target produksi gula nasional 2026.

“TNI AL mendampingi pengembangan kedelai di lahan seluas 2.432 hektare, sedangkan TNI AD mendampingi panen padi seluas 479.659 hektare pada Juli 2026,” ujarnya.

Agus menambahkan, pendampingan panen padi sejak Januari hingga Juni 2026 mencakup lahan seluas 6,26 juta hektare dan menghasilkan sekitar 19,2 juta ton beras atau 55,24 persen dari target produksi beras nasional tahun ini.

Partisipasi Kabupaten Ngawi dalam panen raya serentak tersebut menunjukkan dukungan daerah terhadap program swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pepadi Ngawi Meriahkan Malam Kedua Gelar Budaya Hari Jadi Ngawi ke-668

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 524 views

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko membuka malam kedua Gelar Budaya dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 di Alun-Alun Ngawi, Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang dihadiri ribuan warga tersebut menjadi wujud syukur atas pembangunan daerah sekaligus ruang apresiasi bagi seniman lokal.

Mewakili Bupati Ngawi, Antok menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pembangunan dan aktivitas masyarakat di berbagai sektor, sekaligus mengajak warga terus menjaga kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Ngawi.

“Gelar Budaya ini adalah bentuk rasa syukur Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama seluruh warga masyarakat. Kita bersyukur pembangunan berjalan dengan baik, dan warga dari berbagai profesi dapat menjalankan aktivitasnya dengan lancar. Harapan kita, seluruh warga Ngawi senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan keberkahan,” ujarnya.

Pada malam kedua, panggung Gelar Budaya dimeriahkan pertunjukan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Ngawi yang menghadirkan sejumlah dalang kondang asal Ngawi dalam satu panggung. Penampilan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati kawasan alun-alun.

Antok mengatakan, mempertemukan para dalang tersebut bukan perkara mudah karena padatnya jadwal pementasan masing-masing.

“Mencari waktu agar para dalang kondang ini bisa tampil lengkap malam ini sangatlah sulit karena jadwal mereka yang padat. Alhamdulillah, malam ini semua bisa berkumpul bersama teman-teman Pepadi untuk menghibur seluruh warga masyarakat di pagelaran ini,” katanya.

Selain Gelar Budaya, rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 juga diisi berbagai kegiatan budaya lainnya. Salah satunya pagelaran wayang kulit yang akan menghadirkan dalang Ki Sigit dari Rembang, serta Pagelaran Tosan Aji di Pendopo Wedya Graha yang telah resmi dibuka.

“Mari bersama-sama kita nikmati dan syukuri usia ke-668 Kabupaten Ngawi ini dengan terus guyub rukun, bergotong royong, dan saling bahu-membahu demi kemajuan pembangunan serta kesejahteraan warga Ngawi,” tuturnya.

Pembukaan malam kedua Gelar Budaya ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wakil Bupati Ngawi. Momentum tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk terus merawat warisan budaya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Ratusan Koleksi Tosan Aji Dipamerkan, Ngawi Kukuhkan Identitas Daerah Berbudaya

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 463 views

Semangat pelestarian warisan budaya mewarnai peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 melalui Pagelaran dan Bursa Tosan Aji Bhumi Ngawi yang digelar di Pendopo Wedya Graha, Kamis (16/7/2026). Acara yang dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko tersebut menampilkan ratusan koleksi tosan aji sekaligus menjadi ruang edukasi budaya bagi masyarakat.

Kegiatan ini merupakan implementasi tema Hari Jadi Kabupaten Ngawi tahun 2026, yakni “Tumbuh, Berjaya, dan Berbudaya”. Melalui pagelaran ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berupaya menggali kembali berbagai peninggalan sejarah dan mahakarya tosan aji yang tersebar di seluruh wilayah Ngawi sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala desa, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turut memamerkan koleksi tosan aji.

Dalam sambutannya, Antok menegaskan bahwa pagelaran ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang.

“Warisan budaya tosan aji ini memberikan tanggung jawab besar kepada kita semua. Tugas kita tidak hanya berhenti pada merawat, tetapi juga melestarikan dan mengenalkan nilai-nilainya kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan bursa tosan aji, tetapi juga ruang konsultasi dan edukasi bagi masyarakat untuk memahami nilai sejarah, filosofi, serta makna budaya yang terkandung di dalamnya.

Antusiasme peserta pada pagelaran tahun ini terbilang tinggi. Sebanyak 255 bilah keris dipamerkan, sementara 100 meja bursa yang disediakan panitia seluruhnya terisi penuh oleh para kolektor, pengusaha, dan perajin tosan aji.

Tingginya minat peserta bahkan membuat panitia harus melakukan seleksi terhadap koleksi yang akan dipamerkan karena keterbatasan ruang di Pendopo Wedya Graha. Kondisi ini menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap pelestarian budaya, khususnya tosan aji.

Melihat respons positif tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi membuka peluang untuk menjadikan Pagelaran dan Bursa Tosan Aji Bhumi Ngawi sebagai agenda rutin tahunan. Langkah ini sekaligus diharapkan semakin memperkuat posisi Ngawi sebagai daerah yang memiliki kekayaan sejarah dan komitmen kuat dalam menjaga warisan budaya.

Secara nasional, Kabupaten Ngawi termasuk dalam kelompok daerah yang dikenal memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang kuat. Melihat tingginya antusiasme peserta, pagelaran ini diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkenalkan warisan budaya daerah sekaligus memperkuat upaya pelestariannya secara berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares
1 8 9 10 11 12 722
Go to Top